Redaksi

Redaksi

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Website URL: http://www.lintasjatim.com Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lintasjatim.com, Surabaya - Jalan Raya Gubeng Kota Surabaya, Jatim, yang ambles pada Selasa (18/12) malam kini sedikit demi sedikit mulai tersambung setelah truk-truk pengangkut pasir dikerakan untuk pengurukan.
     
"Alhamdulillah, Jalan Raya Gubeng sudah tersambung," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Irwan Widyanto kepada Antara di Surabaya, Minggu.  
     
Menurut dia, truk-truk yang difasilitasi Pemerintah Kota Surabaya telah bekerja dengan optimal mengangkut pasir yang diambil dari Mojosari, Mojokerto selama 24 jam.
     
Dukungan dari Kepolisian Daerah (Polda) Jatim dengan memberikan izin kelur masuknya truk pengangkut pasir juga membantu mempercepat proses pengurukan yang sudah dilakukan sejak Rabu (19/12).
     
Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser mengatakan proses pemulihan Jalan Raya Gubeng beberapa hari terakhir sempat terkendala cuaca berupa hujan yang menggusur Kota Surabaya dan sekitarnya.
     
Hal ini, lanjut dia, tentunya sedikit menghampat truk-truk yang bertugas  mengangkut pasir dan batu (sirtu) dari Mojosari, Kabupaten Mojokerto ke Kota Surabaya.  
     
"Jadi di Mojosari, tempat lokasi pengambilan sirtu juga hujan. Jadi pihak yang di sana sempat tidak berani ambil ambil sirtu," katanya.
     
Selain itu, lanjut dia, musim liburan membuat akses jalan dari Surabaya menuju Mojosari juga macet.  Meskipun demikian, Fikser menjamin pengerjaan proses pemulihan jalan terus dilakukan. Ia optimistis target tujuh hari bisa terpenuhi.
     
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan pengurukan Jalan Raya Gubeng membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat hari. Ia menargetkan dalam tiap hari mendatangkan 400 dump truk pengangkut sirtu.
     
Menurut dia, dari hasil perhitungan untuk pengurukan keseluruhan jalan yang ambles, dibutuhkan sebanyak 1.800 dump truk atau setara dengan 36 ribu meter kubik sirtu. 
     
"Jadi kalau sehari 400 truk, maka kita butuh tiga-empat hari. Setelah itu overlay, mungkin cuman dua hari," kata Risma.
     
Untuk memperlancar proses distribusi pengiriman sirtu, ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Polda  Jawa Timur. Sebab menurutnya, kendaraan dump truk dilarang melintas kawasan kota pada saat jam kerja.

Source: antarajatim

Surabaya (beritajatim.com) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memantau proses pengurukan dan recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles. Bermodalkan megaphone, pena dan kertas, ia terlihat memberikan instruksi langsung kepada jajarannya, agar recovery berjalan efisien dan safety. 

Bahkan, untuk memantau lebih dekat proses pengurukan rongga bawah jalan ambles, ia juga menggunakan teknologi drone.

Wali Kota Risma mengatakan pihaknya menargetkan dalam tiap hari mendatangkan 400 dump truk pengangkut pasir (sirtu). 

Dari hasil perhitungan, untuk pengurukan keseluruhan jalan ambles, dibutuhkan sebanyak 1800 dump truk atau setara dengan 360 ribu meter kubik pasir (sirtu). 

“Hari ini targetnya 400 truk, minimal 400 truk. Ini semua butuhnya 1800 (dump truk). Jadi kalau sehari 400 truk, maka kita butuh 3 – 4 hari. Setelah itu overlay, mungkin cuman 2 hari,” kata Wali Kota Risma, Jum\'at, (21/12/18).

Pihaknya juga berharap, agar recovery Jalan Raya Gubeng selesai dalam kurung waktu satu Minggu. Oleh karena itu, recovery jalan ini akan dilakukan selama 24 jam nonstop. 
Namun, ia juga ingin bantuan doa dari seluruh masyarakat, agar selama pengerjaan berlangsung, tidak terjadi kendala. “Kita usahakan satu minggu kelar, mudah-mudah ndak ada aral melintang apapun. Kita punya target itu (satu Minggu). Mudah-mudahan tidak ada gangguan,” tuturnya.

