lintasjatim.com

lintasjatim.com


Download link: Download or read Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook

Read Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook online download e-book






File Name: Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook
Total Downloads: 724
Formats: djvu | pdf | epub | kindle
Rated: 7.2/10 (12 votes)



DOWNLOAD Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook



































































Buy Stephenson Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook ebook download Download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook PDF Download Buy Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook android Ebook Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook txt download Love Me Or Hate Me Lil Wayne Five Different Types Of Love The Anointing That Works Neal Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook pdf download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook Epub Download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook pdf download List of Books IX‐X ... Chemistry Books for Students: ... General Science for Classes IX and X. Punjab Textbook Board, Lahore. 2. Ababio, Osei Yaw. 7/27/2016 · "Ababio" Chemistry Textbook - Osei Yaw Ababio - Education (2) - Nairaland. Nairaland Forum / Nairaland / General / Education / "Ababio" Chemistry Textbook ... THE INTERNATIONAL SCHOOL UNIVERSITY OF IBADAN ... A Comprehensive History textbook on Africa and the Wider ... New School Chemistry Osei Yaw Ababio Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook txt download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook download 6/3/2016 · Good High School Chemistry Books ... new school chemistry by Osei yaw Ababio. ... Another AMAZING textbook is Chemistry: ...
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

lintasjatim.com, Bojonegoro - Relawan Gus Ipul-Puti (Gusti) Bojonegoro menggelar acara 'Sedulur Ngaji' di Pondok Pesantren Misbahuddin Desa Ngemplak Bourno.

Acara tersebut diikuti kurang lebih lima puluhan orang terdiri dari santri pondok dan warga sekitar. Selain itu juga dihadiri alumni PMII, Alumni HMI dan Komandan Banser setempat.

Sedulur Ngaji adalah gerakan keagamaan yang diharapkan dapat menembus dan menerabas semua segmen yang masih tertutup.

Sedulur Ngaji diisi dengan istigoshah dan membaca shalawat Nariyah 4444 dan dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren, K. H. Khamim Sanadi yang dikenal sebagai tokoh agama yang disegani.

"Istighosah, membaca shalawat Nariyah dan berdo'a bersama adalah tradisi Aswaja khas NU yang wajib dilestarikan. Dalam tradisi ini ada semangat kebangsaan dan paseduluran. Semoga semua makmur, " ujar Ahmad Mustakim koordinator Gusti Bojonegoro.

Acara tersebut berlangsung dengan khusu' dan sebelum berdzikir bancaan-bacaan thoyyibah terlebih dahulu sambutan dari koordinator Gusti Bojonegoro, Ahmad Mustakim menyampaikan ucapan terima kasih kepada pondok pesantren Misbahuddin dan dilanjutkan sambutan dari pengasuh pondok pesantren K. H. Khamim Sanadi sekaligus menyampaikan ijazah dzikir dari pesantren Lirboyo untuk kemenangan di Pilkada Bojonegoro sekaligus kemenangan di Pilgub Jawa Timur.

Sementara pengasuh Pondok Pesantren Misbahuddin merasa senang acara istighosah digelar di Pesantren dan berharap menjadi berkah tersendiri bagi para santri. Pengasuh Pondok Pesantren juga menyatakan akan siap ditempati kembali suatu saat jika diperlukan karena acara tersebut sangat positif.

"Terima kasih kepada Gusti Bojonegoro yang telah mempercayakan pondok pesantren kami sebagai tempat untuk istighosah. Semoga semua makmur," ujar Gus Ahmas Mustofa dosen STAI At-Tanwir kandidat Doktor di kampus UIN malang.

Acara diakhiri dengan mendo'akan Gus Ipul Gubernur, Bu Anna Bupati, Cak Imin Wapres, PKB menang dan Khofifah menjabat menteri lagi.

Selain itu juga mendoakan keselamatan bangsa dan negara serta lestarinya ajaram Aswaja dibawah bimbingan para ulama. Usai doa bersama para jamaah makan bersama khas pondok pesantren.(coi/man).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Gus Sabuth bertanya kepada jama'ah Dzikrul Ghofilin, misalkan bapak, ibu ini dilamar oleh Gus Ipul dan saya lamar begitu kira-kira pilih siapa?, tanya Gus Sabuth kepada jama'ah.

