Lintasjatim.com, Situbondo – Polres Situbondo menangani kecelakaan beruntun di di jalan raya Hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo tepatnya di KM 253 arah Surabaya, Kamis (4/7/2019).

Kendaraan yang terlibat laka di antaranya, truck fuso DR-8806-AZ, minibus Ertiga BP-1096-ME yang dikendarai oleh SUWANDY SUCIOTO (39) asal Desa Kp. Sraya, Kecamatan. Batu Ampar Kota Batam. Kendaraan L300 L-9363-P, bus pariwisata W-7638-UN, Bus II yang dikemudikan oleh Anwar Suyono (36) asal Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Malang.

Kemudian, truk colt diesel S-8861-UQ yang dikemudikan oleh Ahmad Subiyakto (58) Dusun Pakis Jalio Blok B4 RT. 02 RW. III, Kelurahan Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Akibat kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia 1 orang, korban luka berat dua orang dan luka ringan sebanyak 8 orang.

Berikut identitas korban:

1. Penumpang Kend. Bus II No. Pol – nama HJ. MASRUKAH, pr, 55 th, Guru, alamat : Usman Sadar 4/9 RT. 01 RW. 02 Ds. Karang Turi Kec. Gersik Kab. Gersik yang bersangkutan mengalami cidera pada kepala (meninggal dunia)

2. Penumpang Kend. Bus II No. Pol – nama Roben, lk, 60 th, alamat : Simpang Nias 17 RT.003 RW. 007 Ds. Randuagung Kec. Kebomas Kab. Gersik yang bersangkutan mengalami luka robek pada plipis kanan dan keseleo pada kaki sebelah kanan. (luka ringan)

3. Penumpang Kend. Bus II No. Pol – nama SUJIATI, pr, 45 tahun, alamat : Panglima sudirman 120 RT. 001 RW. 003 Ds. Sidomoro kec. Kebomas Kab. Gersik yang bersangkutan mengalamu luka robek pada mulut. (luka ringan)

4. Pengemudi Kend. Minibus Ertiga No. Pol : BP-1096-ME an. SUWANDY SUCIOTO, lk, 39, swasta, ybs mengalami cidera pada kepala, luka lecet pada tangan kanan. (luka berat).

5. Penumpang Kend. Bus II No. Pol – An. Defitra S. Si, pr, 34 tahun, alamat : Manyar Kartika 8/18 RT
03 RW.01 Ds. Menur Pumpungan Kec. Sukolilo Kota Surabaya, yang bersangkutan mengalami cidera pada tangan kanan. (luka ringan)

6. Kend. Bus II No. Pol – nama MUAMAR SAIFUL QATHAFI A, Lk, 26 tahun, swasta, alamat : pecindilan Sumur 3 RT.04 RW.03 Ds. Kapasari Kec. Genteng Surabaya, mengalami luka lecet pada tangan kiri dan kaki kiri (luka ringan).

7. Penumpang Kend. Bus II No. Pol – An. SIRYANTOKO, Lk, 61 th, PNS, alamat : Ngipik, RT. 03 RW.02 Ds. Ngipik Gresik mengalami luka lecet pada kaki kanan dan kiri. (LR)
8. Penumpang Bus II No. Pol – An. SUGI ASTUTI, pr, 55 th, alamat : Ds. Ngipil RT. 03 RW. 02 Gresik mengalami luka lecet pada tangan kanan dan kiri dan pada lutut kaki kanan. (luka ringan)

9. Penumpang Kend. Bus II No. Pol – An. RINI NUR YATI, Pr, 51 th, alamat Simpang nias 17 RT. 03 RW. 07 Ds. Randu agung Kec. Kebomas Gresik, mengalami luka robek pada bibir. (luka ringan)

10. Penumpang Kend. Ertiga No. Pol BP-1096-ME, EMI SUWILA, pr 32 th, wiraswasta, alamat komplek sakura garden II no. 2 RT. 01 RW. 04 Batam, mengalami luka lecet pada kaki kanan dan tangan kiri. (luka ringan)

11. Pengemudi Bus II No. Pol – an. Anwar Suyono, lk, 33 th, swasta, Fs
Purwoasri RT. 04 RW. 08 Singosari Malang mengalami cidera pada kepala dan cidera pada kaki kiri. (luka ringan)

“Untuk para korban dievakuasi ke Puskesmas Wonorejo, Puskesmas Wongsorejo Banyuwangi dan RSUD Asembagus Situbondo untuk pertolongan pertama,”

“Informasi dari personil laka Laka Lantas yang berada di lapangan penyebab kecelakaan diduga karena truk nopol DR-8806-AZ mengalami rem blong, proses evakuasi dan penanganan di TKP masih berlangsung,” jelas Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo.