Ketika memantau rongga bawah jalan ambles menggunakan drone, ia melihat ada salah satu pedestrian yang akan ambrol. Sehingga kemudian, ia memberikan instruksi agar pedestrian itu sekalian dirobohkan. 

“Itu sekalian pedestrian yang mau ambrol dirobohkan. Nanti sekalian diuruk agar diperbaiki ulang,” ujarnya.

Untuk memperlancar proses distribusi pengiriman pasir (sirtu), ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Sebab menurutnya, kendaraan dump truk dilarang melintas kawasan kota pada saat jam kerja. 

“Karena kan ini ngambil sirtunya dari luar kota, jadi agak jauh. Tapi sudah dikasih bantuan dengan Polda, truk-truk itu ada tulisan Polda, karena inikan off (truk) ndak boleh masuk sebetulnya,” jelasnya.

Beberapa kali terlihat, Wali Kota Risma juga menggunakan megaphone untuk memberikan instruksi langsung kepada operator alat berat. Dengan duduk di atas kursi roda, ia nampak memberikan instruksi menggunakan pengeras suara. 

“Pak tolong mundur dulu (motor grader), itu biar dump truk nurunin pasir dulu. Nanti kalau selesai, alat berat maju lagi” katanya.

Sekitar dua jam lebih, Wali Kota Risma memantau dan memimpin langsung proses recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles. Mulai kemarin malam hingga pagi ini, terlihat sudah ratusan dump truk datang untuk mengirim pasir (sirtu) dan beberapa material pengurukan.

Source: beritajatim.com

Lintasjatim.com, Nganjuk - Warga Dsn. Bulurejo Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dikejutkan dengan penemuan sosok yang mengambang di dalam sumur, pagi tadi (18/12). Pria ini tewas diduga menghirup gas beracun yang ada di dalam sumur.

Informasi ini berawal dari Yanto (27) seorang petani, pukul 09.45 WIB sedang mencari rumput di sawah. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada peralatan bengkel yang ada di sekitar sumur. Setelah didekati ternyata didalam sumur ada orang yang mengambang sudah tidak bernyawa.

“Saya tadinya nyari rumput, tapi saya lihat ada alat-alat disamping sumur dan tidak ada orang. Saya lihat ke dalam ternyata ada mayat,” tandasnya.

Setelah diperhatikan dengan seksama, masih kata Yanto, mayat tersebut adalah Sukardi (60) pemilik sawah dekat sumur tersebut. Seketika itu Yanto berteriak memanggil Samini yang kebetulan berada di didekatnya dan meminta Samini untuk memanggil Suliyem (53) istri korban.

Mengetahui suaminya sudah tidak bernyawa Suliyem menangis histeris. Sebelumnya Ia tidak mendapatkan firasat apapun karena seperti biasa, pukul 07.00 WIB korban pamit pergi bekerja hendak mengairi sawah.

Untuk proses evakuasi korban lantas salah satu warga menghubungi team Tagana BPBD Kabupaten Nganjuk. Namun, musibah menimpa Masrupin (30) anggota BPBD yang hanya memakai masker hendak evakuasi korban justru lemas saat berada di dalam sumur. Atas kejadian ini, Masrupin meninggal pukul 09.30 WIB setelah dibawa ke Puskesmas Rejoso.

Sementara itu, berdasarkan analisis Forensik dan Puskesmas setempat, sumur tersebut mengandung gas beracun yang menyebabkan keduanya meninggal. Dari olah tempat kejadian perkara, kejadian ini murni kecelakaan dan bukan disengaja ataupun kekerasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Yanto yang merupakan korban pertama hendak mengairi sawah, namun tidak ada air. Kemudian korban menyalakan disel tapi air juga tak kunjung mengalir meski disel sudah dinyalakan. Setelah dicek korban, ternyata apung-apung didalam sumur rusak. Niat untuk membetulkannya justru menjadi akhir dari hidupnya. [fifit/st]

Lintasjatim.com, Madiun - Sejumlah peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 dari wilayah Kabupaten Madiun kedapatan membawa barang diduga jimat saat mengikuti ujian yang digelar di Asrama Haji, Kota Madiun.

