Redaksi

Redaksi

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Website URL: http://www.lintasjatim.com Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lintasjatim.com, Surabaya - Imam Ghozali dan Syekh Nawawi dalam kitab Majmu' juz 6 hal 676, kitab Bughya hal 113 dan kitab Lanatuttholibin juz 2 hal 257 mengatakan bila awal Bulan Ramadhan jatuh pada hari Kamis Insyaallah Lailatul Qodar jatuh pada tanggal 25 Ramadhan.

Dari kutipan kedua ulama tersebut, masyarakat Surabaya dan sekitarnya berbondong-bondong menuju Masjid Al Akbar Surabaya. "45 pintu masjid sudah terbuka sejak bakda taraweh," kata H Helmy M Noor, Humas Masjid Al Akbar Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan bersama putranya juga mengikuti Qiyamul Lail, Sahur Bersama dan Jamaah Shubuh.

Selain itu Helmy mengatakan sudah mempersiapkan semuanya, termasuk membersihkan dan mensucikan lantai dua. Hal ini bertujuan mengantisipasi membludaknya jamaah. "Alhamdulillah kami menyiapkan dengan baik. Lantai dua di utara, selatan dan timur penuh," lanjutnya.

Menurut Helmy perkiraan 30 ribu lebih jamaah yang memburu malam lailatul qodar. "Qiyamul lail telah dilaksanakan sejak pukul 01.00 - 03.00 WIB dan para jamaah mengikuti dengan hikmah," ungkap Ketua LDNU Surabaya ini.

Imam shalat qiyamul lail KH Abdul Hamid Abdullah Imam Besar Masjid Al Akbar dengan rincian qiyamul lail adalah shalat tahajud empat rakaat, shalat tasbih empat rakaat dan diakhiri shalat hajat dua rakaat.

Lintasjatim.com, Madiun - Presiden Republik indonesia yang memiliki jargon blusukan, kali ini diterapkan pada ansor kab.  Madiun. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Gerakan Pemuda (GP ansor) dan Barisan Serba Guna (Banser) Madiun menyalurkan Bingkisan Hari Raya (BHR) kepada Ustadz dan Guru ngaji Pada Pondok Pesantren se kab. Madiun.

Ahad pagi, 10/ 06 mengunakan Kendaraan  pribadi Kasatkorcab Banser kab. Madiun jawa timur,  menuju seluruh Pondok pesantren se kab. Madiun untuk Menyalurkan bingkisan Hari Raya kepada setiap Ustadz dan Kiay se kab. madiun. Tegas Ismanto komandan banser kab. madiun

Kegiatan Berbagi Bingkisan Hari Raya untuk ustadz  dan guru ngaji ini merupakan pertama kalinya dilakukan oleh Ansor banser yang di tugaskan oleh bpk Presiden Republik Indonesia. Dan semoga tahun depan kita dapat menyalurkan bingkisan  ini lebih banyak dan bermacam lagi ungkap ndan ismanto.

Kegiatan berbagi bingkisan ini juga di bagikan didaerah karesidenan madiun ngawi,  magetan, ponorogo,  trenggalek dan pacitan. Kegiatan ini dibagikan oleh kader-kader NU di wilayah masing-masing tegas ismanto

Kalu hanya baik, dengan diam pun kita sudah dianggap baik. Tapi kalu menjadi bermanfaat maka kita harus berjuang dan bergerak. Tandas ketua GP ansor kab. madiun A khotamil Anam.

Gus anam menjelaskan tentang rasa cinta dan saling berbagi merupakan hal yang baik untuk menjalin silaturahmmi kita terhadam manusia. Ustadz dan Guru ngaji pondok pesantren sangat jarang disentuh oleh birokrasi pemerintahan dalam hal untuk memberikan apresiasi terhadap jasa mereka mendidik dan menyiapkan generasi bangsa yang bermartabat dan berahlaq.

