admin

admin


Downloade eller læse Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930

Læs bogen hent Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 epub på dansk






File Name: Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930
Total Downloads: 848
Formats: djvu | pdf | epub | kindle
Rated: 8.3/10 (91 votes)



DOWNLOAD Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930



































































Get Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 azw Gemeinsame Geschichte? Slaine / Hc04. Tara Stochastic World av Stepanov, Sergey S. Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 kf8 downloade downloade Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 in PDF købe Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 PDF downloade gratis Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 PDF downloade Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 kf8 downloade downloade Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 pdf downloade
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

lintasjatim.com, Sidoarjo - Jutaan pil PCC yang disimpan di sebuah rumah kontrakan berhsail digerebek Satresnarkoba Polresta Sidoarjo, Jatim pada Rabu pagi 17 Januari 2017.

Rumah Imam Mukhlis (52) yang terletak di Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo tersebut sebelumnya sudah diduga sebagai tempat penyimpanan pil paracetamol, cafein, dan carisoprodol (PCC).

Melalui penelusuran tim Satresnarkoba Polresta Sidoarjo, Rabu 17 Januari 2018 dini hari, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji mengatakan, petugas menyita 5,3 juta pil PCC siap edar. Polisi juga menangkap seorang tersangka Imam Mukhlis.

Sebagai barang bukti (BB) Kombes Pol Himawan Bayu Aji menyita 5,3 juta butir pil PCC, oven dan berbagai alat untuk pengemasan, dan pil PCC siap edar.

"Kami masih melakukan rekapitulasi jumlah barang bukti sekaligus pendalaman terhadap tersangka," ujarnya kombespol Himawan.

Penggerebekan rumah penyimpanan pil PCC itu merupakan hasil penyelidikan dan tindak lanjut anggota Satreskoba Polresta Sidoarjo atas adanya laporan masyarakat setempat.

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, saat ini tempat kejadian perkara diamankan dan ditutup dengan garis polisi untuk dilanjutkan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita masih kembangkan apakah ada hubungannya dengan tempat lain atau tidak," pungkasnya.(stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wonoayu melaksanakan bimbingan teknis (BIMTEK) petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) Se-kecamatan Wonoayu untuk tahap pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar Pemilih Pemilihan kepala Daerah (PILKADA) Jawa Timur tahun 2018 di aula kantor kecamatan Wonoayu, Selasa 16 januari 2018.

PPDP terlihat memenuhi aula kantor Kecamatan Wonoayu pada jam 20.00 WIB sesuai undangan Bimtek nomor 09 / PPK-WNY / I / 2018. Sesuai dengan penyampaian materi PPK, Rifan salah satu anggota PPK Wonoayu mengaku pelaksanaan Bimtek berjalan lancar.

Pada pembukaan Bimtek ini, Ibnu Rusdi selaku divisi data PPK Wonoayu menghimbau kepada PPDP untuk segera melaksanakan tahapan Coklit di Desa, sehingga penyelenggara mendapatkan daftar Pemilih tepat sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomer 2 tahun 2017.

"Agar tidak terjadi kekeliruan mencoklid, kami menyampaikan materi yang disampaikan pada Bimtek yang kami terima dari KPUD Sidoarjo untuk penyelesaian daftar Pemilih Pilkada dengan baik," kata Rusdi diruang Bimtek. Materi Bimtek, disambut PPDP dengan khidmat. Terbukti saat diberikan sesi tanya jawab mereka sudah dapat menggambarkan temuan coklit nanti.

Melihat antusias penyelenggara pemilu tersebut, Syamsul Arifin sebagai ketua PPK Wonoayu dan selaku penduduk lama yang tinggal di Wonoayu dapat bernafas lega, pasalnya selain antusias mendengarkan materi Bimtek mereka juga sudah memahami kewilayahan Wonoayu.

"PPDP yang kita undang mereka sudah mengkontekskan materi yang disampaikan," ujarnya.

