Wahyudi

Wahyudi

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

lintasjatim.com, Babat- Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Babat masa khidmat 2017-2019 mengadakan Rapat Kerja Cabang I. Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) ini, adalah agenda wajib yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang setiap satu tahun sekali. Rakercab yang digelar di MWC NU Sambeng ini diikuti oleh seluruh pengurus cabang dan anak cabang se-PC IPNU-IPPNU Babat,hari sabtu-ahad (17-18/2).

Melalui Rakercab IPNU dan IPPNU Babat, berhasil menggagas program kerja unggulan disamping program wajib. “Rakercab ini bertujuan untuk menentukan arah tujuan program organisasi satu tahun kedepan,” terang Ketua PC IPPNU, Emy dalam sambutannya.

Selain itu, Habib selaku ketua PC IPNU Babat menguraikan bahwa agenda ini diselenggarakan guna meningkatkan kualitas sekaligus loyalitas kader untuk masa pengabidian dua tahun ke depan.

Acara ini diselenggarakan juga dalam rangka mewujudkan Gold Generation di Babat pada 3-5 tahun yang akan datang” imbuhnya dengan sangat optimis saat pembukaan. 

Adapun Program unggulan yang berhasil dicetuskan dalam rapat kerja tersebut antara lain Pembentukan Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP), Rumah Konseling Pelajar, Ngaji Organisasi, Madrasah Desain serta Jambore Pelajar Hijau. Sementara untuk program wajibnya adalah berupa pelatihan berjenjang dalam hal kaderisasi.

dari beberapa program unggulan, kami akan fokus pada rumah konseling pelajar. Hal ini sebagai respon maraknya tindakan yang negatif di lakukan pelajar kepada guru”, ujar Habib saat dimintai keterangan.

Rakercab yang mengusung tema “Meneguhkan Peran dan Kontribusi Strategis Pelajar NU; Kini dan Nanti” ini, semakin menarik karena dilanjutkan dengan Out bound di Water Tubing Pacet, Mojokerto. Kegiatan selingan ini, menurut Emy bertujuan untuk memupuk kekompakan dan sinergitas pengurus PC dan PAC.

 

lintasjatim.com, Bojonegoro- Dalam rangka menyongsong harlah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ke-64 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ke-63, diadakan Make up & Hijab Contest di Pendopo Kecamatan Kalitidu minggu, (18/2).

Acara yang dikemas menarik dan unik ini, semakin meriah karena turut dihadiri oleh Jajaran Muspika Kecamatan Kalitidu. Ajang kecantikan ini, diikuti oleh 46 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Anak Cabang dan pengurus Komisariat Perguruan Tinggi IPPNU se-Kabupaten Bojonegoro. Menariknya lagi, lomba ini juga di buka untuk umum. Sehingga siapapun boleh ikut, tak sebatas hanya pelajar NU.

Selaku ketua panitia, Irfan menyampaikan kepada peserta bahwa kegiatan ini bisa di ambil pelajaran untuk kehidupan sehari-hari sebagai semangat bahwa di masyarakat pelajar NU harus terlihat menarik dan cantik.

Selain itu, Rifa, ketua IPPNU Bojonegoro menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sebagai ajang untuk menang atau kalah, namun sisi positif dari acara ini adalah memberikan ruang aktifitas positif bagi pelajar di kabupaten bojonegoro. Ia juga menambahkan bahwa acara ini juga dalam rangka menyemarakkan hari lahir IPNU dan IPPNU.

"selain agar terlihat kekinian, masyarakat juga akan tertarik jika melihat kader putrid NU terlihat bersih menawan sekaligus cantik-cantik" imbuhnya

Adapun hadiah yang diperebutkan dalam acara ini, selain trophy untuk juara 1,2,dan 3, juga ada uang pendidikan serta hadiah menarik untuk juara favorit. Tidak hanya itu, seluruh peserta juga mendapat paket bedak dari sponsor martha tilaar sebagai oleh-oleh. (Bidin)

 

Lintasjatim.com, Tulungagung- Menyongsong Hari Lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke 64 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke 63, minggu (18/2) Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU kecamatan Ngunut adakan Talk Show. Acara ini diikuti oleh seluruh pelajar se Kecamatan Ngunut. Dengan mengusung tema “Jadi Pelajar kok Mutungan”, kegiatan ini diselenggarakan di gedung Balai DIklat Tulungagung.