Maka bapak jokowi bersama dengan GP ansor Kab Madiun ingin memberikan sedikit apresiasi terhadap guru ngaji dan kiai dengan bingkisan hari raya

Meskipun sedikit semoga ini akan bermanfaat dan bisa menambah semangat untuk memberikan pendidikan kepada generasi muda pada khususnya agar terhindar dari faham radikalisme sehingga bisa selaras antara mencintai Agama dan tanah airnya. Sebagaimana bait dlm lagu hubbul wathon minal iman pungkas gus anam.

Lintasjatim.com, Surabaya – Bibit paham radikalisme tumbuh subur di dua tempat, yaitu tempat pendidikan dan tempat ibadah. Terutama di masjid kerapkali menjadi mimbar bagi mereka menyampaikan paham-paham keagamaan yang bernuansa intoleran. Terutama bagi generasi muda yang dengan mudahnya diberi pemahaman radikalisme.

“Untuk itu, kami mengadakan seminar remaja muslim mengambil tema peran pemuda muslim dalam menangkal paham radikalisme untuk menjaga kedaulatan NKRI,” kata Ahmad Ainun Najib, Ketua Remaja Masjid Al Akbar Surabaya (1/6/).

Najib melanjutkan, tidak hanya untuk kalangan remaja atau pemuda masjid saja, Remas Al Akbar bergandengan tangan dengan organisasi pelajar, di antarnya IPNU, IPPNU, CBP, KPP, IPM dan PII.

“Kenapa? karena kami tahu bahwa saat ini pelajar juga terlibat pada aksi bom bunuh diri di Surabaya beberapa minggu lalu. Maka dari itu, kami menggandeng organisasi pelajar dan beberapa lembaga pendidikan,” jelas Najib.

Acara seminar yang digelar pada hari sabtu (02/06) sore kemarin, dihadiri dua narasumber yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin. Keduanya bicara soal pemuda dan radikalisme khususnya di Jawa Timur.

Menurut Najib, antusias pelajar dan remaja sangat luar biasa yang bisa dilihat dari jumlah peserta mencapai 1.000 lebih.

“Dari awal target kami mencapai seribu peserta, dan benar dugaan kami peserta membludak,” tutur Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel ini.

Selain itu, sebelum kedua narasumber menyampaikan pematerinya, Remas Al Akbar akan mendeklarasikan Laskar Pemuda Masjid Anti Radikalisme

“Tentu laskar ini dibentuk tidak hanya sekedar nama saja, para peserta atau pemuda nantikan akan kami pesantrenkan di Masjid Al Akbar dengan nama pesantren milenial,” tutup Najib.

Lintasjatim.com, Mojokerto - Meski baru menjabat sebagai Komandan Korem 082/CPYJ, tak mengurungkan niat Kolonel Budi Arm Suwanto, S. Sos, untuk terus menjalin sinergitas dan silahturahmi bersama Forpimda, maupun tokoh masyarakat dan agama yang berada di wilayah tugasnya.

Pada kesempatan bulan suci ini, setelah sebelumnya mengunjungi lingkungan kerja KPUD Kota dan Kabupaten Mojokerto dalam rangka memastikan kesiapan menjelang Pilkada serentak, orang nomor satu di tubuh Makorem 082/CPYJ tersebut, kali ini menyempatkan dirinya untuk berkunjung ke Ponpes Riyadlul Jannah yang berloaksi di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Tak hayal, kunjungan yang dilakukan oleh Kolonel Budi itu, mendapat sambutan, sekaligus respon positif dari pihak Ponpes, terlebih pengasuh Ponpes Riyadlul Jannah, DR. KH. Mahfudz Syaubari, M. A.

Menurut Danrem, kunjungan tersebut, bertujuan untuk menjalin silahturahmi bersama pihak Ponpes, terlebih dalam tugas dan tanggung jawab barunya sebagai Danrem 082/CPYJ.

“Kita disini cuma sekedar sowan, dan bersilahturahmi. Apalagi, saya disini, baru menjabat sebagai Danrem,” ungkap Kolonel Budi. Selasa, 29 Mei 2018.

