LINTASJATIM.com, Malang – Peletakan batu pertama pembangunan mushala di MI NU An-Nur Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jumat (3/7/2026), menjadi simbol penguatan moderasi beragama dan kerukunan antarumat beragama. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh lintas agama, jajaran Nahdlatul Ulama (NU), serta unsur masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Romo dari Gua Maria Sendang Purwaningsih, jajaran Tanfidziyah dan Syuriah NU, Mustasyar NU Kiai Sholihin, badan otonom (Banom) NU, tokoh masyarakat H. Mahfudz, serta perwakilan Yayasan H. Jani.
Dalam sambutannya, Romo dari Gua Maria Sendang Purwaningsih menegaskan pentingnya menjaga toleransi sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis. Menurutnya, semangat toleransi sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama yang perlu terus dirawat di tengah keberagaman.
“Indahnya toleransi, satu visi dengan moderasi beragama,” ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan yayasan, H. Jani, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara kerukunan dan memperkuat kehidupan yang damai sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu, Mustasyar NU Kiai Sholihin menilai pembangunan mushala tidak hanya menghadirkan sarana ibadah, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Pembangunan mushala ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman,” katanya.
Menurutnya, Nahdlatul Ulama memiliki komitmen untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat keguyuban, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
Kehadiran tokoh lintas agama dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi wujud nyata implementasi moderasi beragama, yakni membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan bekerja sama dalam berbagai kebaikan tanpa mengurangi keyakinan masing-masing.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong royong. MI NU An-Nur Purworejo berharap pembangunan mushala dapat berjalan lancar sekaligus menjadi momentum mempererat nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kerukunan di tengah masyarakat.





