Lintasjatim.com, Blitar – Aliansi perpustakan jalanan Blitar mengelar lapak buku dalam rangka memeriahkan pagelaran seni yang diadakan oleh Karang Taruna Dusun Siraman Barat, Sabtu (24/08/19).

Dalam kegiatan ini juga diisis dengan acara mewarna bersama anak-anak dusun setempat. Buku yang ditawarkanpun beragam mulai dari buku cerita anak-anak, novel, essai, antalogi puisi dan masih banyak lagi.

"Kegiatan melapak buku ini memang digelar secara berkala di beberapa titik tiap daerah, kami saling mendukung di tiap tempat lapakan buku. Kalau memang ada undangan acara kami dengan senang hati akan datang. Menawarkan buku untuk dibaca, dan juga memberikan gambar untuk mewarna anak-anak,'' kata Sugeng yang merupakan salah satu anggota Aliansi Perpustakaan Jalanan.

Sementara itu salah satu Panitia Acara Rifki, mengungkapkan harapannya kegiatan ini dapat ke depan lapak baca buku gratis ini bisa hadir di berbagai titik di daerah Kota dan Kabupaten Blitar.

"Saya turut senang dengan teman-teman dari Aliansi Perpustakaan Jalanan Blitar, sudah ikutserta menyemarakkan agenda bulan kemerdekaan di Dusun Siraman Barat kali ini. Semoga dengan digelarnya lapak baca gratis ini, kesadaran minat baca semakin meningkat,'' Ucapnya.

Lapak buku dimulai sejak jam 4 sore hingga 11 malam dan ditutup dengan pembacaan puisi, musikalisasi puisi serta menyanyikan lagu. (ndn)

Lintasjatim.com, Blitar - World cleanup day 2019 Blitar menggelar koordinasi terkait isu lingkungan di Ruang Taman Hijau (RTH) Kanigoro Blitar, Rabu (21/8/19).

Acara ini mengundang  berbagai elemen organisasi yang ada di blitar raya baik organisasi keagamaan, kepemudaan, pegiat peduli lingkungan serta organisasi kepecinta alam.

“Acara ini bertujuan untuk memaksimalkan para voolenter terhadap kebersihan dan inventarisir hal-hal yang menyangkut permasalahan lingkungan hidup yang bisa di diskusikan bareng,” kata Sekretaris WCD 2019 Blitar, kepada Lintasjatim.com

Sementara itu Ketua WCD 2019 Lukman Hakim mengungkapkan, hasil akhir dari acara WCI 2019 ini mampu membentuk rasa tanggung jawab masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kegiatan WCDI di blitar ini bukan semata pada fokus tanggal 21 september saja namun semua progres terkait lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, membangun dan menulai dari skup lingkungan rumah tangga dari actions ini bisa me-edukasi seluruh kalangan dan menjadikan sadar akan sampah,” ucapnya.

Acara ini turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Blitar Krisna Triatmanta dan dari Dinas Lingkungan Hidup kota Blitar di wakili Hariyono. (ndn)

Lintasjatim.com, Blitar – Pimpinan cabang IPNU IPPNU kabupaten blitar menandatangi MoU terkait intruksi pendirian pimpinan komisariat IPNU IPPNU dengan PC LP Ma'arif kabupaten blitar di Graha NU, Rabu (10/7/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh ketua pelajar NU kabupaten blitar dan PC LP Ma'arif kabupaten blitar. MoU ini adalah bagian dari tindak lanjut dari surat intruksi dari PW Ma'arif Jawa Timur. Pelaksanaan MOU ini merupakan langkah awal untuk merubah osis menjadi Pimpinan Komisariat di seluruh sekolah di kabupaten blitar.

''MoU ini merupakan tindak lanjut dari instruksi PW Ma'arif NU. Sebenarnya pada periode lalu PC IPNU IPPNU telah melakukan kerjasama dengan LP ma'arif untuk pendirian komisariat di sekolah, sehingga telah terbentuk beberapa komisariat di madrasah maupun sekolah," kata Ketua PAC IPPNU Kabupaten Blitar Rekanita Zulia.

