Lintasjatim.com, Surabaya - Jangkauan Program Jaminan Sosial Lanjut Usia atau Jaslut dari Pemprov Jatim, berpotensi diperluas ke 15 kabupaten termiskin. Saat ini, program yang dikenal dengan PKH Plus ini menjangkau 10 kabupaten berpenduduk miskin tertinggi.

Kesepuluh kabupaten itu meliputi Malang, Jember, Probolinggo, Sumenep, Kediri, Bangkalan, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Sampang.

Potensi perluasan itu disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menutup Bimbingan dan Pemantapan Pendamping dan Operator Program Jaminan Sosial Lanjut Usia Provinsi Jawa Timur di Hotel Mercure, Surabaya, Jumat (19/7/2019) siang.

Khofifah mengatakan, perluasan itu menjadi pembahasan Bappenas dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNPK) dua hari yang lalu. 

“Ada daerah yang secara prosentase (kemiskinan, Red) tinggi, tapi ketika dikuantifisir (jumlah penduduk miskin, red) tidak masuk dalam 10 besar seperti Bondowoso dan Situbondo,” kata mantan Menteri Sosial (Mensos) RI ini.

Bappenas RI dan TNP2K menyiapkan formula untuk mengkomparasikan persentase dan kuantitatif kemiskinan di Jatim. Hasilnya, ditemukan 15 kabupaten termiskin, bukan 10 kabupaten seperti yang disasar PKH Plus baru-baru ini.

“Kita sedang menyiapkan RAPBD tahun 2020. Ini (rekomendasi Bappenas RI dan TNP2K, red) bisa menjadi dasar,” kata Khofifah di hadapan seribuan pendamping dan operator PKH Plus.

Khofifah belum merinci, kabupaten mana saja yang potensial menjadi sasaran perluasan PKH Plus selain Bondowoso dan Situbondo. “Itu pembicaraan dua malam lalu,” katanya.

Dari data BPS Jawa Timur, 15 kabupaten dengan porsentase kemiskinan tertinggi di Jatim secara berurutan pada tahun 2017 adalah Kabupatan Sampang (23,56 persen), Bangkalan (21,32 persen), Probolinggo (20,52), Sumenep (19,62 persen), Tuban (16,87 persen).

Kemudian Kabupaten Pacitan (15,42 persen), Pamekasan (16,00 persen), Ngawi (14,91 persen), Bondowoso (14,54 persen), Lamongan (14,42 persen), Bojonegoro (14,34 persen), Situbondo (13,05 persen), Trenggalek (12,96), Madiun (12,28 persen) dan Kediri (12,25 persen). 

PKH plus merupakan program priotitas Gubernur Jatim, yang masuk 99 hari kerja. Bahkan PKH plus masuk pada 33 hari pertama. 

Program ini mengintervensi lansia di keluarga penerima PKH yang tujuannya mengurangi beban lansia di keluarga tersebut. Sehingga dapat membantu mengentaskan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial.

Dalam setahun, bantuan PKH Plus disalurkan dalam empat tahap. Setiap tahap, masing-masing lansia menerima Jaslut Rp 500 ribu. Sehingga setiap lansia mendapat bantuan sebesar Rp 2 juta per tahun.

Source: www.timesindonesia.co.id

Lintasjatim.com, Surabaya - Adanya Progam Keluarga Harapan (PKH) sampai dengan bulan Maret 2019, diyakini membuat kemiskinan di Jawa Timur menyusut.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan angka kemiskinan di Jawa Timur mulai menyusut dengan. Penurunan ini juga didukung oleh peran para pendamping dan operator PKH yang bekerja keras memberikan pendampingan kepada para penerima.

"Yang kita lakukan hari ini adalah inisiatif panjang yang banyak pihak menyebutkan ini adalah mission imposible, tetapi untuk menjadikan possible kita mempunyai harus pendamping PKH yang luar biasa” ungkapnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Bimbingan dan Pemantapan Pendamping dan Operator PKH Plus Jaminan Sosial Lanjut Usia yang diselenggarakan Dinas Sosial Prov.Jatim di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (16/07) malam.

Di hadapan 1082 orang tenaga pendamping dan operator PKH dari 10 Kabupaten ini, Gubernur mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di atas rata rata nasional, akan tetapi ternyata jumlah angka kemiskinan di Jatim menduduki rangking pertama provinsi di Indonesia. Awalnya angka kemiskinan Jawa Timur tahun 2018 berada pada angka 10,85% dan sekarang menjadi 10,37%, ini membuktikan bahwa angka kemiskinan di Jatim sudah turun menurut data BPS sampai dengan Maret 2019.

Gubernur mengakui penurunan angka kemiskinan kali ini sangat signifikan yaitu 0,48%, dibanding dengan Maret 2018 ini turun 0,61% dalam setahun, tapi penurunan sangat signifikan terjadi pada 6 bulan terakhir, penurunannya bisa mencapai 0,48%.

