Lintasjatim.com, Mojokerto - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ngoro mengadakan kegiatan ramadhan dengan tema Ramadahan In Love. Kegiatan ini bertempat di Masjid Nur Rohman, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kab Mojokerto, Jawa timur (19/5).

“Kegiatan ramadhan in love ini diadakan agar para pelajar dan pemuda ipnu ippnu khusiusnya se kecamatan ngoro, karang taruna, pramuka, dan masyarakat sekitar tidak gampang teprovokasi dengan paham-paham aliran yang tidak jelas sanad keilmuannya”, ungkap ketua PAC IPNU Ngoro, Ahmad Insanul Kamil.

Kamil panggilan akrabnya mengatakan bahwa “kami berharap dengan diadakannya acara ramadhan in love yang mengakat materi keaswajaan ini agar karakter pemuda dan pelajar IPNU IPPNU Ngoro mempunyai jiwa yang agamis dan nasoinalis”.

“Dengan berkumpul sekaligus buka bersama di ramadhan yang penuh barokah ini, semoga Alloh SWT memberikan keberkahan dalam acara ini dan jalinan silaturahmi kader ipnu ippnu se kecamatan ngoro dapat tetap terjalin dengan baik”, tambahnya.

Ramadhan in love ini diisi oleh Gus Mualinin selaku ketua Aswaja Nu Center PCNU kab. Mojokerto dengan membahas mengeanai aswaja. “selayaknya kita harus berhati-hati di zaman teknologi ini, harus pintar pintar menggunakan gadget. Sebab di era ini hoaks sudah merajalela. Kita juga harus pintar-pintar mengetahui seluk beluk organisasi, jangan asal-asalan. Karena banyak ormas seperti NU namun bukan NU”, tutur gus Mualimin.

Beliau juga menambahkan bahwa Pemuda saat ini jangan gampang terpengaruh paham aliran islam yang tidak jelas ke aswajannya, semua aturan yang ditetapkan oleh negara harus dihormati demi kemajuan nkri, seperti contoh akhir-akhir ini mengenai pemilu. Keputusan KPU mengenai pilihan presiden dan pilihan legislatif harus diterima dengan lapang dada apapun hasilnya.

Ketua PC IPPNU Rekanita Nur Afni Aulya berpesan kepada PAC IPNU IPPNU Ngoro “ kami PC IPNU IPPNU Kab. Mojokerto bangga dengan perkembangan IPNU IPPNU Ngoro. Kami juga berharap agar ranting-ranting dan pac lain di wilayah mojokerto bisa membuat kegiatan yang kreatif seperti saat ini, ipnu ippnu dikenal dan bisa melibatkan semua unsur lapisan masyarakat. Tetap semangat dalam berorgnisasi.

Ratusan peserta memadati pelataran masjid dengan berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari MWCNU Ngoro, PC IPNU IPPNU Mojokerto, Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Ngoro, Karang Taruna, Ibu-Ibu Jamaah Majelis Taklim, Kepala Desa, Dan Masyarakat Desa Sukoanyar. (Saf)

Lintasjatim.com, Bojonegoro - Bulan puasa merupakan momentum yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan di kalangan masyarakat. Hampir semua organisasi berlomba-lomba mengadakan berbagai kegiatan positif. Seperti halnya yang dilakukan oleh  Karang Taruna desa Gayam Kabupaten Bojonegoro yang membuat kegiatan dengan tajuk THR (Tebar Hikmah Ramadhan).

Secara simbolis, kegiatan ini dilaksanakan di pendopo gedung Karang Taruna desa Gayam dan dibuka langsung oleh Kepala desa Gayam secara simbolis, Rabu (15/05/2019).

Kegiatan yang melibatkan Taman Pendidikan al-Qur'an di tingkatan desa Gayam tersebut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Desa Gayam seperti Kepala desa, Polsek Gayam, Koramil Gayam dan jajaran lainnya.  

Kegiatan tersebut di rangkai dengan beberapa perlombaan Hafidz Qur'an, Adzan, Pildacil dan di puncak acara akan di rangkai dengan santunan anak yatim.