Ketua Seksi Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kabupaten Madiun, Sri Diana Dewi Kusumaningrum mengatakan, barang itu ditemukan petugas saat melakukan penggeledahan para peserta sebelum masuk ke ruangan tes.

"Memang ada yang seperti. Itu ditemukan saat akan pelaksanaan 'computer assisted test' (CAT) CPNS Kabupaten Madiun," ujar Sri Diana saat dihubungi wartawan, Senin.

Berdasarkan pendataan, jumlah barang jimat yang ditemukan mencapai belasan. Barang itu berupa kayu, kertas bertuliskan rajah yang dilipat, kain putih, plastiik berisi kunir dan kedelai, hingga rambut.

Benda yang diduga jimat itu disimpan para peserta di kerah baju, sepatu, saku, dan ada juga yang diselipkan di baju.

Sri Diana Kusumaningrum menjelaskan, atas temuan itu, pihak panitia seleksi kemudian membuang barang-banrang tersebut karena di luar teknis.

Sejak awal panitia seleksi sudah mengingatkan peserta agar menitipkan benda berharga dan bawaannya ke tempat penitipan yang sudah disediakan panitia.

"Sudah kami sampaikan berulang-ulang di awal. Kalau pada saat pemeriksaan yang ketiga masih saja ditemukan, maka kami anggap itu barang tidak berharga," ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai dengan peraturan, peserta hanya diperbolehkan membawa pensil, kartu peserta, dan KTP. Namun, kenyataannya masih ada saja peserta yang membawa penghapus dan barang lainnnya, termasuk yang diduga jimat.

Secara teknis, ada tujuh tahapan yang dilalui peserta saat mengikuti SKD CPNS tahun 2018. Di antaranya, mulai dari registrasi, penitipan barang, pengecekan dan pemeriksaan badan dengan metal detektor, pengecekan "barcode" dan PIN, pengarahan panitia dari BKN, pelaksanaan ujian, serta hasil ujian.

"Tahapan-tahapan yang disiapkan oleh panitia seleksi tingkat nasional itu diharapkan bisa meningkatkan ketertiban dan kelancaran pelaksanaan tes CPNS," ungkapnya.

Adapun SKD CPNS 2018 terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, dan Tes Karakter Pribadi yang keseluruhan terdiri dari 100 soal dan harus diselesaikan dalam jangka waktu 90 menit.

Sesuai data, tes SKD CPNS 2018 di Asrama Haji Kota Madiun diikuti oleh enam kota/kabupaten wilayah eks-Keresidenan Madiun. Yakni peserta dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. SKD tersebut digelar secara bertahap dari tiap-tiap daerah, yang berlangsung sejak tanggal 26 Oktober hingga 17 November 2018.

Source: antarajatim.com

Lintasjatim.com, Sumenep - Syaiful (20), warga Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, korban meninggal di air terjun Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, ternyata sempat memposting kalimat-kalimat tentang kematian di akun facebooknya, sehari sebelum kepergiannya.

"Setelah kematian maka pertanggung jawaban apa yang kita perjuangkan,"
#KAUM_SARUNGAN
#KAMI_TELAHBANGKIT


Itu merupakan postingan terakhir Syaiful di akun facebook nya, sehari sebelum ia meninggal dunia.

Kader PMII Sumenep ini meninggal akibat tenggelam di wisata Air Terjun Dusun Lenteng, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep.

Syaiful juga menuliskan status di bagian bawah profil foto akun medsosnya, bertuliskan, 'Mati merupakan pilihan terhormat, manakala hidup hanya menjadi sampah peradaban'

Bagi teman-teman korban, postingan-postingan tersebut seakan menjadi sebuah firasat kepergian untuk selama-lamanya.

"Saya juga heran melihat postingan Syaiful, kok semua bertema kematian. Ternyata mungkin itu firasat. Saya benar-benar merasa kehilangan," kata Alfin, teman karib korban di Pondok Pesantren Aqidah Asymuni.

Peristiwa tragis itu berawal ketika korban bersama teman-temannya, para mahasiswa baru STITA Usymuni Sumenep yang tergabung dalam PMII, menggelar kegiatan 'follow up' Mapaba di Desa Basoka. Kegiatan itu diisi dengan tahlil dan diskusi.

Usai kegiatan, sebagian mahasiswa mampir ke lokasi air terjun Basoka. Sedangkan korban bersama 6 orang temannya mandi di sungai/ air terjun itu.

