lintasjatim.com

lintasjatim.com


Download link: Download or read Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook

Read Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook online download e-book






File Name: Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook
Total Downloads: 724
Formats: djvu | pdf | epub | kindle
Rated: 7.2/10 (12 votes)



DOWNLOAD Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook



































































Buy Stephenson Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook ebook download Download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook PDF Download Buy Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook android Ebook Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook txt download Love Me Or Hate Me Lil Wayne Five Different Types Of Love The Anointing That Works Neal Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook pdf download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook Epub Download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook pdf download List of Books IX‐X ... Chemistry Books for Students: ... General Science for Classes IX and X. Punjab Textbook Board, Lahore. 2. Ababio, Osei Yaw. 7/27/2016 · "Ababio" Chemistry Textbook - Osei Yaw Ababio - Education (2) - Nairaland. Nairaland Forum / Nairaland / General / Education / "Ababio" Chemistry Textbook ... THE INTERNATIONAL SCHOOL UNIVERSITY OF IBADAN ... A Comprehensive History textbook on Africa and the Wider ... New School Chemistry Osei Yaw Ababio Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook txt download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook download 6/3/2016 · Good High School Chemistry Books ... new school chemistry by Osei yaw Ababio. ... Another AMAZING textbook is Chemistry: ...
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

lintasjatim.com, Surabaya - Jaringan Alumni Muda PMII (Jampi) dan Forum Alumni Muda GMNI (FAM GMNI) membuka posko pengaduan pada Kamis 26 April 2018, di Ketintang permai BD/15 Kota Surabaya, Jawa Timur.

Posko tersebut dibuka karena maraknya penyelewengan penggunaan bantuan sembako yang dibagikan oleh Pendamping Keluarga Harapan (PKH), sebagai alat kampanye salah satu paslon Pilgub Jatim.

"Maraknya bantuan sembako dari PKH yang diselipi gambar Khofifah-Emil, menjadikan kami mendirikan posko pengaduan," tutur Ketua Jampi Jawa Timur Abdul Hamid.

Dalam rangka menciptakan Pilgub Jatim yang jujur, adil dan bermartabat, pihaknya akan turun ke bawah guna menyisir dugaan penyalahgunaan pembagian bantuan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) yang diselipi Gambar Khofifah-Emil itu.

Langkah ini dilakukan setelah mereka mendapatkan informasi dugaan penggunaan PKH yang diselipi gambar pasangan calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah-Emil marak terjadi di beberapa daerah khususnya di Lamongan.

"Kami sudah siapkan posko di Ketintang permai BD/15. Posko ini yang akan menampung pelanggaran yang nanti akan kami tindaklanjuti dengan melaporkan pihak yang terlibat ke aparat berwenang," kata Hamid, usai deklarasi posko pengaduan PKH, Kamis 26 April 2018.

Program pemerintah seperti PKH, adalah program yang tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik dalam Pilgub Jatim 2018 sehingga harus benar-benar dikawal.

Hamid menjelaskan, posko yang berada di kawasan Ketintang, Surabaya ini terbuka untuk seluruh masyarakat yang menemuan kasus penggunaan PKH untuk kepentingan Pilgub Jatim.

Menurutnya, potensi pelanggaran penggunaan PKH bisa saja terjadi mengingat banyak program dari pemerintah pusat yang bersifat bantuan.

"Di Jatim ada 1,5 juta penerima manfaat PKH, Kami tidak ingin program ini ditunggangi untuk kepentingan pilgub," kata dia.(stj/cho).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pengurus Cabang GP Ansor kabupaten Sidoarjo Jawa Timur melaporkan postingan video pemilik akun facebook (FB) Rhendra Kurniawan ke Polresta Sidoarjo.

Akun FB Rhendra tersebut diduga menghina Nabi Muhammad SAW dan meresahkan masyarakat.

Muzayyin salah satu pengurus GP. Ansor Kabupaten Sidoarjo menjelaskan, pemilik akun FB itu mengunggah video yang berisi hinaan kepada Nabi Muhammad SAW pada Jumat 25 April 2018.

"Atas postingan Rhendra itu membuat resah masyarakat. Sebelumnya pada kolom komentar postingan Rhendra juga menuai banyak kecaman dari netizen," tutur Muzayyin.

"Ini sangat meresahkan masyarakat, sehingga ini yang kami jadikan acuan pelaporan,” tambahnya.

