Redaksi

Redaksi

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Website URL: http://www.lintasjatim.com Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lintasjatim.com, Gresik - Kecalakaan lalu lintas (Laka Lantas) karambol terjadi di Jalan Raya Betoyo Manyar, Gresik. Kali ini, melibatkan tiga dumptruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Tabrakan berawal saat sebuah dumptruk ngerem mendadak Jalan Raya Betoyo. Persisnya di KM 12,8. Nah, persis di belakangnya, ada truk bernopol S 9318 UE juga berhenti. Truk warna merah itu dikendarai Suwandi (42).
Namun dari belakang truk tersebut, melaju dumptruk dengan kecepatan cukup tinggi.

Tidak sempat melakukan pengereman. Truk yang dikendarai Suwandi akhirnya menabrak dumptruk di depannya. "Kejadianya sangat cepat sekali mas. Tiba-tiba ada dump truk menabrak truk di depannya," ujar saksi mata Suyono (50) warga Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Gresik, Sabtu (6/10/2018).

Akibat kejadian itu, kaca depan truk hancur. Bagian kepala dan kedua pintunya juga penyok. Si sopir Suwandi terjepit di depan kemudi. Dia mengerang sakit. Beruntung dia berhasil dievakuasi oleh pengguna jalan. 

Warga Nganjuk itu langsung dievakuasi ke RS Fathma Medika. Sebab, betis kirinya terluka karena patah tulang.

Ironisnya, dua dumptruk yang terlibat kecelakaan langsung melarikan diri. Polisi pun berupaya mencari jejak dua dumptruk pengangkut material itu. "Kami masih mencari dua truk yang melarikan diri," ujar petugas patroli Sabhara Polres Gresik Bripka Wandi Suroto.*

Source: beriatajatim.com

Lintasjatim.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di depalan lokasi. Penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaaan yang menjerat Wali Kota Pasuruan Setiyono.

''Sabtu, 7 Oktober 2018, KPK menugaskan 3 tim penyidik secara paralel untuk lakukan penggeledahan di 8 lokasi di Pasuruan,'' ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Minggu (7/10/2019).

Dia memaparkan, ada empat lokasi tabg digeledah di kompleks Pemda. Yakni Kantor Wali kota, kantor dinas PU, kantor staf ahli, dan kantor bagian pengadaan. Penggeledahan juga dilakukan di dua kediaman walikota, baik rumah dinas maupun rumah pribadi walikota. 

''Satu kantor dinas koperasi, dan satu rumah seorang saksi,'' katanya.

Febri menambahkan, proses penggeledahan berlangsung sekitar pukul 09.00 - 18.00 WIB. Dari lokasi tim menyita sejumlah dokumen terkait proyek dan pengadaan di lingkungan Pemkot Pasuruan dan uang dalam pecahan rupiah. ''(Jumlah) belum dapat dipastikan, sedang dihitung dan akan diinfo pd waktunya nanti,'' kata Febri. 

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Wali Kota Pasuruan Setiyono dalam dugaan penerimaan hadiah dan Janji oleh Walikota Pasuruan terkait proyek-proyek di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan. Dalam OTT tersebut, KPK sempat mengamankan total tujuh orang di Ambon, yaitu: 1. SET (Setiyono). Walikota Pasuruan periode 2016-2021, DFN (Dwi Fitri Nurcahyo), Staf Ahll/Plh Kadis PU Kota Pasuruan, WTH (Wahyu Tri Hardianto) Staf Kelurahan Purutrejo, MB (Muhamad Buqir) Swasta/Perwakilan CV. M, HM (Hud Muhdlor), Swasta/Pemillk CV. M, H (Hendrik) Staf Bapenda/Keponakan Setiyono, dan pengelola keuangan SA (Siti Amini), Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.

Dalam kasus Wali Kota Pasuruan Setiyono, KPK pun menemukan sejumlah istilah atau kode yang digunakan dalam dugaan penerimaan hadiah dan Janji oleh Walikota Pasuruan terkait proyek-proyek di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.