Sementara itu, menanggapi kunjungan itu, KH. Mahfudz sangat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh Danrem baru tersebut.

Menurutnya, ia bersama pihak ponpes yang dikelolanya tersebut, sepakat untuk saling bersinergi bersama TNI, terlebih di wilayah Korem 082/CPYJ, dalam menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah, khususnya di Kabupaten dan Kota Mojokerto.

“Kita akan jaga keutuhan, kondusifitas dan keamanan ini secara bersama-sama,” ujarnya.

 

Lintasjatim.com, Surabaya - Bom Kembali meledak di Sidoarjo, ledakan ini merupakan ledakan keempat setelah peristiwa di 3 ledakan di gereja Surabaya pagi tadi, Minggu (13/5) pukul 07.15 WIB. Malam ini, bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi ledakan berjarak beberapa kilometer dari lokasi ledakan di Surabaya, Jawa Timur.
 
Bom meledak diduga bersumber dari bom rakitan di lantai 5 Rusunawa, Minggu (13/5) sekitar pukul 20.30 WIB.
Saksi mata Muhajir (33), seorang pedagang kopi menyampaikan, dia berada di lantai dasar saat ledakan terjadi dan tengah melayani pelanggan.
 
"Nyari ledakan terus ada pecahan kaca, dilihat ada benda seperti rakitan bom. Kemudian saya lapor polisi," jelas Muhajir.
 
Muhajir bersama beberapa warga yang lain bergerak ke lantai 5 dan melihat lokasi ledakan. Tapi di lokasi dia mengaku kaget saat melihat ada bom. Muhajir menyampaikan, kemudian warga bergerak ke luar dari Rusunawa.
 
Informasi yang diperoleh, pelaku tinggal dengan keluarganya di Rusun itu. Saat polisi memeriksa setelah mendapatkan laporan, ada tas ransel yang belum meledak.

Lintasjatim.com, Surabaya - Pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya diduga satu keluarga. Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, berdasarkan hasil investigasi polri, Minggu (13/5/2018).

"Pelaku diduga satu keluarga," ungkap Kapolri saat konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) petang.

Sebagaimana diketahui bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya. Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro.

Menurut Kapolri, pelaku yang menyerang di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya yang menggendarai Mobil Avanza adalah bapaknya, bernama Dita. Dita melakuakn serangan bom bunuh diri dengan cara menabrakkan mobil yang dikemudikannya ke Gereja Pantekosta. "Diduga keras Dita," tegas Kapolri.

Namun sebelum melakukan aksinya, Dita terlebih dahulu mengantar isteri dan dua anak perempuannya di Gereja GKI Jalan Diponegoro. "Isterinya yang diduga meninggal bernama Puji Kuswati. Kemudian anaknya yang perempuan berumur 12 tahun dan Pamela Rizkita (9 tahun)," ujar kapolri.

Di lokasi ledakan ketiga di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, kata Kapolri, pelakuanya adalah dua laki-laki yang juga merupakan putera dari Dita. "Putera dari pak Dita, yang satu namanya Yusuf Fadil, usianya 18 tahun. Dan Firman, usianya 16 tahun," jelas Kapolri.

Kapolri tegaskan semua serangan di tiga Gereja adalah serangan bom bunuh diri. Sejak pagi hingga sore ini, total ada 13 korban tewas dan korban luka jumlahnya masih sama 41 orang.

Didatangi Tamu Misterius

Polri sudah langsung mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Kota Surabaya. Otak bom bunuh diri diketahui bernama Dita Supriyanto, warga Rungkut, Surabaya. Warga sekitar perumahan tempat tinggal Dita mengaku tak cukup mengenal keluarga tersebut.

Pasalnya, keluarga pelaku dikenal tertutup meski sesekali masih menyapa. Seorang tetangga pelaku, Tanjung (50), mengungkapkan pelaku telah tinggal sejak 2010-2011 lalu. Keluarga pelaku juga diketahui berasal dari Banyuwangi. "Setengah tertutup, kalau ketemu ya nyapa," kata Tanjung pada TribunJatim.com, Minggu (13/5/2018).

