Choirudin

Choirudin


Downloade eller læse Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930

Læs bogen hent Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 epub på dansk






File Name: Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930
Total Downloads: 848
Formats: djvu | pdf | epub | kindle
Rated: 8.3/10 (91 votes)



DOWNLOAD Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930



































































Get Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 azw Gemeinsame Geschichte? Slaine / Hc04. Tara Stochastic World av Stepanov, Sergey S. Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 kf8 downloade downloade Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 in PDF købe Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 PDF downloade gratis Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 PDF downloade Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 kf8 downloade downloade Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 pdf downloade
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

lintasjatim.com, Sidoarjo - Menjelang Konferensi Ranting, Pelajar NU Sukorejo Buduran Sidoarjo menggelar lomba cerdas cermat se Kecamatan Buduran, Ahad 10 Desember 2017, di Masjid Nur Hidayah Sukorejo Buduran Sidoarjo.

Acara tersebut diikuti oleh 8 Ranting, cerdas cermat ini merupakan yang pertama kalinya digelar. Dengan harapan selain cerdas, pelajar NU cermat dalam melihat isu regional maupun internasional.

Ada beberapa bidang soal yang dilombakan diantaranya, Fiqih, Tajwid, Alqur'an, ke-NU-an, Tarikh, Aswaja, ke-IPNU IPPNU-an, Pancasila dan Sejarah Kebangsaan.

Peserta cerdas cermat yang terdiri dari tiga orang masing-masing group tersebut terlihat antusias dalam beradu kecerdasan, karena durasi waktu yang diberikan untuk 49 soal masing-masing soal peserta harus menjawab dalam waktu 10 detik.

Dari 8 peserta yang mengikuti penyisihan, diambil 5 peserta untuk mengikuti babak selanjutnya dan memperebutkan juara Satu, Dua dan Tiga.

Ketua PAC IPNU Buduran Mega Fitria Nirwanwa berharap, kader IPNU-IPPNU Buduran kedepan lebih cerdas dan percaya diri serta cerdas dalam menyikapi berbagai polemik di Negeri ini.

"Kedepannya lomba cerdas cermat ini dapat ditingkatkan lagi," ujar Mega Fitria Nirwanwa.

lintasjatim.com, Sidoarjo - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo pada Ahad, 10 Desember 2017 menggelar acara Pemasangan Tiang Pancang Pertama pengembangan gedung UNU Sidoarjo. Acara tersebut dilaksanakan di atas tanah seluas 6 Hektar di Jalan Lingkar Timur Kilo Meter 55, komplek pergudangan Safe n Lock, Desa Rangka Kidul, Sidoarjo.

Ketua PWNU Jawa Timur KH. Hasan Mutawakkil Alallah yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, perguruan tinggi NU memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak anak bangsa berkualitas. Selain itu juga memikul amanah para ulama dan jamiyah NU, sehingga civitasnya dituntut menjaga karakter pendidikan tinggi dan ke-NU-an secara bersamaan. Keberhasilannya, lanjut Mutawakkil, terletak pada meningkatnya jumlah mahasiswa baru.

"Kalau anak-anak muda Sidoarjo lebih banyak masuk ke Unusida (nama lain UNU Sidoarjo) daripada Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) berarti sukses," katanya. Ia juga berpesan kepada UNU Sidoarjo untuk mengelola kampus secara transparan dan akuntabel. Selain itu jangan sampai ada konflik internal kampus maupun organisasi induknya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Indonesia Bersatu M. Nuh yang juga hadir menegaskan, sebelum 100 tahun usia NU, UNU Sidoarjo harus berdiri sesuai dengan yang direncanakan. Ia pun menjelaskan bahwa universitas merupakan salah satu lembaga untuk menjaga organisasi agar tidak defisit kader. Fungsinya selain mencetak generasi ilmiah, juga untuk mencetak kader yang mampu berinovasi dan beradaptasi dengan zaman.

Menurut Nuh tujuan itu bukan hanya untuk NU saja melainkan untuk bangsa dan negara. "Pak polisi, pak tentara kalau urusan NKRI, NU ndak usah dipikir. Sudah 1000% karatnya," pungkas Nuh.

Lahan seluas 6 Hektar tersebut rencananya tidak untuk pembangunan universitas saja, tetapi ada rumah sakit, perkantoran, dan bisnis center. Juga hadir dalam acara tersebut Bupati Sidoarjo Saiful Illah, Ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan, Forkopimda dan Forkopimka, pimpinan Banom NU, serta MWCNU sekabupaten Sidoarjo. (Choi/Stj)

lintasjatim.com, Sidoarjo - Terduga Teroris bernama Paripungdani berhasil dibekuk oleh Densus 88 pada Sabtu 09 Desember 2017, di depan SPBU Sumorame Candi, Sidoarjo.