Gus Sabuth Pranoto Projo putera dari Gus Miek memaparkan bahwa masyarakat awam itu tidak bisa disamakan dengan para wali. Gus Sabuth melanjutkan, bahwa ada cerita dari Gus Miek suatu ketika ada orang sakit datang ke Gus Miek, sepontan Gus Miek memerintahkan agar dahi orang tersebut ditempel dengan uang ratusan ribu. Seketika itu sakitnya sembuh.

Dilain hari putera Gus Miek kedapatan pasien lain minta disembuhkan dari penyakitnya, berharap meniru cara Gus Miek,Gus Sabuth langsung menempel orang tersebut dengan uang ratusan ribu. Ternyata pasca ditempel, sakitnya malah bertambah parah. Kemudian pasien tersebut ditempeli daun pisang dahinya oleh Gus Miek, seketika itu pasien langsung sembuh.

Dari cerita tersebut Gus Sabuth menggambarkan bahwa kadar prinsip seseorang itu tidak dapat disamakan. Ada yang tenang jiwanya karena uang ada pula yang tenang jiwanya karena dzikir kepada Allah SWT. Hal ini merupakan kondisi rasional dan objektif masyarakat.

Melanjutkan ceritanya Gus Sabuth menyebut Gus Ipul Calon Gubernur Jatim 2018 yang juga hadir pada Majelis Dzikrul Ghofilin itu, "Disamping saya ini ada Gus Ipul yang wajahnya lebih tampan saya," ujar Gus Sabuth sembari tertawa.

"Meskipun Gus Ipul ini tidak begitu Ganteng tetapi uangnya lebih banyak dari pada saya," lanjut Gus Sabuth.

"Sekarang Bapak Ibu Jamaah ini mohon dijawab terus terang. Seandainya memilih mantu kira-kira memilih yang uangnya banyak meskipun tidak ganteng, atau memilih uangnya sedikit tetapi ganteng?," tanya Gus Sabuth tertawa.

Jamaah kompak menjawab memilih yang banyak uangnya. Mengulang pertanyaannya Gus Sabuth kembali mengacungkan pertanyaan, kira-kira bapak ibu ini jika dilamar oleh Gus Ipul dengan saya lamar begitu pilih siapa ?. Sontak jamaah menjawab serempak pilih Gus Ipul.

Majelis Dzikrul Ghofilin itu ditutup dengan doa oleh Gus Sabuth, agar masyarakat diberikan keselamatan dan kebahagiaan oleh Allah SWT. (choi/stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Majelis Semaan Alqur'an Dzikrul Ghofilin, digelar rutin jumat wage. Kali ini dilaksanakan di Masjid Al Badar, Sekardangan Sidoarjo, Jum'at 23 Februari 2018.

Gus Ipul hadir pada kesempatan tersebut bersama Gus Sabuth putera Gus Miek, hadir pula KH. Rofiq Siraj Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo.

Pada acara Dzikrul Ghofilin tersebut KH. Rofiq Siraj berpesan kepada jamaah bahwa tenangnya hati menurut kiai adalah dengan berdzikir bukan dengan uang, itu kalau menurut kiai-kiai dan para wali.

Terkait isu teror terhadap kiai, menurut KH. Rofiq Siraj adalah isu Pilpres 2019 yang sudah dihembuskan sejak hari ini. Karena banyak dari pelaku teror yang tertanhkap, mengaku Gila. Sebelumnya menantu KH. Rofiq Siraj, Gus Khobir mendapati semacam orang Gila mencari KH. Rofiq dikediaman Gus Khobir, namun mengetahui banyak teror penyerangan terhadap kiai NU yang marak diberitakan, sepontan Gus Khobir menjawab kepada orang misterius yang mencari Mertuanya itu.

"Memang betul ada semacam orang Gila yang mencari Abah, namun karena mencurigakan akhirnya saya jawab Abah tidak ada dirumah," kata Gus Khobir saat dikonfirmasi.

"Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa pada Abah, namun dua minggu ini saya pulang pergi Buduran-Jabon," (choi/stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sidoarjo mengadakan pertemuan bersama seluruh kader PKB di Sidoarjo. Pertemuan tersebut merupakan acara internal partai untuk menyolidkan kader PKB dalam menghadapi Pilgub Jatim 2018 dan Pileg 2019.

PKB Sidoarjo tidak ingin efek dari Pilgub maupun Pileg menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menimbulkan ketakutan masyarakat maupun perpecahan masyarakat.

