Redaksi

Redaksi

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Website URL: http://www.lintasjatim.com Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Setelah lelah menasehati anaknya agar tidak terus-terusan bermain game, seorang ibu asal Jepang menerapkan metode unik "kontrol orangtua" padanya.

Meski smartphone atau gadget lain biasanya sudah dilengkapi fitur pengawasan orangtua, tapi anak-anak sekarang yang lihai teknologi bisa dengan mudah membobolnya.

Namun, pengguna Twitter @sasamipicata langsung syok saat ibunya benar-benar mengunci game console dan smartphone-nya.

Untuk mencegah @sasamipicata mengisi daya gadgetnya, sang ibu mengunci charger gadget tersebut pada gembok.

Menurut Soranews24, anak laki-laki dengan frustasinya membagikan foto itu ke Twitter.

Tidak ada yang bisa ia lakukan untuk mengisi daya gadgetnya karena kunci gembok pasti dipegang sang ibu.

Tapi tak hanya itu, ibu @sasamipicata juga melakukan hal yang sama pada charger iPhone-nya.

Cuitannya telah di-RT ribuan kali oleh pengguna Twitter, kebanyakan dari mereka pun menyampaikan simpatinya.

"Seperti kekerasan emosional," ungkap salah satu netizen.

Beberapa pengguna Twitter lain juga khawatir orang tua mereka mungkin akan meniru cara ibu @sasamipicata.

"Aku harus lebih waspada sekarang."

"Mungkin aku akan beli charger cadangan, untuk berjaga-jaga."

 

Tribunnews.com

Lintasjatim.com, Wonogiri - Usaha seorang gadis cantik lulusan SMP asal Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, berjualan jamu gendong di Bogor menjadi viral di dunia maya.

Pratiwi Safarina (16), gadis manis asal bumi gaplek itu memilih berjualan jamu gendong keliling di Bogor karena orangtuanya tak memiliki biaya untuk menyekolahkannya ke SMA.

"Setelah saya lulus SMP, saya ikut orangtua dan kakak saya di Bogor jual jamu gendong keliling di Jonggol, Bogor," ujar Pratiwi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/2/2018).

Pratiwi mengungkapkan, meski masih berusia belia, dia tidak malu berjualan jamu gendong keliling. Baginya, berjualan jamu gendong menjadi salah satu mencari rezeki yang berkah dan halal.

"Saya tidak malu berjualan jamu gendong keliling. Kan saya tidak mencuri," ungkap Pratiwi.

Menurut Pratiwi, dia pertama kali berjualan jamu gendong sejak enam bulan lalu. Saat pertama berjualan, ia merasa waswas. Namun, kondisi itu tak berlangsung lama.

Pada awal berjualan, kata Pratiwi, saudaranya mengikutinya selama tiga hari. Selanjutnya, ia berjualan sendiri jamu gendong keliling wilayah Jonggol, Bogor.

"Saya berangkat siang karena pagi masih jaga anak kakak saya. Berangkat naik angkutan umum, turun di sekolah, lalu jalan keliling berjualan jamu gendong," ujar Pratiwi.

Dia mengaku tertarik berjualan jamu gendong setelah melihat rekan-rekanya mendapatkan penghasilan dari hasil berjualan jamu. Ia pun meracik jamu tradisional, mulai dari beras kencur hingga kunir, sendiri alias tanpa bantuan orangtuanya.

"Setelah setahun tinggal di Bogor, saya melihat teman-teman berjualan jamu kok enak. Saya juga ingin memiliki pengalaman bekerja sendiri sebelum nanti menikah.

Setelah enam bulan berjualan, gadis kelahiran Wonogiri, 2 Mei 2001, ini kini sudah mendapatkan banyak langganan. Caranya berjualan yang sopan dan supel menjadikan banyak orang membeli jamu gendongnya.

"Terkadang jamu gendong jualan saya sampai habis. Satu hari bisa dapatkan Rp 100.000," kata Pratiwi.

Berjualan jamu gendong tak hanya mendapatkan sukanya saja, acap kali ia harus menghadapi pembelinya yang usil. Namun, kondisi itu tak membuatnya takut berjualan.

