Redaksi

Redaksi

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Website URL: http://www.lintasjatim.com Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lintasjatim.com, Trenggalek - Malam minggu kali ini terasa berbeda bagi PAC IPNU-IPPNU Durenan. Pasalnya Pelantikan Pengurus masa khidmah periode 2019-2021 di gelar (16/11) di Balai Desa Pakis. Mengusung tema "Aktualisasi Generasi Guna Mendukung Optimalisasi Kepengurusan". Berlangsung dengan khidmat rekan-rekanita mengikrarkan komitmen jabatan selama dua tahun kepengurusan kedepan.

Dimulai pukul 20.15 WIB dengan serangkaian pembukaan, disusul sambutan-sambutan dan untuk menambah barokah di tutup dengan doa oleh Romo Kyai Mukarom.

Tamu undangan tidak hanya dari banom NU, namun juga dari Muspika kecamatan, TNI, dan pemerintah desa Pakis yang dalam hal ini ditempati sebagai tuan rumah acara.

"Harapan saya, khususnya untuk pengurus internal agar lebih solid, karena disini kita mulai dari nol lagi juga harus membangun cemistry guna kemajuan organisasi. Yang terpenting rekan-rekanita diharapkan memiliki jiwa totalitas dan loyalitas terhadap organisasi." tutur Rekan Badrus selaku ketua PAC IPNU Durenan.

Lain halnya dari pihak Muspika yg menyampaikan pentingnya kegiatan seperti ini, untuk menangkal radikalisme.

Satu pantun menarik dari ketua PC. IPNU Trenggalek "Manuk Glatik, Cucuk e abang. Mari di lantik, gek tandang"

Acara belum berakhir karena ke esokan harinya akan diadakan RAKERANCAB. Dimana semua progam kerja seluruh bidang Departemen akan di pertimbangkan, di musyawarahkan dan di sampaikan untuk kepengurusan kedepan.
(Red/JAZ)

Lintasjatim.com, Nganjuk - Sebanyak 243 mahasiswa Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk mengikuti Yudisium yang berlangsung di Auditorium, Sabtu (16/11/2019). Yudisium tahun 2019 ini dihadiri oleh wakil Bupati Kabupaten Nganjuk Marhaen Djumadi.

Pejabat yang biasa dipanggil Marhaen tersebut memberikan motivasi kepada mahasiswa yang akan menyandang gelar sarjana S1. Menurutnya ada empat hal yang perlu diperhatikan oleh lulusan IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk yaitu kejujuran, komitmen, semangat dan relasi atau jaringan.

Sepandai apapun seseorang jika tidak memiliki kejujuran maka bisa merusak kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itu, orang nomor dua di Kabupaten Nganjuk itu mengingatkan kepada calon sarjana untuk menjadikan kejujuran sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas.

Masih kata wakil bupati Nganjuk periode 2018-2023, ternyata untuk menjadi sukses berbekal kejujuran saja tidak cukup melainkan harus diimbangi dengan komitmen. Dengan komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan maupun janji dapat meningkatkan integritas kepribadian seseorang.

"Jika kita sudah jujur tapi tidak komitmen terhadap pekerjaan maka sama dengan bohong. Orang tidak akan percaya dengan kita dan orang seperti ini sulit mencapai kesuksesan," jelas Marhaen.

Setelah dinyatakan lulus, ujar Marhaen, mahasiswa IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk jangan sampai bermalas-malasan. Perlu semangat yang tinggi untuk menggapai kesuksesan dengan cara membangun dan mengembangkan relasi. Menurutnya, relasi bisa mempercepat datangnya rizki dari arah manapun.

"Jangan sampai setelah lulus santai-santai saja tidak berusaha mencari pekerjaan yang lebih layak. Banyak Pimpinan IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk yang menjadi orang penting di Kabupaten Nganjuk seperti Dr. Sopingi sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Nganjuk. Tanyakan kepada beliau untuk mendapatkan solusi," ungkapnya.

Acara yang berakhir pukul 12.00 WIB tersebut dihadiri oleh pimpinan IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk yaitu ketua Yayasan, Rektor Dr. H Riduwan, M.Pd.I, Wakil Rektor II Drs. Bachtiar Hanafi, M.Pd.I, dan Wakil Rektor III Dr. Sopingi, AP., S.Pd.I., MM.

Rencananya, wisuda tahun 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2019 di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno Kabupaten Nganjuk.

Lintasjatim.com, Blitar – Ada yang berbeda dalam seleksi panitia pengawas pemilihan kecamatan (panwascam) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar 2020. Tes tulis akan dilaksanakan secara online dengan sistem computer assisted test (CAT) Sorcrative.

Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Bawaslu Kabupaten Blitar Nur Ida Fitria mengungkapkan, sesuai hasil Rapat Koordinasi bersama Bawaslu RI di Bali, tes tertulis seleksi panwascam berbasis online.

“Ini merupakan terobosan untuk mengikuti perkembangan teknologi. Sekaligus menjaga objektivitas Bawaslu dalam menyeleksi panwascam,” kata perempuan yang akrab disapa Ida ini.

Ida berharap, dengan perekrutan yang objektif, dapat menghasilkan pengawas yang independen. Sehingga, pengawasan pilkada di Kabpaten Blitar berlangsung baik sesuai dengan amanat undang-undang.

“Saat ini kami menyiapkan segala hal teknis, sehingga rekrutmen bisa berlangsung lancar,” lanjut Ida.


Source : blitar.bawaslu.go.id

Lintasjatim.com, Surabaya – Kota Surabaya sebentar lagi akan memiliki sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). PLTSa yang rencana akan berlokasi di sekitar TPA Benowo. Penanggulangan sampah sendiri di kota Surabaya menjadi salah satu prestasi Walikota Tri Rismaharini, hingga beberapa daerah juga berniat belajar ke Surabaya dalam hal penanggulangan sampah ini.

Sampai saat ini, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) masih dalam tahap pengerjaan, dan sudah hampir selesai. Rencananya, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ini nantinya akan di resmikan oleh Presiden Joko Widodo yang di perkirakan sekitar akhir bulan November tahun ini.

“Proyek PLTSa saat ini sudah mencapai lebih dari 90 persen. Dan dalam waktu dekat, akan dituntaskan. Rencananya nanti akan diresmikan Pak Presiden, kita tunggu waktu longgar beliau”, ujar Risma.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan akan mengundang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rencana peresmiannya nanti. Terkait apakah saat peresmian Gubernur Jatim Khofifah akan diundang, Risma mengiyakan.

“Yo diundang lah rek, gak masalah”, lanjut Risma.

Sebelumnya banyak warga Surabaya yang tidak menginginkan kehadiran Gubernur Jatim ke acara peresmian PLTSa tersebut. Hal ini dilatar belakangi oleh pernyataan Gubernur Khofifah yang dinilai menyinggung warga Surabaya terkait Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang dikatakan bau sampah yang memang lokasinya berdekatan dengan TPA juga PLTSa. Sontak pernyataan Gubernur Jawa Timur ini mendapat respon dari beberapa warga di Surabaya. Bahkan, hal ini sempat menjadi polemik beberapa waktu sebelumnya yang membuat hubungan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya sempat hangat.

Sebagai informasi tambahan, PLTSa Surabaya ini merupakan proyek besar yang dibangun secara bersama-sama antara Kementrian ESDM, Pemkot Surabaya dan PT PLN. Nantinya PLTSa di Surabaya menjadi yang pertama di Indonesia yang akan dioperasikan. PLTSa tersebut akan menghasilkan daya sebesar 11 MW dari pengolahan sampah sebanyak 1500 ton per hari dengan nilai investasi sekitar 49,86 juta dolar Amerika.

Terkait tentang pengelolaannya pasca pembukaan, menurut Walikota Surabaya Tri Rismaharini nantinya PLTSa ini setelah di resmikan akan disewakan kepada pihak ke 3 dengan nilai sewa sebesar Rp 3 miliar per tahun.

Source : Dmagz.id

Lintasjatim.com, Trenggalek - Hari Pahlawan Nasional yang bertepatan di bulan Maulid Nabi Muhammad SAW membawa suasana tersendiri bagi umat islam di bumi pertiwi.

Minggu pagi (10/11/2019) tidak seperti biasa balai desa Karanganom Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek dipenuhi anak-anak yang membawa sepeda hias lengkap dengan berbagai ornamentnya.

Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ranting Karanganom tersebut bekerjasama dengan seluruh badan otonom  (anom) NU serta menggandeng pemerintah desa setempat.

Pawai dalam rangka semarak peringatan maulid Nabi dan hari pahlawan itu diberangkatkan oleh Kepala Desa Karanganom pukul 06.30 WIB. Sebelum pemberangkatan panitia menilai hiasan yang sudah dibuat oleh peserta.

Begitu antusiasnya peserta membuat delapan juri dari masing-masing dusun kualahan dalam melakukan penilaian. Sampai-sampai penilaian yang rencananya harus selesai ketika pemberangkatan harus disusul ketika finish.

