Rangkaian Pelantikan: PCNU Lamongan Selenggarakan Bedah Buku

20 Jan 2019
1266 times

lintasjatim.com, Lamongan- Dalam rangka melaksanakan amanah organisasi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan akan menyelenggarakan pelantikan pada hari rabu besok (23/1). Acara tersebut bakal digelar di Pondok Pesantren Darul Mustagitsin yang terletak di tengah kota. Diprediksi ribuan warga NU akan berbondong menghadiri acara tersebut.

Guna menyambut gawe besar tersebut. PCNU Lamongan menyelenggarakan agenda pra pelantikan, salah satunya adalah bedah buku yang digelar pada hari minggu (20/1) di AULA MAN 1 Lamongan. Adapun buku yang dibedah adalah karya W Eka Wahyudi yang juga ketua Lakpesdam NU Lamongan dengan judul “Mendidik Kader Bangsa Nasionalis-Religius: Buah Pemikiran Prof. KH Saifuddin Zuhri tentang Islam, Pendidikan dan Nasionalisme”.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Katib Syuriah PCNU Lamongan Gus Syahrul Munir, Ketua PCNU Lamongan Dr. Supandi Awaludin beserta jajaran dan perangkat organisasinya: IPNU-IPPNU, PMII, Ansor, Fatayat, Muslimt dan Banser serta mahasiswa di sekitar Lamongan.

Pembanding dalam bedah buku ini adalah Rijal Mumazziq Zionis (Rektor INAIFAS Jember) dan Choirul Mahfud (Associate Profesor bidang Islamic Studies ITS Surabaya).

Kegiatan yang menganggat tema “Mengokohkan Spirit Kebangsaan dalam Bingkai Nilai-Nilai Keislaman” ini, diawali dengan paparan Eka selaku penulis buku yang menyatakan bahwa spirit nasionalisme salah satunya dapat dimanifestasikan dengan mengapresiasi kebudayaan. Karena, menurut kandidat Doktor UNISMA ini para kaum radikalis dan teroris memiliki sikap yang bengis karena mereka adalah manusia tuna budaya.

"Kita tidak akan temukan riwayat kisah, bahwa para pelaku teror pernah melakukan selametan, kenduren atau semacamnya. Karena mereka alergi terhadap budaya" ujarnya saat memberikan pemaparan

Rijal selaku pembanding seakan menguatkan narasi tersebut,  bahwa kelompok radikal tak hanya tuna budaya, namun juga tuna sejarah. Sehingga mereka sangat enteng saja jika negara ini hancur, bisa pindah ke negara lain. Karena tidak punya nasionalisme.

"Maka dari itu penting bagi kita menyadari sebagaimana dawuh Kiai Wahid Hasyim, bahwa kita ini orang Indonesia yang beragama islam, bukan orang islam yang kebetulan tinggal di Indonesia" imbuhnya

Pembanding kedua, Choirul Mahfud memaparkan bahwa buku karya Eka ini mengajak kita memiliki semangat belajar kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun. Salah satunya melalui sosok Kiai Saifuddin yang ditulis dalam buku ini. (*)

Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

9459683
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
11573
17901
47515
9214071
402062
465032
9459683
Your IP: 54.81.69.220
2019-07-23 16:40