''Terindentifikasi penggunaan sejumlah sandi dalam kasus ini, yaitu: ”ready mix” atau campuran semen dan ”Apel" untuk fee proyek dan ”Kanjengnya" yang diduga berarti Walikota,'' kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Jumat (5/10/2018).

Dia menambahkan, diduga proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan telah diatur oleh Walikota melalui tiga orang dekatnya. ''Menggunakan istilah Trio Kwek-Kwek) dan ada kesepakatan komitmen fee rata-rata antara 5-7 persen untuk proyek bangunan dan proyek pengairan,'' katanya.

Menurutnya, komitmen yang disepakati untuk Walikota dari proyek PLUT KUMKM ini adalah sebesar 10% dari nilai HPS yaitu sebesar Rp 2.297.464.000, ditambah 1 persen untuk Pok|a. Pemberian dilakukan secara bertahap, yaitu tanggal 24 Agustus 2018 MB transfer kepada WTH sebesar Rp 20 juta (1 persen) untuk Pokja sebagai tanda jadi. Kemudian, tanggal 4 September 2018, CV. M ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 2,2 miliar. Tanggal 7 September 2018, setelah ditetapkan sebagai pemenang MB setor tunai kepada Walikota melalui pihak-pihak perantaranya sebesar 5 persen atau kurang lebih sebesar Rp 115 juta. Sisa komitmen 5 persen lainnya akan diberikan setelah uang muka atau termin pertama cair. 

KPK juga langsung melakukan penahanan terhadap Wali Kota Pasuruan Setiyono di rutan Pomdam Jaya Guntur. Kemudian terhadap tersangka MB (Muhamad Buqir) Swasta/ Perwakilan CV. M ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Adapun 
DFN (Dwi Fitri Nurcahyo), Staf Ahll/Plh Kadis PU Kota Pasuruan, WTH (Wahyu Tri Hardianto) Staf Kelurahan Purutrejo ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Empat tersangka dalam kasus Pasuruan dilakukan penahanan selama 20 hari pertama. [hen/but]

 

Source: beritajatim.com

Lintasjatim.com, Nganjuk - Bencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah beberapa hari yang lalu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia khususnya para korban bencana. Peristiwa yang terjadi pada hari Jum'at (28/9/2018) itu meratakan rumah beserta penghuninya sehingga menewaskan lebih dari 1.600 jiwa dan 2.000 orang luka-luka serta ratusan orang dinyatakan hilang.

Atas kejadian ini banyak elemen masyarakat melakukan aksi solidaritas dengan cara mengumpulkan bantuan baik berupa uang maupun barang untuk kebutuhan korban bencana. Tak terkecuali para aktivis mahasiswa Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk yang melakukan penggalangan dana.

Sejumlah mahasiswa turun ke jalan untuk mendapat simpatisan dari para pengguna jalan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para korban bencana yang membutuhkan tempat tinggal, pakaian, makanan dan obat-obatan.

"Ini murni kegiatan sosial, kami sangat prihatin dengan saudara kita yang sedang kena musibah. Jangankan makan, tempat tinggalpun mereka tidak punya. Mudah-mudahan dana yang terkumpul nanti dapat meringankan para korban bencana." ungkap Diana Elfiyatul Afifah, Presiden Mahasiswa (Presma) IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Selasa (2/10/2018).

Kegiatan yang dikomando langsung oleh Presma ini berlangsung mulai tanggal 2 hingga tanggal 7 Oktober 2018 mendatang. Selama seminggu, para mahasiswa yang mayoritas semester 5 tersebut akan menyisir tempat-tempat setrategis untuk mendapatkan dana. Lokasi yang menjadi titik aksi ini diantaranya Jalan Ahmad Yani, Alun-Alun dan Perempatan Terminal.

"Yang pasti kami akan mendatangi tempat-tempat keramaian misalnya di Alun-alun dan Terminal. Kami juga sempat masuk ke kelas yang saat itu kebetulan ada tes tulis calon mahasiswa baru. Jika memungkinkan, kami juga akan masuk ke beberapa desa." ujar Diana.