Rute yang ditempuh mengelilingi desa Karanganom sekitar kurang lebih 4 Kilometer sudah membuat anak-anak dan ibu-ibu banyak mengeluarkan tetesan keringat.

Sesampainya di garis finish, dilakukan seremonial mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, pengumuman juara sepeda hias serta pengundian kupon berhadiah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Karanganom berpesan untuk selalu berolah raga, dan menjaga kesehatan. Salah satunya dengan cara bersepeda seperti yang dilakukan acara ini.

Panitia menyediakan dua kategori hadiah. Yang pertama hadiah juara untuk sepedah hias diambil 12 besar, dengan hadiah utama dispenser. Kedua hadiah khusus untuk kupon berhadiah yang totalnya ada sembilan belas hadiah. Dengan Dispenser hadiah utama, beberapa payung, jam dinding, kaos, dan buku tulis.

Acara diisi oleh grup sholawat Zahratun Nisa’ yang sudah beberapa kali menjuarai lomba sholawat di tingkat Kecamatan maupun regional.

Tepat pukul 10.15 WIB acara sudah selesai. Haru dan lega karena acara ini merupakan pertama kalinya bagi IPNU IPPNU Ranting Karanganom yang terbilang masih baru. (Madchan Jazuli)

Lintasjatim.com, Batu - Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah se-Malang Raya dan Pasuruan Raya mengikuti pelatihan kewirausahaan di gedung Among Tani Kota Batu, Rabu (6/11/2019). Dipandu narasumber berkompeten, para pelaku UMKM menimba pengalaman di bidang sertifikasi produk halal.

Pelatihan digelar atas kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur, Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama (LPNU) Jawa Timur, didukung Among Tani Fondation.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin mengatakan, pelatihan tersebut adalah bukti jika semua elemen di Jawa Timur kompak dan bersatu dalam membangun ekonomi kerakyatan. “Semua elemen di Jatim bersinergi untuk membangun ekonomi ummat,” katanya.

Ketiga elemen tersebut masing-masing memiliki potensi yang bisa dikembangkan. NU sebagai organisasi masyarakat memiliki ummat dan tradisi yang mengakar di Jawa Timur, Among Tani memiliki idealisme dan jaringan dg UMKM, sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur sebagai fasilitator dengan memberikan stimulus pembiayaan kegiatan untuk mendorong usaha ekonomi masyarakat perdesaan.

“Sinergi untuk sama-sama menggerakkan ekonomi warga itu selaras dengan program Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa yakni Jatim Sejahtera dan Jatim Berdaya,” jelasnya.

Fokus Jatim Sejahtera, tidak lain adalah upaya pengentasan kemiskinan khususnya di perdesaan sehingga secara berkesinambungan dapat mengurangi disparitas ekonomi di antara Desa Kota. Selain itu, juga senafas dengan Jatim Berdaya, yaitu upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis UMKM, BUMDesa dan Produk Unggulan Desa.

Pelatihan kewirausahaan sehari tersebut difokuskan pada tema Strategi Pergerakan Ekonomi dan sertifikasi produk halal. Kata Ketua LPNU Jawa Timur, Fauzi Priambodo, label produk halal diperlukan sebagai benteng serbuan produk-produk asing yang terus membanjiri pasar lokal. “Jangan khawatir tidak laku jika produknya sudah diberi label halal. Karena justru akan semakin menaikkan konsumsi produk,” jelasnya.

Dalam acara tersebut juga diluncurkan “NUconomic”, konsep gerakan ekonomi ummat yang memuat prinsip-prinsip penjabaran dari ma’lumat pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari pada teks deklarasi Nahdlatut Tujjar.

Gerakan ekonomi tersebut berisi 5 prinsip gerakan ekonomi. Pertama, kolaborasi kalangan profesional, agamawan dan masyarakat sebagai pondasi kesuksesan badan usaha. Kedua, keterkaitan ekonomi yang merangkai potensi desa-kota dalam satu mata rantai bisnis (linkage, supply chain dan holdings). Ketiga, profesional dengan tata kelola yang baik (good corporate governance: GCG). Keempat, Corporate Social Responsibility (CSR). Kelima, LPNU sebagai badan usaha yang menggerakkan ekonomi rakyat.

Source : pusaran.net

Sedang proses belajar mengajar tiba-tiba atap sekolah SDN Gentong, Kota Pasuruan ambruk, Selasa (05/11/2019). Gedung dengan empat kelas tersebut runtuh sekitar 08.15 WIB. Atap sekolah yang runtuh adalah ruang kelas  IIB, IIA, VB, dan VA.

