Wahyudi

Wahyudi

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lintasjatim.com, Sidoarjo – Baru-baru ini, pemilik rumah hiburan Umum (RHU) diminta menandatangi kesepatan agar tidak lagi menyediakan pemandu lagu (purel), minuman keras, narkoba serta menjaga keamanan dan ketertiban. Aturan ini dilakukan dalam rangka pengajuan perpanjangan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDPU).

Penandatanganan para pemilik RHU ini, disaksikan oleh beberapa pihak, antara lain kepolisian, Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK), Satpol PP, Dinas Pariwisata, Pemuda dan olahraga (Disparposa), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama beserta ormas lain. Beberapa butir kebijakan yang harus disepakati oleh RHU ini, tercetus dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP).

Menanggapi kesepakatan ini, ketua GP Ansor Sicoarjo, Rizza Ali Faizin angkat bicara. Dalam releasnya, ia menyatakan bahwa kesepakatan itu tidak tegas. Alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel ini menyatakan, poin-poin penting yang sesungguhnya perlu ditaati oleh pemilik RHU. Ia menyebutkan, RHU harus menjaga, memastikan dan menjamin tempat usahanya terbebas dari: peredaran minuman keras dan narkoba, aktifitas pemandu karaoke, perbuatan asusila dan hal-hal lain yag bisa mencemarkan nama baik pemerintahan kabupaten Sidoarjo, warga dan lebih-lebih lingkungan sekitar.

peraturan tentang eksistensi RHU di Sidoarjo ini harus bisa menjamin tidak tercorengnya nama baik kota ini yang dikenal dengan kota santri” tegasnya.

Rizza juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal agar generasi muda dan masyarakat umum di Sidoarjo terjaga dari pengaruh dan tindakan-tindakan yang menyimpang dari moral sosial dan agama. Untuk itu, ia bersama jajarannya akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk mengawal dan mengawasi jika suatu saat terjadi penyelewagan-penyelewangan yang tidak diinginkan. (ek)

 

lintasjatim.com, Babat - Lagi dan lagi, tidak adanya rasa bosan PAC (Pimpinan Anak Cabang) IPNU IPPNU Babat menggelar Puncak Harlah IPNU ke 64, IPPNU ke 63 dan Ikhtiar Sukses Ujian Nasional. Sabtu, 31 Maret 2018 berada di aula PC LP. Ma'arif NU Babat, 200 Kader dari berbagai tingkatan SMP/Mts, SMA/MA/SMK dari Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU se Anak Cabang Babat . Kagiatan tersebut bertujuan agar Pelajar di Kecamatan Babat khususnya kader IPNU IPPNU se Kecamatan Babat yang akan menghadapi Ujian Nasional supaya bisa melaksanakan Ujian Nasional dengan lancar. Acara diisi dengan Amaliyah Nahdliyin seperti Tahlil dan Istighosah yang dipimpin oleh Agus Khotib Afandi, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurus Siroj Tritunggal Babat. Hadir pula ketua PC LP Ma'arif NU Babat, H. Sufa'at, PC IPNU IPPNU Babat dan juga ketua PAC LP Ma'arif NU Babat, bapak H. Rosadi, S.Ag.

Ketua PAC LP Ma'arif NU Babat menegaskan dalam sambutannya bahwa Ikut organisasi ipnu ippnu itu tidak ada ruginya, tapi kita tidak boleh melalaikan tugas kita sebagai pelajar yakni belajar dulu di bangku sekolah. Bahwa seorang pelajar yang sekolah sambil mengikuti organisasi itu biasannya mempunyai kelebihan yang tidak di miliki pelajar yang lain. karena banyak ilmu, pengalaman, dan wawasan yang akan kita dapat di dalam organisasi. dan beliau juga mengutip satu maqolah "Antum Subhanul yaum rijalul ghod" bahwa para pemuda pemudi saat ini adalah generasi pemimpin di masa datang.

"Kader IPNU IPPNU se Kecamatan Babat ini adalah kader yang berkualitas, yang pernah dimiliki oleh PC IPNU IPPNU Babat. Dan juga kader IPNU IPPNU Babat ini diharapkan menjadi percontohan kader se Cabang Babat." ujar Habib Jaelani, selaku ketua PC IPNU Babat.

