Redaksi

Redaksi

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Website URL: http://www.lintasjatim.com Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lintasjatim.com, Madiun - Sejumlah peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 dari wilayah Kabupaten Madiun kedapatan membawa barang diduga jimat saat mengikuti ujian yang digelar di Asrama Haji, Kota Madiun.

Ketua Seksi Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kabupaten Madiun, Sri Diana Dewi Kusumaningrum mengatakan, barang itu ditemukan petugas saat melakukan penggeledahan para peserta sebelum masuk ke ruangan tes.

"Memang ada yang seperti. Itu ditemukan saat akan pelaksanaan 'computer assisted test' (CAT) CPNS Kabupaten Madiun," ujar Sri Diana saat dihubungi wartawan, Senin.

Berdasarkan pendataan, jumlah barang jimat yang ditemukan mencapai belasan. Barang itu berupa kayu, kertas bertuliskan rajah yang dilipat, kain putih, plastiik berisi kunir dan kedelai, hingga rambut.

Benda yang diduga jimat itu disimpan para peserta di kerah baju, sepatu, saku, dan ada juga yang diselipkan di baju.

Sri Diana Kusumaningrum menjelaskan, atas temuan itu, pihak panitia seleksi kemudian membuang barang-banrang tersebut karena di luar teknis.

Sejak awal panitia seleksi sudah mengingatkan peserta agar menitipkan benda berharga dan bawaannya ke tempat penitipan yang sudah disediakan panitia.

"Sudah kami sampaikan berulang-ulang di awal. Kalau pada saat pemeriksaan yang ketiga masih saja ditemukan, maka kami anggap itu barang tidak berharga," ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai dengan peraturan, peserta hanya diperbolehkan membawa pensil, kartu peserta, dan KTP. Namun, kenyataannya masih ada saja peserta yang membawa penghapus dan barang lainnnya, termasuk yang diduga jimat.

Secara teknis, ada tujuh tahapan yang dilalui peserta saat mengikuti SKD CPNS tahun 2018. Di antaranya, mulai dari registrasi, penitipan barang, pengecekan dan pemeriksaan badan dengan metal detektor, pengecekan "barcode" dan PIN, pengarahan panitia dari BKN, pelaksanaan ujian, serta hasil ujian.

"Tahapan-tahapan yang disiapkan oleh panitia seleksi tingkat nasional itu diharapkan bisa meningkatkan ketertiban dan kelancaran pelaksanaan tes CPNS," ungkapnya.

Adapun SKD CPNS 2018 terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, dan Tes Karakter Pribadi yang keseluruhan terdiri dari 100 soal dan harus diselesaikan dalam jangka waktu 90 menit.

Sesuai data, tes SKD CPNS 2018 di Asrama Haji Kota Madiun diikuti oleh enam kota/kabupaten wilayah eks-Keresidenan Madiun. Yakni peserta dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. SKD tersebut digelar secara bertahap dari tiap-tiap daerah, yang berlangsung sejak tanggal 26 Oktober hingga 17 November 2018.

Source: antarajatim.com

Lintasjatim.com, Sumenep - Syaiful (20), warga Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, korban meninggal di air terjun Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, ternyata sempat memposting kalimat-kalimat tentang kematian di akun facebooknya, sehari sebelum kepergiannya.

"Setelah kematian maka pertanggung jawaban apa yang kita perjuangkan,"
#KAUM_SARUNGAN
#KAMI_TELAHBANGKIT


Itu merupakan postingan terakhir Syaiful di akun facebook nya, sehari sebelum ia meninggal dunia.

Kader PMII Sumenep ini meninggal akibat tenggelam di wisata Air Terjun Dusun Lenteng, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep.

Syaiful juga menuliskan status di bagian bawah profil foto akun medsosnya, bertuliskan, 'Mati merupakan pilihan terhormat, manakala hidup hanya menjadi sampah peradaban'

Bagi teman-teman korban, postingan-postingan tersebut seakan menjadi sebuah firasat kepergian untuk selama-lamanya.

"Saya juga heran melihat postingan Syaiful, kok semua bertema kematian. Ternyata mungkin itu firasat. Saya benar-benar merasa kehilangan," kata Alfin, teman karib korban di Pondok Pesantren Aqidah Asymuni.

Peristiwa tragis itu berawal ketika korban bersama teman-temannya, para mahasiswa baru STITA Usymuni Sumenep yang tergabung dalam PMII, menggelar kegiatan 'follow up' Mapaba di Desa Basoka. Kegiatan itu diisi dengan tahlil dan diskusi.

