Balita Dikurung, Dipaksa Tidur di Samping Kotoran Kucing

Tempat tidur balita disiksa paman dan bibinya di kamar kos Jalan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya. Sumber foto: www.detik.com
Tempat tidur balita disiksa paman dan bibinya di kamar kos Jalan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Surabaya – Kasus dugaan penyiksaan terhadap balita berinisial KRN (4) di sebuah kamar kos kawasan Jalan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya, mengundang keprihatinan warga sekitar.

Korban diduga kerap dianiaya oleh paman dan bibinya, Ufa Fahrul Agusti (30) dan Sellyna Adika Wahyuni (26), serta dipaksa tidur di lantai dekat kandang dan kotoran kucing.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari detikJatim.com, peristiwa itu terungkap pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, setelah korban yang terkunci di dalam kamar berteriak meminta pertolongan. Salah satu tetangga kos, Islaha, mengaku mendengar suara anak kecil memanggil namanya dari balik tembok.

“Ada suara memanggil saya, ‘Mama Adik Rama’, itu sampai beberapa kali. Pas saya datang ternyata dari balik pintu kos itu. Saya tanya, kenapa Kirana?” ujar Islaha, Senin (16/2/2026).

Menurut Islaha, saat ditemukan, KRN dalam kondisi lapar karena ditinggal bekerja oleh kedua pelaku. Pintu kamar disebut sengaja dikunci dari luar.

“Pas saya tanya, anak ini minta tolong untuk dibukakan pintu karena kelaparan sejak pagi belum makan. Saya nggak tega sekali, Pak,” tuturnya.

Tak hanya dikurung, korban juga disebut kerap diperlakukan tidak layak. Islaha mengungkapkan, KRN sering tidur tanpa kasur, hanya beralaskan kain tipis di dekat kandang serta tempat kotoran kucing.

“Itu sering cerita ke para tetangga, katanya badannya gatal-gatal karena tidur dekat kucing,” katanya.

Ia bahkan sempat melihat langsung lokasi tempat tidur korban. Posisi balita tersebut berada di samping lemari pakaian dan kandang kucing, sementara paman dan bibinya tidur di atas kasur.

“Pas saya ditunjukkan itu miris. Tidur dekat kandang kucing, ada tempat makan kucing dan tempat kotoran kucing,” ujar Islaha.

Dari pantauan di lokasi, kamar kos tersebut hanya memiliki satu tempat tidur yang berhimpitan dengan kamar mandi dan sejumlah perabot, termasuk kandang hewan peliharaan. Bau menyengat disebut tercium kuat saat proses evakuasi korban.

“Bahkan saat mengevakuasi adik Kirana ini, bau kotoran dari dalam kamar sangat menyengat,” ucapnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian aparat penegak hukum. Dugaan kekerasan terhadap anak tersebut tengah dalam penanganan pihak berwenang untuk proses hukum lebih lanjut.

Pos terkait