Dalam kesempatannya Nur Kak Lim selaku ketua panitia kegiatan tersebut menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu kesuksesan kegiatan tersebut. Kegiatan THR ini sendiri sudah berjalan dua tahun sejak 2018 kemarin.

"Terimakasih saya ucapkan kepada semua pihak yang sudah membantu dalam proses kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat mempengaruhi semangat santriwan dan santriwati TPQ maupun TPA dan seluruh ustadz/ustadzah dalam proses belajar-mengajar ilmu agama di desa Gayam khususnya." ujarnya dalam sambutan.

Selain itu kegiatan ini juga bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama' Kabupaten Bojonegoro yang didapuk sebagai dewan juri dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Azza Aliefuddin selaku pengurus Pimpinan Cabang IPNU Bojonegoro juga menyampaikan bahwa kerja sama ini sudah berlangsung sejak 2018 pertama kali kegiatan THR ini di adakan.

"Kerjasama ini sudah berlangsung dari  tahun kemarin. Alhamdulillah tahun lalu saya juga dipercaya menjadi  juri dalam kegiatan ini mewakili pengurus Cabang yang lain. Harapan kami kerjasama ini terus  berlangsung dan dapat mewadahi pelajar-pelajar dan santri di desa Gayam." Pungkasnya.

Pembukaan ini diawali dengan perlombaan Hafidz Qur'an dan ditutup dengan buka bersama. Puncak kegiatan ini sendiri akan digelar pada tanggal 22 Mei 2019. (Imron)

Lintasjatim.com, Blitar – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar memuji tingkat partisipasi sejumlah perwakilan banom-banom serta lembaga-lembaga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul ‘Ulama (MWCNU) Kecamatan Kademangan yang sangat antusias mengikuti  kegiatan Turba (Turun ke bawah) di Kampung Coklat.

“Selama kami melakukan kegiatan turba ini, kademangan lah yang sangat antusias dalam menyambut kami, dibuktikan dengan pesertanya sangat banyak, terbanyak dari pada turba-turba sebelumnya.” Ungkap Zainul Qoyim, koordinator turba PCNU Kabupaten Blitar wilayah 1.

Turba tersebut dihadiri oleh 550 lebih peserta yang terdiri dari seluruh banom-banom serta lembaga-lembaga MWCNU Kademangan yang meliputi Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul ‘Ulama (LPMNU), Lembaga Dakwah Nahdlatul ‘Ulama (LDNU), Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul ‘Ulama (LTMNU), Persatuan Guru Nahdlatul ‘Ulama (Pergunu), Lembaga Amil Zakat Nahdlatul ‘Ulama (Lazisnu), Anshor, Fatayat, bahkan dihadiri oleh Ketua pengurus wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul ‘Ulama (IPNU) Jawa Timur, dan masih banyak lagi.

Bahkan secara khusus Imam Nur’aini, Ketua MWCNU Kademangan, menyatakan bangga begitu mendapati salah satu desa kategori paling atas, yang jauh dari lokasi acara, “Bayangkan, jaraknya sangat jauh, daerah pegunungan tapi semangat mereka luar biasa.” Tuturnya.

Apresiasi tersebut diberikan bukan hanya karena jumlah peserta paling banyak melainkan juga program-program kerjanya yang dinilai inovatif seperti terbentuknya UD. Tali Bumi yang bergerak di bidang kewirausahaan, juga pencetakan kader-kader kualitas dalam bingkai Da’I atau penceramah.

Kegiatan turba ditandai dengan serangkaian prosesi diantaranya, pembacaan tahlil, sambutan, penyampaian program kerja dari setiap lembaga PCNU Kabupaten Blitar, prosesi turba yang di pimpin oleh rais syuriah PCNU Kabupaten Blitar yaitu K.H Ahmad Ardani, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan do’a serta makan bersama.

Yang menjadi fokus turba kali ini ialah, pengenalan pengurus baru serta sosialisasi program kerja dari beberapa lembaga PCNU Kabupaten Blitar, khususnya program kerja Lazisnu terkait dengan Zakat.

