LPBI NU Jatim Latih Relawan Susun Peta Rawan Bencana Berbasis GIS

LINTASJATIM.com, Surabaya – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU Jawa Timur bekerja sama dengan Program SIAP SIAGA Jawa Timur menggelar Pelatihan Penyusunan Peta Rawan Bencana Tingkat Desa Berbasis Geographic Information System (GIS) pada 13–14 Juni 2026 di Aula LP Ma’arif PWNU Jawa Timur, Surabaya.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan LPBI PCNU dan komunitas relawan NU se-Jawa Timur sebagai upaya meningkatkan kapasitas relawan dalam pengurangan risiko bencana berbasis data dan teknologi.

Bacaan Lainnya

Ketua LPBI PWNU Jawa Timur, Syaiful Amin, mengatakan penguatan kapasitas relawan menjadi kebutuhan penting dalam upaya penanggulangan bencana yang lebih presisi dan terukur.

“Salah satu cara memperkuat nilai presisi dalam penanggulangan bencana adalah melalui pemetaan. Karena itu selama dua hari ke depan peserta akan belajar GIS sebagai bekal untuk mendukung mitigasi dan pengurangan risiko bencana di masyarakat,” ujarnya.

Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, M. Qoderi, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kemampuan pemetaan tidak hanya bermanfaat untuk mengidentifikasi wilayah rawan bencana, tetapi juga dapat dikembangkan untuk memetakan aset-aset strategis Nahdlatul Ulama, seperti pesantren, madrasah, masjid, dan musala.

Ia berharap LPBI NU dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga di lingkungan NU, termasuk LP Ma’arif dan RMI, guna memperkuat pemanfaatan data spasial dalam mendukung program kelembagaan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, menilai hasil pemetaan berbasis GIS dapat menjadi dasar dalam menentukan wilayah rawan bencana maupun lokasi aman yang dapat digunakan sebagai titik kumpul dan evakuasi saat terjadi bencana.

Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi kemampuan yang harus dimiliki relawan kebencanaan di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung cepat.

“Teknologi informasi berkembang sangat cepat. Relawan harus mampu mengikuti perkembangan tersebut agar dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal, baik untuk mitigasi maupun saat tanggap darurat,” katanya.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen LPBI NU Jawa Timur bersama Program SIAP SIAGA dalam memperkuat kapasitas relawan dan masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Melalui peningkatan kemampuan pemetaan berbasis GIS, para relawan diharapkan mampu mendukung penyusunan data kebencanaan yang lebih akurat serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Timur.

Pos terkait