"Acara ini adalah rapat internal partai bukan acara kampanye," tutur Sulamul Hadi Nurmawan Bendahara DPC PKB Sidoarjo, di kantor DPC PKB Sidoarjo, Jum'at 23 Februari 2018.

Pada rapat kali ini PKB Sidoarjo bermaksud memberikan edukasi kepada kader PKB dalam menyikapi isu-isu yang sedang berkembang seperti maraknya teror penyerangan terhadap kiai-kiai NU ataupun penyerangan terhadap tempat ibadah.

Maraknya isu teror penyerangan kiai NU oleh orang yang tidak dikenal itu menjadikan PKB bertindak cepat untuk melindungi para kiai. Apalagi NU merupakan induk dari PKB yang telah melahirkannya. PKB menghimbau kepada kadernya untuk tidak terprovokasi adanya isu teror penyerangan kiai NU.

"Kader PKB harus hadir dalam menciptaksn pemilu damai ditengah-tengah masyarakat," pungkas pria yang akrab disapa Mas Wawan kepada lintasjatim.com. (choi/stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas NU Sidoarjo (UNUSIDA) pada Ahad 18 Februari 2018, menggelar Seminar Pemasaran dan Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia.

Bertempat di aula kantor PCLP Maarif NU Sidoarjo, kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa program pendidikan akuntansi dan manajemen.

Dekan FE UNUSIDA Zulifah Chikmawati menjelaskan, untuk menambah wawasan mahasiswa pihak fakultas selain mengembangkan materi pembelajaran di kelas juga memiliki program kegiatan akademik tambahan. Salah satu kegiatan itu berupa seminar dan talk show.

"Ini rutinitas fakultas. Kami berusaha memberikan tambahan wawasan selain dari materi kuliah," jelas Zulifah.

Ia menambahkan, usai menerima materi seminar mahasiswa diwajibkan untuk membuat artikel ilmiah poluler berupa opini yang distandarkan dengan media masa. Wawasan yang diperoleh dari seminar dijadikan referensi pembahasan untuk mencari masalah dan solusi terkait isu ekonomi yang sedang berkembang.

Sedangkan Ketua Himaprodi Manajemen Afifatus Shilokhah berharap, selain memiliki wawasan baru para mahasiswa juga diarahkan untuk menganalisa berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi. Intinya, menggalakkan budaya meneliti bagi mahasiswa ekonomi.

Asisten direktur STIE Mahardhika Surabaya Rifda Fitrianty dan seorang pelaku UMKM Sidoarjo Abdul Mughits dihadirkan sebagai narasumber acara tersebut.

Alasannya, agar mahasiswa tidak hanya mendapat materi secara teoritis dari seorang pengamat dan akademisi, tetapi juga dapat menggali informasi dari pelaku usaha langsung.(choi/stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) yang diselengarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo diikuti oleh beberapa Kabupaten/kota di Jawa Timur diantaranya Tuban, Ponorogo, Lamongan, Madiun, Mojokerto, Batu, Malang, Surabaya dan Tulungagung.

PKL merupakan pendidikan lanjutan bagi kader Ansor setelah Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD). PKL yang dilaksanakan di Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo itu merupakan yang ke tujuh kalinya dilaksanakan di wilayah Jawa Timur.

Sebanyak 92 peserta PKL khidmat mengikuti materi yang disampaikan oleh instruktur. Bahkan salah satu peserta menyebut PKL ini serasa PKN karena pemateri yang hadir diantaranya Kasatkornas Banser Alfa Isnaini, KH. Marzuqi Musytamar, Adnan Anwar, Gus Najib Maimoen, Dir Intelkam Polda Jatim, dan lain sebagainya.

"PKL ini serasa PKN para pematerinya," tutur Nahwan peserta PKL yang juga penggiat medsos itu.

Memberikan materi Pedoman Organisasi (PO) tentang ke-Banser-an Kasatkornas Alfa Isnaini diidolakan oleh kader Ansor. Dalam yel-yel peserta PKL, nama Alfa Isnaini didengungkan sebagai Calon DPD RI.

"Siapa kita.. Ansor NU, NKRI.. Harga Mati, Pancasila.. Jaya, Aswaja.. Aqidah kita, Nusantara.. Milik kita, DPD kita.. Alfa Isnaini," serentak peserta PKL saat melantunkan yel-yel materi ke-Banser-an.