Acara ini semakin meriah karena dihadiri oleh ratusan pelajar yang mewakili seluruh pengurus ranting dan komisariat. Iqbal Hamdan Habibi selaku sekretaris IPNU Ngunut mengatakan bahwa, tema ini sengaja diangkat karena akhir-akhir ini kinerja organisasi menjadi terkendala hanya karena kader yang tidak mau diajak kerjasama karena ngambek atau marah tanpa sebab yang jelas (jawa: mutung, red).

dengan diadakannya talkshow ini, diharapkan pelajar di kecamatan ngunut, khususnya kader IPNU-IPPNU, mampu meningkatkan motivasinya dalam mengabdikan dirinya di organisasi dan masyarakat” terangnya saat dimintai keterangan.

Sebagai narasumber talkshow, didatangkan dari pengurus wilayah IPNU Jawa Timur, yakni Winarto Eka Wahyudi. Dalam keterangannya saat memberikan materi, eka –sapaan akrabnya- menyatakan bahwa seorang disebut kader, harus memiliki karakter yang kuat dan unggul, namun tetap santun dalam sikap dan sopan dalam berucap. Wakil ketua IPNU Jatim ini juga menambahkan bahwa kader juga harus memiliki antusias dalam berorganisasi serta mempunyai daya saing yang tinggi.

kader IPNU IPPNU itu haruslah pintar dan cerdas, “Haram hukumnya kader IPNU IPPNU itu tidak cerdas” tegasnya saat talkshow

Dipenghujung acara, dalam rangka memeriahkan harlah, diadakan potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Agung Tri Yudha Nugroho selaku ketua IPNU kecamatan Ngunut menyatakan bahwa tumpeng merupakan simbol terimakasih dan bentuknya yang menggunung merupakan harapan yang tinggi agar ke depan IPNU-IPPNU menjadi organisasi yang lebih baik lagi.

Semoga kegiatan ini menambah ghiroh kita dalam melaksanakan kredo pengabdian IPNU-IPPNU, yaitu Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa” harapnya. (iqbal)

lintasjatim.com, Malang- Momentum hari pers nasional pada tanggal 9 Februari tak disia-siakan oleh pengurus Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Jawa Timur. Bertempat di kawasan Batu, Malang, para pengurus LTN melakukan evaluasi kinerja melalui rapat pleno.

kepengurusan kita tinggal beberapa bulan ke depan, untuk itu kita harus melakukan evaluasi untuk memperbaiki dan memperbarui kinerja agar lebih maksimal ke depannya” terang Ahmad Najib selaku ketua LTN NU Jatim di sela sambutan.

Pria yang akrab di sapa Gus Najib ini juga menambahkan, bahwa selama ini program lembaga yang dimpimpinya, walaupun sukses, terlahir dari pemikiran yang sporadis dan kun fa yakun. Untuk itu, ia mengingatkan agar ke depan ditata lebih baik dan sistematis lagi.

Pada kesempatan yang sama, Sururi Arumbani, sebagai wakil ketua menegaskan bahwa, ke depan LTN NU Jatim harus mampu melahirkan program kerja yang lebih menekankan asas prioritas, sinergitas dan paling penting bisa membekas.

Pada rapat pleno kali ini, banyak ide-ide segar yang akan segera mewarnai program kerja LTN NU Jatim tahun 2018 ini. Adapun unit kerja yang telah ada, semisal cangkir 9, amal jariyah buku, asbitNU, LTN Pustaka dan halaqa.net akan mendapat perlakuan lebih serius untuk memaksimalkan performa lembaga NU yang khusus menangani literasi, diksusi dan kepustakaan ini ke depan. (eka)

Oleh

Rizza Ali Faizin

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo

Sungguh menarik jika mencermati dinamika politik penyelenggaraan pemilu, karena memerlukan sikap kehati-hatian dan penuh dedikasi. Setiap manuver politik yang dilakukan dalam bentuk kegiatan ataupun kebijakan akan menjadi rujukan yang mempunyai implikasi lansung pada dinamika politik yang ada.