Saat mandi di air terjun itu, ditunggu selama 15 menit, korban tidak muncul ke permukaan. Teman-temannya mulai panik dan minta pertolongan ke warga sekitar.

Pencarian pun dilakukan bersama warga di sekitar lokasi. Tak berselang lama, korban ditemukan di dalam air dengan kedalaman sekitar 4 meter dalam kondisi meninggal dunia.

Source: beritajatim.com

Lintasjatim.com, Jember - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Rabu (31/10/2018) malam, menguak fakta bahwa Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sri Wahyuniati memiliki dua lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

Dua KTP elektronik itu dipajang sebagai salah satu barang bukti saat jumpa pers di halaman Markas Polres Jember, Jumat (2/11/2018). Keterangan dalam dua KTP tersebut sama. Nomor Induk Kependudukannya pun sama,  yakni 3509194906720010. Namun tanggal pembuatannya berbeda, yakni 31 Agustus 2017 dan 5 Februari 2018.

Dua KTP Wahyuniati disita bersama 128 KTP baru, 25 map berisi fotokopi dokumen adminduk, 37 kartu keluarga baru, tiga kartu identitas anak baru, delapan akta kelahiran baru, dua surat pindah baru, tiga buku catatan rekap KTP, KK, dan akta kelahiran, dan 87 berkas fotokopi persyaratan pembuatan adminduk.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember Sri Wahyuniati resmi ditetapkan menjadi tersangka pungutan liar pengurusan KTP elektronik dan berkas administrasi kependudukan lainnya oleh polisi.

Selain Wahyuniati, polisi juga menetapkan Abdul Kadar, aktivis Relawan Noeb (No Eks Birokrasi), sebuah kelompok relawan yang menolak birokrat menjadi bupati saat Pemilihan Kepala Daerah Jember 2015. Wahyuniati ditahan di sel Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur. Sementara Kadar dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 A.

Kadar mengenakan biaya tambahan Rp 100 ribu untuk pengurusan KTP elektronik, Rp 100 ribu untuk pengurusan kartu keluarga (KK), Rp 100 ribu untuk akta kelahiran, dan Rp 25 ribu untuk pengurusan Kartu Identitas Anak. Biaya tambahan ini mempercepat proses pengurusan administrasi kependudukan sehari jadi.

Jumlah tersangka bisa bertambah. "Kalau ada kolusi dengan yang lain, ada penikmat, dan ada yang mempermudah, tidak menutup kemungkinan ada tersangka tambahan," kata Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, Jumat (2/11/2018).

Source: beritajatim.com

 

Lintasjatim.com, Surabaya - Kehadiran Capres nomor urut 2 pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto, benar-benar menjadi magnet tersendiri bagi para peziarah dan jamaah Sholat Jumat di kawasan Ampel, Jumat (2/11/2018).

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Soepriyatno mengungkapkan bahwa alasan di balik kunjungan Prabowo Subianto untuk berziarah di makam Sunan Ampel ini adalah berawal dari amanah para kiai.

"Amanah dan saran dari Ra Cholil dan Kiai Nawawi Jalil agar berziarah ke makam Sunan Ampel serta berkunjung ke pondok-pondok pesantren di Jawa Timur," ujar Soepriyatno.

"Selain itu, juga Pak Prabowo sendiri sudah lama sekali ingin berziarah ke makam Sunan Ampel," tambah anggota DPR RI ini.

Lebih lanjut, Soepriyatno mengungkapkan jika agenda Prabowo Subianto di Surabaya hanya untul berziarah dan salat Jumat di Masjid Agung Ampel saja.

"Setelah ini langsung kembali ke Jakarta. Karena sudah 10 hari total Pak Prabowo berkeliling. Tiga harinya kan di Jawa Timur," pungkasnya.

Sebagai informasi, sambutan yang diberikan masyarakat Surabaya kepada Prabowo Subianto semakin luar biasa setelah salat Jumat usai.

