Modus Polisi Gadungan, Pelajar Kehilangan HP

Korban dan polisi melakukan olah TKP. Sumber foto: www.detik.com
Korban dan polisi melakukan olah TKP. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Malang – Kasus penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota polisi menimpa dua pelajar MTs Negeri 7 Malang di wilayah Pakis, Kabupaten Malang. Pelaku berhasil membawa kabur telepon genggam milik korban setelah berpura-pura menggelar razia lalu lintas.

Dikutip dari detikJatim.com, peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Banjarejo, Minggu (12/4/2026), saat kedua korban yang mengendarai sepeda motor dihentikan oleh seorang pria tak dikenal.

Bacaan Lainnya

Pelaku yang mengendarai Yamaha Mio merah tersebut menegur korban dengan alasan pelanggaran lalu lintas, seperti tidak memakai helm dan menggunakan knalpot brong.

Untuk meyakinkan aksinya, pelaku sempat memperlihatkan rompi bertuliskan ‘Polisi’ dari balik jaket hitam yang dikenakannya. Ia kemudian mengancam akan membawa kendaraan korban ke Polres Malang.

Dalam situasi tertekan, korban diminta pulang untuk mengambil surat kendaraan. Namun, pelaku meminta ponsel sebagai jaminan sementara. Saat korban kembali ke lokasi dengan membawa STNK, pelaku sudah tidak berada di tempat.

Kapolsek Pakis AKP Suyanto membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan penyelidikan tengah dilakukan.

“Kami telah menerima laporan terkait tindak penipuan ini dan anggota sudah bergerak melakukan penyelidikan berdasarkan bukti rekaman CCTV serta keterangan saksi di lokasi,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Dari hasil penelusuran awal, polisi mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan rekaman kamera pengawas. Pria tersebut terlihat mengenakan celana panjang warna krem, jaket hitam, dan helm hitam saat menjalankan aksinya.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus serupa. “Jangan mudah menyerahkan barang berharga kepada orang yang baru dikenal di jalan raya,” tegas Suyanto.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta. Hingga kini, aparat masih memburu pelaku dan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan orang atau kendaraan dengan ciri-ciri yang sama.

Pos terkait