Usai kegiatan, sebagian mahasiswa mampir ke lokasi air terjun Basoka. Sedangkan korban bersama 6 orang temannya mandi di sungai/ air terjun itu.

Saat mandi di air terjun itu, ditunggu selama 15 menit, korban tidak muncul ke permukaan. Teman-temannya mulai panik dan minta pertolongan ke warga sekitar.

Pencarian pun dilakukan bersama warga di sekitar lokasi. Tak berselang lama, korban ditemukan di dalam air dengan kedalaman sekitar 4 meter dalam kondisi meninggal dunia.

Source: beritajatim.com

Lintasjatim.com, Jember - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Rabu (31/10/2018) malam, menguak fakta bahwa Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sri Wahyuniati memiliki dua lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

Dua KTP elektronik itu dipajang sebagai salah satu barang bukti saat jumpa pers di halaman Markas Polres Jember, Jumat (2/11/2018). Keterangan dalam dua KTP tersebut sama. Nomor Induk Kependudukannya pun sama,  yakni 3509194906720010. Namun tanggal pembuatannya berbeda, yakni 31 Agustus 2017 dan 5 Februari 2018.

Dua KTP Wahyuniati disita bersama 128 KTP baru, 25 map berisi fotokopi dokumen adminduk, 37 kartu keluarga baru, tiga kartu identitas anak baru, delapan akta kelahiran baru, dua surat pindah baru, tiga buku catatan rekap KTP, KK, dan akta kelahiran, dan 87 berkas fotokopi persyaratan pembuatan adminduk.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember Sri Wahyuniati resmi ditetapkan menjadi tersangka pungutan liar pengurusan KTP elektronik dan berkas administrasi kependudukan lainnya oleh polisi.

Selain Wahyuniati, polisi juga menetapkan Abdul Kadar, aktivis Relawan Noeb (No Eks Birokrasi), sebuah kelompok relawan yang menolak birokrat menjadi bupati saat Pemilihan Kepala Daerah Jember 2015. Wahyuniati ditahan di sel Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur. Sementara Kadar dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 A.

Kadar mengenakan biaya tambahan Rp 100 ribu untuk pengurusan KTP elektronik, Rp 100 ribu untuk pengurusan kartu keluarga (KK), Rp 100 ribu untuk akta kelahiran, dan Rp 25 ribu untuk pengurusan Kartu Identitas Anak. Biaya tambahan ini mempercepat proses pengurusan administrasi kependudukan sehari jadi.

Jumlah tersangka bisa bertambah. "Kalau ada kolusi dengan yang lain, ada penikmat, dan ada yang mempermudah, tidak menutup kemungkinan ada tersangka tambahan," kata Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, Jumat (2/11/2018).

Source: beritajatim.com

 

Lintasjatim.com, Surabaya - Kehadiran Capres nomor urut 2 pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto, benar-benar menjadi magnet tersendiri bagi para peziarah dan jamaah Sholat Jumat di kawasan Ampel, Jumat (2/11/2018).

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Soepriyatno mengungkapkan bahwa alasan di balik kunjungan Prabowo Subianto untuk berziarah di makam Sunan Ampel ini adalah berawal dari amanah para kiai.

"Amanah dan saran dari Ra Cholil dan Kiai Nawawi Jalil agar berziarah ke makam Sunan Ampel serta berkunjung ke pondok-pondok pesantren di Jawa Timur," ujar Soepriyatno.

"Selain itu, juga Pak Prabowo sendiri sudah lama sekali ingin berziarah ke makam Sunan Ampel," tambah anggota DPR RI ini.

Lebih lanjut, Soepriyatno mengungkapkan jika agenda Prabowo Subianto di Surabaya hanya untul berziarah dan salat Jumat di Masjid Agung Ampel saja.

"Setelah ini langsung kembali ke Jakarta. Karena sudah 10 hari total Pak Prabowo berkeliling. Tiga harinya kan di Jawa Timur," pungkasnya.

Sebagai informasi, sambutan yang diberikan masyarakat Surabaya kepada Prabowo Subianto semakin luar biasa setelah salat Jumat usai.