Menurut ketua PC GP. Ansor Sidoarjo Riza Ali Faizin, Mas Alfa sapaan akrab Kasatkornas merupakan simbol kader Ansor yang harus senantiasa didukung langkah baiknya.

"Mas Alfa ini simbol kader dan Kasatkornas, maka jika beliaunya mengatakan akan maju menjadi DPD RI ya harus kita dukung. Dukungan ini tentunya sebagai apresiasi karena kita juga bangga jika ada kader Ansor maupun Banser yang menjadi DPD RI. Wajib mugholladzoh sebagai kader, ikut mendukung," tutur Riza sekaligus nenjadi moderator materi yang disampaikan Alfa Isnaini.

Sementara itu Alfa Isnaini juga mengapresuasi dukungan dari para kadernya, menurutnya dukungan tersebut sebagai bentuk amanah atau perintah yang akan dilaksanakannya.

"Karena saya sudah dideklarasikan oleh Gus Riza, ya inshaalloh saya akan maju di DPD RI," ujar Alfa Isnaeni Jum'at 16 Februari 2018, usai memberikan materi ke-Banser-an. (choi/stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Sejauh ini proses rekonsiliasi konflik warga Sampang dengan pengikut Syi'ah dan relokasi pengungsian pengikut di Syi'ah kekampung halamannya masih belum menemui titik temu. Pengungsi Syi'ah masih berada di rusun Puspa Agro Jemundo, Taman Sidoarjo.

Hampir delapan tahun pengungsi Syiah Sampang tinggal di penampungan di Rusun Pusat Pasar Agrobisnis (Puspa Agro), Jemundo, Sidoarjo. Pengungsi yang berfaham Syi'ah tersebut merupakan warga asal Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Dusun Gading Laok, Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, Sampang Madura.

Pengungsian tersebut dipicu oleh faktor perbedaan keyakinan ditengah keluarga Tajul Muluk yang berfaham Syi'ah dan saudara lainnya berfaham Sunni. Keduanya merupakan tokoh berpengaruh di Sampang. Perbedaan itu berlanjut hingga keduanya melakukan aksi saling rebut pengikut. Hal ini berujung pembakaran permukiman pengikut Jajul Muluk Syi'ah pada tahun 2004.

Konflik tersebut terus berlanjut hingga Tajul Muluk dituntut oleh warga atas penodaan agama. Yakni mengajak masyarakat untuk menganut aliran syi'ah. Atas tuntutan tersebut sidang pengadilan memutuskan Tajul Muluk dipidana selama 4 tahun sejak 2011 hingga 2015.

Pengikut Syi'ah di Sampang akhirnya diungsikan di penampungan di Rusun Pusat Pasar Agrobisnis (Puspa Agro), Jemundo, Sidoarjo. Ada sekitar 80 KK dan sejumlah 300 lebih pengikut Syi'ah berada di penampungan tersebut. Pihak pemprov Jawa Timur bertanggungjawab biaya hidup pengungsi Syi'ah selama rekonsiliasi masih belum selesai.

Menurut Zaini Ahmad, ketua ranting NU Jemundo Taman saat didatangi peserta Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) GP. Ansor Sidoarjo pada Minggu, 18 Februari 2018 menjelaskan pengaruh keberadaan pengungsi Syi'ah di Jemundo itu memang belum ada, mereka cenderung melakukan kegiatannya didalam rusun dan tidak mengekspos keluar. Yel-yel penguatan keyakinan sejauh ini hanya untuk anggotanya sendiri.

Perpindahan ke Jemundo merupakan program provinsi untuk mengantisipasi terjadinya konflik lanjutan. Selain itu upaya perdamaian juga sudah dilakukan. NU setempat juga mengetahui perpindahan kelompok tersebut, namun tidak banyak tau terkait ajarannya karena sangat tertutup. "Ajarannya sangat tertutup, kami tidak tau pasti," ujar ketua ranting NU Jemundo saat dimintai keterangan di rumahnya.

Meski demikian NU setempat berharap konflik ini segera diselesaikan, mereka merindukan kampung halaman.

Sejauh ini meski keberadaan mereka ada di penampungan, namun anak-anak pengikut Syi'ah banyak yang sekolah di sekolahan umum yang ada di Jemundo. Menurut keterangan Ruhmiyatun istri ketua NU ranting Jemundo, secara amaliyah baca alquran anak-anak Syi'ah bagus.