Source: beritajatim.com

Lintasjatim.com, Situbondo - Kecelakaan beruntun enam kendaraan di kawasan Hutan Baluran Situbondo diduga dipicu oleh kendaraan truk yang mengalami rem blong.

Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Hendrix mengatakan truk bernopol DR 8806 AZ melaju dari arah Situbondo menuju ke arah Banyuwangi.

"Truk tersebut diduga mengalami rem blong dan menabrak rombongan bus pariwisata dari Kabupaten Gresik. Saat itu rombongan bus tersebut dalam posisi berhenti karena ada perbaikan jalan," katanya, Jumat (5/7/2019) dini hari.

Truk ini kemudian menabrak Ertiga nopol BP 1096 ME, Bus nopol W 7638 UN, Bus II, truk nopol S-8861-UQ dan L300 nopol L 9363 P yang melaju dari arah berlawanan secara beruntun.

Dari insiden tersebut, mobil Suzuki Ertiga mengalami kerusakan cukup parah. Seluruh bodi kendaraan baik dari belakang dan depan ringsek akibat terhimpit.

"Kedua bus rombongan tersebut juga cukup parah kerusakannya," ujarnya.

Lintasjatim.com, Situbondo - Prawoto (59), seorang penumpang bus II yang selamat dalam kecelakaan beruntun 6 kendaraan di Hutan Baluran Situbondo mengaku terjepit hampir 1 jam, sebelum diselamatkan, Kamis (4/7).

Prawoto mengalami luka cukup serius di bagian kaki kirinya, engsel lututnya mengalami disposisi dan luka di pelipis kanan akibat terbentur saat ditemui di Puskesmas Wongsorejo.

"Hampir sejam saya terjepit di dalam bus II yang saya tumpangi. Saya sadar gak pingsan," kata Prawoto, Jumat (5/7/2019) dini hari.

Dia menceritakan, bersama rombongan dirinya berangkat dari Kediri untuk rekreasi ke Pulau Bali menggunakan 5 bus pariwisata.

Saat di lokasi, bus II yang ditumpanginya itu disenggol oleh truk dari belakang hingga terperosok masuk ke bibir hutan. Truk yang menyenggol itu lantas terguling di depan bus III.

Karena berhenti mendadak, bus III ditabrak mobil Suzuki Ertiga BP-1096-ME dan di susul mobil pikap L-300 yang ditabrak truk.

"Bus I, III dan IV selamat dari kecelakaan yang beruntun," ujarnya.

Kecelakaan beruntun melibatkan enam kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Pantura masuk wilayah Hutan Baluran Situbondo yang berbatasan dengan Banyuwangi.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan diantaranya 2 bus pariwisata yang membawa rombongan guru asal Gresik, 2 unit truk, Suzuki Ertiga BP 1096 ME, serta mobil pikap L-300.

Kecelakaan ini mengakibatkan arus lalu lintas di Jalur Pantura mengalami kemacetan, baik dari arah Surabaya ke Banyuwangi maupun sebaliknya.

Source: Jatimnow.com

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Kecelakaan tunggal terjadi di Tol Sidoarjo-Waru, Jumat (28/6/2019). Bus Tentrem dengan sejumlah penumpang terguling di KM 748. Akibatnya, dua penumpang dikabarkan luka berat.

Informasi yang didapat jatimnow.com, Bus Tentrem itu bernopol N 7859 UG. Bus ini terguling sekitar pukul 08.00 Wib dan melintang di bahu jalan tol hingga memakan satu lajur lambat.

"Alhamdulillah evakuasi sudah selesai dan korban dua orang luka berat sudah kami bawa ke Rumah Sakit Siti Khotimah, Sepanjang (Sidoarjo)," kata Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim, AKBP Bambang S Wibowo.

