Restrukturasi Pengurus, PMII Unmuh Selengarakan RTK dan Bedah Buku

23 Jun 2019
139 times

Sabtu, 22 Juni 2019 di Gedung NU desa Suci, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisaritat Matahari Terbit, Universitas Muhammadiyah Gresik menyelenggarakan Rapat Tahunan Komisariat. Acara ini sebelumnya diawali dengan agenda bedah buku "Mendidik Kader Bangsa Nasionalis Religius" karya W Eka Wahyudi.

Acara yang bertajuk "Membangkitkan Jiwa Sosio Nasionalis Kader PMII serta Memperkuat Ideologi ASWAJA sebagai Manifestasi Nilai Dasar Pergerakkan" ini, dihadiri oleh puluhan kader baik dari Unmuh Gresik maupun perguruan tinggi sekitar.

Dalam sambutannya, Ketua Komisariat Moh. Sholihul Fikri menegaskan bahwa agenda RTK tidak hanya fokus pada pemilihan ketua, namun juga membahas tentang bagaimana PMII Unmuh ke depan. Sementara itu, ketua panitia Berliansyah menambahkan, bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk mendobrak tradisi yang selama ini RTK hanya dilaksanakan apa adanya. Tidak ada kemasan yang menarik.

"Untuk itu, kami mencoba membuat tradisi baru. Yaitu RTK yang diawali dengan forum intelektual bedah buku" terangnya pada wartawan lintasjatim.com

Dalam bedah buku ini, penulis mengawalinya dengan menceritakan latar belakang dia menulis buku ini. Dalam penyampaiannya, dia menjelaskan bahwa saat ini sedang terjadi metanarasi yang mencoba membenturkan antara keislaman dan kebangsaan. 

"Seakan menjadi by design, fenomena saat ini muncul antara pihak yang mengaku membela islam dan membela Pancasila" ungkap Eka mengawali diskusi bedah buku.

Pria yang juga dosen Universitas Islam Lamongan ini menegaskan bahwa tak ada pertentangan antara keislaman dan kebangsaan. Menurutnya, buku ini ditulis sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengkampanyekan bahwa kita perlu menjadi pemeluk agama yang taat sekaligus menjadi warga negara yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, muncul salah satu pertanyaan dari kader PMII yang menanyakan terkait trend menjamurnya ustadz medsos yang cenderung mempropagandakan keislaman yang tidak sesuai dengan karakter kebangsaan. menanggapi pertanyaan itu, Eka menjawab bahwa kader PMII sudah saatnya meningkatkan kepercayaan diri untuk mengcounter narasi-narasi keliru yang diblowup di media sosial.

"Kita harus merespoin dengan cerdas, sudah saatnya  kita bergerak. Pergerakan kita tidak cukup hanya aksi, namun juga literasi". tegasnya (Berl/ek)

 

Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

9459825
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
11715
17901
47657
9214071
402204
465032
9459825
Your IP: 54.81.69.220
2019-07-23 16:47