Ribuan jamaah berebutan untuk bisa bersalaman dengan Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu. Pekik "Prabowo Presiden!" serta "Nomor 2 Menang!" terdengar bersahutan terus menerus.[ifw/but]

Source: beritajatim.com

 

Lintasjatim.com, Surabaya – Baru kali pertama, puncak santri of the year 2018 di gelar di Surabaya. Sebelumnya 2016 dan 2017 di gelar di Ibukota Jakarta. Dalam sambutannya Direktur Islam Nusantara Center (INC), Ginanjar Sabana menegaskan dipilihnya Surabaya sebagai kegiatan ke tiga kalinya ini karena sejarah besar kota Pahlawan ini.

"Jika Jakarta wajah kemerdekaan Indonesia, maka Surabaya rahim kemerdekaannya. Jika tidak ada santri dan Surabaya sebagai medan tempur, rasanya mustahil meraih kemerdekaan. Surabaya kota ilmu, santri dan kota kepahlawanan,” kata Ginanjar Sabana dalam sambutannya (29/10) di gedung spot center UIN Sunan Ampel Surabaya.

Santri of The Year ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center. Ini merupakan salah satu ikhtiar dan berkhidmah kepada pesantren para kiai serta santri. “Kami berusaha memberikan apresiasi kepada peran santri yang ternyata mereka bisa berkiprah di banyak bidang, santri tidak hanya pelajar atau pengajar di dunia pesantren, santri itu multitalenta seperti seni, budaya, negara, politik dan wirausaha,” terangnya.

Artinya santri dari dulu punya peran yang tidak bisa dipisahkan untuk kemajuan keberlangsungan dan berbangsa dan bernegara di indonesia.

Untuk memperluas nominasinya pada tahun depan, ada keinginan mengarah ke sana. Misalnya peran santri di dunia internasional. “Semoga kedepan tetap diberikan istiqomah dari tahun ke tahun,” kata dosen Universitas NU Indonesia ini.

Tentu yang menilai bukan Islam Nusantara Center, tapi netizen. Pertama unsur penilain adalah peran dan kontribusi mereka kepada masyarakat dalam bidang tertentu. Setelah itu polling terbuka di media sosial dan internet. “Dari sinilah netizen memilihnya, dari suara terbanyak akan ditetapkan sebagai nominator dan ditetapkan sebagai santri of the year di bidangnya masing-masing pada puncak peanugerahan,” lanjutnya.

Santri of The Year 2018 ini dimaksudkan untuk, menemukan dan menampilkan Tokoh/Figur santri yang telah memberikan sumbangsih prestasi mereka dalam bentuk gagasan inovatif. Sekaligus kerja dan karya juga prestasi bagi pembangunan bangsa dan negara.

Sementara Rektor UIN Surabaya Prof Masdar Hilmy, berharap nominator bisa membawa berkah dan motifasi bagi para santri dan masyarakat Indonesia. " semoga bisa membawa berkah dan menjadi motifasi,” pungkasnya dalam sambutan.

Lintasjatim.com, Nganjuk – Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro (IAI PD) Nganjuk kembali menggelar wisuda sarjana strata satu (S-1), Sabtu (27/10) lalu. Usai diwisuda, ratusan sarjana berwawasan Islami ini siap mengabdi menerapkan ilmunya.

Dimulai pukul 08.30, wisuda diikuti sebanyak 339 peserta. Ratusan wisudawan itu berasal dari berbagai fakultas. Seperti Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), Fakultas Ushuludin dan Studi Agama (FUSA) dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI).

Dalam sambutannya Rektor IAI PD Nganjuk DR H Riduwan M.PdI mengatakan, wisuda merupakan tanda rampungnya pendidikan pada jenjang S-1. Selanjutnya, para lulusan diharapkan dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat selama kuliah.

"Para wisudawan telah dibekali berbagai kemampuan. Mulai spiritual, intelektual, dan kekokohan moral. Serta keterampilan berorganisasi di intra maupun ekstra sebagai penguat,” ujarnya pada wisuda yang digelar di GOR Bung Karno itu.

Untuk diketahui, pada wisuda tahun ini, merupakan wisuda petama bagi lima prodi IAI PD Nganjuk. Yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Hukum Tata Negara (HTN), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD), Ilmu Alquran dan Tafsir (IQT) dan Akhlak Tasawuf (AT).

Sedangkan bagi Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Ekonomi Syariah (ES), merupakan wisuda ke lima. “Alhamdulillah berkat doa restu semua. Jika dijumlah, IAI PD Nganjuk telah meluluskan sebanyak 1.085 sarjana,” imbuh rektor yang baru saja meraih gelar Doktor ini.