Bimtek tersebut berakhir pada pukul 23.10 WIB. Syamsul Arifin menutup penjelasannya pada Bimtek tahapan coklit. Ia menekankan bahwa Ujung tombak daftar Pemilih ada pada PPDP, maka harus dapat dipastikan Pemilih tercoklit semua. (Stj/coi).

lintasjatim.com, Magetan - Apel kebangsaan yang diikuti oleh 4.444 kader Ansor Banser Kabupaten Magetan dihadiri oleh ketua umum PP. GP. Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas dan juga Kasatkornas Banser H. Alfa Isnaeni.

Baca Pula: Apel Kebangsaan 4.444 Ansor Banser Siap Digelar, Berikut Persiapan Panitia

Apel yang dilaksanakan di alun-alun Magetan pada Minggu 14 Januari 2018 itu bertujuan merawat tradisi, mengawal NKRI menyejahterakan negeri, sebagaimana tema Apel.

Sebagian besar dari mereka berseragam loreng seperti militer. Namun ada juga yang mengenakan almamater Jas hijau khas Ansor. Sebelum apel di mulai kader Banser Magetan mempertunjukan atraksi kanuragan dan bela diri. Dilanjutkan membaca sholawat nariyah yang di ikuti oleh 4.444 anggota banser.

Dalam sambutannya Gus Wakid selaku ketua Ansor Magetan Menyampaikan "Dengan Jumlah peserta 4.444 banser ini, secara tidak langsung kita sudah membaca nariah sebnayak 4.444 dimana sholawat ini amalan dari syech nariyah sehingga beliau bisa mendapat karomah. Semoga dengan ini Apa yang menjadi cita-cita ansor magetan dapat tercapai," paparnya.

Ketua Umum PP. GP. Ansor Yaqut Cholil Qoumas memimpin langsung acara tersebut. Ia berpesan, untuk merawat tradisi dan menjaga NKRI kader Ansor Banser harus memiliki 4 karakter kader yaitu Kepemudaan, Keislaman, Kerakyatan dan Kebangsaan.

"Kita sebagai pemuda harus berislam ahlussunah waljamaah an-adliyyah yang berjiwa kerakyatan dan Cinta NKRI, tanpa membedakan dan memaksakan kehendak kita pada orang lain," pesan Gus Yaqut diacara itu.(stj/choi).

lintasjatim.com, Magetan - Pimpinan Cabang (PC) GP. Ansor Kabupaten Magetan akan menggelar apel kebangsaan di alun - alun Magetan pada Minggu 14 Januari 2018.

Sebanyak 4.444 kader Ansor-Banser akan memenuhi alun-alun Magetan. Oleh karena itu, panitia tengah merampungkan berbagai persiapan apel yang akan dilaksanakan besok pagi, tutur Aris salah satu panitia.

Gus Toev selaku ketua pelaksana, mengapresiasi kesiapan kader Ansor-Banser yang telah berkerja dengan penuh totalitas mempersiapkan Apel kebangsaan yang akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor  H. Yaqut Kholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Kasatkornas Banser, Alfa Isnaini.

“Terima kasih kepada sahabat-sahabat semuanya. Alhamdulillah semangat kita terus bangkit. Ini membuktikan bahwa kita semua adalah satu,” katanya.

Apel kebangsaan yang digelar GP Ansor Magetan merupakan pembuktian diri kader Ansor-Banser atas kecintaanya terhadap NKRI.

“Apel ini adalah inti dari semuanya. Ini Pembuktian kita. Kita akan membuat sejarah besar.  Apel ini adalah yang pertama kalinya diadakan GP Ansor Magetan,” tegas Gus Toev.

Sementara itu ketua PC GP Ansor Magetan sudah mengintruksikan seluruh Banser se-Magetan untuk hadir mengikuti Apel. ”Mari kita penuhi alun-alun ini dengan anggota Banser,” ujarnya.

Selain melakukan koordinasi, sejumlah anggota Banser yang akan bertugas juga tampak melakukan latihan. Tampak pula kelompok paduan suara juga tengah melakukan latihan dengan menyanyikan beberapa lagu khas NU.(Stj/choi)

lintasjatim.com, Surabaya - Pilkada Jawa Timur 2018 telah memasuki babak pertama setelah kontestan pilkada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim mendaftarkan diri ke KPU Provinsi Jawa Timur pada Rabu 10 Januari 2018 kemarin.