Mahasiswi jurusan Akhlak Tasawuf semester 7 ini juga menjelaskan, dana yang terkumpul nantinya akan dilaporkan ke pihak Kampus dan dikirim ke lokasi bencana.

"Kami akan menyalurkan bantuan setelah semua dana terkumpul. Tentunya akan koordinasi dulu dengan kampus karena kebetulan salah satu Dosen IAI Diponegoro akan berangkat ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan." pungkasnya.

Meskipun dana yang terkumpul tidak sebanding dengan kerusakan disana, paling tidak bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban.

Lintasjatim.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyerahkan Surat Keputusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRD Kota Malang ke Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu.

"Prosesnya selesai semua sehingga SK PAW kami serahkan dan tinggal pelantikan," ujar Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, kepada wartawan usai menyerahkan SK PAW.

Ia menjelaskan, semua partai politik sudah menyelesaikan prosesnya dan tinggal pelantikan di Gedung DPRD Kota Malang pada Senin, 10 September 2018, pukul 13.00 WIB.

Selain itu, nama-nama yang akan duduk sebagai pimpinan fraksi dan alat kelengkapan dewan lainnya juga telah diselesaikan sehingga setelah dilantik langsung bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Total terdapat 40 orang yang dilantik menggantikan 40 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka dan sudah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sebenarnya ada 41 orang, tapi satu orang sudah dilantik sehingga 40 orang lainnya akan dilantik pada Senin pekan depan," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Tak itu saja, selain diambil sumpahnya, seluruh anggota dewan yang akan bekerja sampai 2019 tersebut nantinya juga harus menandantangani pakta integritas antikorupsi karena dinilainya persoalan korupsi adalah masalah integritas.

Gubernur Jatim selaku wakil Pemerintah Pusat di daerah nantinya dijadwalkan hadir langsung saat proses pelantikan, termasuk pimpinan KPU Jatim serta pimpinan partai politik tingkat provinsi.

Sementara itu, Pakde Karwo juga menyampaikan bahwa persoalan yang terjadi Malang merupakan masalah nasional dan sangat serius sehingga harus segera ditindaklanjuti serta diselesaikan.

"Tapi, jangan sampai ada rasa ketidakpercayaan terhadap partai politik, sebab kinerja partai mengurusi masalah ini lancar, begitu juga dengan KPU dan birokrasi yang bisa cepat menyelesaikan persoalan ini," katanya.

Sementara itu, langkah percepatan pelantikan berdasarkan arahan Gubernur menjadi salah satu upaya mengatasi kondisi di pemerintahan Kota Malang, khususnya menghadapi dua agenda besar, yakni pembahasan P-APBD 2018 dan APBD 2019.

Saat ini, anggota DPRD Kota Malang yang aktif tinggal lima orang, rinciannya Wakil Ketua I DPRD Kota Malang Abdurrachman, kemudian Tutuk Hariyani, Priyatmoko Oetomo, Subur Triono dan Nirma Chris Desinindya.

Tercatat, dari total 45 anggota, terdapat 41 orang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK atas dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019. (*)

Source: jatim.antaranews.com

Lintasjatim.com, Ponorogo - Manfaat dana desa selama tiga tahun ini sangat dirasakan oleh masyarakat desa, terutama dengan tumbuh kembangnya potensi desa berupa wisata-wisata baru yang ada di desa, banyak elemen masyarakat bergerak dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Bpk. H. Anwar Sanusi, Ph.D pada acara menutup Kejuaraan Liga Paralayang Liga Jatim Seri IV yang dilakasanakan di Gunung Gede Desa Tatung Kecamatan Balong Ponorogo tanggal 7 hingga 9 September 2018.

Pemerintah pusat mengapresiasi kegiatan yang memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan sekaligus akan mensuport penuh kegiatan Desa Wisata Paralayang yang diharapkan kelak juga mampu menciptakan atlet-atlet muda paralayang berprestasi di tingkat nasional dari desa, demikian lebih lanjut pernyataan Sekjen Kemendesa PDTT Anwar Sanusi.

