Anwar

Anwar


Download link: Download or read Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults

Read Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults online download e-book






File Name: Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults
Total Downloads: 186
Formats: djvu | pdf | epub | kindle
Rated: 7.8/10 (79 votes)



DOWNLOAD Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults



































































Tales, Then and Now: More Folktales As Literary Fictions for Young Adults: More Folktales as Young Adult Literary Fictions eBook: Anna E. Altmann, Gail de Vos: … Tales, Then and Now: More Folktales as Literary Fictions for Young Adults. Anna E. Altmann & Gail de Vos. Tales, Then and Now: More Folktales as Literary Fictions for Young Adults (review) Tales, Then and Now: More Folktales as Literary Fictions for Young Adults. Anna E. Altmann and Gail de Vos. Englewood, CO: Libraries Unlimited, 2001. xxiii + 296. Get Instant Access to free Read PDF Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults at Our Ebooks Unlimited Database 1/5 Download Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults in ePub Tales, Then and Now: More Folktales As Literary Fictions for Young Adults. The companion volume to New Tales for Old, this voluje deals with reworkings of four ... Download Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults in PDF Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults zip Download Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults read online Download Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults read online Tales, Then and Now: More Folktales As Literary Fictions for Young Adults annotated edition Edition Tales, Then and Now: More Folktales as Literary Fictions for Young Adults Gifted Hands The Story Of Ben Carson The Rise Of Benedict XVI: The Inside Story Of How The Pope Was Elected And Where He Will Take The Catholic Church The First Frontier: A History Of How America Began PDF format Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults Pdf Format Download Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults ePub Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults download Read Tales Then And Now More Folktales As Literary Fictions For Young Adults android A comprehensive compilation of reworkings of classic folk and fairy tales. The nature of folktales and their surrounding cultural contexts are examined; each story is ... Tales, Then and Now: More Folktales as Literary Fictions for Young Adults by Anna E Altmann, Gail Vos, Gail de Vos starting at $8.00. Tales, Then and Now: More ...
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sukomoro, Lintasjatim.com – Dalam rangka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan meningkatkan mutu pendidikan dan pencarian bakat peserta didik Sekolah Dasar (SD) Negeri dan swasta di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) kecamatan Sukomoro mengadakan lomba pendidikan agama Islam, di Korwil Kecamatan Sukomoro. Kamis (13/02/20).

Di samping sebagai pencarian bakat peserta didik dalam bidang agama Islam, kegiatan Lomba untuk tersebut juga sebagai tolok ukur keberhasilan guru dalam memberikan pendidikan di sekolah, kata Ketua KKG PAI kecamatan Sukomoro, Muhammad Rodi, S.PdI saat pembukaan kegiatan itu.

sambutan ketua KKG PAI Kec. Sukomoro, Muhammad Rodi, S.PdI
sambutan ketua KKG PAI Kec. Sukomoro, Muhammad Rodi, S.PdI

 

Menurutnya, melalui kegiatan itu diharapkan para peserta dapat berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Muhammad Rodi menambahkan, "kegiatan tersebut merupakan acara tahunan sebagai langkah mempersiapkan anak didik yang dapat diandalkan pada tingkat kabupaten atau lainnya".

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 52 siswa dari 26 SD yang ada di kecamatan Sukomoro. Bidang yang dilombakan yaitu tartil Quran dan cerdas cermat Al Quran.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Sukomoro, Teguh Santoso,S.Pd, M.Si juga mengatakan, kegiatan itu juga untuk menguji kompetensi guru dan siswa dalam proses keberhasilan pembelajaran selama di sekolah.

sambutan ketua K3S Kec. Sukomoro, Teguh Santoso S.Pd, M.Si
sambutan ketua K3S Kec. Sukomoro, Teguh Santoso S.Pd, M.Si

Potensi yang ada sudah cukup baik, tapi tetap perlu ditingkatkan melalui pembinaan baik di sekolah, masyarakat maupun taman pendidilan Quran. Termasuk di rumah masing-masing, karena program dari bupati Novi Hidayat, kabupaten nganjuk harus bebas buta baca Al Quran. tutur Ketua K3S Kecamatan Sukomoro Teguh Santoso,S.Pd, M.Si.