Dua nama pasangan Cagub dan Cawagub telah terdaftar diantaranya Khofifah Indar Parawansah - Emil Dardak dan Syaifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno. Kedua pasangan Cagub dan Cawagub tersebut diarak masing-masing pendukung menuju KPU Provinsi Jawa Timur.

Dalam arakan tersebut salah satu dari pendukung pasangan calon (Paslon) yaitu Khofifah - Emil mengenakan logo organisasi disalah satu pamflet yakni logo Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII). Melihat hal itu, salah satu pengurus PC PMII Surabaya menyayangkan keberadaan logo PMII menempel bersama foto paslon.

Sekretaris umum PC PMII Surabaya sakit hati melihat logo organisasi kebanggaannya itu diikutkan dalam foto paslon. Menurutnya pencatutan logo PMII tersebut akan menimbulkan perpecahan dan merusak harmonisasi dilingkungan pengurus organisasi PMII itu sendiri mengingat PMII sebagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang terdiri dari berbagai mahasiswa tidak boleh terlibat langsung dalam hal pilih memilih secara organisasi. Menurutnya, jika dukungan secara personal menurutnya tidak apa-apa.

"Paslon Khofifah - Emil telah melakukan pelanggaran upayah membentuk perpecahan didalam lingkungan pergerakan mahasiswa islam. Hal ini sangat tidak menyenangkan," ungkapnya melalui video yang diposting melalui instagram pmii_surabaya pada Kamis 11 Januari 2018.

Atas pencatutan logo PMII tersebut PC PMII Surabaya meminta kepada panwaslu Jatim untuk menunda verifikasi berkas calon tersebut. Dalam situs instagram (IG) pmii_surabaya tertulis "Kami ingin panwaslu Jatim menunda verifikasi berkas calon tersebut." (stj/chr).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Semambung Wonoayu Sidoarjo menggelar acara Istighotsah, Shalawat, Tahlil dan Kajian Aswaja An-Nahdliyyah (ISTAWA) di Musala Darur Abror Semambung Wonoayu pada Kamis 11 Januari 2018.

Acara tersebut dilaksanakan rutin tiap bulannya, bergiliran ditiap-tiap musala. Tiap pelaksanaan ISTAWA GP. Ansor Ranting Semambung melibatkan pengurus NU dan Tokoh masyarakat setempat guna menyambung silaturahim dan sinergitas GP. Ansor Semambung juga mengundang stik holder pemerintah Desa dalam hal ini kepala Desa Semambung.

Pada acara ISTAWA tersebut ketua NU Ranting Semambung menyampaikan agar NU dan Banom NU Ranting Semambung bijak dalam menghadapi tahun politik di 2018 ini. Asari menjelaskan dalam menghadapi tahun politik 2018 terutama pilkada 2018 kader NU harus bijak dan bisa menjaga kondusifitas dan harmonisasi ditengah-tengah masyarakat.

"Jangan sampai beda pilihan menjadikan perpecahan," jelasnya.

Sementara ketua GP. Ansor Ranting Semambung Sukron Amrulloh berharap kepada anggotanya untuk dekat dengan para kyai dan para ulama NU untuk mengikuti langkah langkah beliau dalam mengambil langkah. Karena, lanjut Sukron para kiai senantiasa mempunyai prinsip dalam bersikap seperti tawassut, tawasun, tasamuh dan i'tidal. (Stj/choi).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Taman, Sidoarjo masa khidmat 2017-2022 resmi dilantik pada Selasa Selasa 9 Januari 2018, di Gedung Anugerah Gusti Kompleks Pendidikan Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma'arif (YPM) Sepanjang. Pengurus MWCNU Taman dilantik oleh KH. M. Sholeh Qosim Katib Syuriyah PCNU Sidoarjo.

Nama-nama pengurus yang dilantik antara lain: KH. Isa Ansori, KH. Abdul Mun'im Sholeh Qosim, H. A. Farich, S.T, beserta jajaran Syuriah, Tanfiziyah serta Lembaga dan Lajnah MWCNU. Jajaran Syuriah masih diamanahkan kepada KH. Abdul Syakur Sanawi, H. Ali Imron, ketua Tanfidziyah.