Menurut keterangan Arif Eko Wahyudi Ketua FASI Jatim, kegiatan Kejuaraan Paralayang Liga Jatim  Seri IV di Desa Tatung yang diadakan oleh FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tatung diikuti oleh 80 peserta, Jatim 75, NTB 2, Medan 3.

Kejuaraan Liga Seri 4 yang ditutup dan penyerahan Trophi oleh Sekjen Kemendesa PDTT RI menghasilkan pemenang Kategori Senior Putra peringkat pertama oleh Sutrisno dari Kabupaten Malang, Peringkat Kedua oleh Bayu Krisna dari Kota Batu, peringkat ketiga oleh Ikhwan Hadi Kota Batu. Selanjutnya Kategori Junior Putra dimenangkan pertama oleh Alkindi Akbar Kota Malang, kedua oleh Timbul Prasetyo Kota Batu, ketiga oleh Evelin Kota Batu dan kategori yang terakhir Junior Putri dimenangkan oleh Pertama Dessy Ramadani Kota Batu, kedua oleh Langking A.P Kabupaten Tuban dan ketiga oleh Jeannette Christesha B dari kota Batu.

Rudi Sugiarto, SE, selaku Kepala Desa Tatung menyampaikan bahwa Pemerintah Desa akan terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan terutama di wilayah insfratruktur pada wahana paralayang di Gunung Gede dengan harapan, wahana paralayang ini menjadi salah satu destinasi wisata baru yang ada di Desa Tatung dan satu-satunya di Kabupaten Ponorogo.

Lintasjatim.com, Pekanbaru - Video dua siswi SMPN 2 Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), berduel hingga guling-guling di tanah jadi viral di media sosial. Kedua siswi itu juga terlibat baku pukul dan jambak-jambakan.

Di video itu, dua siswi yang berduel ini sama-sama mengenakan pakaian olahraga. Bagian atasnya berwarna putih lengan panjang dengan celana training berwarna hijau toska. Kedua wanita remaja ini terlihat berduel di depan kawan-kawannya. Tidak ada yang mencoba melerainya.

Beberapa kawan sekolahnya dalam video berdurasi 30 detik itu bersorak melihat duel tersebut. Sebagian malah terlihat santai dan cuek melihat ada perkelahian.

"Peristiwa itu terjadi 25 Agustus 2018 pukul 12.30 WIB setelah pulang sekolah. Kami pulang sekolah jam 11.00," kata Kepala SMP Negeri 2 Tanjungpinang, Hariyani Safitri, kepada wartawan, Jumat (31/8/2018).

Menurut Haryani, pada 27 Agustus 2018, pihaknya sudah menyelesaikan persoalan kedua siswinya yang berkelahi dan direkam teman sendiri. Kasus perkelahian ini diduga terkait bully dan pemerasan.

"Iya (ada bully dan pemerasan) itulah (masalahnya). Kelas 9 (siswi yang berkelahi)," kata Hariyani.

Sedangkan Kadisdik Pemkot Tanjungpinang, Dadang, menambahkan kasus tersebut sudah diselesaikan.

"Sebenarnya kasus sudah diselesaikan, cuma masalahnya sekarang videonya diviralkan. Video viral ini pun sudah terlambat ini," kata Dadang.

Dadang menyebutkan pihaknya sudah mengambil langkah memanggil kedua orang tua bocah yang berkelahi, termasuk yang memvideokan.

"Baik yang berkelahi maupun yang memvideokan dan yang menonton semua kena sanksi. Ke depan, kita minta video ini disetop," tutup Dadang. 

Source: detik.com

Lintasjatim.com, Jakarta - Video seorang ibu yang berjalan kaki sambil menggendong anak karena mengaku diusir suami ramai dibahas di media sosial. Video itu juga ramai membahas soal sosok polisi yang membantu ibu tersebut.

Dalam video itu terlihat ibu-ibu sedang menggendong anak dengan raut wajah sedih. Di sebelah ibu itu duduk seorang anggota polisi yang terlihat mengulurkan tangannya, memberikan uang ke ibu itu. 