Ketua Panitia Bersama para Pemenang Lomba
Ketua Panitia Bersama para Pemenang Lomba

beliau menambahkan, "semua ini merupakan kegiatan yg di adakan pemerintah Kabupaten Nganjuk, supaya nantinya Kabupaten Nganjuk bisa maksimal ketika berlaga di tngkat provinsi". (Im)

 

Kontributor : Imam Samsul Arifin

Lintasjatim.com, Nganjuk - Komunitas Gusdurian Kabupaten Nganjuk akan mengelar Satu Dekade Haul Gusdur Dan Dialog Kebangsaan Di Kedai Sae Jl. Willis No.183, Mantub, Kramat, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu 22 Februari 2020 mendatang.  Acara tersebut diselenggarakan untuk mengenang perjuangan Gus Dur sebagai Guru Bangsa.

Acara Haul ke-10 akan diisi dengan rangkaian Acara Do’a Bersama Dan Dialog Kebangsaan. Dijadwalkan Hadir Wakil Bupati Nganjuk Dr., Drs., H. Marhaen Jumadi SE., SH., MM., M.Ba,PC PMII Nganjuk ,SAA,IMASKA,IPNU IPPNU Nganjuk,Ansor Sukomoro,Gereja Katolik ,GKJW,Tionghoa Nganjuk, Ahmadiyah,Syiah dan masih banyak yang lain.

Koordinator Jaringan Gusdurian Nganjuk, DR.Mohammad Arif, diskusi diselenggarakan untuk menyemai generasi muda meneladani karakter Gusudur,pemuda harus mengambil peran untuk merawat keberagaman kita seperti yang pernah dilakukan Gus Dur," ujar Gus Arif

“Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sosok Gus Dur. Tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga harus diteladani sebagai sikap dan tindakan dalam memperjuangkan cita-cita kemanusiaan, kebangsaan dan kegamaan, islam rahmatan lil alamin,” kata katanya

Ajaran-ajarah Gus Dur itulah, yang mengilhami penyusunan 9 Nilai Utama Gusdurian. Agar nilai-nilai tersebut tidak menjadi dogma semata, menjajak anggota Gusdurian untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga dengan pringatan ini, kita semua bisa meneladani 9 Nilai Utama Gus Dur. Walaupun belum bisa semuanya, semoga perjuangan temen-temen Gusdurian dapat berkontribusi mengatasi problematika kebangsaan hari ini,” pungkasnya.

 Satu korban tenggelam di Kali Pucang Sidoarjo berhasil ditemukan. Diketahui bernama Muhammad Aksan (sebelumnya ditulis Nuch Hasan) alias A'an. Bocah 13 tahun itu asal Desa Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo.

Posisi korban ditemukan sekitar 300 meter sebelah Timur titik tenggelamnya korban. Siswa SMP Negeri 5 Sidoarjo itu ditemukan tersangkut jaring yang sengaja dipasang oleh warga.

"Korban ditemukan sebelah Barat makam desa setempat. Sekitar jembatan kayu. Warga yang terjun ke sungai berhasil mengevakuasi korban," terang Riky warga setempat.

Korban langsung dievakuasi ke RSUD dengan menggunakan mobil ambulans.

Kepala IGD RSUD Sidoarjo, dr. Ivan Setiawan, memastikan kondisi korban tersebut saat ini meninggal dunia. Dokter Ivan menyebut, dari seragam yang dipakai, korban tenggelam itu bernama Muhammad Aksan.

"Korban tenggelam, paru-parunya dipastikan kemasukan air sehingga kekurangan oksigen," terangnya.

 

Identitas dua korban lain yang belum ditemukan adalah Moch Rully Kurniawan (13) tinggal di Jl Kartini, Kelurahan Sidokumpul, Sidoarjo; dan Dafaldi (13) yang tinggal di Jalan Kartini. Ketiga korban yang tenggelam itu adalah pelajar di SMP Negeri 5 Sidoarjo.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah siswa SMP itu mandi di sungai sepulang sekolah. Sekira pukul 15.00 WIB, satu anak tenggelam, kemudian dua lainnya ikut berusaha menolong, namun malah ikut tenggelam.

