Dokter di Ngawi Dilaporkan Istri atas Dugaan KDRT

Gambar ilustrasi kdrt. Sumber foto: www.detik.com
Gambar ilustrasi kdrt. Sumber foto: www.detik.com

LINTASJATIM.com, Ngawi – Seorang dokter yang bertugas di RSU Geneng, Kabupaten Ngawi, dilaporkan ke Polres Ngawi oleh istrinya sendiri terkait dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Laporan tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Dikutip dari detikJatim.com, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Aris Gunadi membenarkan adanya laporan yang diajukan oleh seorang perempuan berinisial YE (46) terhadap suaminya yang berinisial MSR.

Bacaan Lainnya

“Betul kami menerima laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga dengan pelapor istrinya seorang dokter,” kata Aris, Kamis (11/6/2026).

Menurut Aris, laporan tersebut masuk pada 2 Mei 2026. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi untuk mendalami dugaan tindak pidana tersebut.

“Kami masih penyelidikan dan menjadwalkan pemeriksaan saksi,” ujarnya.

Selain memeriksa saksi, polisi juga berencana melakukan visum terhadap pelapor guna mengetahui dugaan luka atau kekerasan yang dialami. Penyidik juga akan memanggil kedua pihak untuk dimintai keterangan.

“Kita perlu untuk melakukan visum terhadap pelapor. Secepatnya kami lakukan pemanggilan baik terlapor maupun pelapor untuk dimintai keterangan,” tambah Aris.

Di sisi lain, YE mengaku memutuskan melapor ke polisi karena dugaan kekerasan yang dialaminya disebut bukan pertama kali terjadi selama menjalani rumah tangga bersama MSR.

“Ini bukan kali yang pertama. Sewaktu anak saya masih kecil suami saya pernah mengalami (KDRT),” ujar YE.

YE menuturkan, insiden yang dilaporkannya terjadi saat ia mendatangi tempat praktik suaminya untuk membahas masa depan anak-anak mereka, terutama terkait pendidikan anak keduanya yang akan melanjutkan ke jenjang SMA.

Namun, menurut pengakuannya, pertemuan tersebut justru berakhir dengan dugaan tindakan kekerasan fisik.

“Waktu itu saya berniat mengajak bicara soal anak-anak, terutama anak kedua yang mau masuk SMA. Namun kepala saya malah ditarik, rambut saya dijambak sampai bekas operasi saya terasa sakit. Kejadian itu membuat saya syok, menangis di jalan,” tutur YE.

Saat ini, Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan dan belum menetapkan status hukum terhadap terlapor. Polisi menegaskan proses penanganan perkara akan dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan hasil pemeriksaan para pihak serta alat bukti yang dikumpulkan.

Pos terkait