Lintasjatim.com, Trenggalek - Puluhan ribu orang bertamasya ke Trenggalek selama libur Lebaran tahun ini. Mereka memadati area wisata unggulan kabupaten yang berada di Pesisir Selatan Pulau Jawa itu.

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek mencatat, 42.002 orang datang ke objek pariwisata di Trenggalek dalam rentang waktu 6 Juni 2019 hingga 9 Juni 2019.

Itu baru jumlah wisatawan yang tercatat di sepuluh destinasi wisata. Yakni, Pantai Karanggongso, Pantai Prigi, Gua Lowo, Kolam Renang Tirta Jwalita, Pantai Pelang, Banyu Nget, Bukit Banyon, Pantai Kili-Kili, Pantai Cengkrong, dan Putri Maron.

"Tempat pariwisata yang lain masih kami himpun datanya," ujar Plt Kepala Disparbud Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, Senin (10/6/2019).

Dari sepuluh tempat wisata itu, Pantai Karanggongso di kawasan Teluk Prigi masih menjadi magnet utama. Dalam rentang waktu yang sama, pantai itu dikunjungi lebih dari 21.279 orang.

Menyusul, Pantai Pelang yang berada di daerah Kecamatan Panggul. Daerah wisata yang mengandalkan air terjun yang memesona itu dihampiri 8.000 wisatawan.

Pantai Prigi menjadi destinasi andalan wisatawan ketiga dengan tingkat kunjungan 6.600 orang. Tempat wisata lain yang juga dikunjungi ribuan wisatawan adalah Pantai Cenkrong (2.350 orang) dan Bukit Banyon (1.335 orang).

Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada 9 Juni 2019.

Sunyoto menyebut, para pengunjung wisata di Trenggalek berasal dari berbagai daerah. Sebagian besar dari berbagai kota di Jawa Timur dan Yogjakarta.

"Ada yang dari Surabaya, Kediri, Tulungagung, dan kota-kota lain. Kelihatannya sebagian besar adalah pemudik," ungkap Sunyono.

Ia berkata, potensi pewisata datang ke Trenggalek masih besar hingga H+7 Lebaran. Meski musim libur Lebaran sudah usai, pihaknya masih siap menjadi persinggahan mereka yang memanfaatkan libur sekolah.

Total jumlah akumulasi wisatawan juga bisa bertambah besar apabila ditambahkan dengan kunjungan ke objek-objek wisata baru yang dikelola karangtaruna atau desa.

"Hari ini kami sedang mengumpulkan data dari destinasi wisata yang sikelola masyarakat. Misalnya seperti Tebing Linggo. Itu termasuk wisata baru yang banyak dikenal namun belum terhimpun data pengunjungnya," ujarnya.

Salah satu wisatawan asal Kota Malang, Sukma Negara, mengaku tertarik berkunjung ke tempat-tempat wisata sebelum kembali menjalani rutinitas pekerjaan.

Ia memilih ke Trenggalek sekaligus untuk menghampiri anggota keluarga yang banyak tinggal di sana. Untuk tempat tujuan wisata, ia memilih beberapa deretan pantai di Teluk Prigi sebagai destinasi.

"Setiap lebaran ke rumah keluarga di sini, saya sempatkan buat mampir (berwisata)," ujar bapak dua anak itu. 

Lintasjatim.com, Jombang - Hari kedua lebaran, Kamis (7/6/2019), terjadi kemacetan parah di kawasan Jl Raya Braan, Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Yakni, mulai depan kantor Polsek Bandar Kedungmulyo hingga jembatan Kertosono, Nganjuk.

Kendaraan yang mengular itu sekitar 1,5 Km (kilometer). Kemacetan terjadi dari arah timur ke barat.

Sedangkan dari arah sebaliknya, arus lalu lintas terpantau lancar. Sejumlah petugas terlihat bersiaga di lokasi. Mereka mengatur arus lalu lintas agar kemacetan segera terurai.

Kawasan Jl Raya Braan masuk dalam area simpang Bangjuri (Jombang, Nganjuk, Kediri).

Di kawasan tersebut terdapat persimpangan menuju Nganjuk, Kediri dan Jombang, atau juga dikenal simpang Mengkreng.

Sekitar pukul 11.00 WIB, terjadi penumpukan arus di kawasan tersebut. Utamanya, arus lalu lintas dari timur ke barat. “Macetnya mulai depan Polsek Bandar Kedungmulyo hingga jembatan Kertosono,” ujar Mahrus (45), salah satu pengguna jalan.

Pada lebaran pertama, lanjut Mahrus, dia dan keluarganya juga melintasi kawasan itu. Hanya saja, arus lalu lintas lancar. “Ya, mulai lebaran kedua ini ada kemacetan,” ujar pemudik asal Madura ini.

Selain adanya persimpangan, kemacetan di kawasan tersebut juga dipicu sejumlah faktor. Diantaranya, adanya dua palang pintu perlintasan kereta api yang jaraknya berdekatan.

Palang pintu pertama di kawasan Plosorejo, Bandar Kedungmulyo, Jombang. Palang pintu kedua berada di kawasan Mengkreng, Purwoasri Kediri. Jarak dua perlintasan itu sekitar 1 kilometer. Sudah begitu juga terdapat halte bus serta pusat oleh-oleh.

Lintasjatim.com. Surabaya - Program mudik balik gratis selama 16 hari yang digelar PT. KAI bersama Pemprov Jatim nampaknya banyak diburu pemudik. Warga pun rela mengantri panjang di Stasiun Gubeng Lama, Surabaya, bahkan sejak pukul 5 pagi.

 

Penampakan antrian panjang mengular di depan Stasiun Gubeng lama ini, terlihat hampir setiap pagi. Warga rela mengantri untuk mendapatkan tiket mudik balik gratis yang disediakan PT. KAI kerjasama dengan Pemprov Jawa Timur. Warga bahkan rela mengantri sejak pukul 5 pagi meskipun loket baru dibuka pukul 9 pagi.

"Tiket mudik balik yang disediakan tersebut mencakup 176 perjalanan kereta dari 14 jurusan di Jawa Timur, yakni jarak menengah KA Tawangalun jurusan Malang - Banyuwangi, dan KA Purbowangi jurusan Surabaya Gubeng - Banyuwangi, serta 12 kereta api lokal relasi Jawa Timur seperti KA Doho, Tumapel, dan Penataran. Mudik balik gratis tersebut dilakukan selama 16 hari yakni sejak tanggal 28 Mei hingga 6 Juni mendatang," kata Suprapto - Manager Humas PT. KAI Daop VIII

Ratna, salah satu pemudik, bahkan mengaku rela mengantri sejak pukul 5 pagi demi mendapatkan tiket mudik balik gratis tujuan mojokerto.

Untuk mengantisipasi antrian yang cukup panjang karena tingginya antusias masyarakat terhadap program tersebut, KAI Daop VIII Surabaya memberlakukan sistem antrian dengan kupon nomor antrian, sehingga warga tidak berjubel di lokasi stasiun. Dalam 1 hari, pihaknya hanya akan melayani 400 kupon saja.*

Pojokpitu.com

 

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

9459831
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
11721
17901
47663
9214071
402210
465032
9459831
Your IP: 54.81.69.220
2019-07-23 16:47