Sebagaimana keputusan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidoarjo baru-baru ini yang menuntut mundur anggota Panwascam dan Pengawas Lapangan yang tercatat dan terlibat aktif dalam kepengurusan ormas baik yang berbadan hukum, atau tidak. Tentu, kebijakan ini perlu dikritisi baik secara politik etis ataupun secara normatif, yaitu melalui regulasi perundang-undangan.

Kalau tujuan dari dikeluarkannnya kebijakan tersebut dalam rangka menerjemahkan dan menindak lanjuti surat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim, maka hal ini dapat diprediksi sebagai pelanggaran terhadap undang-undang yang hirarkisnya lebih tinggi. Karena hal ini tidak pernah diatur dalam sistem perundang-undangan yang ada tentang tata aturan penyelenggaraan pemilu. Artinya bahwa, kebijakan sembrono itu statusnya malah menambah atau mengurangi Undang-Undang, yang sama halnya juga melanggar hukum.

Beda konteksnya jika tujuannya adalah inovasi panwaskab untuk netralitas penyelenggara pemilukada. Kalau tujuannya adalah netralitas seharusnya deklarasi atau pernyataan mundurnya bukan mundur dari ormas, namun deklarasi disertai komitmen yang sungguh-sungguh untuk mundur dari organisasi politik atau organisasi underbow parpol dan atau ormas yang berafiliasi dengan parpol tertentu. Begitu juga dengan netralitas penyelenggara dan memutus hubungan dengan perseorangan yang memiliki kepentingan politik. Seperti terlibat dalam tim sukses atau anggota legislatif, praktisi politik dan politisi yang memiliki kepentingan terhadap penyelenggaraan pemilu. Pemahaman seperti inilah yang perlu didudukkan lebih jernih agar semakin dipahami. Penyadaran ini penting karena, persoalan utamanya bukan sebegai azas profesional dan netralitas penyelenggara, namun juga proporsionalitas sebuah kebijakan.

Untuk diketahui, bahwa sistem perundang-undangan tentang pemilu yang berlaku hari ini, hanya sebatas panwaskab yang dituntut untuk mundur. Kecuali setelah revisi UU Pemilu 2017 yang bawaslu sudah berubah menjadi badan yang memiliki masa kerja 5 tahun, tentu peraturan ini berkonsekuensi pada pengebirian terhadap kader ormas yang memiliki masa bakti 8 tahun, yang karena kebijakan ini harus dituntut mundur karena menjadi penyelenggara yang masa berlakunya hanya 6 bulan. Hal ini, tentu tidak manusiawi jika benar-benar direalisasikan. Inilah yang kemudian patut dicurigai adanya indikasi bahwa panwaskab tidak netral dan patut dicurigai kalau mereka telah ditunggangi.

Jika tujuan primernya adalah inovasi, seharusnya inovasi tersebut bersentuhan langsung dengan tugas dan fungsi mereka sebagai pengawas, sekaligus memiliki dampak terhadap peningkatan kualitas pelaksaan pemilu dengan memberi pendidikan politik yang baik terhadap masyarakat seperti kampung percontohan anti money politic, atau kampung anti politik hitam (black campaign) dan kampung sadar demokrasi. Kecuali jika Panwaslu membuat kebijakan yang tidak mempertimbangkan nilai edukatif terhadap pendewasaan politik. Apakah memang seperti itu?

 

lintasjatim.com, Malang- Ada yang menarik saat Pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Universitas Islam Raden Rahmat Malang pagi tadi, selasa (30/01). Karena di sela-sela acara tersebut, disenandungkan sebuah gubahan lagu yang berjudul IPNU Untuk Bangsa yang diciptakan sendiri oleh anggota IPNU Kecamatan Pujon. Sontak acara yang resmi tersebut menjaid lebih meriah dan menghhibur. Selain penampilan musik, juga dipertunjukkan kelincahan pencak silat yang dilakukan oleh kader IPPNU kampus yang masih berusia empat tahun tersebut.