Sementara itu ia mengungkapkan harapannya dengan adanya MoU ini mampu memberikan labelisasi seragam sekolah dengan badge IPNU IPPNU serta dapat memperkuat keberadaan komisariat di sekolah dan madrasah yang berada dibawah naungan LP Ma'arif NU.

Ketua PC LP Ma'arif NU Kabupaten Blitar, Muslih S.Pd, MA menjelaskan program kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk pergantian Organisasi Intra Sekolah menjadi Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU khususnya sekolah yang berada dibawah LP Ma'arif NU.

"Saya merespon baik instruksi PW NU Jatim untuk merubah OSIS menjadi PK IPNU IPPNU di lingkungan ma’arif dan kami juga menargetkan tahun ini seluruh sekolah ma'arif di blitar bisa berdiri Komisariat IPNU IPPNU", jelasnya.

Pendirian pimpinan komisariat ini juga dibarengi dengan pembuatan badge resmi sebagai simbol PK IPNU IPPNU sebagai organisasi tertinggi pelajar dibawah lembaga pendidikan ma'arif NU. (Red/ndn)

Lintasjatim.com, Blitar – Masyarakat  kabupaten blitar mendeklarasikan Aliansi Pembaharuan Desa Nusantara (APD Nusantara) dalam mengawal dana desa di halaman Candi Penataran, Minggu (7/7/2019).

Kegiatan ini mengundang seluruh perwakilan masyarakat di Kecamatan Ngelegok dan perwakilan beberapa komunitas di Blitar Raya.

"Acara deklarasi ini dihadiri dari perwakilan 11 desa se-kecamatan ngelegok dan beberapa komunitas di blitar dengan jumlah peserta sebesar ratuan orang," kata  Rudianto JB selaku bendahara APD Nusantara.

Sementara itu Ketua APD Nusantara Agus Kurniawan mengungkapkan aliansi pembaharuan desa nusantara ini dibentuk oleh rakyat dan dijalankan oleh rakyat khususnya rakyat desa dari berbagai profesi.

"APD Nusantara adalah organisasi yang dibentuk oleh rakyat serta seluruh struktur organisasinya berasal dari rakyat khususnya rakyat desa yang berasal dari beragam profesi pekerjaan," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan terbentuknya aliansi pembaharuan desa nusantara ini untuk mengawal dan mengontrol pembangunan desa serta mengawal aspirasi rakyat desa.

"Yang menjadi fokus tujuan dari APD Nusantara adalah mengawal dan mengontrol program pembangunan desa serta mengawal aspirasi rakyat desa, selain itu untuk mendorong pemajuan pembangunan desa baik pembangunan bidang fisik dan pembangunan masyarakat khususnya pembangunan karakter karena pembangunan karakter sangatlah penting dalam membawa perubahan desa yang lebih baik" tuturnya.

Acara yang mengusung tema "Amanah Rakyat" ini dalam pelatikannya langsung dilantik oleh rakyat sehingga menjadi lebih mengesankan. (Red/ndn)

Lintasjatim.com, Blitar - Wadah organisasi komunitas Lintas Komunitas Blitar Raya menggelar acara Soekarno's Night Harmony, Sabtu, (15/6) di Ampitheater Perpustakaan Bung Karno Kota Blitar selama 2 hari. Acara ini digelar untuk memperingati dan merayakan Bulan Bung Karno serta sebagai ajang membumikan ajaran Bung Karno.

Ketua Pelaksana Dwi Agustina mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya digunakan untuk memperingati Bulan Bung Karno tapi juga mempertegas Blitar sebagai tempat pendidikan ideologi Bung Karno. Hal ini penting untuk disosialisasikan ke seluruh masyarakat agar ideologi Bung Karno terus bergema di indonesia.

"Blitar sudah seharusnya tidak lagi dikenal sebagai makam Bung Karno saja, namun juga akan dikenal sebagai rumah besar anak-anak ideologis Bung Karno," tuturnya.