Sementara itu, DR M Ali Anwar selaku panitia wisuda mengucapkan terima kasihnya. Terutama, kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya wisuda. “Terkhusus bagi orang tua, wali, maupun wisudawan yang mempercayakan menimba ilmu di IAI Pangeran Diponegoro,” imbuh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) IAI PD Nganjuk ini.

Wisuda sendiri berjalan lancar. Sejak pagi, ratusan wisudawan sudah hadir di GOR Bung Karno bersama orang tua maupun wali. Mengenakan toga, mereka khidmat mengikuti rangkaian acara dari awal hingga usai.

Acara tahunan itu turut dihadiri berbagai tamu undangan. Seperti Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, jajaran Forpimda Kabupaten Nganjuk, perwakilan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) IV Surabaya, dan beberapa mitra IAI PD Nganjuk. Pada sela-sela acara, juga diisi orasi ilmiah. Orasi disampaiakan  Prof. Dr. H. Husein Aziz, M dari Kopertais IV Surabaya.

Lulusan Terbaik IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk tahun ini yaitu Prodi Pendidikan Agama Islam, Laily Maghfiroh dengan IPKN 3,64. Prodi Penddidikan Guru MI, Salamatur Rofi’ah dengan IPK 3,65. Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Solikatun dengan IPK 3,66. Prodi Hukum Tata Negara, Ayuk Mu’alifatul R. dengan IPK 3,56. Prodi Ekonomi Syariah, Yesi Kristianti dengan IPK 3,62. Prodi Komunikasi & Penyiaran Islam, Siti Aminatul Solihah dengan IPK 3,57. Prodi Manajemen Dakwah, Nandipah Ro’azah IPK 3,57. Prodi Ilmu Alquran & Tafsir, Ulfa Fahrunnisa IPK 3,61 dan Prodi  Akhlaq & Tasawuf Enik Zulaikah dengan IPK 3,65.

Lintasjatim.com, Gresik - Kecalakaan lalu lintas (Laka Lantas) karambol terjadi di Jalan Raya Betoyo Manyar, Gresik. Kali ini, melibatkan tiga dumptruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Tabrakan berawal saat sebuah dumptruk ngerem mendadak Jalan Raya Betoyo. Persisnya di KM 12,8. Nah, persis di belakangnya, ada truk bernopol S 9318 UE juga berhenti. Truk warna merah itu dikendarai Suwandi (42).
Namun dari belakang truk tersebut, melaju dumptruk dengan kecepatan cukup tinggi.

Tidak sempat melakukan pengereman. Truk yang dikendarai Suwandi akhirnya menabrak dumptruk di depannya. "Kejadianya sangat cepat sekali mas. Tiba-tiba ada dump truk menabrak truk di depannya," ujar saksi mata Suyono (50) warga Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Gresik, Sabtu (6/10/2018).

Akibat kejadian itu, kaca depan truk hancur. Bagian kepala dan kedua pintunya juga penyok. Si sopir Suwandi terjepit di depan kemudi. Dia mengerang sakit. Beruntung dia berhasil dievakuasi oleh pengguna jalan. 

Warga Nganjuk itu langsung dievakuasi ke RS Fathma Medika. Sebab, betis kirinya terluka karena patah tulang.

Ironisnya, dua dumptruk yang terlibat kecelakaan langsung melarikan diri. Polisi pun berupaya mencari jejak dua dumptruk pengangkut material itu. "Kami masih mencari dua truk yang melarikan diri," ujar petugas patroli Sabhara Polres Gresik Bripka Wandi Suroto.*

Source: beriatajatim.com

Lintasjatim.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di depalan lokasi. Penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaaan yang menjerat Wali Kota Pasuruan Setiyono.

''Sabtu, 7 Oktober 2018, KPK menugaskan 3 tim penyidik secara paralel untuk lakukan penggeledahan di 8 lokasi di Pasuruan,'' ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Minggu (7/10/2019).

Dia memaparkan, ada empat lokasi tabg digeledah di kompleks Pemda. Yakni Kantor Wali kota, kantor dinas PU, kantor staf ahli, dan kantor bagian pengadaan. Penggeledahan juga dilakukan di dua kediaman walikota, baik rumah dinas maupun rumah pribadi walikota. 

''Satu kantor dinas koperasi, dan satu rumah seorang saksi,'' katanya.