Acara pelantikan tersebut, dihadiri langsung oleh Rektor Hasan Abadi, Pembantu Rektor Yusuf Azwar Annas, sekaligus Pembina PKPT IPNU-IPPNU semisal Ridwan, Agus Salim dan lain-lain. kegiatan yang juga diisi dengan seminar ini, didatangi juga oleh Winarto Eka Wahyudi selaku pengurus wilayah IPNU Jawa Timur yang juga didapuk sebagai narasumber tunggal seminar.

Dalam keterangannya saat seminar, Eka menyatakan bahwa IPNU-IPPNU harus Mempunyai Semangat Literasi, "Zaman now sangat banyak informasi tidak bertanggung jawab (hoax, red) beredar di media online, maka dari itu kita sebagai kader NU harus mampu berperang dalam literasi digital yang kian marak." Ujar Eka yang juga seorang dosen muda tersebut.

Dalam pelantikan yang di gelar bersamaan dengan seminar tentang kader NU zaman now di Aula KH. Moch Said Unira Malang ini, Eka sangat berharap kepada kader-kader NU di Unira untuk setia kepada IPNU dan IPPNU. "Temukan 'passion' kalian disini!" tegasnya.

Ia berpesan pada peserta seminar untuk terus memperkuat ideologi, mengasah kemampuan literasi, meneguhkan militansi serta tanggap pada isu-isu kekinian. “Kuncinya Cuma satu, harus inovatif. Kalau tidak, siap-siap ditinggalkan oleh kalangan pelajar dan pemuda saat ini!” pesannya mengakhiri acara. (Dena)

Ada saja ulah dari PAC IPNU IPPNU Babat. Demi membuat organisasi menarik, DKAC CBP-KPP Babat mengadakan jelajah medan sebagai tolak ukur loyalitas calon peserta pra-diklatama. Kegiatan ini, selain untuk mempersiapkan para calon peserta pelatihan kepanduan yang ada di dalam IPNU-IPPNU, juga dalam rangka menyambut momen harlah NU ke 92. Sehingga, tak heran animo dan antusias para kader sangat tinggi dlaam kegiatan ini. Tercatat sebanyak 44 Kader Dewan Koordinasi Anak Cabang Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) Babat mengikuti acara ini. Sejauh 6 km jarak yang ditempuh oleh para peserta, Dimulai dari Balai Desa Bulumargi menuju Dusun Awar-Awar dan perjalanan berakhir di Balai Desa Bulumargi pula, Minggu (28/01).

"Calon Peserta Diklatama ini adalah kader militan yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan Nahdlatul Ulama' di masa datang”, Aan Andri Ardiyansah selaku Ketua PAC IPNU Babat pada sambutan pembukaan acara. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini di lain sisi juga untuk wadah pelajar NU yang mendidik dan melatih di bidang kedisiplinan, keamanan, kecintaalaman, dan peduli kemanusiaan.

Kegiatan Pra Diklatama ini, di hadiri oleh jajaran dari DKC CBP KPP Babat yang juga turut mendidik dan mendampingi calon peserta diklatama, agar nantinya ketika sudah menjadi komandan CBP KPP mereka semua sudah sikap, tanggap dan selalu siap ketika di butuhkan di lembaga maupun di barisan terdepan nahdlatul ulama.

"Dan syukur Alhamdulillah, peserta pra diklatama ini tingkat antusiasme nya sangat tinggi. Melihat dari perjalanan dari awal hingga akhir, semangat mereka tidak berkurang. Saya harapkan untuk seluruh peserta, antusias nya bukan hanya di pra diklatama saja, melainkan juga saat diklatama yang insyaallah dilaksanakan bulan Februari mendatang." Ujar Komandan Izzarotul Anifah yang disampaikan kepada tim redaksi. (ek)

 

lintasjatim.com, Bojonegoro- Memasuki tahun politik 2018, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) turut merespon melalui semangat edukatif. Dengan merangkul semua jajaran dibawahnya, yakni Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT), IPNU-IPPNU Bojonegoro menyelenggarakan Rapat Pimpinan Cabang III yang diselingi dengan sosialisasi pemilihan umum dengan segmentasi pemilih pemula di Aula PCNU Bojonegoro pada hari sabtu (26/01). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang secara administratif telah tercata secara saht sebagai seorang pemilih.