"Sebelum ada insiden, sekitar jam 13.00 WIB, ada beberapa orang datang. Busananya sama, tertutup gitu," ujarnya.

Ia menyebutkan mengetahui keseharian keluarga pelaku sebagai penjual obat herbal. "Pekerjaan (mereka) saya nggak tahu pasti, yang saya tahu sering jual herbal gitu," papar Tanjung.

Anaknya pun terlihat sering bermain di depan rumahnya. "Anaknya juga sering sepedaan di depan rumah," ujarnya.

Anggota JAD

Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada media menyampakan bahwa pelaku adalah anggota jemaah JAD. Kelompok ini tidak lain adalah sel jaringan ISIS. "Dita adalah Ketua JAD (jaringan Ansarut Daulah) Surabaya."

"Jaringan ini kaitannya dengan JAT (Jaringan Ansarut Tauhid). Keduanya terkait dengan ISIS," kata Tito.

Pimpinan mereka adalah Aman Abdurahman yang yang saat ini ditahan di Mako Brimob. Jaringan mereka terkait dengan jaringan teroris ISIS. JAD di Surabaya adalah bagian sel jaringan ISIS. Kapolri mencatat baik anggota JAD maupun JAT saat ini telah berangkat ke Siria. Namun ada yang sudah kembali ke Indonesia.

Tito mencatat anggota ISIS di Indonesia yang berangkat sebanyak 1.100. Sebanyak 500 ada di Syiria sekarang. Sebanyak 103 telah meninggalkan Syiria dan 500 di deportase.

Temuan 4 Bom Aktif

Polisi menemukan 4 benda diduga bom di rumah pelaku bom bunuh diri di Jalan Rungkut Asri, Surabaya. Penelusuran SURYA pada Minggu (13/5/2018) malam, polisi menemukan benda itu di sebuah kamar bagian depan pelaku. "4 benda (diduga bom, red) itu kini sudah diamankan," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan pada SURYA.co.id, Minggu malam.

Polisi, lanjut Rudi Setiawan kini masih menelusuri dan memeriksa rumah tersebut. Selain polisi, pengamatan SURYA di lokasi terlihat juga ada Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Informasi terakhir yang SURYA.co.id himpun 4 benda yang diduga bom itu akan diledakkan petugas.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta Baru Pelaku Bom Gereja Surabaya, Satu Keluarga hingga Tamu Misterius Sehari Sebelum Aksi, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/13/fakta-fakta-baru-pelaku-bom-gereja-surabaya-satu-keluarga-hingga-tamu-misterius-sehari-sebelum-aksi?

Pagi ini, ledakan bom bunuh terjadi di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. Tragedi itu terjadi Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegeoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno. 
 
Hingga pukul 11.15 WIB, korban tewas akibat insiden itu menjadi 9 orang, sementara 40 orang luka-luka. Sejumlah Tim Gegana Polda Jatim masih menyisir lokasi kejadian, untuk menghindari adanya bom susulan.
 
Berikut, kronologi tragedi ledakan bom di tiga lokasi terebut di Surabaya, Minggu (13/5).
 
07.30 WIB
Bom meledak di Gereja Santa Maria, Ngagel, Surabaya. Satu orang menjadi korban.
 
08.30 WIB
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung mengkonfirmasi, bom meledak di tiga gereja, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno.
 
Ledakan pertama, pukul 07.30 terjadi di Gereja Santa Maria, Ngagel. Disusul kemudian ledakan di GKI Diponegoro dan GPPS.
 
08.54 WIB
Suasana di sekitar lokasi pascaledakan, terlihat ada sebuah motor di tengah jalan. Ada beberapa korban terluka. Masyarakat kemudian datang menghampiri lokasi.
 