Bambang belum menjelaskan terkait kronologi kecelakaan serta data awak bus maupun identitas korban luka berat tersebut, karena timnya masih melakukan pendataan di lokasi kejadian.

"Data masih kami susun," terangnya.

Namun dari informasi yang dihimpun, bus itu awalnya melaju dengan berpindah-pindah lajur dari lajur kiri ke bahu jalan sejak dari Tol Gempol. Sampai di lokasi kejadian, bus berpindah lajur dari lajur kiri ke bahu jalan. Ternyata saat itu ada truk parkir di bahu jalan. Akhirnya sopir banting setir ke kiri hingga bus terperosok ke selokan dan akhirnya terguling.

Source: jatimnow.com

Lintasjatim.com, Jombang Kecelakaan maut terjadi di Jl Raya Manisrenggo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Rabu (12/6/2019) sekitar pukul 16.30. Tiga orang meninggal dalam peristiwa itu. Dari jumlah tersebut, satu korban meninggal adalah anggota TNI AL.

Kecelakaan bermula ketika bus PO Harapan Jaya nopol AG 7391 US berjalan dari arah timur ke barat. Bus yang dikemudikan Bambang Budianto (50), warga Jl Tosaren II, Kota Kediri, ini melaju dengan kecepatan tinggi.

Diduga kurang hati- hati dan tidak bisa menjaga jarak aman, bus jurusan Surabaya-Trenggalek itu menabrak mobil pikap L 300 Mitsubishi nopol AE 8832 YA yang berjalan searah di depannya. Karena kerasanya benturan, mobil pikap yang dikemudikan Bambang Purbudianto (56), warga Dusun Krajan, Desa Sumberreji, Kecamatan Sudimoro, Pacitan, ini oleng ke kiri dan menabrak pejalan kaki yang sedang berdiri di tepi jalan raya. Bukan hanya itu, mobil pikap juga menabrak rumah yang berada di selatan jalan.

Akibatnya, mobil terbalik dan rusak parah. Para penumpang pikap tersebut kondisinya juga mengenaskan. Selain sopir, mobil pikap tersebut juga ditumpangi dua anggota TNI AL. Masing-masing Serda Jarni (41), warga Kecamatan Sukomoro, Nganjuk. Anggota Marinir yang berdinas di Karangpilang Surabaya ini mengalami luka serius dan meninggal di lokasi.

Anggota TNI AL lainnya adalah Koptu Edi Susanto (46), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Gondang, Nganjuk. Koptu Edi mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD Jombang guna menjalani perawatan. Dua korban meninggal lainnya adalah Bambang Purbudianto (56), warga Dusun Krajan, Desa Sumberreji, Kecamatan Sudimoro, Pacitan, yang notabene pengemudi mobil pikap.

“Satu korban lagi yang meninggal Subandia (45), warga Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Subandia meninggal saat perawatan di RSUD Kertosono. Jadi total yang meninggal ada tiga orang,” ujar Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Jombang Iptu Sulaiman.

Identitas korban meninggal
1. Bambang Purbudianto (56), warga Dusun Krajan, Desa Sumberreji, Kecamatan Sudimoro, Pacitan. (pengemudi mobil pikap)

2. Serda Jarni (41), warga Kecamatan Sukomoro, Nganjuk. (penumpang mobil pikap)

3. Subandia (45), warga Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. (pejalan kaki)

(Beritajatim.com/st)

Lintasjatim.com, Lamongan - Kecelakaan yang melibatkan Kereta api dengan motor kembali terjadi di Lamongan. Kali ini, sebuah motor ringsek setelah terserempet KA di perlintasan rel KA tak berpalang pintu di Lamongan, tepatnya di Perlintasan Rel KA yang ada di Desa Datinawong, Kecamatan Babat. 