PC. GP. Ansor Kabupaten Sidoarjo berharap ada proses hukum dari pihak yang berwajib agar kejadian serupa tidak terulang lagi. (stj/coi).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pengurus Lazisnu MWC NU kecamatan Krembung kabupaten Sidoarjo menggelar rapat koordinasi bersama alumni PKPNU pada Rabu 25 April 2018, di kantor MWCNU Krembung.

Alumni PKPNU Krembung akan mengadakan study banding Koin NU di Kabupaten Sragen Jawa Tengah pada 30 April 2018.

Hal itu dilakukan oleh MWCNU Krembung bersama alumni Pendidikan Kader Penggrak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kecamatan Krembung sebagai Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) dari PKNU, tutur H. Suyanto ketua MWCNU Krembung.

Study banding tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan Koin Peduli NU sebagai medium untuk kemandirian organisasi dan pemberdayaan umat.

"Kemandirian ekonomi NU melalui Laziznu ini adalah bagian dari RKTL PKPNU yang telah dilaksanakan beberapa bulan lalu," ujarnya.

Mendukung kegiatan MWCNU Krembung, Anang Abid Koordinator Devisi Penggalian Dana Lazisnu Krembung mengungkapkan, studi banding yang dilakukan ke Sragen Jawa Tengah tidak lain karena Sragen merupakan salah satu Kabupaten yang sukses menghimpun dan memenegerial sekaligus mentasyarufkan koin-koin recehan dari umat hingga terkumpul Milyaran rupih perbulan.

"Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun mereka sudah memiliki budget milyaran, ini menjadi magnet tersendiri," ungkap Abid.

Harapan penggerak NU atau alumni PKPNU Kecamatan Krembung agar Lazisnu ini segera menyusun langkah kerja sehingga kemanfaatan lembaga ini akan segera dirasakan oleh masyarakat, pungkas Abid yang juga alumni PKPNU Krembung kepada lintasjatim.com. (stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo mengecam keras atas pencatutan nama KH. Nurul Hidayat Pengasuh Ponpes Tahfidz Yanabi'ul Qur'an di media shoutululama.com pada Senin 24 April 2018.

H. Bisri Musthofa salah satu pengurus Ansor Ketegan, Tanggulangin Sidoarjo menjelaskan, link berita yang isinya mendukung tegaknya syariat Islam dan khilafah tersebut mencatut nama KH. Nurul Hidayat atau kiai NU yang sangat dihormati oleh GP. Ansor Ketegan Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. 

Link berita tersebut juga diunggah oleh akun facebook Muhammad Khozin https://www.facebook.com/khozinmub, pada 24 April 2018 pagi, dengan caption " Sidoarjo siap mendukung tegaknya Syariah dan Khilafah," serta hastag #KhilafahAjaranIslam #ReturnTheKhilafah #UlamaBersamaHTI #HTIYakinMenang, tambahnya.

Setelah dilakukan tabayyun oleh H. Bisri Musthofa yang didampingi Abidul Mursyid Ansor Ketegan kepada KH. Nurul Hidayat ternyata KH. Nurul Hidayat bukan pengikut HTI, tetapi hanya dimanfaatkan oleh kelompok HTI yang berada di Ponpes Tahfidz Yanabi'ul Qur'an Ketegan Tanggulangin Sidoarjo.

"Postingan tersebut tidak benar, saya tidak tau menau soal agenda HTI," tutur KH. Nurul Hidayat saat tabayyun.

Hasil dari tabayyun yang dilakukan oleh pemuda Ansor pada Selasa 24 April 2018 itu menemukan titik terang bahwa KH. Nurul Hidayat tidak mengetahui kalau jamaah yang diikutinya sampai ke Jakarta itu adalah kelompok pengusung berdirinya Negara Khilafah.

"Saya tidak tau menau kalau jamaah yang saya ikuti ternyata pengusung Khilafah," tegas KH. Nurul Hidayat.

Atas postingan media yang dilakukan oleh akun FB Muhammad Khozin itu, Ansor Ketegan Tanggulangin mengecam keras, dan mengingatkan kepada warga Ketegan untuk lebih berhati-hati atas kelompok HTI yang masih nenyebarkan ideologi Khilafah tersebut, pungkas Abidul Mursyid yang juga salah satu pengurus PC IPNU Sidoarjo itu. (choi/stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Masyarakat Indonesia akan mengalami tahun politik yakni pada pilgub 2018 dan Pilpres 2019. Hal ini disamoaikan oleh H. Maskhun ketua PCNU kabupaten Sidoarjo pada sambutannya diacara Sedulur Ngaji.

