LINTASJATIM.com, Tulungagung – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tulungagung tak hanya menyita perhatian publik, tetapi juga membawa dampak tak terduga bagi pelaku usaha lokal.
Salah satunya dirasakan oleh penyedia jasa rental mobil asal Nganjuk yang kebanjiran order saat operasi berlangsung.
Dikutip dari detikJatim.com, pengelola rental, Eges, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat permintaan penyewaan sembilan unit minibus melalui rekan bisnisnya di Jakarta. Permintaan tersebut datang beberapa hari sebelum OTT dilakukan.
“Saya dapat order dari rekan rental di Jakarta. Yang diminta kendaraan dengan nomor polisi AG (eks Keresidenan Kediri),” ujar Eges saat ditemui di Polres Tulungagung, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, kendaraan mulai disewa sejak Senin (6/4) dan dikirim secara bertahap ke Bandara Juanda. Armada yang disediakan terdiri dari berbagai jenis minibus, seperti Toyota Innova, Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, hingga Suzuki XL7.
“Ada dua tahap, Senin dan Selasa. Kami kirimkan kendaraan ke Juanda. Saat itu kami memang diminta silent, ternyata KPK,” katanya.
Selama masa sewa, pihak rental tidak menyediakan sopir. Seluruh kendaraan digunakan langsung oleh tim KPK dengan sistem lepas kunci.
“Lepas kunci semua,” imbuhnya.
Usai operasi selesai, seluruh kendaraan telah dikembalikan. Delapan unit berada di Polres Tulungagung, sementara satu unit lainnya di Polres Sidoarjo.
“Kami tadi malam dikabari bahwa telah selesai dan diminta mengambil di Tulungagung dan Sidoarjo,” jelas Eges.
Diketahui sebelumnya, KPK melakukan penyelidikan secara tertutup di wilayah Tulungagung. Dalam operasi tersebut, sebanyak 18 orang diperiksa, dan 13 di antaranya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, termasuk Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.