"Hanya digoda-goda saja. Tidak sampai ke fisik," ucap Pratiwi.

Saat ditanya alasan tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan ke SMA, Pratiwi mengaku orangtuanya tak memiliki biaya sekolah. Sebab, penghasilan bapaknya sebagai penjual mainan dan ibunya penjual jamu gendong hanya pas-pasan.

Untuk menggapai cita-citanya, Pratiwi tak akan berhenti berjualan jamu gendong. Putri kedua pasangan Mariman (42) dan Marni (37) itu ingin membuka usaha kios bersama pria idamannya di kampung halaman bila modal sudah terkumpul.

Sejak viral satu pekan terakhir, foto Pratiwi berjualan jamu gendong mendapatkan ribuan tanda suka dari netizen (warganet). Tak hanya itu, ribuan komentar juga datang dari warganet setelah foto gadis asal Wonogiri itu diunggah di medsos.

Komentar bermunculan, ada yang mendukung Pratiwi berjualan jamu hingga mengagumi kecantikannya.

"Subhanalloh cantik banget tukang jamunya. Saya juga tukang jamu," ujar akun Darni Ani dalam komentarnya di grup Kabar Wonogiri.

Source : kompas.com

Lintasjatim.com, Surabaya - Menenteng jaket dan helm dari area parkir ke supermarket atau restoran kerap membuat perasaan tak nyaman. Namun meningggalkan perlengkapan tersebut di sepeda motor tanpa pengamanan berarti memberi kesempatan tangan usil mengambi alih perlengkapan bersepeda motor  Anda. Berikut ini cara menjaga jaket dan helm Anda  dengan kunci sederhana buatan sendiri seperti yang dikutip dalam motorcyclistonline.com. Hanya butuh waktu 10 menit untuk membuatnya.

Langkah 1

Bahan dan alat yang dibutuhkan meliputi: 2 meter kabel baja berlapis vinil diameter 1/16 inci, aluminium ferrules 1/16 inci sebagai klem dan kunci gembok kecil. Semua bahan itu bisa dibeli di toko sarana pertukangan. Tingkat keamanan bisa ditambah dengan cara memperbesar ukuran kabel dan ukuran kunci gembok.

Langkah 2

Kupas lapisan vinil yang terdapat di ujung kabel baja. Panjang pengupasan 5 inci. Selain kabel baja berlapis vinil, Anda bisa menggunakan sling baja bekas rem atau kopling. Tapi kabel telanjang seperti itu berisiko melukai cat motor. Di samping itu, kabel telanjang tidak terlihat menyolok sehingga tidak sekeren kabel berlapis vinil yang berwarna-warni. Proses pengupasan lapisan vinil dilakukan dengan bantuan tang, atau bisa pula dengan pisau cutter.

Langkah 3

Masukkan ujung kabel baja yang sudah dikupas ke dalam lubang aluminium ferrules. Bentuk lengkungan dengan kabel baja itu lalu ujungnya  dimasukkan kembali ke dalam aluminium ferrules. Pastikan ujung kabel tidak keluar dari aluminium  ferrules. Sebab ujung kabel bisa terurai menjadi serat-serat baja kecil dan berpotensi melukai tangan Anda  atau menggores cat  motor.

Langkah 4

Pres klem aluminium ferrules sehingga kawat baja bisa terkunci erat. Jika Anda tidak memiliki catok, proses pengepresan bisa menggunakan tang.

Langkah 5

Ulangi proses tersebut untuk ujung kawat yang lain. Jika sudah selesai, berarti kabel pengaman itu siap digunakan.Lilitkan kabel itu di bagian lengan jaket, serta bagian dagu helm, kaitkan dengan bagian setang atau garpu motor Bro Sist, kemudian kunci kedua ujungnya dengan gembok. Nah, sekarang Anda bisa lebih tenang berbelanja atau sekadar nongkrong di restoran.

Source : jawapos.com

 

Lintasjatim.com, Jakarta - Agar percaya diri, tidak jenuh, merasa kuat dan tegar jadi faktorbanyak artis tersandung narkoba. BNN mengusulkan treatment khusus untuk mereka yang sedang menggunakan bahkan kecanduan.

