Do’a dan Niat Puasa Sunnah Nisfu Sya’ban 2021

  • Whatsapp
Ilustrasi Malam Nisfu Sya'ban
Ilustrasi Malam Nisfu Sya'ban

LINTASJATIM.com, Malam Nisfu Syaban 1442 H akan segera tiba, peringatan yang akan jatuh pada malam ke-15 bulan Sya’ban ini di tahun 2021 akan jatuh pada hari Minggu, 28 Maret 2021.

Pada malam Nisfu Sya’ban, terdapat banyak amalan sunah yang dapat dijalankan umat muslim untuk mendapat ridho serta pahala dari Allah SWT.

Bacaan Lainnya

Salah satu amalan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam menyambut malam Nisfu Sya’ban adalah dengan berpuasa. Tidak ada aturan khusus dalam melaksanakan puasa di bulan Nisfu Sya’ban.

Namun, apabila Anda ingin berpuasa di malam Nisfu Sya’ban Anda dapat melakukannya saat Ayyamul Bidh 13 Syaban, Ayyamul Bidh 14 Syaban serta Ayyamul Bidh 15 Syaban yang dimulai dari tanggal 27 Maret sampai 29 Maret.

Sebelum memulai puasa di bulan Nisfu Sya’ban ataupun malam Nisfu Sya’ban, Anda dapat membaca niat puasa berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA GHADIN’AN ADA’I SUNNATI SYA’BANA LILLAHI TA’ALA

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Sya’ban esok hari karena Allah SWT.”

Selain itu, malam Nisfu Sya’ban yang akan jatuh pada hari Minggu, 28 Maret 2021 kelak juga dapat Anda sambut dengan memperbanyak doa.

Pada malam yang mulia ini, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baiknya umat muslim menghabiskannya dengan memperbanyak doa:

“Allah Ta’ala memberikan perhatian-Nya kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban. Dan Allah Ta’ala mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling berdengki satu sama lain.” (HR At-Thabrani dari Muadz bin Jabbal radhiallahu ‘anhu).

Tidak ada doa khusus yang diperintahkan untuk dibacakan dalam menyambut malam nisfu sya’ban, namun ada satu doa yang kerap dilantunkan untuk menghidupkan malam nisfu sya’ban, seperti berikut:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’. Allahumma inni as alukal ‘afwa wal ‘afiyata wal mu’afaatad daimata fid dunya wal akhirati.”

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia. Engkau menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku betul-betul memohon maaf kepada-Mu, dan kesehatan dan kecukupan di dunia dan akhirat.”

Dikutip situs NU Online, Rabu (24/3), pada malam nisfu Sya’ban umat Islam membaca surat Yaasin sebanyak tiga kali di sela doa. Sayyid Utsman bin Yahya menyebutkan doa yang dibaca saat malam nisfu Sya’ban yang tercantum dalam Kitab Maslakul Akyar karya Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya.

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.

اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in‘am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma’manal kha’ifin. Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa‘idan marzuqan muwaffaqan lil khairat. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal munzal ‘ala lisani nabiyyikal mursal, “yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahu ummul kitab” wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.

“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.” 

Pos terkait