Rais Syuriyah MWCNU Taman KH. Abdul Syakur Sanawi menuturkan pengurus yang baru dilantik dapat terus berjalan beriringan dalam mengemban tugas-tugas keumatan. Selain persoalan diniyah juga pelayan masyarakat.

“Kita berharap, kepengurusan ini nanti tidak hanya berkutat pada persoalan diniyah, namun hal lain juga perlu diperhatikan adalah pelayanan terhadap masyarakat khususnya warga Nahdliyin,” tutur pengasuh PP an-Nidzomiyah tersebut.

Sementara itu, KH. Maskun, ketua PCNU Sidoarjo berpesan kepada pengurus yang baru mengemban amanah tersebut mampu menjalankan rekonsiliasi, konsolidasi, dan fungsionalisasi baik dilingkungan masyarakat maupun di dunia maya sebagai media dakwah.

“Juga penting untuk bisa berjuang dalam mempertahankan ajaran ahlussunnah wal jamaah di dunia maya dalam mengembangkan dakwah,” pungkasnya.

lintasjatim.com, Sidoarjo - Konferensi ke VII Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Wonoayu digelar di aula Kecamatan Wonoayu, Minggu 07 Januari 2018 dengan mengusung tema Meningkatkan peran Fatayat dalam mencetak kader Nahdlatul Ulama untuk menjaga NKRI dan Aswaja.

Delapan tahun memimpin, Mustafidzah telah membentuk 17 ranting periode pertama dan 20 ranting Fatayat periode kedua dari 23 Desa di Wonoayu. Hal ini menjadi modal besar dalam mengembangkan potensi Fatayat kedepan. Karena menurutnya peninggalan yang paling berharga dalam sebuah organisasi adalah kader.

Acara empat tahunan PAC Fatayat itu akan menurumuskan garis besar kebijakan untuk periode selanjutnya dibawa kepemimpinan atau ketua yang terpilih. Selain 20 ranting yang ikut dalam konferensi Fatayat, hadir pula pada pembukaan konferensi Camat Wonoayu, ketua MWCNU dan Banom NU Wonoayu serta pengurus PC Fatayat NU Sidoarjo.

Dalam sambutannya ketua Fatayat yang akan Domisioner tersebut menjelaskan siapapun yang terpilih menjadi ketua nanti harus didukung bersama sebagai mandataris konferensi.

"Kesolidan ini menjadi penting untuk meningkatkan peran Fatayat dalam mencetak kader Nahdlatul Ulama untuk menjaga NKRI dan Aswaja. Semoga kedepan lebih baik lagi," kata Mustafidzah.

Sementara sebagai induk dari Fatayat NU, ketua MWCNU Wonoayu Arif Ja'far mengatakan bahwa tahun 2018 merupakan tahun politik. Ia menghimbau kepada kader-kader NU untuk tetap menyikapi momentum politik ini dengan bijak agar ukhuwah nahdliyah dapat terus terjaga.

"Tahun ini adalah tahun politik, oleh karena itu kami menghimbau agar pengurus Fatayat NU Wonoayu tidak terlibat dalam politik praktis. Andaikata ada yang mencalonkan dari kader Fatayat atau NU misalnya, agar dikomunikasikan secara baik untuk menjaga ukhuwah nahdliyah," tuturnya.

Konferensi merupakan langkah awal dalam proses suatu masa periodesasi. Pada kesempatan itu Pimpinan cabang Fatayat I'anatus Sholichah menghimbau siapapun ketua yang terpilih harus senantiasa didukung oleh seluruh anggota sebagai bentuk perwujudan demokrasi dan penerapan nilai-nilai NU. (Stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Rais Syuriyah MWCNU Wonoayu membaiat puluhan kader Diklat Kepemimpinan Dasar (DKD) Gerakan Pemuda Ansor Wonoayu, Sidoarjo di halaman MI Nurul Islam, Wonokalang Wonoayu pada Senin 25 Desember 2017.

DKD PAC GP. Ansor Wonoayu dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 23 sampai 25 Desember 2017. Puluhan peserta DKD penuh isak tangis saat naskah baiat dibacakan menjelang waktu subuh jam 03.30 WIB oleh KH. Ali Subakir, rais syuriyah MWCNU Wonoayu.