Ribuan jamaah berebutan untuk bisa bersalaman dengan Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu. Pekik "Prabowo Presiden!" serta "Nomor 2 Menang!" terdengar bersahutan terus menerus.[ifw/but]

Source: beritajatim.com

 

Lintasjatim.com, Surabaya – Baru kali pertama, puncak santri of the year 2018 di gelar di Surabaya. Sebelumnya 2016 dan 2017 di gelar di Ibukota Jakarta. Dalam sambutannya Direktur Islam Nusantara Center (INC), Ginanjar Sabana menegaskan dipilihnya Surabaya sebagai kegiatan ke tiga kalinya ini karena sejarah besar kota Pahlawan ini.

"Jika Jakarta wajah kemerdekaan Indonesia, maka Surabaya rahim kemerdekaannya. Jika tidak ada santri dan Surabaya sebagai medan tempur, rasanya mustahil meraih kemerdekaan. Surabaya kota ilmu, santri dan kota kepahlawanan,” kata Ginanjar Sabana dalam sambutannya (29/10) di gedung spot center UIN Sunan Ampel Surabaya.

Santri of The Year ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center. Ini merupakan salah satu ikhtiar dan berkhidmah kepada pesantren para kiai serta santri. “Kami berusaha memberikan apresiasi kepada peran santri yang ternyata mereka bisa berkiprah di banyak bidang, santri tidak hanya pelajar atau pengajar di dunia pesantren, santri itu multitalenta seperti seni, budaya, negara, politik dan wirausaha,” terangnya.

Artinya santri dari dulu punya peran yang tidak bisa dipisahkan untuk kemajuan keberlangsungan dan berbangsa dan bernegara di indonesia.

Untuk memperluas nominasinya pada tahun depan, ada keinginan mengarah ke sana. Misalnya peran santri di dunia internasional. “Semoga kedepan tetap diberikan istiqomah dari tahun ke tahun,” kata dosen Universitas NU Indonesia ini.

Tentu yang menilai bukan Islam Nusantara Center, tapi netizen. Pertama unsur penilain adalah peran dan kontribusi mereka kepada masyarakat dalam bidang tertentu. Setelah itu polling terbuka di media sosial dan internet. “Dari sinilah netizen memilihnya, dari suara terbanyak akan ditetapkan sebagai nominator dan ditetapkan sebagai santri of the year di bidangnya masing-masing pada puncak peanugerahan,” lanjutnya.

Santri of The Year 2018 ini dimaksudkan untuk, menemukan dan menampilkan Tokoh/Figur santri yang telah memberikan sumbangsih prestasi mereka dalam bentuk gagasan inovatif. Sekaligus kerja dan karya juga prestasi bagi pembangunan bangsa dan negara.

Sementara Rektor UIN Surabaya Prof Masdar Hilmy, berharap nominator bisa membawa berkah dan motifasi bagi para santri dan masyarakat Indonesia. " semoga bisa membawa berkah dan menjadi motifasi,” pungkasnya dalam sambutan.

Lintasjatim.com, Nganjuk – Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro (IAI PD) Nganjuk kembali menggelar wisuda sarjana strata satu (S-1), Sabtu (27/10) lalu. Usai diwisuda, ratusan sarjana berwawasan Islami ini siap mengabdi menerapkan ilmunya.

Dimulai pukul 08.30, wisuda diikuti sebanyak 339 peserta. Ratusan wisudawan itu berasal dari berbagai fakultas. Seperti Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), Fakultas Ushuludin dan Studi Agama (FUSA) dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI).

Dalam sambutannya Rektor IAI PD Nganjuk DR H Riduwan M.PdI mengatakan, wisuda merupakan tanda rampungnya pendidikan pada jenjang S-1. Selanjutnya, para lulusan diharapkan dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat selama kuliah.

"Para wisudawan telah dibekali berbagai kemampuan. Mulai spiritual, intelektual, dan kekokohan moral. Serta keterampilan berorganisasi di intra maupun ekstra sebagai penguat,” ujarnya pada wisuda yang digelar di GOR Bung Karno itu.

Untuk diketahui, pada wisuda tahun ini, merupakan wisuda petama bagi lima prodi IAI PD Nganjuk. Yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Hukum Tata Negara (HTN), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD), Ilmu Alquran dan Tafsir (IQT) dan Akhlak Tasawuf (AT).

Sedangkan bagi Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Ekonomi Syariah (ES), merupakan wisuda ke lima. “Alhamdulillah berkat doa restu semua. Jika dijumlah, IAI PD Nganjuk telah meluluskan sebanyak 1.085 sarjana,” imbuh rektor yang baru saja meraih gelar Doktor ini.

