LINTASJATIM.com, Banyuwangi – Aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah anak jalanan yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan hingga menewaskan seorang pria di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Penangkapan dilakukan saat para terduga pelaku berupaya melarikan diri menuju wilayah Situbondo.
Dikutip dari detikJatim.com, Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi, AKP Didik Hariyono, mengungkapkan bahwa kelompok tersebut merupakan anak jalanan asal Surabaya yang awalnya berencana melanjutkan perjalanan menuju Bali. Mereka diketahui bergerak dalam satu rombongan besar.
“Pelaku adalah anak punk dari Surabaya yang berencana menyeberang ke Bali. Mereka bergerombol sekitar 18 orang,” ujar Didik, Jumat (6/2/2026).
Menurut Didik, setelah insiden pengeroyokan terjadi, para pelaku sempat melarikan diri dengan menumpang truk towing. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut.
“Sebanyak lima orang sudah diamankan. Dua di antaranya merupakan pelaku yang melakukan pemukulan menggunakan alat musik, sedangkan lainnya masih dalam pengejaran,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, aksi penganiayaan diduga dipicu ketegangan antara korban dengan kelompok anak jalanan tersebut. Korban disebut menegur para pelaku yang berkumpul dan menimbulkan keributan di depan rumahnya.
“Motif awal karena korban merasa terganggu saat para pelaku mengamen di rumah korban dan menghentikan sejumlah truk di depan rumah hingga menimbulkan kegaduhan suara klakson,” kata Didik.
Dalam penanganan kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk alat musik ukulele yang diduga digunakan untuk melakukan penganiayaan. Para pelaku terancam dijerat pasal pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Kami menerapkan Pasal 262 KUHP Baru dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegas Didik.
Sebelumnya, peristiwa pengeroyokan yang menewaskan Yosep Bahtiar Irawan (46), warga Kalipuro, sempat viral di media sosial. Korban diduga meninggal dunia setelah menjadi sasaran kekerasan oleh belasan anak jalanan. Polisi masih terus memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.