Rukhmiyatun pernah mengajar ngaji di penampungan Syi'ah di rusun selama satu tahun. Ia juga banyak mengetahui tentang prinsip mereka. Mereka cenderung menutup keterangan saat ditanya tentang gerakan aliran mereka.

Mata pencaharian pengikut Syi'ah saat ini sebagai buruh kupas kelapa. Masjid Al Imam, menjadi masjid satu-satunya bagi pengungsi Syi'ah untuk melakukan Jumatan. (stj/coi).

lintasjatim.com, Sidoarjo PKL yang diikuti oleh 96 kader Ansor Sidoarjo dan beberapa PC GP. Ansor di Jawa Timur itu dibuka langsung oleh ketua PW GP. Ansor Jawa Timur.

Rudi Tri Wahid hadir pada pembukaan PKL ini memberikan apresiasi kepada GP. Ansor Sidoarjo atas terselenggaranya acara itu.

Baca pula: PC GP. Ansor Sidoarjo Menggelar PKL yang Pertama Kalinta, Diikuti 96 peserta

Pria kelahiran Lamongan itu menjelaskan PKL di Jawa Timur ini terhitung sebanyak Tujuh kali termasuk di Sidoarjo. Rudi berharap Ansor di Jawa Timur ini semakin berkembang, tiap-tiap ranting dapat menjalankan proses organisasi dengan baik.

"Jika Ansor sudah bisa memanajemen dan melakukan pengkaderan dengan baik sampai tingkatan ranting, maka Indonesia ini akan mudah kita jaga," kata Rudi dihadapan ratusan kader PKL.

Semua pertarungan akan dapat dimenangkan oleh kader Ansor, yang waras jangan ngalah. Jika tahapan dan proses kaderisasi GP. Ansor dapat berjalan dimasing-masing ranting maka keberadaan Ansor dalam membawa peradaban dunia.

Sejauh ini Ansor membela siapapun yang lemah meskipun berbeda agama maupun aliran.

"Jika kaderisasi Ansor ini berjalan maka Indonesia akan harmonis. Karena sejarah membuktikan bahwa Ansor dapat menjaga harmonisasi dan peradaban umat manusia, tidak memandang Agama, Suku maupun RAS," tutur Rudi.

Di PKL ini kader Ansor akan dilatih juga bagaimana melakukan pemetaan dalam memenangkan seluruh pertarungan untuk merawat keindonesiaan. (coi/stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo menggelar Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) di Ponpes Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo.

PKL ini dilaksanakan selama empat hari, Kamis sampai Ahad 15-18 Februari 2018. Turut hadir pada pembukaan PKL, ketua PW GP. Ansor Jatim Rudi Tri Wahid, ketua PC GP. Ansor Lamongan, Mojokerto, Jajaran Forkopimda Sidoarjo, Pengurus Cabang NU Sidoarjo dan Banom.

Selain instruktur dari PW GP. Ansor Jatim, PKL ini juga menghadirkan KH. Marzuqi Musytamar Rais Syuriyah PWNU Jatim. Pengurus PC GP. Ansor Sidoarjo wajib mengikuti PKL ini.

Ada sebanyak 96 peserta, masing-masing dari pengurus PC, PAC dan beberapa kader PC di Jawa Timur seperti Ponorogo, Lamongan, Madiun dan Surabaya, Mojokerto, Malang.

PKL ini yang pertama kalinya dilaksanakan oleh PC GP. Ansor Sidoarjo setelah periode sebelumnya Ansor Sidoarjo sudah melaksanakan PKD dimasing-masing PAC.

"Ini merupakan pelatihan lanjutan bagi kader yang sudah melaksanakan PKD. Alhamdulillah PAC di Sidoarjo ini sudah bisa mengadakan PKD/Diklatsar," ujar Riza Ali Faizin dalam sambutannya.

"Kini saatnya para kader Ansor mengikuti PKL, sebagai pelatihan lanjutan," tambahannya.

Tantangan Ansor kedepan semakin besar, karena kata Riza Ali Faizin ketua PC GP. Ansor Sidoarjo Ansor hari ini diharapkan oleh negara-negara di Dunia untuk menjaga perdamaian.

Ansor harus berani memenangkan setiap pertarungan. Mengutip quote Gus Mus 'Yang waras jangan ngalah'.