Sebagaimana diberitakan oleh Jawapos.com, Roger Danuarta tak ingat persis sudah berapa kali dimintai bantuan teman yang ingin bebas dari jerat narkoba. Sebab, aktor yang populer lewat sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta itu dianggap berhasil melepaskan diri dari barang haram tersebut "Ibaratnya, saya sodorin kaca pembesar untuk menariknya ke luar," ujar Roger kepada Jawa Pos.

Roger tersandung kasus narkoba pada 2014. Pria kelahiran 20 Mei 1982 tersebut harus menjalani rehabilitasi selama 7 bulan hingga Februari 2015. 

Tentu masa-masa yang tak mudah. Tapi, Roger bukan satu-satunya figur dengan latar belakang dunia hiburan yang mengalami itu. 

Termasuk Dhawiya Zaida, putri pedangdut Elvy Sukaesih yang dicokok pada Jumat malam lalu (16/2), ada 16 selebritas yang berurusan dengan polisi karena narkoba sejak 2017. Sementara itu, secara keseluruhan, Polda Metro Jaya mencatat ada kenaikan kasus narkoba pada 2016-2017. Pada 2016, ada 5.563 kasus, sedangkan pada 2017 ada 6.096 perkara.

Tentu saja jumlah pelaku narkoba dari nonartis lebih besar. Tapi, besarnya eksposur yang bisa mengancam karir dan sumber pendapatan utama seharusnya membuat para pesohor mengambil pelajaran dari rekan-rekan mereka yang terjerembap.

Namun, yang terjadi tidak demikian. Tahun ini baru seumur jagung, sudah empat artis ditangkap. Penangkapan tiga yang ter­akhir, Fachri Albar, Roro Fitria, dan Dhawiya, bahkan hanya berselang hari.

Pertanyaannya tentu, mengapa para selebritas rentan terhadap penyalahgunaan narkoba? Tekanan pekerjaan? Atau pengaruh lingkungan?

Menurut Roger tidak bisa dipukul rata. Yang pasti, kurangnya pemahaman terhadap bahaya narkoba menjadi salah satu fak­tor pemicu. 

Namun, berdasar catatan Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono, kebanyakan artis yang tersandung narkoba biasanya menyebutkan alasan stamina. "Namun, bagaimanapun, itu tidak dibenarkan. Ada juga yang beralasan untuk kenyamanan," tuturnya.

Sementara itu, kriminolog Prof Bambang Widodo Umar melihat, fenomena banyaknya artis yang terjerat narkoba cenderung dipicu masalah psikologis. Yakni, supaya percaya diri, menghilangkan kejenuhan, serta merasa kuat dan tegar. 

Yang lebih berbahaya tentu jika artis yang terjerat narkoba sudah berubah status. Dari pemakai menjadi pengedar. 

Indikasi itu sempat ditanyakan kepada polisi dalam kasus Dhawiya. Sebab, saat penggerebekan, polisi menyita timbangan dan puluhan plastik klip berukuran sekitar 5 x 3 cm. 

Tapi, Kasubdit I Ditresnarkoba AKBP Jean Calvijn Simanjutak menyatakan, pihaknya belum mengarah ke sana. "Yang penting, kami fokus dulu mengejar siapa yang memasok mereka ini. Sabar, biar penyidik bekerja dulu." 

Kepala Bagian Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko menyebutkan, masih banyak artis yang punya anggapan hukum yang keliru mengenai narkoba. Kalaupun tertangkap, hanya direhabilitasi. Kalaupun dibui, tidak terlalu lama.

Anggapan itu jelas keliru. Pria yang akrab dipanggil Sulis itu menjelaskan, bisa saja hukuman lebih dari anggapan mereka. 

Sulis juga menganggap, opsi rehabilitasi kurang cocok diterapkan terhadap kalangan selebritas. Perlu ada treatment khusus. "Treatment itu dapat berupa kerja sosial atau sanksi sosial lainnya," terangnya

Di samping itu, upaya pencegahan dan penindakan tidak boleh kendur. Sebab, kata Sulis, jaringan bandar dan pengedar narkotika sudah masuk ke berbagai lapisan komunitas artis.