K.H Ahmad Ardani menegaskan Jangan sampai ‘amil zakat di masjid-masjid atau mushola-mushola kurang faham seputar fiqih zakat, akibatnya sangat fatal. Hal ini menandakan bahwa NU Kabupaten Blitar perhatian terhadap warga nahdliyin.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan kegiatan ini juga digunakan untuk serap aspirasi masyarakat untuk pengembangan NU kedepannya.

Kegiatan ini terbilang sangat sukses, pasalnya setelah kegiatan ini MWCNU Kademangan akan mengadakan Madrasah ‘Amil yang unik, karena ini merupakan kali pertama Madrasah ‘Amil yang diselenggerakan tidak di kantor PCNU Kabupaten Blitar melainkan di tempat wisata ternama se-nusantara yaitu Kampung Coklat. (Azm)

Lintasjatim.com, Madiun - Merawat budaya dan melestarikan tradisi khas Indonesia yang menjadi kekayaan budaya Indonesia, point ini menjadi salah satu program kerja pelajar NU di tingkat Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Di akhir masa khidmat Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU ini  mengadakan Safari Ramadhan, dengan pagelaran wayang kulit religi, Sabtu (11/5/2019).

Acara Wayangan dalam rangka Safari Ramadhan itu, dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyakat diantaranya mantan Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos, Ketua MWC NU Kyai Askun Mubarok, K. Zainal Abidin, dan Djoko Setiono.

Hadir juga Ketua PAC Ansor Dolopo Nur Kholiq, Ketua Muslimat Sabikis dan perwakilan banom-banom NU lainnya.

Kegiatan ini dikemas dalam dua sesi yaitu dibuka dengan pengajian umum yang disampaikan oleh kyai Askun Mubarok, Ketua MWC NU setempat dan dilanjutkan wayang kulit religi yang di dalangi oleh Danang Sutawijaya sekaligus ketua Departemen Bakat Minat PAC IPNU Kecamatan Dolopo.

Dalam isi pengajiannya, Ketua MWC NU, Wali Songo mengajarkan agama Islam dengan gong dan wayang.

"Wali Songo mengajarkan dan mengenalkan agama Islam dengan gong dan wayang, jadi ini adalah tradisi para ulama-ulama kita terdahulu, wayang bukan hanya hiburan rakyat belaka tetapi juga menjadi tuntunan kita belajar Agama," ungkapnya.

Kyai Askun juga menyampaikan, bulan Ramadhan harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, saling menghormati dan meningkatkan kualitas ibadah. Di bulan ini semua amal sholeh akan mendapatkan berkah dan pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Dikesempatan yang sama, mantan Bupati Madiun yang akrab disapa Mbah Tarom tersebut memberikan apresiasi dan kagum melihat kader-kader IPNU IPPNU mempunyai bakat yang luar biasa dalam melestarikan ajaran wali songo.

"Saya Bangga melihat dan menyaksikan langsung pertunjukan dari Kader Kader IPNU yang memberanikan diri untuk tampil di tengah masyarakat dengan membawa budaya dan tradisi Indonesia," ujarnya dalam sambutan.

Selain itu, Caleg DPR RI terpilih dari Fraksi PKB itu, juga siap memfasilitasi bakat dari para kadernya tersebut.

"Nanti saya akan fasilitasi bakat Pak Dalang untuk lebih mendapat bimbingan dan ilmu pementasan langsung dibimbing oleh Abah Kirun,'' ungkapnya  disambut sorak gembira penonton.

Caleg dengan porelahan suara terbanyak di kabupaten Madiun itu juga berjanji akan mengusahakan peralatan yang dapat membantu dalam memaksimalkan pementasan.

"Saya usahakan untuk bantuan alat yang kurang agar bisa tampil maksimal kedepannya," pungkasnya.

Kegiatan Safari Ramadhan ini juga di buat Road Show 3 tempat selama bulan Ramadhan ini.

Pertama road show desa Kradinan di dusun bulak musholla Baitul Mukminin kedua di Desa Dolopo dan di Akhiri di Kantor MWC NU Kecamatan Dolopo.

Meskipun  anggaran terbatas, dana swadaya anggota IPNU IPPNU dan Para alumni tersebut berjalan dengan lancar dan sukses sesuai rencana awal. (st)

Lintasjatim.com, Blitar – Lintas Komunitas Blitar Raya (LKBR) menggelar aksi bagi takjil di Perempatan PGSD UM Blitar, Sabtu (11/5/2019).