Ketua PAC IPNU Babat (Rekan Aan) dalam siaran pers menjelaskan bahwa dengan diadakan peringatan harlah IPNU-IPPNU dan Ikhtiar sukses Ujian Nasional, agar pelajar NU yang ada di kecamatan babat lebih semangat dalam berjuang di organisasi ipnu ippnu dan untuk para pelajar NU yang saat ini duduk di bangku kelas 3 yang nantinya akan menghadapi Ujian Nasional agar nantinya lulus 100% dan mendapatkan nilai yang bagus sesuai dengan apa yang di harapkan.

Dan keunggulan dalam kegiatan Ikhtiar sukses ujian nasional kali ini bukan hanya antusias dari peserta yang mengikuti, tapi kami juga mendatangkan Trainer Nasional yang notabennya adalah murni dari kader IPNU, yang di umur 26 tahun sudah menyelesaikan pendidikannya hingga ke jenjang Doktor.  Dia adalah Dr. Mufarrihul Hazin, S.PdI, M.Pd. (Pengurus PW IPNU Jatim & PP IPNU).

Aan menambahkan, bahwa dengan  mendatangkan trainer tersebut harapan kami yakni bisa memotivasi para pelajar untuk selalu yakin dan mantap dalam menghadapi Ujian Nasional, dan untuk tetap bersemangat dalam berorganisasi dan tidak mengesampingkan dunia pendidikan.

"Kader IPNU IPPNU di wilayah kecamatan Babat harus bisa meneruskan estafet perjuangan para ulama dan kiyai terdahulu yang mampu membawah nama organisasi Nahdlatul Ulama' menjadi organisasi kemasyarakatan terbesar di dunia. Bukan hanya itu saja, kader ipnu ippnu harus mampu menghadapi tantangan zaman dan kemajuan di zaman milenial ini. jadi kader IPNU-IPPNU harus mampu berdaya saing dan mampu membawa organisasi IPNU-IPPNU tambah jaya" terangnya dalam sambutan opening ceremony. (ek)

lintasjatim.com, Lamongan- Salah satu tanggungjawab moral perguruan tinggi adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini merupakan salah satu manifestasi dari tri dharma perguruan tinggi, yaitu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Menyadari akan hal itu, maka Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Lamongan menyelenggarakan pelatihan mengurus jenazah yang diselenggarakan di gedung D Fakultas Agama Islam pada minggu (25/3).

Acara ini, dilaksanakan dengan mengundang dua narasumber yang ahli dibidangnya masing-masing, yaitu Umaiyah selaku tenaga medis dari Rumah Sakit NU Lamongan, serta KH Makruf Khozin selaku Dewan Pakar Aswaja NU Centre Jawa Timur, sekaligus penulis buku Fiqh Jenazah An-Nahdliyah.

Peserta yang lebih banyak didominasi oleh pelajar tingkat akhir di Kabupaten Lamongan serta mahasiswa dari Unisla, terlihat sangat antusias dan tertarik mengikuti acara yang diselenggarakan di kampus hijau ini. Hal ini terlihat dari semangat yang diperlihatakan peserta yang dengan seksama dan aktif mengikuti acara pelatihan dari awal hingga akhir.

Acara ini, dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, yaitu narasumber memaparkan secara teoritis baik dari sisi syariat islam maupun medis, adapun sesi kedua para peserta diajak dan didampingi para narasumber untuk melakukan praktik mengurus jenazah.

Rohim, selaku Ketua Prodi menyampaikan dalam sambutannya, bahwa acara ini merupakan bukti komitmen Prodi dalam rangka mengemban amanah pendidikan untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Sekaligus sebagai pelaksanaan secara konkrit program kerja yang telah disusun sudah sejak lama.