Baca: Laskar Santri Jenggolo Kabupaten Sidoarjo Menggelar Sedulur Ngaji

"Kader NU tidak boleh apatis dengan politik, agar NU tidak dipermainkan oleh politik," ujarnya.

Menurut Maskhun politik merupakan pintu gerbang dalam menata kebangsaan. Menjaga kedaulatan NKRI erat kaitannya dengan kebijakan politik.

"Oleh karena itu dalam mengawal NKRI, PCNU berharap kader NU dapat berperan melalui jalur politik," harapannya kepada kader NU.

Bentuk negara hanya bisa diubah oleh pemerintah Indonesia melalui Amandemen. Negara Indonesia akan mudah diubah menjadi negara khilafah ketika para pengusung khilafah menguasai negara ini, pungkas Dosen Universitas Sunan Giri Sidoarjo itu. (coi/stj).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Ratusan pemuda yang mengatasnamakan Laskar Santri Jenggolo kabupaten Sidoarjo menggelar acara Sedulur Ngaji, di Aula kantor PCNU Sidoarjo, Perum Airlangga nomer 05-06 kabupaten Sidoarjo, pada Senin 23 April 2018.

Sedulur Ngaji merupakan gerakan spiritual keagamaan yang berbasis kepesantrenan yang bersifat keswadayaan dan kemandirian, kata Abdillah Nasikh, Panglima Laskar Santri Jenggolo.

Berangkat dari cita-cita kaum santri yang senantiasa mengawal perjalanan sejarah berdirinya negara Republik Indonesia, melahirkan semangat perjuangan yang besar, melekat jiwa Nasionalisme dan Religius, paparnya sebelum acara sedulur ngaji dimulai.

Acara Sedulur Ngaji tersebut dihadiri oleh 400 orang dari berbagai wilayah kecamatan yang ada di kabupaten Sidoarjo. Hadir pula ketua PCNU, ketua PC GP. Ansor, Wakil Bupati Sidoarjo, ketua DPRD, ketua DPC Perempuan Bangsa, ketua DKC Garda Bangsa, ketua DKC Gemasaba kabupaten Sidoarjo dan segenap jajaran Dewan Syuroh DPC PKB Sidoarjo.

Dewan Syuroh DPC PKB H. Nasikhuddin menjelaskan, tujuan acara sedulur ngaji merupakan anjuran kiai NU, untuk berdoa bersama menjelang Pilgub Jatim 2018 dan Pilpres 2019, agar tercipta pemilu yang aman dan damai.

Sedulur Ngaji ini diisi dengan istighotsah dan membaca shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali, yang dipimpin oleh KH. Nur Cholis, pengasuh pondok pesantren Junwangi kabupaten Sidoarjo.

Selain pilgub damai, Nasikhuddin juga berharap sebagai Ikhtiyar santri dalam mengawal keputusan para kiai se-Jawa Timur yang mengamanahkan kepada Gus Ipul maju sebagai Cagub Jatim 2018.

"Sedulur ngaji dapat menciptakan gerakan batin memohon kepada Allah SWT agar Gus Ipul–Mbak Puti (GUSTI) menang pada Pilgub Jatim 2018 sebagaimana cita-cita para kiai," tandasnya. (coi/stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Tantangan pemuda hari ini sangat luar biasa, sejak adanya isu radikal, narkoba hingga bahaya yang mengancam keutuhan NKRI dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab. Hal ini disampaikan oleh ketua PC GP. Ansor Sidoarjo H. Riza Ali Faizin saat memberikan arahan kepada peserta Diklat Kepemimpinan Dasar (DKD) Ansor dan Banser Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jum'at 13 April 2018, di Halaman SMK Persatuan 1 Kecamatan Tulangan.

Tantangan di era milenial ini menurut ketua PC GP. Ansor Sidoarjo itu harus dijawab oleh peran Gerakan Pemuda Ansor diseluruh wilayah di Kabupaten Sidoarjo dengan beberapa karakter pemuda zaman now.

"Pemuda Ansor dan Banser harus mempunyai karakter kepeloporan (gerakan), karakter kemandirian, karakter kebangsaan dan hadir ditengah-tengah masyarakat," tegas Riza.

Dalam menghadapi era milenial ini pemuda harus senantias bergerak dalam mengawal apa yang menjadi pedoman para shalafus sholih 'al-muhafadhotu alal qadim as-sholih, wal ahdhuu bil jadiidil aslah', ujar pria penyandang rekor muri dengan predikat peserta terbanyak baca kitab kuning pada peringatan Hari Santri 2017 itu.