Source : jawapos.com

Lintasjatim.com, Surabaya - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Jawa Timur, menggelar acara deklarasi kampanye damai Pemilu Kepala Daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur gubernur Jatim, Minggu (18/2/2018). 

Pendukung pasangan calon nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sangat antusias mendukung suksesnya deklarasi damai ini.

Kubu Khofifah-Emil Dardak mengawali deklarasi damai ini dengan menyapa warga Surabaya di Jalan Diponegoro (depan KBS). 

Selain Partai pengusung dan pendukung, relawan maupun simpatisan, nampak terlihat penyanyi dangdut asal Banyuwangi jebolan ajang  pencarian bakat salah satu televisi swasta Danang ikut mengantarkan paslon ini menuju Giant Maspion Square lokasi deklarasi.  

Emil Dardak tak menyangka antusias pendukungnya sangat luar biasa mengantarkan dirinya bersama calon Gubernurnya Kofifah Indar Parawansa menuju halaman Maspion Square.

Dituturkan olehnya, "ini sangat luar biasa, saya dibuat terharu untuk kedua kalinya. Setelah luar biasa mengantarkan kami mendaftarkan diri ke KPUD,  kali ini terjadi hal yang sama," ungkapnya.

Bupati non aktif Kabupaten Trenggalek ini menghimbau kepada para relawan dan pendukungnya untuk ikut menjaga kedamaian dalam Pilkada ini, jangan mudah marah dan cepat terprofokasi demi terciptanya Provinsi Jawa Timur yang aman dan sejahtera, tegasnya.

Dalam deklarasi ini pasangan nomor urut satu Khofifah-Emil datang lebih awal.

Lintasjatim.com, Blitar - Kisah pilu seorang nenek dialami oleh Surip, wanita asal Desa Wonodadi, Rt 01/ Rw 01, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang memilih tinggal di rumah tak layak huni, lantaran tak ingin membebani anaknya.

Kisah nenek Surip dibagikan oleh pemilik akun Instagram @Andi_kuswoyo, Jumat (16/2) lalu. Dalam unggahannya, tampak Surip sedang duduk di atas tempat tidurnya, yang terbuat dari bambu dan terlihat juga ia yang sedang memasak nasi menggunakan tungku dan kayu bakar.

Saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Sabtu (17/2), Andi mengatakan, unggahannya itu ia kutip dari temannya yang bernama Arif Witanto.

kumparan kemudian menghubungi Arif, ia mengatakan telah mengunjungi Nenek Surip pada Selasa (13/2) lalu, bersama kawan komunitas sosialnya. Meski memiliki seorang anak, nenek berusia sekitar di atas 60 tahun itu tetap memilih tinggal sendirian di rumahnya.

"Dia punya anak satu, tapi tidak serumah. Anaknya beda desa dan kondisinya juga bukan orang kaya. Kadang nengokin Nenek Surip, sambil patungan uang buat nebus beras rastra. Kalau anaknya ada uang, berasnya ditebusin, begitu kata Nenek Surip," kata Arif Witanto saat dihubungi kumparan, Sabtu (17/2).

Tempat tinggal Nenek Surip jauh dari kata layak, ia tidur hanya beralaskan tikar dengan atap yang berlubang. Serta tak ada dinding yang melindunginya dari dinginnya hujan dan panasnya terik matahari. Hanya plastik dan kain yang dipasang mengelilingi rumah, seolah menjadi dinding dengan harapan angin tidak bisa menerobos masuk.

Kelangsungan hidup Nenek Surip sangat bergantung dari pemberian tetangga. Ia sudah tak mampu lagi bekerja, lantaran usia yang senja membuatnya sering jatuh sakit. Arif juga mengungkapkan belum adanya bantuan dari pemerintah setempat untuk melakukan pembedahan rumah Nenek Surip.

"Kalau beras rastra dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah punya, tapi untuk bedah rumah belum ada," ujar pria asal Kediri itu.

Mengetahui kondisi tersebut, Arif dan komunitas sosialnya memutuskan untuk memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada Nenek Surip.

"Pertama sembako dan uang tunai, untuk bedah rumah masih dirundingkan," tutupnya.

