Hebat! Mahasiswa UMS Ciptakan Nirkabel Pendektesi Infus Jarak Jauh

Lintasjatim.com, Surabaya - Kembangkan perangkat sistem monitoring infus nirkabel. Alat ini diklaim dapat memudahkan tenaga medis mendapatkan informasi secara cepat terkait kondisi infus pada pasien. 

"Biasanya perawat mengecek secara manual dan secara konsisten tiap beberapa jam sekali. Belum lagi kalau habis. Namun, dengan alat ini perawat bisa mendeteksi dan mengendalikan infus secara jarak jauh sehingga pengaturan cairan pasien tetap akan terjaga dengan baik," ungkap Yogi Sulistiono Pengembang inovasi monitoring infus nirkabel, Selasa (28/2/2017).  

Ia mengatakan, didalam alat ini ada pemberitahuan khusus yang terhubung melalui sensor otomatis, sehingga memudahkan. 

Alat yang dirakitnya dengan merogoh kocek 3-4 juta itu bisa memanggil secara otomatis serta digunakan dengan paralel sehingga bisa memonitoring infus beberapa pasien lainnya.

"Jika pasiennya dalam setiap ruangan ada puluhan serta tanpa harus menyusahkan pasien itu sendiri untuk memanggil perawatanya jika isi infus habis alat ini dibutuhkan," paparnya. 

Guna menyampaikan dan menerima pesan secara otomatis pada alat tersebut. Dijelaskannya, membutuhkan komponen inti seperti Arduino sebagai micro kontrol, tugas dari sensor flame pendeteksi infus, Xbee s2c pemancar dan pengirim data ke komputer perawat yang bisa mengirimkan pesan dengan jarak 500 meter, sera Buzzer untuk indikator bunyi. 

"Sedangkan untuk membuay System monitoring pada laptop/komputer menggunakan aplikasi delphi rad studio, sehingga sistem ini dapat menerima pesan dari rakitan sensor dan diolah menjadi data, sehingga perawat hanga menginput data pasien umur jenis kelamin, jumlah tetesan permenit status isi botol, nama perawat, indikator waring tetesan lambat dan peringatan jika terjadi pendarahan atau darahnya masuk pada selang infus," jelasnya. 

Ia berharap alat ciptaannya mampu diterima oleh pihak-pihak terkait untuk membantu pekerjaan perawat. Selain itu, jika nantinya diproduksi perlu adanya pengembangan terkait desain agar lebih sederhana lagi.  

"Kalau dari program tidak perlu penambahan karena semuanya hampir sempurna," ucapnya.   

Sementara itu Rektor UM Surabaya Dr Sokadiono mengatakan seiring dibukanya fakultas kesehatan UMS pihaknya akan mendorong mahasiswa untuk berinovasi dalam segala hal. 

"Saya sangat mengaresiasi. Dengan alat tersebut tentu akan memberikan dampak yang bermanfaat bagi dunia kesehatan," kata Suko sapaan akrabnya. [Benz/RPP/st]

Rate this item
(0 votes)

139 comments

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

3733008
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
7150
10453
45525
3540221
202237
3733008
Your IP: 54.225.36.143
2017-11-23 16:48