"Kader DKD Ansor dan Banser ini tidak boleh putus asa dalam menghadapi setiap persoalan baik internal maupun eksternal, karena selepas DKD ini, peran sahabat-sahabat akan ditunggu di daerahnya masing-masing," tutur Riza.

Sejauh ini, masih kata Riza, solidaritas Ansor-Banser di kabupaten Sidoarjo sudah teruji sejak munculnya Da'i anti NKRI Kholid Basalamah, perlawanan gerakan HTI di Sidoarjo termasuk di Desa Sumberrejo kecamatan Wonoayu, pelanggaran tempat hiburan malam, kasus pelemparan Batu rumah ketua ranting NU kecamatan Porong, kasus pemukulan dengan Kapak di kecamatan Balongbendo, advokasi rekanan Banser kecamatan Buduran yang meninggal beberapa waktu lalu.

"Dan akan kita kawal terus setiap hal-hal yang tidak senafas dengan Islam yang rahmatan lil alamin, islam yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan toleransi serta keberagaman NKRI," pungkas Riza.

Sementara itu, ketua PAC GP. Ansor kecamatan Tulangan Nur Zaini menjelaskan, dalam rangka menunjang cita-cita perjuangan Ansor-Banser sebagaimana PD-PRT Ansor, DKD ini dilaksanakan selama tiga hari sejak Jum'at-Minggu, 13-15 April 2018 oleh PAC GP. Ansor kecamatan Tulangan kabupaten Sidoarjo. Sebelumnya ada 95 peserta yang telah mendaftarkan diri sebagai anggota Ansor dan Banser. Setelah di screening oleh panitia DKD, peserta yang berhasil lolos screening sejumlah 85 peserta.

"Panitia akan melayani peserta DKD selama tiga hari penuh, oleh karena itu peserta DKD diharapkan tidak melewatkan setiap sesi materi yang telah disiapkan oleh para instruktur," ujar Nur Zaini saat breafing peserta DKD. (stj/coi).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Krembung, Sidoarjo menggelar Diklatsar pada Jumat 13 April 2018, di SMK Krembung.

Untuk mencetak kader yang militan, Banser Krembung Sidoarjo itu di Diklat selama tiga hari Jumat 13-15 April 2018 dengan materi pokok Kebanseran, Balalin, ke-Aswaja-an, Ke-NU-an, dan Wasbang, PBB dan lain sebagainya.

Menurut Anang Abid salah satu penyelenggara Diklatsar itu menjelaskan Diklat Kepemimpinan Dasar (Diklatsar) merupakan pelatihan tingkat dasar bagi Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Diklatsar merupakan pendidikan formal khusus Banser sebagai syarat sah menjadi anggota Banser. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) GP. Ansor.

Pada materi ke-Ansor-an dan ke-Banser-an, Muzayyin menjelaskan kelahiran Ansor dilandasi dengan semangat perjuangan. Karena Ansor dan Banser terlahir ditengah situasi perjuangan kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia.

"Oleh karena itu mental Ansor-Banser dalam melawan siapapun yang akan merong-rong NKRI, tidak diragukan lagi," ujar Muzayyin dihadapan peserta Diklatsar.

"Jika ada Ansor dan Banser takut dalam menghadapi kelompok yang merong-rong NKRI, bermental cement, maka harus didiklat lagi," tambahnya.

Penguatan mental oleh Muzayyin kepada peserta Diklatsar tersebut bukan tanpa alasan, akan tetapi belajar dari sejarah 72 tahun silam dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ansor saat itu yang tergabung dalam barisan Hisbulloh, Sabilillah, dibawah komando para kiai NU telah berhasil mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia dalam pertempuran 10 November 1945 Masehi.

Instruktur Diklatsar Cabang itu juga berharap, meskipun mental Ansor - Banser diatas rata-rata, tetapi harus tetap patuh kepada pimpinan, karena organisasi yang lahir sebelum Indonesia merdeka ini adalah kepemimpinan, tutur Muzayyin. (stj/coi).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Krembung, Sidoarjo menggelar Diklatsar pada Jumat 13 April 2018, di SMK Krembung.

Untuk mencetak kader yang militan, Banser Krembung Sidoarjo itu di Diklat selama tiga hari Jumat 13-15 April 2018 dengan materi pokok Kebanseran, Balalin, ke-Aswaja-an, Ke-NU-an, dan Wasbang, PBB dan lain sebagainya.