Source : kumparan.com

Lintasjatim.com, Kediri - Tim gabungan BPBD Kabupaten Kediri, TNI dan Polri bersama masyarakat menemukan kembali  korban jiwa dalam musibah tebing longsor di kawasan tambang pasir Gunung Payung, Sungai Ngobo, Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Korban keempat adalah Sunarji (39) warga setempat.

Sebagaimana diberitakan oleh beritajatim.com, Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Randy Agatha mengatakan, korban jiwa keempat berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan, pada Sabtu (17/2/2018) pukul 08.31 WIB. "Total korban jiwa ada empat orang dan luka empat orang," kata Randy Agatha.

Untuk diketahui, tiga korban jiwa yang sudah berhasil ditemukan sebelumnya antara lain, Andik (35) warga Desa Sumberagung, Plosoklaten, Kabypaten Kediri, Sugiyanto (33) warga Desa Badek Sepawon, Kecamatan Plosoklaten dan Seno (30) warga Listrikan, Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten.

Untuk korban luka masing-masing, Mur (34) warga Desa Badek Sepawon, Sulis warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Samsul (24) warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten dan Iksan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten.

Berdasarkan keterangan para saksi, kronologis kejadian bermula Sekitar pukul 02. 00 WIB para korban dan saksi sebanyak empat orang berangkat menuju lokasi penambangan manual di aliran Sungai Ngobo, Gunung Kelud tepatnya di Gunung Payung atau Kalitempur.

Sekitar pukul 03.30 WIB para korban dan saksi tiba di lokasi dan langsung mencari lokasi menambang. Tiba-toba tebing sungai setinggi kurang lebih 80 meter longsor dan menimpa tiga dam truk dan delapan orang penambang manual dan sopir truk.

Empat orang saksi yang selamat bisa keluar dari dalam kepala dam truk dalam kondisi luka lecet bagian dada sebelah kiri dan perut sebelah kiri, setelah keluar dari truk para saksi.

Pukul 05.30 WIB, korban tewas Suseno yang tertimpa badan dam truk sebelah kanan bisa di evakuasi dan oleh teman-teman dan korban serta saksi langsung di bawa pulang ke rumah duka di Dusun Listrikan, Desa Sumber Agung Kecamatan Plosoklaten dengan menggunakan dam truk milik Bayu tiba di rumah duka sekitar pukul 07.00 WIB.

Pukul 09.35 WIB, jenazah Suseno dimakamkan di TPU Dusun Karang Nongko, Desa Sumber Agung. Lalu pada pukul 08. 00 WIB, jenazah Andik telah dievakuasi dan langsung di bawa pulang oleh Mobik Polsek Plosoklaten ke rumah duka di Dusun Plosorejo, Desa Sumber Agung.

Pada pukul 09.30 WIB jenasah tiba di rumah duka dan langsung di laksanakan giat prosesi persemayaman dan pemakaman.

Lintasjatim.com, Serba-Serbi - Di tahun 2018 RCTI akan kembali mengadakan Roadshow ke beberapa kota di Indonesia dengan tema Dahsyatnya Festival  RCTI sebagai salah satu bentuk mendekatkan RCTI dengan para pemirsa RCTI di seluruh Indonesia.

Kota pertama yang akan disinggahi adalah Gresik, Jawa Timur. Acara akan berlangsung selama 2 hari pada hari Jum’at, 16 Febuari dan Sabtu, 17 Febuari 2018 di Lapangan Pemkab Gresik.Empat program besar yang tentunya sangat menarik untuk menghibur masyarakat yaitu Jogedin Ajah, Konser #ILoveRCTI, Pesta Rakyat RCTI Mantenan dan Xtra Ordinary Special Jawa Timur.

Di Program Jogedin Ajah, RCTI akan mengajak 100 masyarakat Gresik untuk berjoged bersama memperebutkan hadiah berupa uang tunai. Acara ini akan dipandu oleh Gracia Indri dan Bastian Steel.

Sebagai juri ada Inul Daratista, Irfan Hakim dan Ari Tulang yang akan memilih 1 orang pemenang yang berhasil melalui beberapa tahapan jogged. Selain adu joged, masyarakat juga akan diajak berjoged ria bersama Penyanyi Dangdut Inul Daratista untuk menambah kemeriahan acara.