Abidin, selaku Ketua PC IPNU Bojonegoro  menyampaikan bahwa momentum Rapimcab III ini sengaja dirangkai dengan Soasialisasi pemilih pemula dengan harapan para pelajar, santri, mahasiswa dapat menjadi pemilih yang cerdas, tanpa ada paksaan dan intervensi dari pihak manapun. “Kami ingin, para kader-kader IPNU-IPPNU punya pandangan yang mandiri dan cerdas dalam melihat sekaligus menyikapi momentum pemilihan umum ini” terangnya saat dimintai keterangan lintasjatim.com

Acara ini, terselenggara atas kerjasama dengan KPU dan PANWASLU Bojonegoro. Dalam keterangannya saat sosialisasi, KPU menyampaikan bahwa pemilu  merupakan pilar utama dalam demokrasi. Untuk itu, baik IPNU dan IPPNU, harus ikut andil dalam menyukseskan pesta demokrasi. Senada dengan itu, Panwaslu menyatakan bahwa IPNU-IPPNU dapat mengambil peran dalam membantu melakukan pengawasan secara parsipatip agar pesta demokrasi yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, jujur dan adil.

 Turut hadir dan memberikan apresiasi pada saat itu, yakni M. Misbahul Munir selaku Majlis Alumni IPNU Bojonegoro. Misbah menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat tepat karena bersamaan dengan tahun politik di lokal kabupaten Bojonegoro. “ Perlu ada pembekalan bagi pelajar sebagai pemilih pemula untuk menjadi pemilih yang cerdas” ungkap mantan ketua IPNU periode 2012-2014 tersebut.

Adapun agenda utamanya, yaitu Rapimcab diselenggarakan untuk memperkuat tali silaturrahim antara ketua PAC dan PKPT IPNU IPPNU se Kabupaten  Bojonegoro.  Dalam acara ini setiap anak cabang dan komisariat melaporkan progress report-nya masing-masing. Selain itu juga mempersiapkan utk peringatan Harlah ipnu 64 dan ippnu 63 yang jatuh pada bulan depan. (Ek)

Lintasjatim.com, Lamongan- Dewasa ini gempuran arus informasi digital kian tak terbendung. Kenyataan ini semakin menemukan momentumnya seiring dengan akses internet yang begitu mudah. Tak jarang karena ketersediaan informasi yang menyerang nyaris tanpa perlawanan, menjadikan pengguna internet banyak yang menyalahgunakan media sosial, salah satunya sebagai ajang provokasi untuk menyulut ketegangan sosial.

Merasakan realitas ini, maka Himpuna Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Lamongan menyelenggarakan seminar yang bertajuk "Tantangan Pendidikan Islam di Era Cyber Culture" pada hari selasa, (9/1).

Mukhlisin selaku ketua HIMA prodi PAI menyatakan dalam sambutannya, bahwa seminar ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada mahasiswa semester awal untuk lebih peka terhadap tantangan zaman. "mahasiswa zaman now, harus responsif terhadap budaya digital, apalagi sebagai calon guru" terangnya dalam sambutan.

Turut hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut, yaitu Dr. fathurrahman selaku Dewan Pendidikan Kabupaten Lamongan, serta Winarto Eka Wahyudi selaku Dosen di Fakultas Agama Islam Unisla. Fathurrahman dalam keterangannya menyatakan bahwa saat ini perubahan sosial begitu drastis akibat dari kemajuan teknologi. Calon pendidik harus mampu mengatasinya agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal. "Dalam menghadapi era digital, guru harus tetap hadir memberikan pendampingan dan pengarahan, agar siswa tidak kehilangan karakternya yang baik", ungkapnya.