Ada tiga teman korban ikut berenang, tapi tidak tenggelam, diketahui bernama Salva, Deni Arianto, dan Nur Aliansyah.

Mereka berhasil diselamatkan, karena teman-teman korban sempat meminta tolong kepada warga.

Pihak kepolisian, tim SAR, beberapa pihak dan sejumlah warga setempat masih melakukan penyisiran untuk mencari dua korban yang lain.

Ratusan warga masih bergerumbul di sebelah Selatan dan Utara sungai yang masuk di wilayah kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo Kota, Sidoarjo. 

 sember : bangsaonline

Pace, Lintasjatim.com – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Pace bersama majlis sholawat albarzanji Nasar menggelar Majlis Dzikir dan Sholawat, Selasa (4/2/20) di dusun jepang desa bodor kecamatan pace.

Acara diawali dengan pembacaan maulid dhiba’ yang dipimpin langsung oleh Ustaz Sholeh dari karangsono Loceret selaku pembina jamiyah Nasar, dengan diiringi oleh musik alberjanji yang dibunyikan secara serentak.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang ke tiga kalinya di selenggaran oleh Pimpinan Anak Cabang Pemuda Ansor Pace yang di dukung oleh LESBUMI (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) MWC NU Pace.

Hadir semua anggota Ansor dan Banser se-kecamatan Pace, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Hadir pula Ketua Tanfidziyah PR NU se-Kecamatan Pace, serta seluruh Banom NU Kecamatan Pace.

Ketua Rijalul Ansor PAC GP Ansor Pace, M. Habib Mutaqin dalam sambutannya mengatakan tujuan dari kegiatan itu untuk melestarikan budaya anak muda NU zaman dahulu yang gemar membaca maulid al berjanji.

“Dengan konsep majlisan dan di iringi musik al berjanji yang secara serentak di bunyikan dengan tujuan membakar semangat pemuda NU di kawasan pace khususnya dan kawasan nganjuk pada umumnya untuk mulai menggemari membaca maulid berjanji yang sekarang sudah mulai di tinggalkan.” Tutur Ketua RA PAC GP Ansor Pace M. Habib Mutaqin.

Pembacaan Maulid Dhiba'
Pembacaan Maulid Dhiba'

Sementara, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pace, Lukman Hakim mengatakan bahwa acara ini merupakan agenda rutin PAC RA GP Ansor Pace. “acara ini merupakan agenda rutin PAC RA Ansor Pace, yang merupakan sayap organisasi dari GP Ansor. Dengan bidang garap pemuda-pemuda dan juga santri sarungan yang terbiasa ngaji dan maulid”.

“Agenda rutin ini perlu dikembangkan, supaya maulid ad dhiba dan al berjanji tidak tergeser oleh zaman, serta manfaat dan barokahnya mampu menjaring pemuda-pemuda santri serta jamiyah maulid. berkhidmat di Ansor harus mempunyai senjata batin yang menjadi pegangan dalam berkhidmat di organisasi, yakni mujahadah dan sholawat yang menjadi senjata andalan dan ruh Ansor.” Tambah Lukman Hakim dalam sambutannya. (im)

 

Kontributor : Imam Samsul A

Nganjuk, Lintasjatim.com - Pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Nganjuk rutin menggelar Rapat Koordinasi Pendamping,Operator dan Superviyor  Se-Kabupaten Nganjuk .

Kali tuan rumah kegiatan emban oleh kecamatan lengkong, tepatnya di kediaman saudara Umar Jln. Kaki galiyo No.38 Desa Jegreg Kec. Lengkong Kab. Nganjuk.

Ada hal yang tidak biasa, Rakor kali ini  dihadiri oleh Koordinator Regional (Koreg) Jawa Anang Mega Cahyo, Koordinator Wilayah Agung Basuki Dan Agus Surya.