Akibat kejadian itu sejumlah mahasiswa dan guru mengalami luka-luka bahkan 2 diantaranya meninggal dunia yaitu Irza Almira (8), murid kelas 2B asal Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo dan seorang guru yang saat itu berada di kelas 5A, Sevina Arsy Wijaya (19), warga Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintasjatim.com, korban luka-luka berjumlah 11 orang sedangkan 2 orang meninggal sehingga total korban 13 orang.

Dari 5 diantara 11 korban luka-luka sudah diperbolehkan pulang sedangkan 6 siswa lainnya masih mendapat perawatan medis secara intrensif di ruang bedah RSUD R Soedarsono Pasuruan.

Dari 6 siswa, 2 murid diantaranya yaitu Abdul Mukti kelas V dan Dina kelas II harus dilakukan operasi.

"Pasien anak Abdul Mukti mengalami patah tulang di paha kiri, sedangkan pasien anak Dina mengalami patah jari kanan," kata Perawat Ruang Bedah, Sugiyanto, Rabu (6/11/2019).

Ia menjelaskan, operasi patah tulang kedua pasien anak ini berhasil dilakukan dan masih belum diperbolehkan pulang. "Besok kedua pasien anak (korban ambruknya atap SDN Gentong) ini masih kami observasi kesehatannya," ungkapnya.

Sedangkan untuk 4 siswa lainnya yaitu Aisyah, Nada, Kina, Zahra dimungkinkan diperbolehkan pulang pada Kamis (7/11/2019) esok.

Dipaparkan Sugiyanto, keempat pasien anak tersebut sebelumnya dilakukan observasi kepala pasca tertimpa atap ruangan kelas SDN Gentong. "Setelah dilakukan observasi kepala, 4 pasien yakni Aisyah, Nada, Kina, Zahra diizinkan dokter untuk pulang karena kondisinya telah membaik," pungkasnya.

Lintasjatim.com, Probolinggo - Kriminal kembali lagi terjadi di Kabupaten Probolinggo, seorang pria berasal dari Desa Besuk Kecamatan Bantaran yaitu Nurhalim (27) tewas dibacok orang yang tak dikenal, Rabu (06/11/2019).

Nurhalim yang hendak berangkat kerja dengan mengendarai motor Yamaha Jupiter Z itu terpakasa dilarikan ke RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan pertolongan medis.

Menurut AKP Riski Santoso Kasatreskrim Polres Probolinggo mengungkapkan, saat itu sekitar pukul 05.30 WIB korban hendak berangkat kerja menuju ke daerah Ranuyoso, Lumajang. Namun tiba-tiba ada sosok yang membacok korban hingga luka di bagian pipi sampai mulut, bahu kiri dan kaki kanan hingga ke paha.

"Motif penganiayaan itu masih kami dalami. Karena kami masih melakukan proses penyelidikan, termasuk meminta keterangan keluarga dan sejumlah saksi," tutur Riski.

Di tempat kejadian perkara, Tim Satreskrim Polres Probolonggo menemukan sejumlah barang bukti yaitu 1 unit motor Yamaha Jupiter Z warna merah hitam dan topi milik korban serta sebilah celurit yang digunakan oleh pelaku untuk menghabisi korban.

Riski, hingga saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Dari keterangan saksi, aksi pembacokan tersebut dilakukan oleh seorang pria yang masih misterius.

Lintasjatim.com, Jombang - Film “Jejak Langkah 2 Ulama” memiliki misi meluruskan posisi dua tokoh Islam Indonesia, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari yang selama ini dibelokkan seolah olah berseberangan dan berbenturan.

Kiai Ahmad Dahlan merupakan pendiri Muhammadiyah (1912), ormas Islam yang berdiri 14 tahun lebih tua sebelum kemudian Kiai Hasyim mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926.

Salah satu poin utama hadirnya film Jejak Langkah 2 Ulama adalah memperkuat persamaan keduanya yang sama sama pernah mengangsu ilmu kepada Kiai Shaleh Darat, Semarang.

“Itu lah kita cari persamaan KH M Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan, biar bisa jadi contoh, “ujar Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz saat ditemui di Ponpes Tebuireng.

Saat nyantri kepada Kiai Sholeh, Ahmad Dahlan masih berusia 16 tahun, sementara Hasyim Asy’ari 14 tahun. Dari mata air pengetahuan yang sama dua pemuda yang terkenal cerdas itu menyerap pelajaran ilmu fiqih, tasawuf dan berbagai macam ilmu agama lainnya. Soal kemudian basis umat keduanya berada di kawasan kota dan pedesaan, itu hanya masalah pembagian peran.