Aksi sosial ini mengundang seluruh pengurus komunitas se-Blitar raya dengan semangat gotong royong. Dengan memanfaatkan momentum ramadhan, diharapkan kegiatan ini sukses dengan target lebih dari 10.000 takjil yang terdistrubusi.

Dana takjil diberoleh dari iuran semua anggota, masing-masing anggota dikenakan iuran minimal Rp.10.000 per orang. Pihaknya juga membuka lebar bagi siapa saja yang ingin bersedekah melalui LKBR tersebut sebagaimana brosur yang tersebar melalui group-group whatsap.

"Ada sekitar 70 komunitas yang tergabung dalam wadah Lintas Komunitas Blitar Raya, pada tahun lalu 2018 diikuti oleh 50 komunitas dan 3000 takjil. Sedangkan tahun 2019 ini targetnya berbagi 10.000 takjil," kata koordinator kegiatan, Feri.

Baca Juga
Bekali Banom Dengan Wawasan, PCNU Kabupaten Blitar Turba
Rapimwil II IPNU Jatim Angkat Tema Transformasi Pelajar Menyongsong Era Society 5.0
Diduga Sopir Ngantuk, Truk Gandeng Tabrak Tiang Listik Hingga Ringsek

Acara yang melibatkan banyak komunitas di Blitar tersebut baru berdiri sejak tahun 2018. Berbagi takjil merupakan agenda tahunan sebagai gerakan social untuk masyarakat dan merekatkan emosional antar komunitas.

“Acara ini sebagai wadah gotong royong dan sinergi bagi seluruh komunitas di Blitar raya dan di tahun kedua berdiri. Ini kegiatan tahunan di bulan ramadhan bersama puluhan komunitas dari seantero Blitar Raya,” ungkap Mada Nova, salah satu pengurus LKBR.

Kata Nova, semoga aksi tersebut menjadi pelecut semangat kebersamaan dan gotong royong. Karena pada dasarnya komunitas-komunitas yang ada di Blitar memiliki tujuan yang sama yakni berjuang demi Blitar yang lebih baik.

Tak hanyak berbagi takjil, LKBR juga mengadakan buka bersama dan kegiatan lainnya seperti pentas seni dari beberapa komunitas. (Nata)

Lintasjatim.com, Blitar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama' Kabupaten Blitar menggelar acara turun ke bawah (Turba) di Pondok Pesantren Lirboyo Cabang Bakung, Sabtu (11/5/2019).

Kegiatan ini mengundang seluruh organisasi badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama' se-Kecamatan Bakung.  Melalui safari ini diharapkan meningkatkan kualitas kader Nahdlatul Ulama melalui Banom-banom.

Syuriyah NU Kabupaten Blitar KH. Ahmad Ardani mengungkapkan ''kegiatan ini semoga dapat memberikan respon yang baik serta mampu menambah semangat dalam berorganisasi," jelasnya.

Baca Juga
Rapimwil II IPNU Jatim Angkat Tema Transformasi Pelajar Menyongsong Era Society 5.0
Hanura Gugat Keputusan Pleno Penetapan Caleg DPRD Jember ke PTUN
Diduga Sopir Ngantuk, Truk Gandeng Tabrak Tiang Listik Hingga Ringsek

Ia juga menambahkan, selain bertujuan untuk pengenalan berbagai macam badan otonom Nahdlatul Ulama' juga sebagai sarana serap aspirasi. Menampung ide atau gagasan dari jajaran banom untuk pengembangan NU ke depan. Sehingga, program-program yang dibuat NU akan sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam acara ini juga diberikan materi tentang bagaimana pelaksanaan zakat fitrah yang baik dan benar serta bagaimana amaliyah NU yang langsung disampaikan oleh KH. Ahmad Ardani, Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penjelasan tentang visi misi NU Care Lazisnu. (Nata)

Lintasjatim.com, Pasuruan – Ramadhan tahun ini Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur masa khidmat 2018-2021 mengadakan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) II. Acara yang dihadiri oleh ketua Pimpinan Cabang IPNU se-Jawa Timur ini berlangsung di Pondok Pesantren Terpadu Al- Yasini Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/05/2019).