"Ini dipakai aja, ibu ndak ada apa-apa pakai saja daripada ibu jalan kaki. Ndak papa saya bantu, nanti ada bus saya setopin aja," kata polisi dalam video tersebut.

Ibu itu terlihat ragu-ragu menerima pemberian dari polisi tersebut. Ibu yang menggendong anak itu kemudian menoleh ke ibu berkerudung merah muda yang duduk di sebelah kanannya. Lokasi peristiwa itu disebutkan Pos TL Kediri Sat Lantas Polres Tabanan, Bali.

Dimintai konfirmasi, Kapolres Tabanan AKBP Sinar Subawa membenarkan polantas yang ada di video itu merupakan anggotanya. Dia mengatakan dua anggotanya Aipda I Kadek Wardana dan Aipda I Ketut Sumerteyasa yang bertugas saat peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/8). 

"Kejadiannya kemarin sore kira-kira jam 3 (pukul 15.00 Wita), anggota melihat ibu-ibu sambil menggendong bayi menangis yang hendak pergi ke Banyuawangi di Pos Polisi jalan baypass yang ada Patung Soekarno itu," kata Sinar saat dimintai konfirmasi, Jumat (31/8/2018) malam.

Dia menambahkan anggotanya iba ketika melihat seorang ibu yang berjalan sambil menangis. Rupanya saat ditanya polisi ibu itu mengaku baru saja diusir suaminya. 

"Kalau kekerasan fisik pengakuannya hanya didorong-dorong oleh suaminya dan diusir disuruh pulang ke Banyuwangi. Sambil menggendong anaknya ibu itu sudah jalan dari Denpasar Mahendradata sudah 18 kilo," terangnya. 

Dia menambahkan anggotanya kemudian mencegat bus untuk ditumpangi ibu tersebut pulang ke kampung halamannya. Tak hanya itu, anggotanya juga memberi uang saku untuk bekal ibu tersebut. 

"Iya sopir bus itu kebetulan juga temennya anggota Polantas disuruh naik dan diberi uang sebisanya polisi," terangnya.

Source: detik.com

Lintasjatim.com, Surabaya – Dirgahayu Republik Indonesia ke 73 tahun, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya memperingati dengan melaksanakan upacara bendera merah putih di halaman timur Masjid Nasional Al Akbar. Upacara diikuti semua karyawan masjid dan mitra dakwah. Upacara di pimpin langsung Direktur Utama Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Endro Siswantoro.

Setelah upacara selama kurang lebih 45 menit, 500 peserta melaksanakan kirab bendera merah putih akbar berukuran 17 X 25 Meter. “Bendera kami kirab dengan jalan kaki dari pintu utama masjid menuju menara di sisi utara masjid,” kata H. Endro Siswantoro, Direktur Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (17/8).

Berjalan kaki dengan membawa bendera yang memiliki bobot kurang lebih 10 kg ini bertujuan mengenang para pahlawan yang telah gugur di medan peperangan. Dengan sorak sorak bahagia, para karyawan masjid terus menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. “Bendera dengan lipatan satu meter dan panjang 25 meter dibawa tujuh belas orang sebagai simbol 17 Agustus,” terang Dirut.

Dengan semangat kebangsaan ini, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya memperingati HUT ke 73 RI. “Inilah masjid satu-satunya yang melaksanakan upacara bendera dan mengibarkan bendera merah putih akbar di Menara masjid dengan ketinggian 99 Meter,” kata H. Helmy M Noor Humas Masjid Al Akbar Surabaya.

Agar bendera tetap aman tidak sobek di atas dan supaya bendera bisa berkibar diketinggian 99 meter itu, maka dibutuhkan tampar dengan kebesaran 18 milimeter. “Kami memesan khusus tampar ini, dan inilah peringatan 17 Agustus 2018 dengan simbol tampar 18 milimeter,” ungkap Helmy.

