Lintasjatim.com, Jombang Kecelakaan maut terjadi di Jl Raya Manisrenggo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Rabu (12/6/2019) sekitar pukul 16.30. Tiga orang meninggal dalam peristiwa itu. Dari jumlah tersebut, satu korban meninggal adalah anggota TNI AL.

Kecelakaan bermula ketika bus PO Harapan Jaya nopol AG 7391 US berjalan dari arah timur ke barat. Bus yang dikemudikan Bambang Budianto (50), warga Jl Tosaren II, Kota Kediri, ini melaju dengan kecepatan tinggi.

Diduga kurang hati- hati dan tidak bisa menjaga jarak aman, bus jurusan Surabaya-Trenggalek itu menabrak mobil pikap L 300 Mitsubishi nopol AE 8832 YA yang berjalan searah di depannya. Karena kerasanya benturan, mobil pikap yang dikemudikan Bambang Purbudianto (56), warga Dusun Krajan, Desa Sumberreji, Kecamatan Sudimoro, Pacitan, ini oleng ke kiri dan menabrak pejalan kaki yang sedang berdiri di tepi jalan raya. Bukan hanya itu, mobil pikap juga menabrak rumah yang berada di selatan jalan.

Akibatnya, mobil terbalik dan rusak parah. Para penumpang pikap tersebut kondisinya juga mengenaskan. Selain sopir, mobil pikap tersebut juga ditumpangi dua anggota TNI AL. Masing-masing Serda Jarni (41), warga Kecamatan Sukomoro, Nganjuk. Anggota Marinir yang berdinas di Karangpilang Surabaya ini mengalami luka serius dan meninggal di lokasi.

Anggota TNI AL lainnya adalah Koptu Edi Susanto (46), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Gondang, Nganjuk. Koptu Edi mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD Jombang guna menjalani perawatan. Dua korban meninggal lainnya adalah Bambang Purbudianto (56), warga Dusun Krajan, Desa Sumberreji, Kecamatan Sudimoro, Pacitan, yang notabene pengemudi mobil pikap.

“Satu korban lagi yang meninggal Subandia (45), warga Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Subandia meninggal saat perawatan di RSUD Kertosono. Jadi total yang meninggal ada tiga orang,” ujar Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Jombang Iptu Sulaiman.

Identitas korban meninggal
1. Bambang Purbudianto (56), warga Dusun Krajan, Desa Sumberreji, Kecamatan Sudimoro, Pacitan. (pengemudi mobil pikap)

2. Serda Jarni (41), warga Kecamatan Sukomoro, Nganjuk. (penumpang mobil pikap)

3. Subandia (45), warga Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. (pejalan kaki)

(Beritajatim.com/st)

Lintasjatim.com, Lamongan - Kecelakaan yang melibatkan Kereta api dengan motor kembali terjadi di Lamongan. Kali ini, sebuah motor ringsek setelah terserempet KA di perlintasan rel KA tak berpalang pintu di Lamongan, tepatnya di Perlintasan Rel KA yang ada di Desa Datinawong, Kecamatan Babat. 

Kejadian ini bermula ketika motor Yamaha Mio bernopol S 2170 MM yang dikendarai oleh Kasmuri (51) warga Desa Datinawong, Kecamatan Babat terserempet KA Sembrani 7009 ketika akan menyeberang rel. Akibatnya, Kasmuri mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: Pos Keamanan di Lamongan Dijaga Ketat Oleh Hulk dan Spiderman

Petugas kepolisian dari Polsek Babat Ipda Purnomo mengatakan kejadian ini bermula ketika motor yang dikendarai oleh Kasmuri hendak menyeberang rel dari arah utara ke selatan atau hendak kembali ke rumahnya yang ada di Desa Datinawong. Ketika itu, kata Purnomo, dari arah arah timur meluncur KA Sembrani. 

"Diduga korban ketika menyeberang tersebut tidak tahu kalau sedang ada KA yang akan melintas. Karena memang di perlintasan rel KA ini tidak ada palang pintu dan tak berpenjaga," kata Purnomo pada detikcom, Senin (3/6/2019).

Karena tidak tahu kalau sedang ada KA yang akan melintas, lanjut Purnomo, korban terus saja menyeberang hingga akhirnya terserempet KA hingga motor yang dikendarai korban ringsek. Korban sendiri, kata Purnomo, mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

"Jadi korban ini tertemper KA hingga motor ringsek dan korban luka berat," tandasnya. 

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kejadian, menurut Purnomo, bersama warga mengevakuasi korban ke rumah sakit dan meminta keterangan sejumlah saksi. 

"Kami imbau warga masyarakat untuk hati-hati ketika menyeberang Perlintasan rel KA, apalagi ketika menyebrang Perlintasan tak berpenjaga dan tak berpalang pintu. Tengok kiri kanan sebelum menyeberang," imbau Purnomo. 

(Detik.com/st)

Lintasjatim.com, NGANJUK - Perjalanan Salam, 40, warga asal Desa Kampung Kadinding, Kecamatan Kibin, Serang, Banten menuju ke Surabaya Selasa (28/5) siang lalu harus terhenti di tol KM 666+800, di Desa Pisang, Patianrowo. Ini setelah mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya mengalami pecah ban. Akibatnya, kendaraan menabrak pagar pembatas dan terlempar ke sawah di bawah jalan tol.

Informasi yang dihimpun koran ini kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00. Mobil bernopol A 1537 AQ yang berisi empat orang itu melaju dengan kecepatan tinggi. “Kondisi jalan yang lurus dan mulus membuat korban bisa mengemudikan kendaraannya dengan kencang,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Nganjuk Ipda Sugino.

Baca Juga: Antrian Panjang Berburu Tiket Mudik Balik Gratis KAI Daop VIII

Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), diduga mobil mengalami pecah ban. Braaak! Mobil yang tengah melaju kencang itu menjadi tak terkendali dan menabrak pagar pembatas. Benturan keras membuat mobil berwarna putih itu terlempar ke sawah dan bodi kendaraan langsung ringsek.

Sementara itu, kecelakaan di siang bolong itu langsung jadi perhatian sejumlah petani yang tengah beraktivitas di sawah. Mereka mengecek kondisi mobil yang terguling tersebut.

Setelah memastikan ada empat korban di dalam mobil, mereka berusaha memberikan pertolongan. Sebagian lainnya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. “Kami langsung mendatangi TKP dan melakukan evakuasi korban,” lanjut Gino.

Akibat kecelakaan tersebut, Salam dan M. Soleh, 14, mengalami luka berat di bagian kepala. Keduanya tidak sadarkan diri. Adapun Maisaroh, 35 dan M. Imam, 7, hanya mengalami luka ringan.

Keempat korban tersebut langsung dibawa ke RSUD Kertosono untuk mendapatkan penanganan medis. “Dua korban tak sadarkan diri saat dilarikan ke rumah sakit,” terang Gino.

Ditanya tentang penyebab kecelakaan, Gino menyebut musibah itu terjadi diduga akibat pengemudi lalai dan kurang berhati-hati saat berkendara. Kondisi jalan yang lurus dan halus diduga membuat Salam melaju dengan kencang. Sehingga, membuatnya tidak memperhatikan kondisi kendaraan. “Posisi kecelakaan di jalan yang lurus dan halus,” tandas Gino sembari mengingatkan masyarakat untuk lebih hati-hati lagi saat berkendara.

Radarkeidir.jawapos.com

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

8857733
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
16960
19205
76662
8606005
265144
464350
8857733
Your IP: 54.209.227.199
2019-06-20 20:09