Anang Mega Cahyo Koordinator Regional (Koreg) dalam paparannya menjelaskan tentang Bisnis Proses PKH, juga tentang perubahan indek bantuan di tahun 2020, bahwa komponen bantuan tetap pada Tahun 2020 tidak ada, sedangkan kenaikan indeks bantuan pada komponen kesehatan katagori ibu hamil dan anak usia sini yang sebelumnya masing-masing menerima Rp 2.400.000 pertahun meningkat sebesar Rp. 3.000.000 pertahun.Tuturnya

Tambah beliau, Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program unggulan pemerintah guna menekan angka kemiskinan, Pendamping PKH  ujung tombak pengentasan kemiskinan, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) adalah ruh  PKH, ini yang membedakan dengan bantuan yang lain. Pungkas yang akrab disapa Pak Cahyo  

Turut menambahkan Andik Majid Ibrahim ,SE “Alhamdullilah rakor kali ini berjalan lancar, Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Koordinator Regional (Koreg) Jawa Anang Mega Cahyo, Koordinator Wilayah Agung Basuki Dan Agus Surya, yang sudi datang di tengah tengah Pendamping,Operator dan Superviyor Kabupaten Nganjuk”.

Semoga  materi yang disampaikan oleh bapak Koreg kepada Pendamping PKH Nganjuk dapat menjadi acuan dan pedoman untuk melaksanakn bisnis pkh dilapangan.Tutur Korkab PKH  Nganjuk.

Kegiatan di kemas dengan pembukaan sambutan Korkab, pemaparan materi dari Koreg,sambutan 2 Korwil, pemberian kenang kenagan dari PKH Nganjuk  dan penutup.(Kamis6/2/2020)

 

 

 

Nganjuk, Lintasjatim.com – Dalam rangka memperkuat kinerja anggota sekaligus silaturrahmi, Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Wilangan, Kabupaten Nganjuk  periode 2018-2023 mengadakan rapat kerja ke-2 di Masjid Syekh Sulukhi, Desa Wilangan Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk, Ahad (2/2/20).

Rapat kerja ke-2 yang bertemakan “memantapkan paham aswaja menuju kemandirian ekonomi warga” ini diadakan dalam rangka menyongsong harlah NU yang menuju 1 abad dan dalam rangka guna untuk memajukan serta membumikan NU khususnya di kecamatan wilangan.

“Rapat kerja ini dilakukan dalam rangka menyongsong harlah NU yang menuju 1 abad serta dalam rangka guna memajukan untuk membumikan NU di wilangan, agar NU lebih axis lebih pakem lebih cakram kususnya di lingkungan kita.” Tutur KH. Abdul Muhid selaku Rois Suriyah MWC Wilangan.

Diakhir sambutannya KH. Abdul Muhid menghimbau agar tetap pada satu payung ala nahdlatul ulama.

“NU itu suatu wadah yang orangnya reno-reno, meskipun reno-reno harus tetep satu payung ala nahdlatul ulama.” Tambah KH. Abdul Muhid.

Rapat Kerja ini diikuti seluruh pengurus MWC NU Wilangan, Pengurus Ranting, Lembaga , serta Badan Otonom MWC NU Wilangan.

Raker ini diikuti seluruh pengurus hingga ranting NU yang berasal dari enam desa di Wilangan. Diikutsertakan juga badan otonom NU, mulai dari PAC Muslimat, GP Ansor, Banser, Fatayat, dan juga adik-adik IPNU-IPPNU. terang Ketua tanfidziyah MWC NU Wilangan, KH. Sutopo.

Dalam raker ini, KH. Sutopo juga menekankan pada program yang membumi. "saya  mengakui dan juga mmohon maaf sebesar-besarnya selamma ini mulai dari konferensi MWC NU sampai hari ini kurang lebih sudah dua tahun kepengurusan banyak program yang belum di selesaikan dan perlu di evaluasi. Hari ini nanti kita evaluasi dan kita susun rencana program yang tujuannya untuk memperkuat jamiah kita serta untuk melayani umat dan juga mensejahterakan umat, yang tentunya akan kita laksanakan satu tahun mendatang guna di jalankan di Kecamatan Wilangan.” Tutur KH. Sutopo.