Paripungdani merupakan warga asal Kenjeran Surabaya, namun diwilayah Tanggulangin bekerja sebagai penjual Roti basah dan kontrak diperumahan Asri Blok QQ No. 06, RT.01 RW.06 Desa Kalitengah, Tanggulangin Sidoarjo, keterangan yang didapat oleh lintasjatim di salah satu group Bela Negara.

Laki-laki berusia 44 tahun itu diamankan Densus 88 bermula saat Paripungdani berencana meledakkan Polsek Wonocolo Surabaya tahun 2015 lalu. Dari data yang dikantongi Densus, Paripungdani adalah jaringan JAS setelah JAT pecah.I a juga diduga merupakan penyupplay bahan kimia yang dikirim ke Poso.

Keterangan Polresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji membenarkan bahwa Paripungdani telah diamankan beserta barang bukti oleh Densus 88.

"Setelah diamankan, Paripungdani dibawa ke Polda Jatim," ujar Himawan.

Dengan ditangkapnya pelaku teror tersebut pihak keamanan dan juga kader Bela Negara menghimbau agar masyarakat giat deteksi dini terhadap ancaman pelaku teroris. (Choi/Stj).

lintasjatim.com, Surabaya - Setelah roadshow pembentukan jaringan Ombudsman dari beberapa kota di Jawa Timur Ombudsman perwakilan Jawa Timur kembali mengadakan tindak lanjut dengan berbagai macam jaringan Ombudsman se Jawa Timur, di Hotel Cleo Surabaya, Rabu 6 Desember 2017.

Pertemuan ini bertajuk Training of Trainer (TOT) dengan mekanisme perwakilan dari berbagai komunitas jaringan Ombudsman. Jaringan Ombudsman adalah kelompok masyarakat yang dibina oleh Ombudsman guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelayanan publik di wilayah masing-masing.

Kegiatan TOT ini tahap lanjutan dari program pencegahan Ombudsman perwakilan Jawa Timur guna menggenjot angka pelapor Maladministrasi di Jawa Timur.

Pada TOT kali ini peserta diberikan wawasan tentang prosedur dan mekanisme pelapor hingga role playing saat melakukan pelaporan. Vice Admira, Asisten Ombudsman Bidang Pencegahan Menjelaskan, TOT adalah lanjutan dari sosialisasi sebelumnya yang sudah digelar diberbagai kota.

"Jaringan Ombudsman adalah garda depan kami untuk menggerakan masyarakat untuk berani mengadu. TOT ini dilakukan tata cara, simulasi hingga permainan role playing guna memberikan pemahaman yang lebih tentang cara melapor," ujar Neng Vice, sapaan akrab koordinator divisi pencegahan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Timur.

Acara itu mengundang sekitar 50 delegasi dari komunitas perempuan, nelayan, difabel, akademisi, hingga santri.

"50 peserta ini adalah orang yang diseleksi di roadshow kami, melalui proses screening. Angka ini tahun depan akan ditambah seiring dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam melapor terkait maladministrasi," lanjut Vice.

Tahun depan Ombudsman Jawa Timur akan lebih gencar roadshow ke kota-kota dan membangun jaringan yang lebih luas. Ombudsman membuka diri kepada siapa saja apabila ada komunitas yang ingin dikunjungi Ombudsman.

"Langsung email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau via Whatsapp 081515015000. Pasti respon cepat selama jam kerja" pungkasnya. (Choi/ud)

lintasjatim.com, Mojokerto - Dalam pertahanan Bela Negara, Kolonel ARH. Eko Wibowo K, SE menyampaikan hakikat ancaman di wilayah kedaulatan NKRI kepada kader Bela Negara, pada Rabu 06 Desember 2017.

Baca Pula: Bakesbangpol Sidoarjo Cetak Kader Bela Negara Selama 3 Hari Diantara ancaman tersebut menurut pejabat perwakilan Kemenhan RI provinsi Jawa Timur itu menyebut sumber energi, air mineral dan bahan pangan di Indonesia banyak dikuasai oleh kelompok asing.

"Hampir seluruh wilayah Indonesia sumber energi sudah menjadi milik asing," papar Kolonel ARH. Eko Wibowo melalui slide materi yang disampaikannya.

Ancaman tersebut harus disikapi oleh kader Bela Negara untuk turut andil dalam memberikan pemikiran, tenaga maupun kecintaannya terhadap NKRI.