Rapimwil sekaligus buka bersama kali ini mengangkat tema "Transformasi Pelajar Menyongsong Era Society 5.0". Dalam sambutannya, Choirul Mubtadi'in ketua PW IPNU Jatim mengatakan pentingnya persiapan pelajar dalam menghadapi era society 5.0, dimana suatu masa yang mengalami perubahan perilaku sosial akibat perkembangan teknologi.

"Pelajar saat ini tidak boleh ketinggalan isue era society 5.0. dimana sebuah era yang mengedepankan integrasi antara dunia maya dengan ruang fisik. Sebelum ada internet kita bisa melihat tingkah laku lingkungan secara langsung dan nampak. Tapi sebaliknya, dengan berkembangnya dunia maya pasti perilaku-perilaku tersebut berubah, bisa mengarah ke positif dan negatif khususnya lingkungan para pelajar.” jelasanya.

Baca Juga
Bekali Banom Dengan Wawasan, PCNU Kabupaten Blitar Turba
Hanura Gugat Keputusan Pleno Penetapan Caleg DPRD Jember ke PTUN
Diduga Sopir Ngantuk, Truk Gandeng Tabrak Tiang Listik Hingga Ringsek

Senada dengan Aswandi, Ketua Pimpinan Pusat IPNU, menegaskan perlu adanya penguatan-penguatan internal untuk menghadapi era society 5.0.

"IPNU harus bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia sebagai cara untuk menyongsong era society 5.0, salah satunya adalah dalam ranah pendidikan.” Jelasnya.

Selain itu, K.H Misbahul Munir selaku perwakilan dari pengurus wilayah NU Jawa Timur mensupport spirit dan ide gagasan Rapimwil II PW IPNU Jatim. Menurutnya, IPNU adalah organisasi pengkaderan yang harus memiliki karakter kuat sehingga mampu menghadapi perubahan dan menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungan.

"Pelajar NU saat ini adalah pelajar yang akan menggantikan posisi kita (Red. Nahdlatul Ulama) baik di jajaran Pengurus Cabang, Pengurus Wilayah maupun Pengurus Besar Nahdlatul ulama." Pungkasnya.

Dalam acara yang dihadiri 42 Pimpinan Cabang tersebut di hadiri oleh Ketua Umum PP IPNU, Aswandi dan Sekretrais Umum, Mufarihul Hazin. Selain itu juga hadir perwakilan PWNU Jawa Timur dan jajaran pemerintah Kabupaten Pasuruan termasuk Wakil Bupati Pasuruan yang sekaligus menjadi tuan rumah atau pengasuh pondok pesantren terpadu Al-Yasini Pasuruan. (mkh)

Lintasjatim.com, Pasuruan – Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pasuruan kembali menggelar tiga program unggulan distribusi Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) pada Ramadhan tahun ini, yakni Safari Belanja Yatim, Buka Puasa Bersama Tukang Becak dan Bingkisan Ramadhan bagi dhuafa.

Mukhammad Faisol, pelaksana program Ramadhan 1440 H mengatakan kegiatan safari belanja yatim dilaksanakan sebagai bentuk cinta kasih kepada anak-anak yatim agar turut merasakan kebahagiaan lebaran dengan mengajak mereka berbelanja busana lebaran.

"Kita akan ajak sebanyak 50 anak yatim berbelanja busana dengan pilihan mereka sendiri di butik yang kita tentukan." ujarnya.

Program kedua, bingkisan tamadhan bagi dhuafa merupakan program rutin yang sudah berjalan setiap bulan puasa.

"Alhamdulillah, Target penerima bingkisan ramadhan kali ini sebanyak 400 paket senilai seratus ribu rupiah. Meningkat dr tahun sebelumnya. Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi." lanjutnya.

Baca Juga:
Berburu Takjil di Kampus Hijau
Antisipasi Lonjakan Harga, Bupati Blitar Adakan Pasar Murah di 22 Kecamatan
Antisipasi Kekeringan dan Longsor, Desa Bareng Tanam Pohon di Kaki Gunung Wilis

Sementara itu, program buka bersama 100 tukang becak merupakan program sharing bersama JPZIS Masjid An-Nur, Perum Tembokrejo Indah. Hal ini dilakukan sebagai apresiasi bagi para abang becak yang tetap mampu istiqomah menjaga ibadahnya selama bulan Ramadhan. 