09.03 WIB
Pelaku diduga sengaja menyasar ketika jemaat keluar dari gereja. Dari beberapa foto yang beredar, tampak ada anak-anak yang mengalami luka di kepala dan badannya.
 
09.25
3 Orang dikonfirmasi tewas akibat ledakan yang terjadi di 3 gereja tersebut. Frans Barung juga menyebut, ada dua polisi yang menjadi korban luka di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Kedua korban polisi itu kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
 
09.28 WIB
Polisi mengkonfirmasi, ada beberapa lokasi yang pelaku gagal melakukan penyerangan. Bahkan pelaku berhasil ditangkap petugas kepolisian dan kini ditahan.
 
09.32 WIB
Akibat ledakan di tiga gereja itu, polisi langsung bergerak melakukan serangkaian antisipasi setelah ledakan bom ini. Polisi juga meminta semua gereja ditutup untuk sementara.
 
10.06 WIB
Jumlah korban tewas rangkaian ledakan bom di gereja di Surabaya bertambah menjadi 4 orang. Sementara korban luka berjumlah 33 orang.
Para korban luka dibawa ke sejumlah rumah sakit di Surabaya di RSUD dr Sutomo.
 
10.13 WIB
Korban meninggal bertambah menjadi 6 orang. Sementara korban luka bertambah menjadi 35 orang. Dari 6 korban meninggal dunia, 3 orang meninggal di ledakan bom di gereja Santa Maria Tak Bercela. 2 orang meninggal dunia di GPPS Sawahan, Arjuno dan satu orang meninggal di GKI Diponegoro.
 
10.29 WIB
Pada pukul 10.23 WIB, Frans memperbarui informasi bahwa korban meninggal dunia dari peristiwa ledakan bom di Surabaya ini telah mencapai 8 orang. Sementara korban luka telah mencapai 38 orang.
 
10.32 WIB
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Benny Pramono mengkonfirmasi, pelaku bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegeroro membawa 2 balita. Seorang ibu bercadar itu menggandeng dua orang balita dan memaksa masuk ke dalam gereja pada pukul 07.45 WIB.
 
11.00 WIB
Tim Gegana Polda Jatim masih terus menyisir lokasi kejadian, untuk mengantisipasi adanya bom aktif yang berada di lokasi. Polisi juga meminta warga dan wartawan menjauh dari lokasi.
 
11.15 WIB
Hingga saat ini, total korban tewas telah mencapai 9 orang, sementara korban luka sebanyak 40 orang.
 
Source : kumparan.com

Lintasjatim.com, Surabaya - Politeknik Pelayaran Surabaya mewisuda 271 perwira transportasi laut dari program diploma III, DP III pembentukan, dan program DP IV pembentukan. Dari 271 wisudawan tersebut terdiri dari 212 orang dari program diploma III perwira transportasi laut yang berasal dari 102 orang jurusan nautika dan 110 orang jurusan teknika. Kemudian, 23 orang dari program DP III perwira transportasi laut berasal dari 7 orang jurusan nautika dan 16 orang jurusan teknika, serta 36 orang dari DP IV perwira transportasi laut berasal dari 18 orang jurusan nautika dan 18 orang jurusan teknika yang dilantik pada hari Sabtu (12/05/2018).

Prosesi wisuda yang diadakan di halaman politeknik pelayaran surabaya tersebut mengukuhkan wisudawan dan wisudawati terbaik dari program diploma III. Yaitu, Daris zumroda amalia dari jurusan nautika dengan IPK 3,45 dan Rasta wahyudiyana dari jurusan teknika dengan Ipk 3,56.

“Saya gak tau mau ngomong apa, itu (mendapatkan gelar wisudawati terbaik, red) berkat dari orang tua” kata zumroda. Zumroda menambahkan sejak mengikuti test pertama sampai test terakhir, dia selalu di temani oleh papanya.

