LINTASJATIM.com, Surabaya – Industri hilirisasi nikel nasional yang terus berkembang dengan 44 smelter beroperasi hingga 2025 mendorong kebutuhan bahan baku penunjang, salah satunya kapur sebagai komponen vital dalam proses produksi. Menjawab kebutuhan strategis ini, Bandar Indonesia Grup siap menjadi pemasok utama dengan mengandalkan 275 tambang kapur miliknya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Founder Owner Bandar Indonesia Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menyampaikan bahwa BIG secara khusus menyiapkan tambang-tambang kapurnya di Sumenep, Jawa Timur, untuk menjadi supplier kapur bagi seluruh smelter nikel di Indonesia. Puluhan tambang kapur BIG di Sumenep memiliki keunggulan utama karena berlokasi tepat di tepi laut.
“Dengan posisi tambang yang langsung menghadap laut, distribusi kapur ke smelter-smelter nikel di Maluku dan Sulawesi dapat dilakukan secara lebih efisien, cepat, dan berkelanjutan,” ujar Gus Lilur, Jumat (16/1/2025).
Data sebaran smelter nikel menunjukkan Maluku Utara menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak (18 smelter), disusul Sulawesi Tengah (17 smelter), Sulawesi Tenggara (3 smelter), dan Sulawesi Selatan (1 smelter). Kapur memiliki peran krusial dalam proses pengolahan nikel di smelter sebagai campuran utama yang tidak tergantikan dalam tahapan produksi.
Tantangan utama selama ini adalah lokasi tambang kapur di Indonesia yang sebagian besar berada cukup jauh dari akses laut, menyulitkan distribusi ke smelter-smelter nikel yang mayoritas berada di kawasan timur Indonesia. Keberadaan tambang kapur BIG di pesisir Sumenep menjadi solusi strategis untuk mengatasi kendala logistik ini.
Langkah BIG dinilai sejalan dengan agenda nasional hilirisasi mineral dan upaya memperkuat rantai pasok industri strategis dalam negeri. Selain menopang kebutuhan industri nikel, pengembangan tambang kapur di kawasan pesisir juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat peran Indonesia sebagai pemain utama dalam industri nikel global.
Dengan kapasitas 275 tambang kapur dan keunggulan lokasi strategis, BIG berpotensi menjadi pemain kunci dalam mendukung percepatan hilirisasi nikel Indonesia yang tengah menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah komoditas mineral nasional.
BIG Siap Jadi Supplier Kapur untuk 44 Smelter Nikel Nasional, Andalkan Tambang Tepi Laut Sumenep




