Kabantara Grup Siap Kuasai Tambang Bauksit, Manfaatkan Program Hilirisasi ESDM



LINTASJATIM.com, Surabaya – Kaisar Bauksit Nusantara Grup (Kabantara Grup) siap menguasai sektor tambang bauksit di Indonesia dengan memanfaatkan Program Hilirisasi Kementerian ESDM. Owner Kabantara Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan prioritas penerbitan Izin Usaha Pertambangan bagi perusahaan yang berinvestasi membangun smelter.

“ESDM menyebut pemberian prioritas penerbitan Izin Usaha Pertambangan atau IUP ini sebagai Program Hilirisasi,” terang pria yang akrab disapa Gus Lilur itu, Rabu (31/12).

Pengusaha nasional asal Situbondo ini menjelaskan bahwa Kabantara Grup saat ini bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang sudah membebaskan lahan 800 hektar di tepi laut di sebuah kabupaten di Pulau Sumatera untuk pembangunan smelter. “Biaya pembangunan Smelter Bauksit membutuhkan biaya minimal 50 Triliun Rupiah,” ujarnya.

Menurut Gus Lilur, sebagai bentuk penghormatan bagi perusahaan yang berinvestasi besar, pemerintah harus memberikan kemudahan bagi smelter untuk memperoleh kepastian kontinuitas suplai bahan baku. “Berangkat dari kerjasama dengan perusahaan Smelter dan adanya Program Hilirisasi dari ESDM RI, KABANTARA Grup meyakini mampu menjadi Kaisar Bauksit Nusantara,” tegasnya.

Ia membandingkan kondisi industri bauksit dengan nikel dan batubara yang sudah lebih berkembang. “Smelter Nikel menjamur di Republik Indonesia. Seperti juga umum dimafhumi, bahwa pengusaha Batubara menumpuk di Indonesia. Namun faktanya, Smelter Bauksit dan pengusaha Bauksit di Indonesia bisa dihitung dengan jari tangan,” jelas Gus Lilur.

Di tengah persaingan yang masih sepi di sektor bauksit, Kabantara Grup menargetkan 17 Agustus 2026 sebagai puncak pencapaian dalam menguasai bauksit Indonesia. Founder dan owner Kabantara Grup ini mengharapkan para pengusaha Indonesia mampu menjadi tuan di negerinya sendiri.

“Sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus segera membumi. Tentunya dengan bukti bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia membawa kemakmuran bagi seluruh Rakyat Indonesia,” pungkas Gus Lilur menutup pernyataannya.

Langkah strategis Kabantara Grup ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi tambang mineral untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional dan mengurangi ekspor bahan mentah.

Pos terkait