Baca Juga: Komunitas Blitar Raya Gelar Soekarno's Night Harmony Dan Halal Bihalal

Di hari pertama tanggal 15 Juni 2019 dalam tajuk heritage night menampilkan musik keroncong, geguritan dan macapatan, pembacaan puisi, gegojekan kebangsaan, film dokumenter Bung Karno, diskusi Marhaenisme (ajaran yang digali oleh Bung Karno) dan juga tampilan teater proklamasi dengab tajuk gita kencana indonesia dan beakhir dengan dinyanyikannya Lagu Indonesia Raya 3 Stanza.

Dihari kedua 16 Juni 2019, diisi oleh wayang lincak, musik keroncong, UKM musik se blitar, monolog, pemutaran film Bung Karno, dan diskusi dengan tema Lahirnya Pancasila 1 Juni. Dimomen hari kedua ini sangat mengharukan ketika lampu dimatikan seluruh penonton menyalakan senter hp dan ikut bernyanyi dalam sebuah harmoni.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan komunitas yang tergabung dalam Lintas Komunitas Blitar Raya dan juga Warga Kota Blitar, para veteran pejuang 45, tokoh tokoh nasionalis Blitar, dan juga sempat hadir Kapolresta Blitar. (Red/ndn)

Lintasjatim.com, Blitar - Kasus penyelewengan anggaran dana desa (DD dan alokasi dana desa (ADD) di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar dibahas di DPRD. Dugaan bocornya dana Rp 493 juta pada 2018 dinilai tidak lepas dari lemahnya fungsi pengawasan internal, yakni di desa, kecamatan hingga inspektorat.

Bahkan pemkab Blitar dicurigai sengaja menutupi dugaan penyelewengan yang terjadi. Sebab dalam kasus ini Bupati Blitar mengabaikan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melaporkan kasus ke aparat hukum.

"Melihat kasus ini Pemkab diduga tidak hanya diam, tapi juga menutup nutupi. Sebab tidak menjalankan rekomendasi BPK," ujar anggota DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kunto Atmojo kepada Sindonews.com Kamis (13/6/2019).

Bukan hanya menolak membawa kasus ke ranah hukum, dalam sebuah forum, Sekda Kabupaten Blitar Totok Subihandono terang-terangan menyatakan hal itu (pelaporan hukum) tidak mungkin dilakukan. Sekda, kata Wasis mengatakan apakah mungkin Bupati melaporkan desa yang ibaratnya anaknya sendiri. Bagi Wasis, pernyataan itu sebagai sikap yang konyol.

Menurut dia, atas sikapnya, pemkab Blitar rawan dituding sengaja melakukan pembiaran terjadinya penyelewengan anggaran. Pemkab sama halnya telah bergotong royong membiarkan kesalahan. Dan itu membuat pihak desa yang diduga bersalah semakin semena mena mengelola anggaran. "Sebab ini menyangkut uang rakyat dan profesionalitas dalam pengelolaan, "tegasnya.

Faktanya kasus dugaan penyelewengan DD dan ADD ini mencuat setelah sejumlah kelompok swadaya masyarakat berunjuk rasa mendesak polisi melakukan pengusutan. Dana Rp 493 juta diduga dibelanjakan untuk kegiatan fiktif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sebanyak 13 orang sudah diperiksa sebagai saksi.

Namun proses hukum jalan di tempat dikarenakan bendahara Desa Tuliskriyo hingga kini tidak diketahui rimbanya. Sementara dampak dari kasus penyelewengan, DD dan ADD tahun ini tidak bisa dicairkan.

"Saya pikir kalau polisi serius apa susahnya menemukan bendahara yang katanya kabur itu, "kata Wasis. Dalam kasus ini fungsi monitoring, evaluasi dan pengawasan mulai tingkat desa, kecamatan hingga inspektorat juga dipertanyakan. Mengingat pencarian dana (DD dan ADD) dilakukan bertahap, dugaan penyelewengan semestinya bisa terdeteksi sejak awal.