Sementara itu, Eka dalam keterangannya menegaskan bahwa untuk menghadapi era cyber culture, guru setidaknya harus mampu memenuhi konsep 3A, yaitu Android, Akun dan Akses. Menurut kandidat doktor Unisma ini, hal itu dilatarbelakngi agar guru tidak kalah pintar dengan murid dalam mengoperasionalkan perangkat smartphone. "di era digital ini, guru harus mampu menjadikan handphone sebagai sumber pembelajaran dalam mendukung proses pengajaran", imbuhnya saat memberikan materi seminar.

Acara yang diselenggarakan di Aula gedung FAI ini kian meriah karena selain dihadiri oleh Wakil dekan, dan jajaran Ketua Prodi, juga dihadiri oleh ratusan mahasiswa Unisla, bahkan turut hadir pula mahasiwa di darikampus luar, seperi UNISDA, STAIN Kediri dan IAI Tarbiyatu Tholabah. (Naim)

lintasjatim.com - Babat, Ada-ada saja yang dilakukan agar organisasi diminati dan menjadi daya tarik  bagi generasi muda, terutama kalangan pelajar. Sebagaimana  dilakukan oleh Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama' (IPPNU) Babat, Lamongan. Para pengurusnya, menutup akhir tahun dengan mengadakan kegiatan yang diberi tajuk Kampoeng Pelajar Nahdlatul Ulama'  (KPNU). Kegiatan ini diselenggarakan setiap setahun sekali, dan tahun ini merupakan tahun keempat. Acara yang dikemas dengan kemah pelajar ini diikuti oleh anggota IPNU-IPPNU se-Anak Cabang Babat.

Dilaksanakan selama tiga hari (23-25/12) di Lapangan Desa Moropelang, kegatan ini terbilang sangat meriah karena diikuti oleh seluruh Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat se-Anak Cabang Babat dengan jumlah peserta kurang lebih 400 santri dan pelajar.

Dengan mengusung tema Wujudkan Kebersamaan Pelajar NU Babat Dengan Semangat Kreativitas dan Sportivitas, acara tahunan ini diisi dengan beragam kegiatan yang dikemas dengan kompetisi. Abid Aziz selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa kegiatan ini terdiri dari bermacam-macam perlombaan seperti Futsal, Voli, Mars IPNU IPPNU dan Syubbanul Wathon, Cerdas Cermat, Sholawat Al-Banjari dan Memasak. “Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memilih kader terbaik menjadi Duta Pelajar NU Babat,” imbuhnya saat ditemui  di sela-sela acara.

Adapun untuk penjurian, PAC IPNU IPPNU Babat sengaja mendatangkan juri di luar wilayah Babat agar terhindar dari pemihakan dan ketidak netralan. “Juri untuk tahun ini kami ambil dari para ahli dibidangnya masing-masing, baik dari Gresik, Bojonegoro dan beberapa dari Babat” terang Aan selaku Ketua PAC IPNU Babat.

Pada kesempatan tersebut Aan juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan Kampoeng Pelajar Nahdlatul Ulama' ini, diharapkan para kader di kawasan Babat lebih kreatif, inovatif, dan semakin mudah mengembangkan potensinya diberbagai bidang, baik bidang seni maupun olahraga, dengan tujuan agar bisa menjadi kader yang mempunyai kualitas bagus dalam berkhidmat untuk Nahdlatul Ulama.

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Darmuji selaku Ketua Satpol PP kecamatan Babat yang mewakili Camat Babat dan dihadiri Pengurus PC IPNU IPPNU Babat, Kepala Desa Moropelang, dan segenap tamu undangan.

" Dengan adanya kegiatan ini, semoga dari para kader IPNU IPPNU Babat dapat menjadi kader yang Kreatif dan Sportif dan dalam waktu 5-10 tahun mendatang saya berharap kader IPNU IPPNU Babat mengharumkan nama Babat bukan hanya dikanca Kabupaten ataupun Provinsi, melainkan dikanca Nasional Bahkan Internasional." Ujar Darmuji saat pembukaan Acara. (Aan)

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

Siapa calon Gubernur Jatim Favoritmu?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:
4495549
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
2829
5757
43002
4319697
183447
4495549
Your IP: 54.90.119.59
2018-02-25 11:22