Prodi PAI dalam hal ini adalah penerjemah amanah undang-undang, bahwa tugas kita untuk menyelenggarakan pendidikan kepada masyarakat luas” tegasnya dalam sambutan

Kegiatan ini, diselenggarakan oleh Prodi PAI Unisla dengan menggandeng PC IPNU-IPPNU Lamongan. Peserta juga terlihat sangat senang karena selain mendapatkan materi dan pengalaman belajar, juga dibagikan buku gratis Fiqh an-nahdliyah sebagai pedoman bagaimana merawat dan mengurus jenazah sesuai dengan ketentuan syariat agama islam.(Ek)

lintasjatim.com, Babat- Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Babat masa khidmat 2017-2019 mengadakan Rapat Kerja Cabang I. Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) ini, adalah agenda wajib yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang setiap satu tahun sekali. Rakercab yang digelar di MWC NU Sambeng ini diikuti oleh seluruh pengurus cabang dan anak cabang se-PC IPNU-IPPNU Babat,hari sabtu-ahad (17-18/2).

Melalui Rakercab IPNU dan IPPNU Babat, berhasil menggagas program kerja unggulan disamping program wajib. “Rakercab ini bertujuan untuk menentukan arah tujuan program organisasi satu tahun kedepan,” terang Ketua PC IPPNU, Emy dalam sambutannya.

Selain itu, Habib selaku ketua PC IPNU Babat menguraikan bahwa agenda ini diselenggarakan guna meningkatkan kualitas sekaligus loyalitas kader untuk masa pengabidian dua tahun ke depan.

Acara ini diselenggarakan juga dalam rangka mewujudkan Gold Generation di Babat pada 3-5 tahun yang akan datang” imbuhnya dengan sangat optimis saat pembukaan. 

Adapun Program unggulan yang berhasil dicetuskan dalam rapat kerja tersebut antara lain Pembentukan Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP), Rumah Konseling Pelajar, Ngaji Organisasi, Madrasah Desain serta Jambore Pelajar Hijau. Sementara untuk program wajibnya adalah berupa pelatihan berjenjang dalam hal kaderisasi.

dari beberapa program unggulan, kami akan fokus pada rumah konseling pelajar. Hal ini sebagai respon maraknya tindakan yang negatif di lakukan pelajar kepada guru”, ujar Habib saat dimintai keterangan.

Rakercab yang mengusung tema “Meneguhkan Peran dan Kontribusi Strategis Pelajar NU; Kini dan Nanti” ini, semakin menarik karena dilanjutkan dengan Out bound di Water Tubing Pacet, Mojokerto. Kegiatan selingan ini, menurut Emy bertujuan untuk memupuk kekompakan dan sinergitas pengurus PC dan PAC.

 

lintasjatim.com, Bojonegoro- Dalam rangka menyongsong harlah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ke-64 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ke-63, diadakan Make up & Hijab Contest di Pendopo Kecamatan Kalitidu minggu, (18/2).

Acara yang dikemas menarik dan unik ini, semakin meriah karena turut dihadiri oleh Jajaran Muspika Kecamatan Kalitidu. Ajang kecantikan ini, diikuti oleh 46 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Anak Cabang dan pengurus Komisariat Perguruan Tinggi IPPNU se-Kabupaten Bojonegoro. Menariknya lagi, lomba ini juga di buka untuk umum. Sehingga siapapun boleh ikut, tak sebatas hanya pelajar NU.

Selaku ketua panitia, Irfan menyampaikan kepada peserta bahwa kegiatan ini bisa di ambil pelajaran untuk kehidupan sehari-hari sebagai semangat bahwa di masyarakat pelajar NU harus terlihat menarik dan cantik.

Selain itu, Rifa, ketua IPPNU Bojonegoro menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sebagai ajang untuk menang atau kalah, namun sisi positif dari acara ini adalah memberikan ruang aktifitas positif bagi pelajar di kabupaten bojonegoro. Ia juga menambahkan bahwa acara ini juga dalam rangka menyemarakkan hari lahir IPNU dan IPPNU.