Kejadian ini bermula ketika motor Yamaha Mio bernopol S 2170 MM yang dikendarai oleh Kasmuri (51) warga Desa Datinawong, Kecamatan Babat terserempet KA Sembrani 7009 ketika akan menyeberang rel. Akibatnya, Kasmuri mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: Pos Keamanan di Lamongan Dijaga Ketat Oleh Hulk dan Spiderman

Petugas kepolisian dari Polsek Babat Ipda Purnomo mengatakan kejadian ini bermula ketika motor yang dikendarai oleh Kasmuri hendak menyeberang rel dari arah utara ke selatan atau hendak kembali ke rumahnya yang ada di Desa Datinawong. Ketika itu, kata Purnomo, dari arah arah timur meluncur KA Sembrani. 

"Diduga korban ketika menyeberang tersebut tidak tahu kalau sedang ada KA yang akan melintas. Karena memang di perlintasan rel KA ini tidak ada palang pintu dan tak berpenjaga," kata Purnomo pada detikcom, Senin (3/6/2019).

Karena tidak tahu kalau sedang ada KA yang akan melintas, lanjut Purnomo, korban terus saja menyeberang hingga akhirnya terserempet KA hingga motor yang dikendarai korban ringsek. Korban sendiri, kata Purnomo, mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

"Jadi korban ini tertemper KA hingga motor ringsek dan korban luka berat," tandasnya. 

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kejadian, menurut Purnomo, bersama warga mengevakuasi korban ke rumah sakit dan meminta keterangan sejumlah saksi. 

"Kami imbau warga masyarakat untuk hati-hati ketika menyeberang Perlintasan rel KA, apalagi ketika menyebrang Perlintasan tak berpenjaga dan tak berpalang pintu. Tengok kiri kanan sebelum menyeberang," imbau Purnomo. 

(Detik.com/st)

Lintasjatim.com, NGANJUK - Perjalanan Salam, 40, warga asal Desa Kampung Kadinding, Kecamatan Kibin, Serang, Banten menuju ke Surabaya Selasa (28/5) siang lalu harus terhenti di tol KM 666+800, di Desa Pisang, Patianrowo. Ini setelah mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya mengalami pecah ban. Akibatnya, kendaraan menabrak pagar pembatas dan terlempar ke sawah di bawah jalan tol.

Informasi yang dihimpun koran ini kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00. Mobil bernopol A 1537 AQ yang berisi empat orang itu melaju dengan kecepatan tinggi. “Kondisi jalan yang lurus dan mulus membuat korban bisa mengemudikan kendaraannya dengan kencang,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Nganjuk Ipda Sugino.

Baca Juga: Antrian Panjang Berburu Tiket Mudik Balik Gratis KAI Daop VIII

Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), diduga mobil mengalami pecah ban. Braaak! Mobil yang tengah melaju kencang itu menjadi tak terkendali dan menabrak pagar pembatas. Benturan keras membuat mobil berwarna putih itu terlempar ke sawah dan bodi kendaraan langsung ringsek.

Sementara itu, kecelakaan di siang bolong itu langsung jadi perhatian sejumlah petani yang tengah beraktivitas di sawah. Mereka mengecek kondisi mobil yang terguling tersebut.

Setelah memastikan ada empat korban di dalam mobil, mereka berusaha memberikan pertolongan. Sebagian lainnya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. “Kami langsung mendatangi TKP dan melakukan evakuasi korban,” lanjut Gino.

Akibat kecelakaan tersebut, Salam dan M. Soleh, 14, mengalami luka berat di bagian kepala. Keduanya tidak sadarkan diri. Adapun Maisaroh, 35 dan M. Imam, 7, hanya mengalami luka ringan.

Keempat korban tersebut langsung dibawa ke RSUD Kertosono untuk mendapatkan penanganan medis. “Dua korban tak sadarkan diri saat dilarikan ke rumah sakit,” terang Gino.

Ditanya tentang penyebab kecelakaan, Gino menyebut musibah itu terjadi diduga akibat pengemudi lalai dan kurang berhati-hati saat berkendara. Kondisi jalan yang lurus dan halus diduga membuat Salam melaju dengan kencang. Sehingga, membuatnya tidak memperhatikan kondisi kendaraan. “Posisi kecelakaan di jalan yang lurus dan halus,” tandas Gino sembari mengingatkan masyarakat untuk lebih hati-hati lagi saat berkendara.

Radarkeidir.jawapos.com

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

9459763
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
11653
17901
47595
9214071
402142
465032
9459763
Your IP: 54.81.69.220
2019-07-23 16:44