Riza menyampaikan bahwa Ansor sudah Go Internasional, bahkan PP. GP. Ansor kemarin telah melakukan pengkaderan di Korea. Oleh karena itu Ansor di Sidoarjo harus senantiasa berkembang dan lebih baik dalam menyongsong peradaban Dunia. stj/coi).

lintasjatim.com, Surabaya - Ratusan kader PKB Jawa Timur melakukan aksi turun jalan di depan Monumen Polisi Istimewa Surabaya, pada Senin 12 Februari 2018. Mereka mengutuk keras atas peristiwa teror penyerangan terhadap tokoh agama maupun tempat peribadatan yang terjadi akhir-akhir ini.

Koorlap Aksi, Fauzan Fuadi mengatakan aksi turun jalan yang dilakukan oleh kader PKB Jatim itu merupakan bentuk keperihatinan atas peristiwa teror yang terjadi selama ini. Bangsa Indonesia akhir-akhir ini diteror dengan beberapa aksi penyerangan terhadap tokoh-tokoh agama ataupun masyarakat.

Fauzan Fuadi wakil sekretaris DPW PKB Jawa Timur mencatat, ada empat kali teror. Pertama, penyerangan terhadap pimpinan pondok pesantren Al Hidayah di Cicalengka Bandung yakni KH. Umar Basri. Kedua, Penyerangan terhadap komando Brigade PP. Persis Ust. Prawoto di Bandung. Ketiga, penyerangan terhadap Bhiksu Mulyanto Nurhalim Desa Babat, Tanggerang Banten. Keempat, penyerangan jemaat dan pastur di Gereja Santa Lidwina Sleman Yogyakarta.

Atas berbagai aksi teror itu, kader PKB Jawa Timur mengutuk keras pelaku dan meminta kepada pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas aktor dibalik peristiwa teror tersebut. Menurutnya, penyerangan terhadap tokoh agama dan tempat peribadatan tersebut tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Selain itu, tindakan keji tersebut telah mencederai dan melukai semangat kebhinekaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab.

"Tindakan teror, penyerangan terhadap tokoh agama maupun tempat ibadah, telah melukai dan mencederai semangat kebhinekaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab," ujar Fauzan Fuadi.

Penyerangan terhadap simpul-simpul kebhinekaan seperti Suku, Agama, Ras dan Budaya merupakan kejahatan besar, karena dapat merusak persatuan dan kesatuhan bangsa. Oleh karena itu Kader DPW PKB Jawa Timur mendesak kepada aparat kepolisian untuk bergerak cepat dan mengusut tuntas otak dibalik peristiwa penyerangan tokoh agama dan tempat peribadatan tersebut.

"Jika dibiarkan berlarut-larut akan dapat menimbulkan perpecahan dan merusak kerukunan umat beragama," pungka Fauzan.

Aksi keperihatinan kader PKB Jatim atas peristiwa teror penyerangan terhadap tokoh agama dan tempat ibadah tersebut bertema #IndonesiaTidakTakut. Tema tersebut sebagai bentuk perlawanan bahwa segala bentuk teror yang berbau SARA harus dilawan bersama-sama karena dapat menimbulkan disintegrasi bangsa.

Selain menyampaikan keperihatinannya di depan Monumen Polisi Istimewa Surabaya, kader PKB Jatim membagikan bunga kepada para pengendara motor maupun mobil yang berhenti di persimpangan jalan.

Setelah aksi di persimpangan selesai, mereka jalan menuju Katedral Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus yang berada di Jalan Polisi Istimewa. Mereka menyerahkan karangan bunga tanda bela sungkawa kepada Romo Agung Wicaksono, selaku Romo Rekanan paroki gereja tersebut.

Turut aksi bersama kader PKB Jatim lainnya, sekretaris Garda Bangsa Jawa Timur I.A.Firdaous menghimbau kepada masyarakat dan khususnya pemuda Indonesia agar bisa merawat kebhinekaan dan tidak mudah diadu domba oleh oknum yang ingin merusak keberagaman Indonesia ini.

"Kebhinekaan Indonesia harus kita jaga, jangan sampai kita diadu domba oleh mereka yang ingin merusak tatanan Pancasila. Bagi kami NKRI Harga Mati !," pungkas I.A.Firdaous. (stj/coi).

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

Siapa calon Gubernur Jatim Favoritmu?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:
4495604
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
2884
5757
43057
4319697
183502
4495604
Your IP: 54.90.119.59
2018-02-25 11:29