Ketika bendera merah putih berada di pucuk tiang Menara, para peserta upacara memberikan hormat dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sembari mengibarkan bendara merah putih di tangannya. Ini sudah kedua kalinya bendera merah putih akbar berkibar di atas Menara dengan ketinggian 99 meter dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia.  

“Ini kami lakukan, merupakan rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan kemerdekaan kepada negara Indonesia. Maka dari itu, tugas kita adalah mengenang jasa para pahlawan dan turut aktif menjaga kedaulatan bangsa ini, sekali merdeka tetap merdeka,” tutup Dirut Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. (*)

Lintasjatim.com, Bali - Gempa berkekuatan 7 Skala Ritcher yang mengguncang Lombok dan Bali pada Minggu 5 Agustus malam menyisakan sebuah cerita yang mendunia, yaitu video seorang imam salat yang tetap bertahan saat bumi berguncang.

Dia adalah Arafat, imam salat di Musala As-Syuhada, Denpasar, Bali. Unggahan Facebook Live dari musala As-Syuhada, menjadi viral dan mendunia. Unggahan di akun Facebook musala tersebut sudah ditonton lebih dari 200.000 kali, disebar hampir 5.000 kali, dan mendapat hampir 9.000 tanggapan.

Video tersebut juga ikut disebarkan oleh ustaz Yusuf Mansur lewat akun Instagramnya, dan sudah ditonton lebih dari 400.000 kali dan mendapat lebih dari 4.000 komentar. Video Arafat yang bertahan di tengah gempa juga tersebar di media-media internasional, seperti The Guardian, Times of Israel, The Express Tribune di Pakistan, dan Kuwaiti Times.

Menurut takmir musala As-Syuhada, Denpasar, Pungkasandi Putra, Arafat bukanlah imam tetap di tempat ibadah tersebut. "Dia tinggal di sekitar musala. Dia datang sesekali untuk salat wajib, dan kebetulan di musala kita tidak ada imam tetapnya. Jamaah itu pada dorong-dorongan menyuruh untuk maju jadi imam. Baru seminggu ini (jadi imam)," kata Pungkasandi.

Dalam video itu, posisi Pungkasandi berada di belakang mimbar. "Sudah terasa seperti bangunan itu mau rubuh. Sebenarnya awal-awal merasakan gempa itu tidak terlalu kencang, jadi pas bacaan salat Al Fatihah di ujung mau 'amin' itu baru agak keras. Setelah itu terasa goncangan gempa yang keras disertai bunyi-bunyi dari atap, kayu-kayu, plafon, genteng-genteng itu kayak mau jatuh. Baru pada lari," kata Pungkasandi.

Lintasjatim.com, Malang - Gempa bumi Tektonik berkekuatan 5,2 skala richter menguncang wilayah Malang, Jawa Timur, pada pukul 13.09 WIB, Rabu, 8 Agustus 2018. Guncangan gempa dirasakan oleh warga kira-kira lima detik.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, pusat gempa terletak di koordinat 8,80 lintang selatan dan 112,46 bujur timur, atau berlokasi di 13 kilometer di kedalaman laut. Gempa berada di 68 kilometer barat daya Malang.

"Gempa juga dirasakan di Blitar, Tulunggagung, Mojokerto, Lumajang, Yogyakarta hingga Bali," kata Musripan, Kepala BMKG Karangkates Malang.

BMKG menyatakan, gempa terjadi karena aktivitas subduksi pergeseran lempeng tektonik Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa itu dibangkitkan dengan mekanisme pergerakan sumber jenis sesar naik (thrust fault).

Avirista, seorang warga Kota Malang, mengaku bahwa getaran gempa terasa cukup kencang. Saat itu ia melihat gelas yang berada di meja tempat ia berada bergoyang lima detik.

"Terasa saat itu saya sedang berada di lobi DPRD Kota Malang, gelas yang ada di meja bergoyang selama lima detik. Beruntung cuma sebentar, jadi tidak sampai panik berhamburan keluar gedung," katanya.

Source: viva.co.id

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

6204133
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1904
9434
20375
6042812
125525
275767
6204133
Your IP: 54.161.100.24
2018-10-16 04:48