Untuk Program Konser #ILoveRCTI yang akan ditayangkan secara LIVE dari Gresik pada Jumat, 16 Februari 2018 pukul 22.00 WIBakan memberikan hiburan musikoleh artis-artis ternama seperti Via Vallen, Judika, Fatin, Repvblik dan Maisaka dengan host Lolita Agustine.

Program selanjutnya adalah Pesta Rakyat RCTI Mantenan yang akan berlangsung pada Sabtu, 17 Febuari 2018 secara LIVE mulai pukul 15.00 WIB dan dipandu oleh Irfan Hakim, Lolita Agustine dan Joel Kriwil.

Para calon pasang pengantin yang terpilih akan diarak kesenian daerah dan kemudian prosesi Ijab Qabul. Setelah itu dalam acara resepsinya akan disediakan pula hiburan, serta games untuk mengukur kekompakkan masing-masing pasangan. Pesta Rakyat RCTI Mantenan diramaikan dengan penampilan artis-artis nama sperti Duo Racun dan Zivilia Band.

Program Xtra Ordinary special Jawa Timur dan dipandu oleh Gracia Indri dan Agung Hercules dimana Agung Hecules juga akan menantang warga Gresik untuk adu panco.

Selain adu panco, masyarakat Gresik juga akan dibuat terpukau oleh aksi John Beatty “orang kuat” dari Amerika Serikat dan Mak Uwes, perempuan asli Indonesia, serta aksi ekstrem dari Limbad dan Oge Arthemus yang akan dipadukan dengan unsur kebudayaan Jawa Timur.

Disampaing itu, ada juga sayembara bagi warga Gresik untuk datang menyaksikan sambil membawa barang-barang tidak terpakai di rumahnya yang terbuat dari besi untuk dibengkokkan oleh John Beatty.

“Acara ini (Dahsaytnya Festival RCTI, red) ini kami siapkan untuk menyapa masyarakat Indonesia di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk cinta RCTI dan harapan kami dapat memuaskan masyarakat dan menjadikan RCTI lebih dekat lagi dengan seluruh pemirsanya, “kataDini Putri, Director Programming & Acquisition.

Jangan lewatkan Dahsyatnya Festival RCTI pada hari Jumat, 16 Februari 2018 dan Sabtu, 17 Februari 2018 hanya di RCTI OKE!!

Lintasjatim.com, Surabaya - Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur menggelar rapat terbuka penentuan pengundian nomor urut Calon Gubenur di Hotel Mercury jalan Raya Darmo Surabaya. Hasil pengundian dan pengambilan nomor urut pasangan itu, Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Dardak mendapat nomor urut satu. Sementara, pasangan Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno mendapat nomor urut dua.

Masing masing tim sukses mengaku puas dengan hasil undian nomor urut ini. Bahkan mereka sudah menyiapkan diri jika mendapatkan nomor urut 1 atau 2. Begitu pula dengan masing-masing pendukung sejak sebelum masuk ke ruang rapat pleno. Mereka juga membawa kertas tulisan 1 atau dukungan nomor 2. 

Hasil ini juga mengingatkan dengan jadwal pendaftaran. Pasangan Khofifah-Emil mendaftar ke KPU Jatim terlebih dahulu pada siang  hari. Kemudian disusul pasangan Gus Ipul-Puti yang mendaftar di KPU Jatim pada malam harinya di hari yang sama.
 
Usai puas mendapatkan nomor urut, KPU Jatim mempersilahkan masing-masing Calon Gubernur dan Calon Wakil  Gubernur untuk berorasi selama 7 menit. Rapat terbuka penentuan nomor urut ini mendapatkan pengawalan ketat dari Polrestabes Surabaya.
 
Sementara itu, Cagub-cawagub Jatim Khofifah-Emil dalam pengambilan nomer urut mendapatkan nomer urut satu, mengetahui itu pendukung Khofifah Indar Parawansa-Emil elistianto dardak di ballroom hotel mercure langsung sorak gembira karena nomer satu ternyata merupakan nomer yang mereka harapkan.