"Dan dalam tugas ini (monitoring dan evaluasi) para petugas ini juga mendapat honorarium dari APBD, "terangnya. Wasis justru curiga dalam kasus ini diduga ada oknum pengawas yang diduga turut bermain mata. Mereka diduga ikut mendapat keuntungan, mengingat nilai dana desa tergolong besar. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kasus ini diduga tidak hanya terjadi di Desa Tuliskriyo.

Karenanya sebagai syok terapi sekaligus menindaklanjuti rekomendasi BPK, DPRD mendesak Pemkab Blitar untuk menunjukkan sikap tegasnya membawa kasus ke wilayah hukum. "Kita tidak bertujuan menghukum orang. Namun mengembalikan uang negara yang diduga telah diselewengkan, "tegas Wasis.

Sebelumnya Kepala Bidang Pemerintahan Dinas Pemberdayaaan Masyarakat dan Desa Pemkab Blitar Dwi Noviyanto membenarkan adanya kasus dugaan penyelewengan itu. Sebanyak 13 orang telah diperiksa sebagai saksi, termasuk kepala desa.
Sebelum masuk ke ranah hukum, Pemkab, kata Dwi sudah berusaha mengatasi persoalan yang terjadi. Namun proses menjadi buntu dikarenakan bendahara desa menghilang. "Sekarang kita menunggu mekanisme hukum yang berjalan di kepolisian, "katanya. (jatim.sindonews.com/ndn)

Lintasjatim.com, Blitar - Bangunan mushala serta TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) di Desa Mandesan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, hancur dan dua orang terluka setelah terjadi ledakan dari tabung plastik yang diisi campuran oksigen dan karbit saat malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 2019, Selasa malam.

"Kami masih selidiki kejadian ini. Yang jelas ada bangunan yang hancur dan dua orang menjadi korban," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Blitar Iptu Muh Burhanudin di Blitar, Selasa (5/6) malam.

Ia mengatakan, kejadian itu terjadi tepatnya di Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Dua orang yang menjadi korban adalah M Rifai (12) dan Asbiyan Maulanan (9). Keduanya warga desa setempat.

Pihaknya mengungkapkan, diketahui ada dua warga yakni Ahm dan Naj, mumbuat tabung plastik ikan yang diisi oksigen dan karbit kemudian diikat. Setelah selesai, tabung plastik tersebut ditaruh di kamar kosong rumah milik Kiai Mahfud yang sebelumnya ditempati para santri.

"Kemudian beberapa saat ada saksi (Rifai) membawa kembali tabung plastik yang sudah diisi oksigen dan karbit masuk ke kamar dan selang beberapa menit terjadi ledakan dahsyat, hingga merobohkan bangunan tersebut," kata dia.

Bangunan yang hancur itu merupakan Mushola Tarbiyatul Mudtadi'in Desa Mandesan. Selain itu, di sampingnya juga ada TPA Tarbiyatul Mudtadi'in dan rusak. Kondisi bangunan rusak parah setelah kejadian tersebut.

Sementara itu, kondisi kedua orang yang juga keluarga dari pemilik rumah mengalami luka bakar yang cukup serius. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.

Polisi yang datang ke lokasi juga langsung memasang garis di lokasi kejadian, berharap pihak-pihak yang tidak berkepentingan tidak mendekat. Polisi juga melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang bukti di antaranya sisa cairan karbit yang ada di lokasi kejadian, sisa kantong plastik yang gagal digunakan, satu gunting serta bangunan yang hancur.

"Petugas juga memasang garis polisi di areal ledakan. Kami lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), melakukan pemeriksaan saksi- saksi serta mengamankan barang bukti yang ada di lokasi kejadian," kata dia.

Hingga kini, polisi masih mencari pelaku yang diduga membuat alat tersebut. Polisi sudah mendapatkan identitas mereka dan memburunya.

(jatim.antaranews.com/st)

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

10856700
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
9242
11986
35561
10623094
220819
515611
10856700
Your IP: 3.227.233.78
2019-10-15 20:01