Sementara itu, DR M Ali Anwar selaku panitia wisuda mengucapkan terima kasihnya. Terutama, kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya wisuda. “Terkhusus bagi orang tua, wali, maupun wisudawan yang mempercayakan menimba ilmu di IAI Pangeran Diponegoro,” imbuh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) IAI PD Nganjuk ini.

Wisuda sendiri berjalan lancar. Sejak pagi, ratusan wisudawan sudah hadir di GOR Bung Karno bersama orang tua maupun wali. Mengenakan toga, mereka khidmat mengikuti rangkaian acara dari awal hingga usai.

Acara tahunan itu turut dihadiri berbagai tamu undangan. Seperti Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, jajaran Forpimda Kabupaten Nganjuk, perwakilan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) IV Surabaya, dan beberapa mitra IAI PD Nganjuk. Pada sela-sela acara, juga diisi orasi ilmiah. Orasi disampaiakan  Prof. Dr. H. Husein Aziz, M dari Kopertais IV Surabaya.

Lulusan Terbaik IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk tahun ini yaitu Prodi Pendidikan Agama Islam, Laily Maghfiroh dengan IPKN 3,64. Prodi Penddidikan Guru MI, Salamatur Rofi’ah dengan IPK 3,65. Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Solikatun dengan IPK 3,66. Prodi Hukum Tata Negara, Ayuk Mu’alifatul R. dengan IPK 3,56. Prodi Ekonomi Syariah, Yesi Kristianti dengan IPK 3,62. Prodi Komunikasi & Penyiaran Islam, Siti Aminatul Solihah dengan IPK 3,57. Prodi Manajemen Dakwah, Nandipah Ro’azah IPK 3,57. Prodi Ilmu Alquran & Tafsir, Ulfa Fahrunnisa IPK 3,61 dan Prodi  Akhlaq & Tasawuf Enik Zulaikah dengan IPK 3,65.

Lintasjatim.com, Gresik - Kecalakaan lalu lintas (Laka Lantas) karambol terjadi di Jalan Raya Betoyo Manyar, Gresik. Kali ini, melibatkan tiga dumptruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Tabrakan berawal saat sebuah dumptruk ngerem mendadak Jalan Raya Betoyo. Persisnya di KM 12,8. Nah, persis di belakangnya, ada truk bernopol S 9318 UE juga berhenti. Truk warna merah itu dikendarai Suwandi (42).
Namun dari belakang truk tersebut, melaju dumptruk dengan kecepatan cukup tinggi.

Tidak sempat melakukan pengereman. Truk yang dikendarai Suwandi akhirnya menabrak dumptruk di depannya. "Kejadianya sangat cepat sekali mas. Tiba-tiba ada dump truk menabrak truk di depannya," ujar saksi mata Suyono (50) warga Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Gresik, Sabtu (6/10/2018).

Akibat kejadian itu, kaca depan truk hancur. Bagian kepala dan kedua pintunya juga penyok. Si sopir Suwandi terjepit di depan kemudi. Dia mengerang sakit. Beruntung dia berhasil dievakuasi oleh pengguna jalan. 

Warga Nganjuk itu langsung dievakuasi ke RS Fathma Medika. Sebab, betis kirinya terluka karena patah tulang.

Ironisnya, dua dumptruk yang terlibat kecelakaan langsung melarikan diri. Polisi pun berupaya mencari jejak dua dumptruk pengangkut material itu. "Kami masih mencari dua truk yang melarikan diri," ujar petugas patroli Sabhara Polres Gresik Bripka Wandi Suroto.*

Source: beriatajatim.com

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

7046113
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
2409
11448
13857
6868890
203212
254460
7046113
Your IP: 3.80.32.33
2019-01-21 04:35

Follow Me

<iframesrc="https://www.facebook.com/plugins/page.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Flintasjatimcom%2F&tabs=timeline&width=340&height=500&small_header=false&adapt_container_width=true&hide_cover=false&show_facepile=true&appId=766623483475671"width="340"height="500"style="border:none;overflow:hidden"scrolling="no"frameborder="0"allowTransparency="true"allow="encrypted-media"></iframe>