Baca pula: Pemuda Ansor Wonoayu Menggelar Diklat Selama 3 Hari di Wonokalang

Peserta DKD menangis karena teringat pendiri NU yaitu Hadrotus Syaikh Hasyim Asy'arie dan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Terlebih saat mencium bendera merah putih yang diiringi dengan lagu Syukur ciptaan Sayyid Husin Al Muthahar.

"Saya tersiak dan meneteskan air mata setelah dibaiat. Apalagi saat mencium bendera merah putih dan menyanyikan lagu Syukur," tutur Novan Andriansyah salah satu peserta DKD.

Lagu itu dilantunkan oleh seluruh peserta DKD dengan lyrik "Dari yakinku teguh, Hati ikhlasku penuh, Akan karuniamu. Tanah air pusaka, Indonesia merdeka. Syukur aku sembahkan, Kehadirat Mu Tuhan." lantunan peserta DKD.

Usai dibaiat, peserta DKD dinyatakan sah menjadi anggota Ansor dan Banser. Mereka dapat kembali berkhidmat diranting masing-masing dengan tugas utama yaitu menjaga aqidah ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyyah dan NKRI. (Stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pemuda Ansor dan Banser Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo menggelar Diklat Kepemimpinan Dasar (DKD) di MI Nurul Islam pada 23-25 Desember 2017. DKD tersebut dilaksanakan sebagai syarat penerimaan anggota Ansor maupun Banser.

Setelah mengikuti DKD, peserta dinyatakan sah menjadi anggota Ansor atau Banser serta berhak mendapatkan kartu tanda anggota (KTA). DKD merupakan pendidikan pertama bagi kader Ansor dan Banser dalam menjalankan tugasnya yakni mengawal Aswaja NU dan NKRI.

"Diklat ini sebagai syarat sah menjadi anggota Ansor dan Banser. Bagi yang lulus DKD akan mendapatkan KTA untuk identitas anggota," kata Choirudin Ketua PAC GP. Ansor Wonoayu saat dikonfirmasi lintasjatim.com, Rabu 27 Desember 2017.

Diklat yang diselenggarakan oleh PAC GP. Ansor kecamatan Wonoayu itu diikuti oleh 60 peserta dari berbagai wilayah di Sidoarjo yang telah lulus seleksi atau schreening.

Hadir pada pembukaan DKD, ketua PC GP. Ansor Sidoarjo Riza Ali Faizin menyematkan tanda peserta untuk di diklat. Ia mengatakan pemuda harus mempunyai karakter kerakyatan, keislaman, kepemudaan dan kebangsaan.

"Dengan empat karakter Ansor maupun Banser tersebut organisasi kita akan kokoh sampai kapanpun," tutur pria yang disapa Riza itu.

Selain instruktur dari Ansor Kabupaten Sidoarjo, Forkopimka Wonoayu juga memberikan materi kepada peserta DKD, dalam hal ini komandan Koramil 0816 Wonoayu dan Polsek Wonoayu untuk materi Banser Lalulintas (Balantas).

Ketua PAC GP. Ansor Wonoayu berharap setelah DKD, peserta menjadi kader militan dalam mengawal Aswaja NU dan NKRI.

Choirudin juga menjelaskan untuk menjadi militan, kadernya harus membunyai kedisiplinan yang tinggi. Selain disiplin Ansor dan Banser harus menjadi empat hal yaitu, kreator, mobilisator, dinamisator, stabilisator. Jika kader mempunyai empat hal tersebut maka Ansor dan Banser akan menjadi inspirator bagi pemuda dan masyarakat.

Ia menggambarkan seperti strategi sepak bola, "Dalam sepak bola tentunya ada yang menjadi pelatih, kapten, striker (penyerang) defender (pertahanan), gelandang dan juga kiper. Untuk mencapai tujuan, tidak mungkin pemain menjadi striker semuanya atau kiper semuanya," pungkasnya. (Stj).

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

4256790
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
2793
5727
47946
4081990
130299
4256790
Your IP: 54.82.29.141
2018-01-21 12:27