Sejauh ini beberapa langkah telah dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi berbagai ancaman kedaulatan tersebut. Upaya yang dapat dilakukan oleh kader Bela Negara dalam menjaga kedaulatan adalah mengkaji dan memahami serta menyampaikan apirasi kepada pihak terkait dengan bertujuan untuk memperjuangkan hajat kepentingan masyarakat banyak, baik saat ini maupun dimasa mendatang.

Selain ancaman sumber energi, air mineral dan sumber pangan, Indonesia juga mengalami ancaman serius diantaranya radikalisme, terorisme, komunis, kesenjangan sosial, narkoba, dan lain sebagainya.

lintasjatim.com, Surabaya - Ombudsman Republik Indonesia memberikan penghargaan penilaian kepatuhan kepada 22 Kementerian, 6 lembaga, 22 Provinsi, 45 pemerintah kota dan 107 Pemerintah Kabupaten pada periode Mei-Juli 2017 dalam acara penganugerahan predikat kepatuhan di Balai Kartini Jakarta.

Sementara itu ada 6 kabupaten/kota yang dilakukan survey kepatuhan oleh Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur. Dimana dari 6 kabupaten/kota tersebut hanya Kota Blitar yang mendapat Predikat Kepatuhan Tinggi (Zona Hijau) dengan nilai 80.4. Sementara yang mendapatkan predikat kepatuhan sedang (Zona Kuning) adalah Kota malang dengan nilai 60.29, Kabupaten Bojonegoro dengan nilai 57.77, Kabupaten Kediri dengan nilai 50.58. Sedangkan 2 kabupaten yang mendapat Predikat Kepatuhan Rendah (Zona Merah) adalah Kabupaten Tulungagung dengan nilai 41.92, dan Kabupaten Lumajang dengan nilai 22.04.

Predikat Kepatuhan diberikan kepada kabupaten/kota terhadap kualitas pelayanan publik yang dilakukannya sesuai dengan peraturan Perundang-undangan. Penilaian kepatuhan yang dilakukan Ombudsman RI menggunakan metode Trafic Light System sehingga jika tingkat kepatuhan tinggi masuk Zona hijau, kepatuhan sedang masuk Zona Kuning, kepatuhan rendah masuk Zona Merah.

“ini adalah komitmen kami untuk melakukan pengawasan pelayanan publik dengan mengukur tingkat kepatuhan beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur berdasarkan UU nomor 25 tahun 2009. Kedepan, kami berharap seluruh kabupaten/kota berlomba-lomba memperbaiki seluruh komponen dalam penialaian kepatuhan tersebut.” Terang Muflihul hadi, selaku Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur.

Ombudsman akan menyampaikan secara resmi hasil kepatuhan ini kepada Bupati/Walikota terkait dan Ombudsman berharap kabupaten/kota yg mendapatkan predikat kuning dan merah segera melakukan upaya korektif agar kedepannya mendapatkan predikat hijau (kepatuhan tinggi).

Ombudsman juga berharap Bupati/Walikota melakukan pembinaan kepada kepala OPD yang tidak segera memperbaiki kekurangan-kekurangan standar pelayanan publik sebagaimana diwajibkan didalam UU No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. (Choi/ud).

lintasjatim.com, Mojokerto - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL) Kabupaten Sidoarjo menggelar acara pelatihan kader Bela Negara, di Hotel PCP Trawas Mojokerto.

Acara yang dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 7 Desember 2017 tersebut diikuti oleh sekitar 100 orang peserta. Pelatihan itu merupakan Gerakan Nasional Bela Negara yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air pada masyarakat melalui kader Bela Negara.

Bupati Sidoarjo dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh sekretaris Bakesbangpol Sidoarjo, Mulyawan menjelaskan Negara bisa berdiri tegak dengan seluruh kekuatan masyarakat Indonesia.

Melalui pelatihan Bela Negara ini masyarakat diharapkan turut andil dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tujuan pelatihan Bela Negara ini adalah terbentuknya potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mempertahankan NKRI," jelas Mulyawan saat membacakan sambutan tertulis Bupati Sidoarjo.

Masih Mulyawan, Bangsa Indonesia memiliki puluhan ribu pulau dan ratusan suku budaya hal ini harus dijaga keberagamannya. Upaya pemerintah dalam mencetak kader Bela Negara itu dilakukan agar setiap warga negara Indonesia turut andil dalam menjaga keutuhan NKRI dari kelompok yang merong-rong keutuhannya.

Oleh karena itu sebagai bagian dari warga Indonesia yang baik nendaknya memiliki semangat untuk Bela negara demi tegaknya kedaulatan NKRI, pungkas Mulyawan.

lintasjatim.com, Sidoarjo - Merasa perlu memberi mata kuliah tambahan untuk mahasiswa, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo pada Ahad 03 Desember 2017 menggelar kuliah umum dengan mendatangkan praktisi dan pengamat ekonomi.