Menurut Abdul Hakim, film garapan bersama Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah dengan Ponpes Tebuireng, Jombang itu berupaya mengembalikan kisah historis pada tempatnya semula.

Ini juga sekaligus menegasikan upaya sekelompok kecil dan indivisu yang selama ini berusaha membelokkan dengan menempatkan kedua tokoh (Kiai Dahlan dan Kiai Hasyim) seolah olah berseberangan.
Padahal perbedaan amaliyah pengikut Muhammadiyah dan NU yang terus dibesar besarkan itu sebenarnya bersifat furukiyah (hal kecil).

“Ini untuk syiar kita, barangkali selama ini syiar-syiar datang dari mereka. Kita coba untuk menghadirkan kembali bagaimana kehidupan ulama zaman dahulu itu banyak yang dibelokkan kita coba luruskan, “terang Abdul Hakim yang akrab dipanggil Gus Kikin.

Film Jejak Langkah2 Ulama mengambil lokasi syuting di empat tempat, Jogjakarta, Jombang, Kediri dan Bangkalan. Film ini tidak melibatkan aktor dan aktris terkenal. Para pemain sepenuhnya berasal dari kader Muhammadiyah dan NU, termasuk santri, yang sebelumnya melalui proses casting. Saat ini penggarapan sudah memasuki proses editing.

Rencananya, pemutaran film Jejak Langkah2 Ulama tidak dilakukan di gedung bioskop. Tim manajemen bersepakat memutar film secara marathon dari satu pesantren ke pesantren, madrasah, dan organisasi dibawah naungan NU dan Muhammadiyah.

Khusus pemutaran di pesantren, Tim sudah berkomunikasi dengan pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), termasuk berencana meminta bantuan PBNU, terutama terkait pelibatan Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI) selaku bagian organisasi NU yang mengurusi pesantren. Sesuai data RMI Indonesia memiliki 29 ribu lebih pondok pesantren dengan lebih lima juta santri, serta 90 juta komunitas santri.

“Kalau kita bicara tentang pesantren, lebih pas bicara dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) karena lebih banyak tahu. Sehingga bisa bantu melakukan sosialisasi. Dan kemarin rekomendasi dari pengasuh begitu, “katanya.

Source : jatimplus.id

Lintasjatim.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Jatim. Komitmen tersebut mendapat dukungan yang sama dari seluruh fraksi DPRD Jatim.

“Saya ingin sampaikan terimakasih kepada seluruh Fraksi di DPRD Provinsi Jawa Timur yang kompak ingin mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), bahwa seluruh fraksi memiliki komitmen yang sangat kuat untuk meningkatkan IPM,” ujar Khofifah panggilan akrab Gubernur Jatim seusai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura Surabaya, Senin (4/11/2019).

Dijelaskan, peningkatan IPM bisa dilakukan melalui pendidikan, kesehatan dan income. Pada sektor kesehatan dan pendidikan struktur APBD tahun anggaran 2020 mencapai 35% dari APBD Provinsi Jatim.

Mantan Mensos RI di era Presiden Jokowi itu berharap peningkatan IPM bisa dilakukan bersama-sama, bergotong royong dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Untuk meningkatkan IPM selain melalui APBD Provinsi Jatim, ada dana alokasi khusus (DAK) dari pusat, dan juga ada dari APBD kabupaten/kota.

“Kita sudah berkirim surat kepada bupati/walikota agar bisa menyiapkan anggaran untuk menyisir program Paket B dan Paket C. Dengan demikian diharapkan peningkatan IPM bisa dilakukan bersama-sama dengan bergotong-royong,” pungkasnya.

Saat diwawancarai wartawan terkait anggaran Madrasah Aliyah (MA), gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga menyampaikan anggaran untuk subsidi SPP MA sudah disampaikan usulannya melalui nota keuangan APBD Tahun Anggaran 2020.

Untuk SMA/SMK Negeri semuanya dicover APBD Provinsi. Kemudian kalau SMA/SMK Swasta diberikan subsidi SPP. Sedangkan Madrasah Aliyah swasta subsidi SPP dimasukkan dalam APBD Provinsi Jatim Tahun Anggaran 2020, yang saat ini masih tahap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Jatim.

“Kalau Madrasah Aliyah yang negeri full anggaran instansi vertikal berarti Kementerian Agama (Kemenag). Madrasah Aliyah yang swasta kita memasukkan usulan untuk subsidi SPP. Kira-kira posisinya seperti itu,” katanya.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

11423616
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
4285
12124
57233
11175715
322175
465560
11423616
Your IP: 3.227.3.146
2019-11-21 09:46