LINTASJATIM.com, Malang – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Malang dalam beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sedikitnya 24 kejadian bencana terjadi selama periode 1–4 Maret 2026.
Dikutip dari detikJatim.com, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan sebagian besar kejadian didominasi tanah longsor dan dampak cuaca ekstrem yang merusak rumah warga.
“Dalam kurun waktu empat hari ini kami mencatat ada 24 kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Malang,” kata Sadono, Kamis (5/3/2026).
Dari seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Kasembon tercatat menjadi daerah dengan kejadian terbanyak. BPBD mencatat 10 peristiwa terjadi di wilayah tersebut, mulai dari longsor, banjir hingga dampak cuaca ekstrem.
“Di Kasembon saja ada empat kejadian tanah longsor dan empat kejadian cuaca ekstrem. Dampaknya cukup signifikan terhadap pemukiman warga di Desa Pait, Kasembon, hingga Wonoagung,” jelasnya.
Selain Kasembon, bencana juga dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan lain. Kecamatan Singosari mencatat tiga kejadian berupa longsor dan banjir. Sementara di Poncokusumo terjadi dua kejadian longsor dan cuaca ekstrem.
Di Kecamatan Pakis, BPBD mencatat dua kejadian berupa banjir dan longsor. Sedangkan Kecamatan Ngantang, Pujon, Lawang, Tajinan, serta Kepanjen masing-masing mengalami satu kejadian bencana.
Dampak dari rentetan bencana tersebut cukup luas. BPBD mencatat sedikitnya 79 rumah warga mengalami kerusakan dan 10 rumah lainnya terendam banjir. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum serta infrastruktur.
“Total ada 79 rumah rusak, satu infrastruktur rusak, dan tiga fasilitas umum yang terdampak. Kami juga terus memantau beberapa titik akses jalan yang sempat terhambat akibat pohon tumbang dan material longsor,” ungkap Sadono.
Secara rinci, jenis bencana yang tercatat selama empat hari terakhir meliputi 10 kejadian tanah longsor, delapan kejadian cuaca ekstrem, tiga banjir, dan tiga pohon tumbang.
BPBD Kabupaten Malang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan di sekitar aliran sungai.
“Kami meminta warga tetap tenang namun waspada. Segera lapor ke perangkat desa atau BPBD jika melihat tanda-tanda potensi longsor atau pergerakan tanah di lingkungannya,” pungkasnya.