"selain agar terlihat kekinian, masyarakat juga akan tertarik jika melihat kader putrid NU terlihat bersih menawan sekaligus cantik-cantik" imbuhnya

Adapun hadiah yang diperebutkan dalam acara ini, selain trophy untuk juara 1,2,dan 3, juga ada uang pendidikan serta hadiah menarik untuk juara favorit. Tidak hanya itu, seluruh peserta juga mendapat paket bedak dari sponsor martha tilaar sebagai oleh-oleh. (Bidin)

 

Lintasjatim.com, Tulungagung- Menyongsong Hari Lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke 64 dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke 63, minggu (18/2) Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU kecamatan Ngunut adakan Talk Show. Acara ini diikuti oleh seluruh pelajar se Kecamatan Ngunut. Dengan mengusung tema “Jadi Pelajar kok Mutungan”, kegiatan ini diselenggarakan di gedung Balai DIklat Tulungagung.

Acara ini semakin meriah karena dihadiri oleh ratusan pelajar yang mewakili seluruh pengurus ranting dan komisariat. Iqbal Hamdan Habibi selaku sekretaris IPNU Ngunut mengatakan bahwa, tema ini sengaja diangkat karena akhir-akhir ini kinerja organisasi menjadi terkendala hanya karena kader yang tidak mau diajak kerjasama karena ngambek atau marah tanpa sebab yang jelas (jawa: mutung, red).

dengan diadakannya talkshow ini, diharapkan pelajar di kecamatan ngunut, khususnya kader IPNU-IPPNU, mampu meningkatkan motivasinya dalam mengabdikan dirinya di organisasi dan masyarakat” terangnya saat dimintai keterangan.

Sebagai narasumber talkshow, didatangkan dari pengurus wilayah IPNU Jawa Timur, yakni Winarto Eka Wahyudi. Dalam keterangannya saat memberikan materi, eka –sapaan akrabnya- menyatakan bahwa seorang disebut kader, harus memiliki karakter yang kuat dan unggul, namun tetap santun dalam sikap dan sopan dalam berucap. Wakil ketua IPNU Jatim ini juga menambahkan bahwa kader juga harus memiliki antusias dalam berorganisasi serta mempunyai daya saing yang tinggi.

kader IPNU IPPNU itu haruslah pintar dan cerdas, “Haram hukumnya kader IPNU IPPNU itu tidak cerdas” tegasnya saat talkshow

Dipenghujung acara, dalam rangka memeriahkan harlah, diadakan potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Agung Tri Yudha Nugroho selaku ketua IPNU kecamatan Ngunut menyatakan bahwa tumpeng merupakan simbol terimakasih dan bentuknya yang menggunung merupakan harapan yang tinggi agar ke depan IPNU-IPPNU menjadi organisasi yang lebih baik lagi.

Semoga kegiatan ini menambah ghiroh kita dalam melaksanakan kredo pengabdian IPNU-IPPNU, yaitu Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa” harapnya. (iqbal)

lintasjatim.com, Malang- Momentum hari pers nasional pada tanggal 9 Februari tak disia-siakan oleh pengurus Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Jawa Timur. Bertempat di kawasan Batu, Malang, para pengurus LTN melakukan evaluasi kinerja melalui rapat pleno.

kepengurusan kita tinggal beberapa bulan ke depan, untuk itu kita harus melakukan evaluasi untuk memperbaiki dan memperbarui kinerja agar lebih maksimal ke depannya” terang Ahmad Najib selaku ketua LTN NU Jatim di sela sambutan.

Pria yang akrab di sapa Gus Najib ini juga menambahkan, bahwa selama ini program lembaga yang dimpimpinya, walaupun sukses, terlahir dari pemikiran yang sporadis dan kun fa yakun. Untuk itu, ia mengingatkan agar ke depan ditata lebih baik dan sistematis lagi.

Pada kesempatan yang sama, Sururi Arumbani, sebagai wakil ketua menegaskan bahwa, ke depan LTN NU Jatim harus mampu melahirkan program kerja yang lebih menekankan asas prioritas, sinergitas dan paling penting bisa membekas.

Pada rapat pleno kali ini, banyak ide-ide segar yang akan segera mewarnai program kerja LTN NU Jatim tahun 2018 ini. Adapun unit kerja yang telah ada, semisal cangkir 9, amal jariyah buku, asbitNU, LTN Pustaka dan halaqa.net akan mendapat perlakuan lebih serius untuk memaksimalkan performa lembaga NU yang khusus menangani literasi, diksusi dan kepustakaan ini ke depan. (eka)

Oleh

Rizza Ali Faizin

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo

Sungguh menarik jika mencermati dinamika politik penyelenggaraan pemilu, karena memerlukan sikap kehati-hatian dan penuh dedikasi. Setiap manuver politik yang dilakukan dalam bentuk kegiatan ataupun kebijakan akan menjadi rujukan yang mempunyai implikasi lansung pada dinamika politik yang ada.