KH Sutopo berharap kegiatan ini sampai akhir nanti bisa berjalan dengan lancar, serta ide-ide dan fikiran-fikiran dapat di sumbangsihkan untuk kemajuan MWC NU Wilangan supaya bisa lebih baik dari sebelumnya. (Im)

 

Kontributor : Imam Samsul Arifin

 

 

Nganjuk, Lintasjatim.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk H. Ulum Basthomi bersama Komisi II menjalankan kunjungan lapangan di Pasar Berbek Kecamatan Berbek, pada Kamis (30/01) pagi ini. Kang Ulum sapaan akrabnya, bersama tim terjun langsung berdialog dengan pedagang, dan kepala pasar Berbek, hingga temukan kejanggalan serta menawarkan solusi mengatasinya.

Fokus kunjungan lapangan kali ini adalah mengecek kondisi pasar dari segi pedagang, bidak tempat berjualan, dan sistem penarikan retribusi untuk melihat aliran PAD yang masuk ke APBD Kabupaten Nganjuk.

Ketua DPC PKB Nganjuk ini memaparkan bahwa, hasil kunjungan lapngan temukan beberapa kejanggalan terkait perbedaan karcis retribusi, termasuk nilai nominal yang tertulis berbeda dengan harga yang harus dibayar pedagang, dengan nominal 500, 1500, dan 2000. Sehingga menyebabkan klaster retribusi pedagang yang berbeda.

“Kita temukan pedagang ditarik karcis 2000, namun karcis yang dikasih nilainya 500 ada pula yang 1000, terus yang 1000 kemana?, Ada juga tidak dikasih karcis tapi juga tetap bayar,”, papar Kang Ulum.

Kang ulum juga berkesempatan bertemu Purnomo selaku kepala pasar Berbek, justru menurut Kang Ulum malah mendapat jawaban yang lucu.

“Ada jawaban yang aneh, ditarik 2000 lalu dikasih karcis nominal 500an 2 lembar, itu katanya tergantung petugas tarik karcis. lalu terkait pedagang tidak mau dikasih karcis karena dari pada menjadi sampah dan menjadi rumah tikus, kan lucu.”, kata Kang Ulum.

Perbedaan penarikan karcis selama ini diselesaikan dengan target setiap kepala pasar dalam 1 tahun tahun sekitar 467juta, sementara faktanya berdasarkan penuturan kepala pasar bahkan setiap tahun bisa melebihi 100% lebih dari target, maka perlu penghitungan ulang potensi yang ada.

“Kalau memang ditarget maka tidak perlu karcis, toh karcis tidak sesuai dengan fakta dilapangan. sementara target bisa Selalu terpenuhi diatas 100%, sehingga perlu kita tingkatkan target dengan menghitung potensi.”, jelas Kang Ulum.

Sementara itu, terkait keluhan dari pedagang, Kang Ulum dan tim komisi II mendapatkan keluhan bahwa ada bidak yang kalau hujan tidak bisa digunakan berdagang, sebab bocor, daerah becek, adapula yang daerah gelap, sehingga ketika lampu mati tidak bisa digunakan berjualan. Maka kepala pasar harus responsif terhadap keluhan pedagang.

“Harus ada terobosan, salah satunya yang gelap difiber agar terang. Sementara yang bocor kami minta kepada kepala pasar, hal-hal kecil bisa diambil dari karcis, tidak perlu nunggu APBD karena nominal kecil. Kita hitung dari potensi pendapatan pasti bisa. Sehingga kita bisa mengimbangi dia bayar retribusi, maka fasilitas pasar harus kita perbaiki.”, tegasnya.

Selanjutnya tindak lanjut kepada Erfin Junaidi kabid pasar Berbek untuk menerima masukan dan ide tersebut, termasuk meningkatkan penataan pedagang baik di dalam maupun di luar pasar untuk masuk kedalam, agar pedagang pasar bisa lebih sejahtera, dan tidak merasa terbebani oleh retribusi.(tuh)

Kontributor: Moh. Maftuhul Khoir

Lintasjatim.com, Nganjuk - Kegiatan Parliamentary School merupakan program sekolah parlemen, pendidikan politik, dan analisa kebijakan publik. Target peserta adalah terbatas pengurus IPNU di masing-masing Pimpinan Cabang IPNU se Jawa Timur. Menjadi yang perdana, PC IPNU Nganjuk sebagai tuan rumah Korda Kediri untuk gelaran kali ini.  