Menurut Anang Abid salah satu penyelenggara Diklatsar itu menjelaskan Diklat Kepemimpinan Dasar (Diklatsar) merupakan pelatihan tingkat dasar bagi Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Diklatsar merupakan pendidikan formal khusus Banser sebagai syarat sah menjadi anggota Banser. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) GP. Ansor.

Pada materi ke-Ansor-an dan ke-Banser-an, Muzayyin menjelaskan kelahiran Ansor dilandasi dengan semangat perjuangan. Karena Ansor dan Banser terlahir ditengah situasi perjuangan kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia.

"Oleh karena itu mental Ansor-Banser dalam melawan siapapun yang akan merong-rong NKRI, tidak diragukan lagi," ujar Muzayyin dihadapan peserta Diklatsar.

"Jika ada Ansor dan Banser takut dalam menghadapi kelompok yang merong-rong NKRI, bermental cement, maka harus didiklat lagi," tambahnya.

Penguatan mental oleh Muzayyin kepada peserta Diklatsar tersebut bukan tanpa alasan, akan tetapi belajar dari sejarah 72 tahun silam dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ansor saat itu yang tergabung dalam barisan Hisbulloh, Sabilillah, dibawah komando para kiai NU telah berhasil mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia dalam pertempuran 10 November 1945 Masehi.

Instruktur Diklatsar Cabang itu juga berharap, meskipun mental Ansor - Banser diatas rata-rata, tetapi harus tetap patuh kepada pimpinan, karena organisasi yang lahir sebelum Indonesia merdeka ini adalah kepemimpinan, tutur Muzayyin. (stj/coi).

lintasjatim.com, Surabaya - Dua kandidat, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno, bertarung gagasan dan program pada acara Debat kandidat pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jawa Timur berlangsung Selasa malam 10 April 2018 yang ditayangkan oleh Trans TV.

Belum tuntas menjabat di Menteri dan Bupati Trenggalek, Emil Dardak Paslon nomer urut 1 kelabakan ditanya Puti Guntur Soekarno tentang tingginya angka kemiskinan di Trenggalek.

Dari penampilan keduanya diacara tersebut terlihat jelas bagaimana posisi yang diambil dari masing-masing calon. Adapun Gus Ipul-Puti terlihat lebih tenang, santai dan tegar dalam mengurai problem sekaligus solusi bagi masyarakat.

Sedangkan kandidat nomor urut satu, Khofifah-Emil, terlihat mengambil posisi agresif, kata Pengamat politik Universitas Airlangga, Novri Susan.

”Terutama pada segmen debat cawagub, terlihat Emil sangat agresif, bahkan beberapa sesi sempat emosional saat Puti bertanya soal kondisi anak gagal tumbuh atau stunting di Kabupaten Trenggalek, dimana Emil menjadi Bupati,” ujarnya.

Menurut batas toleransi Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka anak gagal tumbuh atau stunting ditoleransi 20 persen dari jumlah balita. Sementara, di Trenggalek, angkanya mencapai 25 persen. Di atas batas toleransi WHO.

Novri mencatat, Emil setidaknya juga beberapa kali menyerang Puti Soekarno secara personal dengan mengatakan, bahwa Puti tidak paham dengan masalah gizi/kesehatan anak.

Novri menganalisis, pilihan Emil yang agresif menyerang lawan dalam kacamata sosiologi politik bisa malah membuat publik Jatim tidak simpati. Ini karena publik Jatim dikenal sebagai publik santun yang menginginkan pemimpin rendah hati dengan karya yang nyata.

”Nah kredibilitas komunikator politik, dalam hal ini kandidat, akan sangat berpengaruh dalam upaya mendapatkan dukungan khalayak. Sikap yang agresif, merendahkan orang lain, tentu menghasilkan dampak defisit bagi kandidat bersangkutan,” ujarnya.

Doktor sosiologi politik lulusan Doshisha University Jepang tersebut menambahkan, posisiGus Ipul-Puti yang memilih memaparkan program dengan rendah hati dan menonjolkan kerja yang terukur selama menjadi pemimpin cukup tepat.

”Saya melihat Gus Ipul dan Puti lebih cenderung woles ya, lebih tenang karena lebih berpengalaman, dan mampu memaparkan bukti kerja terukur daripada memilih strategi retorika yang mengawang dan agresif,” ujar Novri. (stj/coi).

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

Siapa calon Gubernur Jatim Favoritmu?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:
4781085
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
4751
7838
36287
4604225
164559
4781085
Your IP: 54.224.99.70
2018-04-26 17:18