Bertempat di Aula kantor PCLP. Maarif Sidoarjo. Kuliah tersebut diikuti oleh 250 mahasiswa. Dekan FE Zulifah Cikmawati menjelaskan, kuliah umum merupakan agenda rutin fakultas yang dipimpinnya. Tujuannya agar mahasiswa memiliki wawasan tambahan langsung dari orang-orang yang berkompeten dibidangnya.

"Seperti biasanya, kayak tahun-tahun sebelumnya kita dalam 1 tahun 2 kali mengadakan kuliah umum untuk mahasiswa," jelas Zulifah saat ditanya lintasjatim.com.

Ia menambahkan, ada perbedaan pada kuliah umum kali ini. Jika tahun lalu mahasiswa hanya ditugaskan membuat laporan berupa rangkuman kuliah umum, kali ini mereka ditugaskan untuk membuat laporan berupa karya tulis ilmiah Opini standar media massa.

Harapannya, selain mereka memiliki keterampilan dalam penulisan di media massa, mereka juga disiapkan untuk menjadikan UNU Sidoarjo sebagai kampus literasi di Sidoarjo.

FE menghadirkan Joko Suyono, Ph.D yang merupakan praktisi ekspor impor di perusahaan internasional dan Hayat, S.Ap., M.Si dosen UNISMA dan penulis buku sebagai narasumber kegiatan tersebut. Mereka berdua masing-masing mengisi materi tentang proyeksi ekonomi 2018 dan kebijakan ekonomi publik.

lintasjatim.com, Sidoarjo - Dampak banjir yang terjadi di kecamatan Porong Sidoarjo mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat. Selain penyakit kulit, gatal-gatal, juga jalur Surabaya-Malang yang sempat terputus selama satu minggu.

Sejauh ini pihak BNPB dan pemerintah setempat sudah melakukan koordinasi untuk penanggulangan bencana. Selain itu masyarakat dan relawan tanggap bencana juga melakukan aksi peduli dengan mendirikan posko tanggap bencana.

Seperti yang dilakukan Indonesia Apv Club (IAC) Jatim, Sabtu 02 Desember 2017 telah memberikan bantuan untuk korban banjir yang paling utama berupa air bersih, dan air gelas mineral puluhan karton dan ratusan roti siap konsumsi. Bantuan tersebut diserahkan di posko relawan banjir dan diterima langsung oleh Chafid Al-Ayubi, petugas posko.

"Alhamdulillah hari ini bantuan kami terima dari IAC Jatim," kata yaqin salah satu relawan posko tanggap banjir.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian IAC Jatim terhadap korban bencana. Kedepannya IAC dapat memberikan bantuan untuk seluruh wilayah Jatim yang sedang mengalami musibah.

"Hari ini kita fokuskan untuk banjir di Porong dan Pacitan," ujar koordinator IAC Jatim Rizal Priyo Brimadi.

Diwaktu yang sama Yaqin menambahkan pihaknya khawatir jika paska banjir terjadi banyak nyamuk yang mengakibatkan penyakit demam berdarah (DBD). "Kami khawatir jika setelah banjir ini muncul persoalan baru yakni DBD," tutupnya.

lintasjatim.com, Sidoarjo - Curah hujan meningkat, dua Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo itu yakni, Tanggulangin dan Porong ditetapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi tanggap darurat.

Sebelumnya BPBD telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan pemerintah setempat. BPBD akan segera mendirikan posko peduli banjir.H ingga saat ini ketinggian air mencapai 30-50 cm, BPBD meningkatkan status menjadi tanggap darurat banjir di dua Kecamatan tersebut. Hal itu menjadi perhatian GP. Ansor Porong Sidoarjo untuk menggalang dana bantuan peduli banjir, tutur Chafid Al Ayubi, ketua Ansor yang baru terpilih itu saat dikonfirmasi melalui whatsapp pada Kamis 30 November 2017.

Chafid membentuk tim penggalang dana di posko center peduli banjir. Hari pertama penggalan dana Chafid berhasil mengumpulkan dana sebesar tujuh ratus ribu rupiah. Dana tersebut rencananya akan diserahkan langsung ke desa yang terisolisir banjir karena kebutuhan mendesak untuk korban, paparnya.

"Warga kesulitan untuk mencari MCK, air bersih. Selain itu warga mulai terkena penyakit kulit terutama di daerah Candi Pari, Wunut, dan Simo," pungkasnya.

Choirudin

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

3966954
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
406
13338
62866
3745558
157515
3966954
Your IP: 54.82.112.193
2017-12-15 00:41