Pembukaan kegiatan pada Senin (27/01) sore, pukul 16.00 WIB. Hadir langsung ketua PW IPNU Jatim, dan peserta dari berbagai daerah. Kegiatan semacam ini selanjutnya akan dilaksanakan pada setiap Korda se-Jawa Timur.

Ketua PW IPNU Jawa Timur, Khoirul Mubtadiin menjelaskan bahwa Parliamentary School merupakan program kerja Departemen Sospol PW IPNU Jatim, berdasarkan rapat pengurus harian dan Rakerwil 2018 di Malang, yang menjadi eksekusi perdana di korda Kediri.

“Ini perdana, karena tidak banyak yang berani mengambil langkah ini, kami berharap peserta dapat mengikuti dengan hikmat sesuai target.”, terangnya.

Selanjutnya, Rekan Di’in sapaan akrabnya, berharap IPNU akan banyak diskusi, dan terlibat langsung dalam kegiatan advokasi pada pemerintahan, sehingga hubungan baik antara IPNU dan pemerintah akan memberikan sumbangsih pemikiran, serta menyalurkan aspirasi dari rakyat, pada khususnya kalangan santri dan pelajar.

Materi pelatihan diantaranya adalah analisis laporan keuangan, filosofi dan prinsip anggaran, kebijakan publik, sistem penganggaran di daerah, sistem perencanaan, dan disertai praktik teknik advokasi.

H. Bashori M.Si, selaku instruktur merupakan politisi dan praktisi yang memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman tentang parlemen. Pria yang telah lima periode menjadi legisator di DPRD Kabupaten Nganjuk ini mengaku, terinspirasi apa yang dilakukan seniornya, KH. M. Jaelani Ishaq, sehingga merasa berkewajiban melanjutkan perjuangannya dalam memberdayakan pemuda NU.

“Saya kerap melakukan pelatihan sejak menjadi DPR periode kedua, saya melakukan ini karena merasa sebagai kewajiban. Banyak hal masih belum tergarap di NU yang perlu kita tau, banyak selama ini masih belum ada yang memikirkan dan mengerjakan itu.”, ungkapnya.

Selama 3 hari para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, banyak ilmu dan berbagi pengalaman baru mereka dapatkan, pengakuan dari salah satu peserta yaitu Joko Saiful delegasi dari PC IPNU Tulungagung, menyatakan siap menjalankan di daerahnya.

“Ilmu baru, meskipun PC selama ini sering mengadakan pelatihan namun tidak banyak berani menyentuh ranah pelatihan politik dan parlemen, selanjutnya kita berusaha mempraktekkan ilmu itu.”, kata Joko.

Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, hingga penutupan pada Rabu (29/01) pukul 09.00 WIB. Rencana tidak lanjut terdapat tiga poin, yakni advokasi, audiensi dengan pemerintah kabupaten dan kota, serta sekolah parlemen sebagai upaya menularkan ilmu serta materi yang diperoleh selama mengikuti parliamentary school.(tuh/im)

 

Redaktur/ : Moh. Maftuhul Khoir

Editor : Imam Samsul A

 

Lintasjatim.com, Nganjuk - Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Nganjuk mengelar Rapat pimpinan cabang (Rapimcab) dan Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab) pada Ahad (25/01), di Gedung Yayasan An-Nahdlah Kecamatan Gondang.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Nganjuk  Dr., Drs., H. Marhaen Jumadi SE., SH., MM., M.Ba, Jajaran Pengurus MWC NU Gondang, Ketua PAC GP Ansor, Ketua PAC Fatayat, ,Ketua PAC Muslimat NU  Kecamatan Gondang serta seluruh pengurus PC/PAC IPNU IPPNU se-Kabupaten Nganjuk.

Dr., Drs., H. Marhaen Jumadi SE., SH., MM., M.Ba dalam sambutannya, mengingatkan pentingnya berorganisasi sejak dini.