Sebagaimana keputusan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidoarjo baru-baru ini yang menuntut mundur anggota Panwascam dan Pengawas Lapangan yang tercatat dan terlibat aktif dalam kepengurusan ormas baik yang berbadan hukum, atau tidak. Tentu, kebijakan ini perlu dikritisi baik secara politik etis ataupun secara normatif, yaitu melalui regulasi perundang-undangan.

Kalau tujuan dari dikeluarkannnya kebijakan tersebut dalam rangka menerjemahkan dan menindak lanjuti surat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim, maka hal ini dapat diprediksi sebagai pelanggaran terhadap undang-undang yang hirarkisnya lebih tinggi. Karena hal ini tidak pernah diatur dalam sistem perundang-undangan yang ada tentang tata aturan penyelenggaraan pemilu. Artinya bahwa, kebijakan sembrono itu statusnya malah menambah atau mengurangi Undang-Undang, yang sama halnya juga melanggar hukum.

Beda konteksnya jika tujuannya adalah inovasi panwaskab untuk netralitas penyelenggara pemilukada. Kalau tujuannya adalah netralitas seharusnya deklarasi atau pernyataan mundurnya bukan mundur dari ormas, namun deklarasi disertai komitmen yang sungguh-sungguh untuk mundur dari organisasi politik atau organisasi underbow parpol dan atau ormas yang berafiliasi dengan parpol tertentu. Begitu juga dengan netralitas penyelenggara dan memutus hubungan dengan perseorangan yang memiliki kepentingan politik. Seperti terlibat dalam tim sukses atau anggota legislatif, praktisi politik dan politisi yang memiliki kepentingan terhadap penyelenggaraan pemilu. Pemahaman seperti inilah yang perlu didudukkan lebih jernih agar semakin dipahami. Penyadaran ini penting karena, persoalan utamanya bukan sebegai azas profesional dan netralitas penyelenggara, namun juga proporsionalitas sebuah kebijakan.

Untuk diketahui, bahwa sistem perundang-undangan tentang pemilu yang berlaku hari ini, hanya sebatas panwaskab yang dituntut untuk mundur. Kecuali setelah revisi UU Pemilu 2017 yang bawaslu sudah berubah menjadi badan yang memiliki masa kerja 5 tahun, tentu peraturan ini berkonsekuensi pada pengebirian terhadap kader ormas yang memiliki masa bakti 8 tahun, yang karena kebijakan ini harus dituntut mundur karena menjadi penyelenggara yang masa berlakunya hanya 6 bulan. Hal ini, tentu tidak manusiawi jika benar-benar direalisasikan. Inilah yang kemudian patut dicurigai adanya indikasi bahwa panwaskab tidak netral dan patut dicurigai kalau mereka telah ditunggangi.

Jika tujuan primernya adalah inovasi, seharusnya inovasi tersebut bersentuhan langsung dengan tugas dan fungsi mereka sebagai pengawas, sekaligus memiliki dampak terhadap peningkatan kualitas pelaksaan pemilu dengan memberi pendidikan politik yang baik terhadap masyarakat seperti kampung percontohan anti money politic, atau kampung anti politik hitam (black campaign) dan kampung sadar demokrasi. Kecuali jika Panwaslu membuat kebijakan yang tidak mempertimbangkan nilai edukatif terhadap pendewasaan politik. Apakah memang seperti itu?

 

lintasjatim.com, Malang- Ada yang menarik saat Pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Universitas Islam Raden Rahmat Malang pagi tadi, selasa (30/01). Karena di sela-sela acara tersebut, disenandungkan sebuah gubahan lagu yang berjudul IPNU Untuk Bangsa yang diciptakan sendiri oleh anggota IPNU Kecamatan Pujon. Sontak acara yang resmi tersebut menjaid lebih meriah dan menghhibur. Selain penampilan musik, juga dipertunjukkan kelincahan pencak silat yang dilakukan oleh kader IPPNU kampus yang masih berusia empat tahun tersebut.

