Pemuda Ansor Wonoayu Sidoarjo Menggelar Diklat Selama 3 Hari di Wonokalang

27 Dec 2017
816 times

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pemuda Ansor dan Banser Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo menggelar Diklat Kepemimpinan Dasar (DKD) di MI Nurul Islam pada 23-25 Desember 2017. DKD tersebut dilaksanakan sebagai syarat penerimaan anggota Ansor maupun Banser.

Setelah mengikuti DKD, peserta dinyatakan sah menjadi anggota Ansor atau Banser serta berhak mendapatkan kartu tanda anggota (KTA). DKD merupakan pendidikan pertama bagi kader Ansor dan Banser dalam menjalankan tugasnya yakni mengawal Aswaja NU dan NKRI.

"Diklat ini sebagai syarat sah menjadi anggota Ansor dan Banser. Bagi yang lulus DKD akan mendapatkan KTA untuk identitas anggota," kata Choirudin Ketua PAC GP. Ansor Wonoayu saat dikonfirmasi lintasjatim.com, Rabu 27 Desember 2017.

Diklat yang diselenggarakan oleh PAC GP. Ansor kecamatan Wonoayu itu diikuti oleh 60 peserta dari berbagai wilayah di Sidoarjo yang telah lulus seleksi atau schreening.

Hadir pada pembukaan DKD, ketua PC GP. Ansor Sidoarjo Riza Ali Faizin menyematkan tanda peserta untuk di diklat. Ia mengatakan pemuda harus mempunyai karakter kerakyatan, keislaman, kepemudaan dan kebangsaan.

"Dengan empat karakter Ansor maupun Banser tersebut organisasi kita akan kokoh sampai kapanpun," tutur pria yang disapa Riza itu.

Selain instruktur dari Ansor Kabupaten Sidoarjo, Forkopimka Wonoayu juga memberikan materi kepada peserta DKD, dalam hal ini komandan Koramil 0816 Wonoayu dan Polsek Wonoayu untuk materi Banser Lalulintas (Balantas).

Ketua PAC GP. Ansor Wonoayu berharap setelah DKD, peserta menjadi kader militan dalam mengawal Aswaja NU dan NKRI.

Choirudin juga menjelaskan untuk menjadi militan, kadernya harus membunyai kedisiplinan yang tinggi. Selain disiplin Ansor dan Banser harus menjadi empat hal yaitu, kreator, mobilisator, dinamisator, stabilisator. Jika kader mempunyai empat hal tersebut maka Ansor dan Banser akan menjadi inspirator bagi pemuda dan masyarakat.

Ia menggambarkan seperti strategi sepak bola, "Dalam sepak bola tentunya ada yang menjadi pelatih, kapten, striker (penyerang) defender (pertahanan), gelandang dan juga kiper. Untuk mencapai tujuan, tidak mungkin pemain menjadi striker semuanya atau kiper semuanya," pungkasnya. (Stj).

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

6712240
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
4119
6176
16709
6557474
123799
240713
6712240
Your IP: 54.90.109.231
2018-12-18 16:13

Follow Me

<iframesrc="https://www.facebook.com/plugins/page.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Flintasjatimcom%2F&tabs=timeline&width=340&height=500&small_header=false&adapt_container_width=true&hide_cover=false&show_facepile=true&appId=766623483475671"width="340"height="500"style="border:none;overflow:hidden"scrolling="no"frameborder="0"allowTransparency="true"allow="encrypted-media"></iframe>