Febri menambahkan, proses penggeledahan berlangsung sekitar pukul 09.00 - 18.00 WIB. Dari lokasi tim menyita sejumlah dokumen terkait proyek dan pengadaan di lingkungan Pemkot Pasuruan dan uang dalam pecahan rupiah. ''(Jumlah) belum dapat dipastikan, sedang dihitung dan akan diinfo pd waktunya nanti,'' kata Febri. 

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Wali Kota Pasuruan Setiyono dalam dugaan penerimaan hadiah dan Janji oleh Walikota Pasuruan terkait proyek-proyek di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan. Dalam OTT tersebut, KPK sempat mengamankan total tujuh orang di Ambon, yaitu: 1. SET (Setiyono). Walikota Pasuruan periode 2016-2021, DFN (Dwi Fitri Nurcahyo), Staf Ahll/Plh Kadis PU Kota Pasuruan, WTH (Wahyu Tri Hardianto) Staf Kelurahan Purutrejo, MB (Muhamad Buqir) Swasta/Perwakilan CV. M, HM (Hud Muhdlor), Swasta/Pemillk CV. M, H (Hendrik) Staf Bapenda/Keponakan Setiyono, dan pengelola keuangan SA (Siti Amini), Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.

Dalam kasus Wali Kota Pasuruan Setiyono, KPK pun menemukan sejumlah istilah atau kode yang digunakan dalam dugaan penerimaan hadiah dan Janji oleh Walikota Pasuruan terkait proyek-proyek di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.

''Terindentifikasi penggunaan sejumlah sandi dalam kasus ini, yaitu: ”ready mix” atau campuran semen dan ”Apel" untuk fee proyek dan ”Kanjengnya" yang diduga berarti Walikota,'' kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Jumat (5/10/2018).

Dia menambahkan, diduga proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan telah diatur oleh Walikota melalui tiga orang dekatnya. ''Menggunakan istilah Trio Kwek-Kwek) dan ada kesepakatan komitmen fee rata-rata antara 5-7 persen untuk proyek bangunan dan proyek pengairan,'' katanya.

Menurutnya, komitmen yang disepakati untuk Walikota dari proyek PLUT KUMKM ini adalah sebesar 10% dari nilai HPS yaitu sebesar Rp 2.297.464.000, ditambah 1 persen untuk Pok|a. Pemberian dilakukan secara bertahap, yaitu tanggal 24 Agustus 2018 MB transfer kepada WTH sebesar Rp 20 juta (1 persen) untuk Pokja sebagai tanda jadi. Kemudian, tanggal 4 September 2018, CV. M ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 2,2 miliar. Tanggal 7 September 2018, setelah ditetapkan sebagai pemenang MB setor tunai kepada Walikota melalui pihak-pihak perantaranya sebesar 5 persen atau kurang lebih sebesar Rp 115 juta. Sisa komitmen 5 persen lainnya akan diberikan setelah uang muka atau termin pertama cair. 

KPK juga langsung melakukan penahanan terhadap Wali Kota Pasuruan Setiyono di rutan Pomdam Jaya Guntur. Kemudian terhadap tersangka MB (Muhamad Buqir) Swasta/ Perwakilan CV. M ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Adapun 
DFN (Dwi Fitri Nurcahyo), Staf Ahll/Plh Kadis PU Kota Pasuruan, WTH (Wahyu Tri Hardianto) Staf Kelurahan Purutrejo ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Empat tersangka dalam kasus Pasuruan dilakukan penahanan selama 20 hari pertama. [hen/but]

 

Source: beritajatim.com

Lintasjatim.com, Nganjuk - Bencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah beberapa hari yang lalu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia khususnya para korban bencana. Peristiwa yang terjadi pada hari Jum'at (28/9/2018) itu meratakan rumah beserta penghuninya sehingga menewaskan lebih dari 1.600 jiwa dan 2.000 orang luka-luka serta ratusan orang dinyatakan hilang.

Atas kejadian ini banyak elemen masyarakat melakukan aksi solidaritas dengan cara mengumpulkan bantuan baik berupa uang maupun barang untuk kebutuhan korban bencana. Tak terkecuali para aktivis mahasiswa Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk yang melakukan penggalangan dana.

Sejumlah mahasiswa turun ke jalan untuk mendapat simpatisan dari para pengguna jalan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para korban bencana yang membutuhkan tempat tinggal, pakaian, makanan dan obat-obatan.