“Organisai mengajari untuk kritis, menghargai pendapat orang lain, peduli sesama, dan selalu belajar dan belajar.”, Tutur Pembina PC IPNU IPPNU Nganjuk

Beliau  bercerita bahwa dirinya juga belajar berorganisasi Saya sejak kecil, sejak masa sekolah, kuliah hingga kini menjabat Wakil Bupati Nganjuk 2019-2024. Sehingga dirinya berpesan kepada para kader untuk memberikan totalitas dalam berorganisasi.

“Manfaatkan betul berorganisasi IPNU IPPNU ini dengan sungguh-sungguh.”,

Menurutnya orang sukses tidak hanya di internal keilmuannya, tidak hanya intelektual saja, melainkan juga harus memiliki kecerdasan emosional.

“Belajar mengelola diri sendiri, tersenyum jangan banyak mengeluh,  belajar mengelola orang lain, punya komitmen, dan leadership.”, Kata  Pengurus  PW NU Jawa Timur

Terakhir beliau berharap,  IPNU-IPPNU  dapat bersinergi dengan Pemkab Nganjuk, terkait kegiatan maupun apa saja yang bisa menjadi kerjasama, termasuk dengan dengan PC (NU Nganjuk), dan pihak luar seperti perusahaan.

“Karena kita memiliki misi yang sama, agar dapat mensejahterakan, mencerdasakan, dan memberdayakan masyarakat.”, Pungkasnya

 Ahmad Syafii Suliaman   Ketua PC IPNU Nganjuk Mengatakan, Rapimcab itu dianggapnya penting diselenggarakan untuk terjalinnya silaturahmi antara pengurus cabang dan pengurus pimpinan anak cabang. Selain itu, juga sebagai tempat untuk melaporkan progres kegiatan ataupun pendidikan kaderisasi di masing-masing tingkatan.

Harapanya setelah kegiatan ini, IPNU IPNU di Kabupaten Nganjuk semakin berkibar dan dapat menjawab tantangan zaman, Tuturnya dalam wawancara lintasjatim.com (red)

Lintasjatim.com, Nganjuk - Pengurus MWC NU Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk  periode 2018-2023 akan menggelar  Rapat Kerja kedua di Masjid Syekh Sulukhi, Desa Wilangan Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk. Rapat kerja dilaksanakan pada Hari Minggu Tanggal 26 Januari 2020.

Menurut M Khoirul Anwar Sekertaris II  MWC NU Wilangan mengungkapkan Rapat Kerja Ini Bertema “ Merawat  Uhwah Menuju NU Yang Mandiri “ .

Dalam raker ini, pihaknya menekankan pada program yang membumi. "Kita menyadari ada kekurangan dalam kita menjalankan program kerja pertama,kita evaluasi dan kita susun program yang realistis untuk kita laksanakan satu tahun mendatang guna di jalankan di Kecamatan Wilangan . tuturnya kepada Lintasjatim.com

Dirinya mengharapkan, program yang disusun benar-benar dapat menyentuh masyarakat secara umum. Sehingga, program-program ini bisa membumi, profesional, transparan, berbasis program, dan  sebagai basis organisasi massa Islam yang mengayomi semuanya. "Tentunya,  program tersebut bisa selaras dengan  Pemerintah, khususnya Kecamatan Wilangan. Tidak hanya permasalahan agama saja yang kita atur, tapi juga pada masyarakat secara langsung,"terangnya. Mahasiswa Pascasarjana IAIN Kediri. (19/1/20)

Rapat Kerja ini akan  diikuti seluruh pengurus MWC NU Wilangan dari Pengurus syuriah beserta dan Tanfidziyah beserta jajarannya.Lembaga MWC NU WIlangan,  Selain itu juga,  diikuti seluruh Pengurus-pengurus Ranting NU Sekecamatan Wilangan yang berasal dari enam Desa. Dan sebagai peninjau diikutsertakan dalam Rapat Kerja ini Badan-badan Otonom NU mulai dari PAC. Muslimat, Gp. ANSOR/Banser, IPPNU, IPNU dan Fatayat NU,Pagarnusa. (red)

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

13197191
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
14347
29130
132399
12829965
455857
621835
13197191
Your IP: 3.226.122.74
2020-02-21 16:02