Ir. Umiyatun hayati selaku inspektur upacara pada acara pelantikan perwira transportasi politeknik pelayaran Surabaya tersebut menyampaikan selamat dan berharap hendaknya para wisudawan dapat menjunjung tinggi almamater poltekpel Surabaya serta dapat melahirkan lulusan yang profesional, tanggung jawab dan memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi dunia maritim yang sesungguhnya.

Beliau juga menambahkan, acara pelantikan yang mengangkat sebuah tema tentang “percikan sapta samudra” menjadi sebuah arti bahwa para wisudawan adalah sebagai simbol dan doa agar para perwira transportasi laut tidak takut dan tidak gentar dalam mengarungi tujuh samudra. [fr]

Lintasjatim.com, Surabaya – Universitas Surabaya (Ubaya) menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia yang berhasil meraih medali dan penghargaan pada Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) 2018. 

Pelombaan ini diadakan pada 4-7 Mei 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sebelumnya, ada 19 mahasiswa yang dikirim untuk seleksi tingkat kopertis atau tingkat regional, tetapi yang mampu bertahan dan lanjut tingkat nasional ada 7 mahasiswa. 
Tujuh mahasiswa tersebut dalam seleksi tingkat nasional mendapat hasil yang membanggakan.

Tujuh mahasiswa tersebut menyabet 7 kemenangan untuk Ubaya. Dalam bidang kimia Ubaya mendapatkan 1 medali emas, 2 medali perunggu. Dalam bidang biologi, 1 medali perak, 1 medali perunggu, dan 2 penghargaan honorable mention atau juara harapan.

Peraih penghargaan bidang kimia adalah mahasiswa dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Kimia adalah Alan Darmasaputra Tanuwijaya (2015) , medali perunggu oleh Kevin Jayaatmaja (2016) dan Andika Prasetyo Santoso (2017). 

Sedangkan mahasiswa Fakultas Teknobiologi yang berhasil meraih kemenangan dalam bidang Biologi adalah medali perak oleh Natasha Amanda (2014), medali perunggu oleh Calvin Wijaya Johan (2014), honorable mention oleh Clairine Nathania (2016) dan Velika (2015).

Ubaya berhasil meraih kemenangan di antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan sebagainya. 

“Kemenangan ini benar-benar membanggakan. Bahkan untuk Perguruan Tinggi (PT) yang berasal dari Jawa Timur, perolehan kemenangan total Ubaya paling unggul yaitu 1 emas, 1 perak, 3 perunggu, dan 2 honorable mention,” ujar Dr Hazrul Iswadi selaku dosen pembimbing bidang Matematika sekaligus Koordinator Penalaran dan Beasiswa Dikti DPK Ubaya.

“Persiapan kami kurang lebih dimulai sejak awal bulan Februari 2018, dari pihak universitas sendiri mengakomodasikan pelatihan dengan tutor-tutor yang berkompeten,” ungkap Kevin Jayaatmaja peraih medali perunggu dalam bidang Kimia.

Terkait kendala yang dirasakan, mereka mengaku jika soal-soal yang diberikan terbilang tidak mudah. “Pertanyaan yang diberikan tidak bisa diprediksi. Tingkat kesulitannya juga tinggi karena perlombaan tingkat Nasional,” ujar Velika, salah satu peraih penghargaan honorable mention dalan bidang Biologi.

Selain membanggakan, pretasi mahasiswa Ubaya kali ini juga memberikan rasa optimis bagi Universitas. 

Hal ini disampaikan pula oleh Hazrul. “Kedepannya target kami dapat meraih medali dan penghargaan tidak hanya dari bidang biologi dan kimia, tetapi juga di bidang matematika. Perolehan tahun ini sangat menginspirasi kami, bahwa terbukti mahasiswa Ubaya mampu bersaing dengan mahasiswa PT lain di lomba ON-MIPA PT, walaupun Ubaya tidak memiliki fakultas MIPA,”tuturnya.