Mantan Menteri Sosial ini membayangkan bila setiap 6 bulan angka kemiskinan turun 0,48% maka selama 5 tahun ke depan bisa penurunan bisa mencapai 4,5%, kembali lagi ke mission imposible dan bisa menjadi possible karena ada pendamping PKH plus yang luar biasa. Khofifah juga mengatakan akan lebih mendalami serta mengkaji, kenapa terjadi penurunan yang sangat signifikan di 6 bulan terakhir ini. Gubernur juga menghimbau kepada pihak yang terlibat PKH Plus ini untuk terus maju dan mensejahterakan masyarakat miskin di seluruh Jawa Timur.

“Niatkan bismillah, pendamping PKH akan berusaha mengentaskan masyarakat yang awalnya miskin menjadi masyarakat sejahtera, jadi jika masyarakatnya sejahtera maka pendampingya juga sejahtera” pesan perempuan yang juga Ketua Umum Muslimat NU ini disambut applaus dari tenaga pendamping PKH ini. (cakarawalanews.co)

Lintasjatim.com, Surabaya - Khofifah Indar Parawansa tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas keberhasilan anaknya meraih gelar sarjana kedokteran lewat prosesi Wisuda Program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana Univesitas Brawijaya (UB) Malang, Sabtu (27/4/2019).

Berulang kali gubernur perempuan pertama di Jatim itu terlihat tersenyum bangga, sambil sesekali membetulkan topi wisuda yang masih dikenakan anak ketiganya, Yusuf Mannagalli.

Menariknya, meski berstatus anak gubernur maupun ketika Khofifah masih menjabat Menteri Sosial, Yusuf tercatat sebagai anak yang mandiri, dalam membiayai kuliahnya, bahkan tak pernah minta uang saku.

Bagaimana caranya? Yusuf memilih berwirausaha. Mulai jualan t-shirt (kaus oblong), jajanan kekinian, hingga merintis usaha kos-kosan. “Saya tahunya saat ada masalah sama polisi,” kenang Khofifah sambil tersenyum tipis.

Ceritanya, Yusuf kena tilang polisi saat mengendari sepeda motor bawa rengkek untuk berjualan t-shirt. Bahkan polisi sempat tak percaya kalau yang ditilang tersebut anak Khofifah.

Itu terjadi saat awal kuliah di semester dua sampai empat. “Pas gawat-gawatnya kan kuliahnya bisa lanjut atau enggak, dia malah setiap Sabtu dan Minggu jualan t-shirt di banyak tempat,” kata Khofifah.

Baca Juga:

Berkat Dukungan Emak-Emak, Gus Fawait Peroleh Suara Terbanyak dan Termuda se-Jatim

Viral Perempuan Diperas setelah Terima VC dari Nomor Tak Dikenal, Terpampang Kemaluan Pria

Ingat! Mulai Tanggal 29 Mulai Digelar Razia Keselamatan Semeru 2019

Wirausaha dipilih Yusuf, karena ingin mendedikasikan profesinya sebagai dokter nanti untuk memberikan pengobatan gratis ke masyarakat. “Dia enggak mau income-nya dari profesi. Dia inginnya dapat income dari wirausaha,” kata Khofifah.

Sementara Yusuf menuturkan, apa yang dicapai hari ini tak lain karena ibunya. Dia mendapatkan gelar sarjana kedokteran, karena termotivasi mewujudkan cita-cita Khofifah yang ingin anaknya jadi dokter. Padahal, semula dia ingin menjadi pengacara.

“Saya percaya ridha Allah ada pada ridha orang tua, alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” kata Yusuf, yang pekan depan mulai mengambil jurusan keprofesian selama dua tahun.

Pacu Daya Saing

Sementara itu, Gubernur Khofifah memberikan semangat pada para wisudawan. ”Saya ingin sampaikan kepada seluruh wisudawan yang baru saja dilepas Universitas Brawijaya, yakinlah bahwa mereka hari ini sangat dibutuhkan oleh bangsa ini,” katanya.

Meski begitu kualitas SDM di berbagi sektor pekerjaan selalu berhadapan dengan daya saing baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

“Daya saing tinggi bisa diatasi antara lain kalau SDM kita berkualitas dan secara kuantitatif bisa dipenuhi. Profesi tertentu kita memiliki ahli sangat terbatas, misalnya pakar keuangan Islam sangat dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan perbankan syari’ah, lalu juga pakar artificial intelligence kita juga belum banyak. Mereka sangat kita butuhkan tetapi jumlahnya sangat sedikit,” ujar Khofifah.

Source: duta.co

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

9461487
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
13377
17901
49319
9214071
403866
465032
9461487
Your IP: 34.229.113.106
2019-07-23 18:52