Disiplin Prokes Kendor, Kasus Covid-19 di Surabaya Melonjak, RS kuwalahan

  • Whatsapp
Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19

LINTASJATIM.com, Surabaya – Kasus COVID-19 di Jatim kembali tinggi. Hingga per 29 November 2020 terdapat penambahan sebanyak 412 orang. Penyebabnya ada dua. Yakni pasca long weekend dan kendornya protokol kesehatan.

Fakta di lapangan, pasien RS di Surabaya kembali meningkat sekitar dua pekan. Bahkan ruang isolasi hingga ICU pasien COVID-19 penuh. Salah satunya di RS Unair Surabaya.

Bacaan Lainnya

Jubir Tim Satgas COVID-19 RS Unair, dr Alfian Nur Rosyid SpP mengatakan, saat ini jumlah pasien COVID-19 di Gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) penuh. Baik di ruang isolasi maupun di ruang perawatan intensif ICU.

“ICU penuh, ruang isolasi biasa juga sama penuh sekitar 30-40 tempat tidur (TT),” kata Alfian saat dihubungi detikcom, Senin (30/11/2020).

Alfian mengatakan, bahkan hari ini terdapat pasien COVID-19 yang masih di IGD. Mereka belum bisa masuk ruangan karena penuh.

“IGD ada dua pasien tidak bisa masuk kamar karena ruangan penuh,” ujarnya.

Dokter yang menangani pasien COVID-19 langsung ini mengaku ada dua hal yang menyebabkan wabah ini kembali meningkat. Yakni dampak long weekend dan tidak ada lagi disiplin protokol kesehatan.

Dia mengimbau masyarakat harus kembali patuh dan taat menggunakan masker, menghindari kerumunan, cuci tangan dan jaga jarak.

“Pandemi COVID-19 belum berakhir. Acuh, jenuh dan kendor terhadap protokol dapat berdampak tertular virus Corona. Pakai masker, hindari kerumuman, jaga jarak, rajin cuci tangan upaya sederhana agar tak tertular penyakit. Masyarakat adalah garda terdepat dalam upaya pencegahan tertular atau menulari COVID-19,” pesannya.

Hal senada diungkapkan tim medis RS Husada Utama (RSHU). 14 Tempat tidur di ruang ICU Pasien COVID-19 penuh. Tetapi untuk ruang isolasi biasa, masih ada yang kosong.

“Saat ini yang penuh terutama yang kasus berat dan butuh ICU dengan ventilator. Kalau kamar ruang isolasi masih ada saat ini. Pasien COVID-19 yang dirawat ada 75 orang, 20% berat, 40% sedang, 40% ringan,” kata Dirut RSHU dr Didi D Dewanto SpOG.

Didi mengatakan, sepekan ini pasien COVID-19 di RSHU keluar masuk. Trend pagi ini saja pasiennya sudah menurun.

“Kalau lihat laporan terakhir pagi ini, trend nya agak menurun untuk pasien masuk ke RSHU. Hari ini yang pulang ada 5, meninggal 1,” ujarnya.

Saat kasus COVID-19 mulai naik lagi, Didi berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Selalu patuhi protokol kesehatan, hindari kerumunan orang atau bepergian yang tidak perlu. Karena bila sudah terpapar virus COVID-19, maka satu keluarga pasti akan stress,” pungkasnya.

Source: detik.com

Pos terkait