"Ini murni kegiatan sosial, kami sangat prihatin dengan saudara kita yang sedang kena musibah. Jangankan makan, tempat tinggalpun mereka tidak punya. Mudah-mudahan dana yang terkumpul nanti dapat meringankan para korban bencana." ungkap Diana Elfiyatul Afifah, Presiden Mahasiswa (Presma) IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Selasa (2/10/2018).

Kegiatan yang dikomando langsung oleh Presma ini berlangsung mulai tanggal 2 hingga tanggal 7 Oktober 2018 mendatang. Selama seminggu, para mahasiswa yang mayoritas semester 5 tersebut akan menyisir tempat-tempat setrategis untuk mendapatkan dana. Lokasi yang menjadi titik aksi ini diantaranya Jalan Ahmad Yani, Alun-Alun dan Perempatan Terminal.

"Yang pasti kami akan mendatangi tempat-tempat keramaian misalnya di Alun-alun dan Terminal. Kami juga sempat masuk ke kelas yang saat itu kebetulan ada tes tulis calon mahasiswa baru. Jika memungkinkan, kami juga akan masuk ke beberapa desa." ujar Diana.

Mahasiswi jurusan Akhlak Tasawuf semester 7 ini juga menjelaskan, dana yang terkumpul nantinya akan dilaporkan ke pihak Kampus dan dikirim ke lokasi bencana.

"Kami akan menyalurkan bantuan setelah semua dana terkumpul. Tentunya akan koordinasi dulu dengan kampus karena kebetulan salah satu Dosen IAI Diponegoro akan berangkat ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan." pungkasnya.

Meskipun dana yang terkumpul tidak sebanding dengan kerusakan disana, paling tidak bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban.

Lintasjatim.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyerahkan Surat Keputusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRD Kota Malang ke Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu.

"Prosesnya selesai semua sehingga SK PAW kami serahkan dan tinggal pelantikan," ujar Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, kepada wartawan usai menyerahkan SK PAW.

Ia menjelaskan, semua partai politik sudah menyelesaikan prosesnya dan tinggal pelantikan di Gedung DPRD Kota Malang pada Senin, 10 September 2018, pukul 13.00 WIB.

Selain itu, nama-nama yang akan duduk sebagai pimpinan fraksi dan alat kelengkapan dewan lainnya juga telah diselesaikan sehingga setelah dilantik langsung bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Total terdapat 40 orang yang dilantik menggantikan 40 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka dan sudah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sebenarnya ada 41 orang, tapi satu orang sudah dilantik sehingga 40 orang lainnya akan dilantik pada Senin pekan depan," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Tak itu saja, selain diambil sumpahnya, seluruh anggota dewan yang akan bekerja sampai 2019 tersebut nantinya juga harus menandantangani pakta integritas antikorupsi karena dinilainya persoalan korupsi adalah masalah integritas.

Gubernur Jatim selaku wakil Pemerintah Pusat di daerah nantinya dijadwalkan hadir langsung saat proses pelantikan, termasuk pimpinan KPU Jatim serta pimpinan partai politik tingkat provinsi.

Sementara itu, Pakde Karwo juga menyampaikan bahwa persoalan yang terjadi Malang merupakan masalah nasional dan sangat serius sehingga harus segera ditindaklanjuti serta diselesaikan.

"Tapi, jangan sampai ada rasa ketidakpercayaan terhadap partai politik, sebab kinerja partai mengurusi masalah ini lancar, begitu juga dengan KPU dan birokrasi yang bisa cepat menyelesaikan persoalan ini," katanya.

Sementara itu, langkah percepatan pelantikan berdasarkan arahan Gubernur menjadi salah satu upaya mengatasi kondisi di pemerintahan Kota Malang, khususnya menghadapi dua agenda besar, yakni pembahasan P-APBD 2018 dan APBD 2019.

Saat ini, anggota DPRD Kota Malang yang aktif tinggal lima orang, rinciannya Wakil Ketua I DPRD Kota Malang Abdurrachman, kemudian Tutuk Hariyani, Priyatmoko Oetomo, Subur Triono dan Nirma Chris Desinindya.

Tercatat, dari total 45 anggota, terdapat 41 orang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK atas dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019. (*)

Source: jatim.antaranews.com

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

6485877
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
8083
7812
45014
6288321
138149
269120
6485877
Your IP: 54.167.18.170
2018-11-16 23:09