Gus Halim Yang Saya Kenal

26 Oct 2019
617 times

Oleh:
Ali Anwar Mhd

Saya mengenal dan bertemu Gus Halim Iskandar sekitar akhir 2013, awal 2014. Sebelumnya, saya hanya pernah mendengar namanya. Tapi belum pernah bertemu.

Mengawali karir politiknya tahun 1999 menjadi ketua DPRD Jombang sampai 2009. Dua periode. Berlanjut menjadi pimpinan DPRD dan ketua DPRD Jawa Timur tahun 2009 sampai 2019.

Hari ini, Gus Halim ditunjuk menjadi salah satu menteri kabinet Indonesia maju. Menjadi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Sebelum menjadi politisi, Gus Halim adalah seorang pendidik. Dosen di IKAHA sekarang berkembang menjadi UNHASY. Guru di MAN Denanyar Jombang. Madrasah di lingkungan pesantren Kakeknya. Dan pernah menjadi Kepala SMK Sultan Agung Jombang.

Catatan di atas, sudah banyak sumber yang memberitakannya. Beberapa informasi lain dari Gus Halim Iskandar, yang saya tahu selama hampir enam tahun mengenalnya.

Pertama, Gus Halim sangat Egaliter dan pandai menempatkan diri. Kapan waktu serius, kapan waktu harus tidak serius. Tapi tidak jarang hal serius diselesaikan dengan tidak serius.

Saat jagongan ngobrol yang seperti diskusi, tidak jarang gelak tawa menyeruak ruangan. Menempatkan semua yang ada di ruang seolah tidak ada jarak. Sama, sejajar, tidak ada beda.

Juga, saat rapat seriuspun, selalu diawali dengan cerita-cerita lucu, yang melahirkan gelak tawa seluruh peserta rapat. Padahal rapat tersebut formal. Ketika suasana sudah cair, Gus Halim baru menyampaikan hal-hal serius. Itupun masih diselingi guyonan, caranya salah satu peserta rapat dijadikan sasaran guyonannya. Uniknya yang dijadikan sasaran ikut terpingkal-pingkal. Malah menikmati gojlokan tersebut.

Kedua, pemimpin yang tegas. Dalam hal prinsip sangat kuat. Kalau punya cita-cita untuk kebaikan terhadap suatu hal, misal cita-cita menuju ketertataan organisasi, harus dilakukan dengan serius. Jika tidak dilakukan dengan serius tidak segan-segan untuk mewarning menghentikan dari suatu peran.

Prinsip dan sikap tegas untuk menuju kebaikan organisasi. Namun jika suatu keinginan kuatnya sudah tersampaikan, lagi-lagi selingan guyon selalu diselipkan.

Ketiga, gemar bersilaturahim. Iya, Gus Halim selalu berkeliling. Disamping menjalankan tugas wajib, dilanjutkan konsolidasi sebagai tugas lain, juga melakukan silaturahim. Silaturahim terutama ke para Kiai dan sesepuh. Di Nganjuk hampir semua tempat, terutama kiai-kiai sepuh, kiai pesantren, dan pengurus NU sudah disowani. Bahkan ada yang berkali-kali. Jika dihubungi via telp oleh pengurus NU, selalu diangkat dan mengiyakan dari yang diminta atau yang diperintahkan.

Sekarang mendapat amanah baru sebagai pembantu presiden. Saya berkeyakinan, kepercayaan yang diperoleh, disebabkan hasil kerja keras dan kesungguhan dalam menjalani semua hal. Yang saya tahu, yang selalu disampaikan, apa yang dilakukan adalah mengabdi dan berjuang. Berkontribusi memberi manfaat dalam kehidupan. Kalau tidak berjuang, hidup ini mau mengapa? Ungkapnya dalam satu obrolan.

Semoga amanah dan membawa berkah untuk rakyat Indonesia. Menjadikan jabatan sebagai wasilah untuk melahirkan kemaslahatan kehidupan dunia maupun akhirat. Selamat bertugas Gus. Semoga panjang umur, selalu sehat.

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

13197099
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
14255
29130
132307
12829965
455765
621835
13197099
Your IP: 3.226.122.74
2020-02-21 15:57