Sekertaris tim pemenangan Khofifah-Emil, Renville Antonio menuturkan, nomer urut satu ini sesuai harapan kita semua dikarenakan nomer urut satu ini sangat mudah diingat sehingga memudahkan dalam mensosialisasikan Khofifah-Emil kepada masyarakat.

"Alhamdulillah memang ini yang kami harapkan  mendapatkan nomer urut satu, karena nomer satu memudahkan untuk masyarakat melihat dan memilih dan ini yang awal Khofifah-Emil mampu meraih kemenangan dalam pertarungan pilgub jatim 2018," ungkap politisi yang juga Sekertaris DPD Partai Demokrat Jatim ini.

Renville menuturkan, nomer urut satu memudahkan masyarakat untuk mencari dan melihat karena nomer awal. "Dengan Khofifah-Emil mendapatkan nomer urut satu memudahkan metode dan sistem kampanye, dikarenakan angka satu itu simpel dan mudah diingat," ujar politisi yang duduk sebagai wakil ketua komisi C DPRD Jatim ini.

Sementara itu arumi bachsin, istri cawagub jatim Emil dardak mengaku sangat bahagia Khofifah-Emil mendapatkan nomer urut satu. "Yang namanya juara itu nomer satu, dan saya mudah-murahan ini menjadi berkah Khofifah-Emil dalam bertarung di pilgub jatim 2018," ungkapnya.

Perempuan yang juga artis ini juga menyakini Khofifah-Emil mendapatkan nomer urut satu menjadi awal menuju kemenangan.*
 
Source : pojokpitu.com

Lintasjatim.com, Tulungagung - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tulungagung melongsorkan plengsengan sungai di Dsn. Suromenggalan Ds. Sumberagung Kec. Rejotangan.

"Menurut keterangan warga, plengsengan ambrol di awali dengan hujan deras yang makin lama intensitas hujan makin tinggi ada suara keras dari arah sungai. Ternyata plengsengan ambrol," kata kepala BPBD Kab. Tulungagung

Atas kejadian tersebut, Babinsa Desa Sumberagung Serda Agus Sugiono Koramil 0807/06 Rejotangan bersama sama Tiga Pilar dan Muspika langsung mengecek ke arah lokasi longsor. Senin sore (12/02/2018).

Dinding plengsengan dengan tinggi 10 meter dan panjang 200 meter langsung ambrol  terkena dampak karena besarnya debit air yang terus naik dalam beberapa hari ini. Babinsa kemudian memberi garis batas di luar area longsong agar tidak membahayakan warga yang melihatnya.

Dihimbau kepada warga masyarakat di sekitar lokasi kejadian, untuk tetap berhati hati terhadap potensi ancaman bencana yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

Akibat ambrolnya plengsengan sungai ini selain menimbulkan kerugian, kini juga membahayakan kondisi bangunan di atas plengsengan.

Babinsa Serda Agus Sugiono mengatakan, jika diiarkan terlalu lama, di khawatirkan jalan yang padat kendaraan di atasnya akan terancam. Sebab, jika tanah penyangga ambrol jalan bisa ikut ambrol. Jika hujan terus mengguyur dikhawatirkan mengakibatkan ambrol/longsor susulan.

Di lokasi ini banyak titik plengsengan yang sudah retak-retak. Karenanya di minta kepada dinas terkait segera memperbaiki plengsengan yang ambrol. Setidaknya di lokasi plengsengan di pasang bronjong atau alat penahan lainnya agar kerusakan tidak meluas.

Selain rawan juga membuat kerusakan meluas, keberadaan plengsengan yang ambrol juga membahayakan bagi rumah warga yang ada di sekitar lokasi.

Hingga kini beberapa petugas gabungan dari Koramil dan polsek setempat serta masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saling bahu membahu membersihkan puing dan memperbaiki plengsengan yang ambrol, agar tidak terjadi lagi hal-hal yang diinginkan.*

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

Siapa calon Gubernur Jatim Favoritmu?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:
4461303
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
3145
5611
8756
4319697
149201
4461303
Your IP: 54.227.17.101
2018-02-19 11:37