DUO SRIKANDI INSPIRATOR DUNIA ISLAM

06 Jan 2020
1235 times

Oleh

Achmad Murtafi Haris

Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya

Belum lama ini, Desember 2019, Tri Rismaharini Walikota Surabaya diundang oleh Partai pimpinan Erdogan, presiden Turki, untuk presentasi dalam forum wanita di Ankara. Sebelumnya, Mei 2018,  walikota perempuan itu juga diundang untuk presentasi pengalaman  suksesnya dalam memimpin kota di kota Madinah, Arab Saudi. Selain Risma, sebagai seorang wanita sukses, Sri Mulyani juga pernah diundang Uni Emirat Arab untuk menerima penghargaan menteri terbaik di dunia dan Stateperson Award pada November 2019.  Jadilah duo srikandi Indonesia itu sebagai inspirator sukses kaum hawa di dunia Arab dalam membangun daerah dan negara.

Undangan terhadap Risma di Arab Saudi, negara yang di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Muhammad b. Salman tengah melakukan perubahan besar  terkait kebebasan ruang publik bagi kaum wanita, menjadi lebih berarti. Ia mengadung makna  agar ada  wanita Arab Saudi yang sukses seperti Risma menjadi salah satu walikota terbaik di dunia.

Di era modern ini, yang telah terbuka peluang yang luas bagi wanita untuk berkuliah dan berkarir, posisi wanita di ranah politik dan pemerintahan tetap tidak seberuntung lelaki. Baik di legislatif, eksekutif (menjadi kepala daerah) mau pun yudikatif, peran mereka tidak sampai 30 persen. Representasi yang kecil ini sebenarnya bukan karena tidak adanya keberpihakan, tapi karena faktor multidimensional. Tradisi, budaya dan ajaran keagamaan sering disebut sebagai penyebab di balik itu, meski kenyataanya, tidak selalu begitu. Sekaliber negara Amerika yang sangat  maju dan kampium demokrasi yang tentunya menjunjung tinggi gender equality, ternyata hingga kini belum ada wanita yang menjadi presiden (kalah dengan Indonesia yang sudah pernah memiliki presiden wanita, Megawati Soekarno Putri). Sementara di Inggris yang bersistem kerajaan, sebuah sistem yang umumnya  condong ke patriarki, dari 1952 hingga kini dipimpin oleh seorang ratu. Antara  1979-1990, Inggris juga dipimpin oleh Perdana Menteri wanita, Margareth Thatcher. Naiknya wanita ke puncak kekuasaan lebih sebagai proses alamiah dan bukan constructed by system.

Dalam sejarah pra-Islam atau sering disebut dengan Era Jahiliyyah,  anomali serupa muncul. Banyak literatur menyebutkan, bahwa martabat wanita berada pada titik terendah saat itu. Mereka tidak memiliki hak waris dan oleh orang tuanya ‘dijual’ kepada lelaki yang menginginkannya. Bayi perempuan bahkan dibunuh hidup-hidup oleh sang ayah karena malu memiliki anak perempuan seperti yang pernah dilakukan oleh Umar b. Khattab sebelum masuk Islam. Dalam kondisi separah itu, tenyata tidak menutup kemungkinan munculnya wanita hebat yang menguasai sepertiga perekonomian kita Makkah.  Dia Khadijah bt. Khuwailid yang kelak melamar dan menjadi istri Rasulullah Muhammad. Sungguh fakta sosial bukanlah sesuatu yang sederhana.

Keyakinan agama yang sering dijadikan alasan ketidakadilan  gender juga tidak selalu relevan. Arab  Jahiliyyah terkenal sebagai penyembah berhala. Yang menarik, ternyata tiga berhala terbesar: Latta, Uzza dan Manat, adalah  berhala perempuan, Kata Muhammad Sayyid Tantawi dalam Tafsir al-Waseet.  Latta adalah bentuk wanita dari Allah (tuhan). Uzza adalah bentuk wanita dari ‘Izz, salah satu sifat Tuhan yang maha perkasa. Jenis kelamin perempuan untuk berhala  yang paling dipuja, seharusnya membentuk  memori yang respek terhadap perempuan, tapi kenyataannya terbalik, wanita sangat direndahkan saat itu hingga lebih baik membunuhnya hidup-hidup daripada membiarkannya bertahan. Ini menunjukkan kemungkinan terjadinya paradoks atau korelasi negatif antara belief dan struktur sosial. Sesuatu yang menggugurkan teori Max Weber yang mengatakan adanya korelasi positif antara keduanya. Tercapainya posisi tinggi oleh wanita dengan demikian lebih bersifat alamiah dan individual bukan constructed by system.

Menilik peran wanita Arab dalam kancah politik modern  menunjukkan grafik yang pasang surut. Meski belum nampak ada yang sukses dalam menduduki kursi politik, namun di antara mereka sebagai jurnalis ada yang memperoleh hadiah Nobel Perdamaian. Dialah Tawakkol Karman adalah wanita Arab pertama yang mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian. Keberaniannya memperjuangkan  nasib rakyat Yaman pada masa Revolusi Arab, 2011 menjadikannya layak menerima penghargaan tersebut.

Posisi politik strategis seringkali berkaitan dengan stabilitas politik negara. Dalam kondisi transisi dari satu era ke era yang lain atau era revolusi, peluang wanita menduduki posisi itu sangat kecil. Mesir mencatat grafik terendah kesetaraan gender pada era Revolusi Arab yang berhasil menjatuhkan Presiden Husni Mubarak di 2011. Gonjang-ganjing politik memaksa wanita untuk tidak terlibat dalam situasi yang rawan kekerasan. Sebaliknya Arab Saudi yang sering dinilai diskriminatif terhadap perempuan, di era Muhammad b. Salman mendapat nilai naik karena pemberian keterbukaan ruang publik bagi kaum wanita. Stabilitas politik Arab Saudi dan visi perubahan yang kuat di bawah kepemimpinan baru menjadikan konservatifisme Saudi yang ultra bergeser ke moderat. Masalah gender dengan demikian membutuhkan iklim politik yang kondusif untuk mencapainya. Keberpihakan dan aturan pro gender saja tidak cukup untuk mewujudkannya. Indonesia yang telah memiliki dua srikandi yang mampu menginspirasi dunia Islam adalah sebuah kebanggaan besar. Ternyata selain banyak mengirim tenaga kerja wanita  (TKW) sebagai pembantu rumah tangga di negara Arab, Indonesia juga memiliki  Risma dan Sri Mulyani yang diundang untuk menginspirasi kaum wanita di sana dalam  pembangunan bangsa dan negara. Bravo duo Srikandi kita!

Rate this item
(8 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

13197203
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
14359
29130
132411
12829965
455869
621835
13197203
Your IP: 3.226.122.74
2020-02-21 16:03