Source : beritajatim.com

Lintasjatim.com, Surabaya - Mahasiswa STIE Perbanas menampilkan pagelaran Tari meski berada di lingkungan kampus Ekonomi, nyatanya tak menyurutkan semangat mahasiswa STIE Perbanas Surabaya untuk melestarikan budaya Indonesia. Semangat itu pun terlihat ketika puluhan mahasiswa terlibat dalam Pagelaran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari pada Kamis Malam, 10 Mei 2018.

Sebagaimana dikutip dari beritajatim.com, di Panggung Auditorium Kampus 1 Jalan Nginden Semolo 34-36 Surabaya, sebanyak 26 penari turut memeriahkan pementasan yang memasuki tahun kedua ini. Selama 40 menit berlangsung, keseruan pun semakin lengkap ketika cerita yang dihadirkan mengusung budaya daerah dengan cerita berjudul Calon Arang.

Manajer UKM Tari, Ranny Wahyuni Putri mengatakan pagelaran ini merupakan kegiatan untuk memeringati Hari Tari Dunia yang jatuh pada tanggal 29 April. Konsep tahun ini lebih mengarah ke budaya Bali, walapun Calon Arang aslinya dari Kediri, namun lebih terkenal di daerah Bali. “Setiap tahun UKM Tari menampilkan budaya daerah yang berbeda-beda karena kami ingin mengenalkan tradisi di tiap-tiap daerah yang memiliki ciri khas tarian yang berbeda pula,” jelas Ranny di sela acara pagelaran.

Lebih lanjut Ranny bercerita, nuansa pagelaran yang ditampilkan mengandung unsur magic yang cukup kuat. Para penari pun membawakan tariannya cukup khidmat sehingga mampu menghipnotis setiap pengunjung yang menyaksikannya. ”Dilihat dari ceritanya, tahun ini kita lebih ke magic dan agak lebih sacral sehingga berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih ke asmara,” ceritanya.

Pihaknya pun berharap, UKM Tari STIE Perbanas Surabaya semakin dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu, mahasiswa STIE Perbanas Surabaya, khususnya yang menggeluti dunia tari ini mampu melestarikan budaya tari di Indonesia. ”Harapannya UKM Tari STIE Perbanas semakin eksis di kalangan masyarakat internal maupun eksternal dan bisa melestarikan budaya tari agar tidak punah,” harap Ranny yang juga pemeran Calon Arang ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Sasongko Budisusetyo, M.Si., sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan oleh segenap tim UKM Tari STIE Perbanas Surabaya karena telah berhasil menyuguhkan pertunjukan budaya tari yang  luar biasa. Beliau menegaskan, di STIE Perbanas Surabaya memang tidak ada kurikulum tentang pembelajaran tari, namun karya-karya mahasiswa dari UKM Tari sangat membanggakan kampus Ekonomi ini. ”Kami sangat mengapresiasi kinerja UKM Tari yang sangat luar biasa menyuguhkan penampilan ini. Meski tidak ada kurikulum tentang tari, tetapi kerja keras kalian (UKM Tari) sangat membanggakan kampus STIE Perbanas Surabaya,” kesannya saat membuka pagelaran semalam.

Diketahui, cerita tentang Calon Arang sangat terkenal di Jawa dan Bali. Calon Arang merupakan seorang janda sakti di masa Raja Airlangga dari Kediri. Ia memiliki gadis cantik jelita, namun tidak ada satu pun pemuda yang berani menikahinya karena ibunya seorang penyihir sakti mandraguna.

Calon Arang pun melakukan perbuatan sangat jahat dengan menyebarkan wabah penyakit di tengah masyarakat. Lantas, Raja Airlangga menugaskan Empu Baradah yang cerdik untuk mengalahkan Calon Arang dengan cara mengutus muridnya merebut buku mantra dimiliki oleh Calon Arang. Akhirnya, buku mantra berhasil direbut dan Calon Arang berhasil dibinasakan.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

Siapa calon Gubernur Jatim Favoritmu?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:
5205696
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
10515
7342
17857
5051082
158081
5205696
Your IP: 54.198.158.24
2018-06-18 21:20