Acara pelantikan tersebut, dihadiri langsung oleh Rektor Hasan Abadi, Pembantu Rektor Yusuf Azwar Annas, sekaligus Pembina PKPT IPNU-IPPNU semisal Ridwan, Agus Salim dan lain-lain. kegiatan yang juga diisi dengan seminar ini, didatangi juga oleh Winarto Eka Wahyudi selaku pengurus wilayah IPNU Jawa Timur yang juga didapuk sebagai narasumber tunggal seminar.

Dalam keterangannya saat seminar, Eka menyatakan bahwa IPNU-IPPNU harus Mempunyai Semangat Literasi, "Zaman now sangat banyak informasi tidak bertanggung jawab (hoax, red) beredar di media online, maka dari itu kita sebagai kader NU harus mampu berperang dalam literasi digital yang kian marak." Ujar Eka yang juga seorang dosen muda tersebut.

Dalam pelantikan yang di gelar bersamaan dengan seminar tentang kader NU zaman now di Aula KH. Moch Said Unira Malang ini, Eka sangat berharap kepada kader-kader NU di Unira untuk setia kepada IPNU dan IPPNU. "Temukan 'passion' kalian disini!" tegasnya.

Ia berpesan pada peserta seminar untuk terus memperkuat ideologi, mengasah kemampuan literasi, meneguhkan militansi serta tanggap pada isu-isu kekinian. “Kuncinya Cuma satu, harus inovatif. Kalau tidak, siap-siap ditinggalkan oleh kalangan pelajar dan pemuda saat ini!” pesannya mengakhiri acara. (Dena)

Ada saja ulah dari PAC IPNU IPPNU Babat. Demi membuat organisasi menarik, DKAC CBP-KPP Babat mengadakan jelajah medan sebagai tolak ukur loyalitas calon peserta pra-diklatama. Kegiatan ini, selain untuk mempersiapkan para calon peserta pelatihan kepanduan yang ada di dalam IPNU-IPPNU, juga dalam rangka menyambut momen harlah NU ke 92. Sehingga, tak heran animo dan antusias para kader sangat tinggi dlaam kegiatan ini. Tercatat sebanyak 44 Kader Dewan Koordinasi Anak Cabang Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) Babat mengikuti acara ini. Sejauh 6 km jarak yang ditempuh oleh para peserta, Dimulai dari Balai Desa Bulumargi menuju Dusun Awar-Awar dan perjalanan berakhir di Balai Desa Bulumargi pula, Minggu (28/01).

"Calon Peserta Diklatama ini adalah kader militan yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan Nahdlatul Ulama' di masa datang”, Aan Andri Ardiyansah selaku Ketua PAC IPNU Babat pada sambutan pembukaan acara. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini di lain sisi juga untuk wadah pelajar NU yang mendidik dan melatih di bidang kedisiplinan, keamanan, kecintaalaman, dan peduli kemanusiaan.

Kegiatan Pra Diklatama ini, di hadiri oleh jajaran dari DKC CBP KPP Babat yang juga turut mendidik dan mendampingi calon peserta diklatama, agar nantinya ketika sudah menjadi komandan CBP KPP mereka semua sudah sikap, tanggap dan selalu siap ketika di butuhkan di lembaga maupun di barisan terdepan nahdlatul ulama.

"Dan syukur Alhamdulillah, peserta pra diklatama ini tingkat antusiasme nya sangat tinggi. Melihat dari perjalanan dari awal hingga akhir, semangat mereka tidak berkurang. Saya harapkan untuk seluruh peserta, antusias nya bukan hanya di pra diklatama saja, melainkan juga saat diklatama yang insyaallah dilaksanakan bulan Februari mendatang." Ujar Komandan Izzarotul Anifah yang disampaikan kepada tim redaksi. (ek)

 

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

Siapa calon Gubernur Jatim Favoritmu?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:
4781070
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
4736
7838
36272
4604225
164544
4781070
Your IP: 54.224.99.70
2018-04-26 17:18