"Selain berupaya meningkatkan syiar Lazisnu, penempatan kegiatan ini kita untuk mengakomodir usulan dari warga dan donatur." papar pria yang menjabat sekretaris LAZISNU Kota Pasuruan tersebut.

Ketiga program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Lazisnu Kota Pasuruan kepada para muzakki, munfiq dan donatur, juga menyelaraskan tema program ramadlan 1440 H yang dicanangkan NU Care Lazisnu pusat yakni Ramadhan Berbagi Satukan Negeri.

"Terima kasih telah menjadi bagian dari kami, semoga langkah ini mampu menginspirasi, menambah kepercayaan dan meningkatkan kepedulian nahdliyyin kepada sesama khususnya di bulan suci Ramadhan. Amin." imbuhnya.

Panitia juga mbeberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin beŕdonasi dukung Program Ramadhan Lazisnu Kota Pasuruan.  Layanan Jemput ZIS (GOZIS) yang bisa dihubungi adalah 085731853274. Pihak panitia juga melayani bank transfer via Bank Syariah Mandiri a.n. Lazisnu Kota Pasuruan, nomor rekeking 7106839993.

Atau bisa juga dating langsung  ke kantor Sekretariat Lazisnu Kota Pasuruan di Jl. Untung Suropati No.16, sebelah Timur Pasar Kebonagung Kota Pasuruan. (mkh)

Lintasjatim.com, Malang - Terik mentari  bergeser ke ufuk barat, tampak sepi mahasiswa yang lalu lalang di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu sore (08/05/2019).

Yang biasa ramai orang berjualan di sekitar kampus, kini siang tampak sepi bahkan tidak ada sama sekali. Karena bulan Ramadhan itulah suasana siang tampak sepi oleh pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sepanjang gang masuk gerbang kampus Ulul Albab.

Berbanding terbalik ketika sore menjelang berbuka puasa. Yang tadinya sepi tanpa ada satupun yang berjualan, kini penuh sesak berjajar rombongdan  stand-stand pedagang. Ada juga dari mahasiswa sendiri yang mencoba mengisi waktu ngabubburit dengan berjualan takjil.

Baca Juga:
Antisipasi Lonjakan Harga, Bupati Blitar Adakan Pasar Murah di 22 Kecamatan
Bela Rakyat Kecil, Puluhan Aktivis Datangi Kantor DPRD Kota Blitar
Viral, Video Dugem Perayaan Kelulusan Pelajar SMA Tana Toraja

Banyak penjual yang menjajakan takjil, mulai dari minuman seperti es doger, es teller, es kopyor, es cendol dan masih banyak lagi. Sedangkan makanan mulai dari siomay, martabak, batagor, cilok, lalapan, tahu telor, bakso, dan lain-lain yang pasti menggoda para pemburu takjil.

Crew Lintasjatim.com tertarik membeli makanan tradisional, yaitu cenil makanan tradisional Jawa yang saat ini sudah mulai hilang tergerus oleh makanan foodcourd. Selain bernostalgia dengan makanan masa kecil, bahan-bahan yang terkandung masih natural yang menjadi alasan untuk membelinya. Cukup dengan lima ribu rupiah kita sudah bisa menikmati cenil yang legit tersebut.

Banyak pedagang memilih berjualan di sekitar kampus UIN karena banyak pembelinya berasal dari mahasiswa. Ditambah lagi mahasiswa baru yang 100% bermukim di area kampus, karena setiap mahasiswa semester 1 sampai 2 wajib tinggal di ma’had.

Kalau lewat depan kampus, tidak ada salahnya mencoba merasakan suasana kampus hijau dengan penjual-penjual takjil. Berjubel bersama mahasiswi-mahasiswi penenang hati bila di pandang. Selamat mencoba. (Red/MJ)

Page 2 of 2

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

10523412
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2655
9102
11757
10318759
403142
525745
10523412
Your IP: 34.237.76.91
2019-09-23 10:11