lintasjatim.com

lintasjatim.com


Download link: Download or read Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook

Read Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook online download e-book






File Name: Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook
Total Downloads: 724
Formats: djvu | pdf | epub | kindle
Rated: 7.2/10 (12 votes)



DOWNLOAD Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook



































































Buy Stephenson Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook ebook download Download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook PDF Download Buy Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook android Ebook Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook txt download Love Me Or Hate Me Lil Wayne Five Different Types Of Love The Anointing That Works Neal Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook pdf download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook Epub Download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook pdf download List of Books IX‐X ... Chemistry Books for Students: ... General Science for Classes IX and X. Punjab Textbook Board, Lahore. 2. Ababio, Osei Yaw. 7/27/2016 · "Ababio" Chemistry Textbook - Osei Yaw Ababio - Education (2) - Nairaland. Nairaland Forum / Nairaland / General / Education / "Ababio" Chemistry Textbook ... THE INTERNATIONAL SCHOOL UNIVERSITY OF IBADAN ... A Comprehensive History textbook on Africa and the Wider ... New School Chemistry Osei Yaw Ababio Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook txt download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook download 6/3/2016 · Good High School Chemistry Books ... new school chemistry by Osei yaw Ababio. ... Another AMAZING textbook is Chemistry: ...
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Lembaga Dana Sosial Ansor (LDSA) Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan kepada korban Gempa di Kepulauan Lombok.

Sebelumnya gerakan Peduli Lombok tersebut dipelopori oleh GP.Ansor, IPNU dan IPPNU Kecamatan Krian dengan melakukan penggalangan dana kepada warga Nahdlatul Ulama Krian.

Hasil penggalangan dana sebesar Lima Juta Empat Ratus Enam Rupiah dan bantuan berupa Mie Instan serta pakaian layak tersebut diserahkan kepada LazisNU Kabupaten Sidoarjo untuk disalurkan kepada korban Gempa yang ada di Lombok.

Alhamdulillah, hasil penggalangan dana kami memperoleh Lima Juta Empat Ratus Enam Rupiah dan Mie instan serta pakain layak pakai," tutur Firdaus koordinator penggalangan dana peduli Lombok Senin 13 Agustus 2018 di kantor MWCNU Kecamatan Krian.

Dengan bantuan tersebut Firdaus berharap dapat sedikit meringankan korban yang ada di Lombok.

"Semoga korban Gempa yang ada di Lombok senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan," pungkas ketua LDSA Kecamatan Krian tersebut. (Stj/chr).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Pemuda lintas organisasi di kabupaten Sidoarjo menggelar acara Tadarus Indonesia Lebih Nyantri. Acara itu digelar dalam rangka menghadapi Indonesia 4.0 (revolusi industri) dan Islam radikal di Indonesia. 

Mirza Kurniawan panitia acara Tadarus mengatakan, acara ini menghadirkan beberapa ketua Ormas di kabupaten Sidoarjo Jawa Timur sebagai narasumber seperti H. Riza (GP. Ansor), Gus Khobir (RMI-NU), Lucky (PMII), Chakim (Matan) dan Fahrizal Muafi (IPNU).

"Acara ini digelar dalam rangka menghadapi Indonesia 4.0 (revolusi industri) dan Islam radikal di Indonesia," ujar Mirza saat dikonfirmasi melalui WA, Selasa 12 Juni 2018. 

Tadarus yang diselenggarakan di Ponpes Siwalan Pandji Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo  tersebut menjelaskan bahwa Sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi faktor utama untuk mendukung implementasi revolusi industri 4.0. 

Meskipun di era digital, SDM tetap dibutuhkan untuk mengoperasikan digital. SDM yang dibutuhkan oleh industri saat ini adalah yang memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital.

"Kompetensi ini untuk mewujudkan smart factories, salah satunya Internet of Things (IoT), smart City Sidoarjo dan lain sebagainya," ujar Hakim ketua MATAN kabupaten Sidoarjo. 

Penerapan industri 4.0, lanjut Hakim tidak akan menggantikan atau mengurangi peran tenaga kerja manusia. Melainkan dapat mendorong peningkatan kompetensi SDM untuk memahami penggunaan teknologi terkini di dunia industri. 

Agar tidak tertinggal, pemuda harus bisa memanfaatkan teknologi di era digital ini. Karena selain menghadapi revolusi industri 4.0 yang berbasis digital, juga persaingan kelompok Islam radikal yang cenderung memanfaatkan teknologi sebagai media penyebaran faham radikalnya, papar Hakim kepada lintasjatim.com. 

Tadarus ini diharapkan Indonesia lebih nyantri. Dengan pemanfaatan digital, revolusi industri akan tetap dikuasai oleh santri. Begitupun juga Islam radikal yang kian masif bergerak di dunia digital dapat diimbangi oleh para santri, sehingga Indonesia lebih nyantri, pungkas Hakim.(coi/stj).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Dalam rangka merawat dan melestarikan kesenian di kabupaten Sidoarjo, DPC PKB Sidoarjo menggelar Festival Musik Patrol Sabtu 08 Juni 2018, di Perum Airlangga Nomer 05-06 Sidoarjo.

Puluhan group musik patrol yang mengikuti acara tersebut mengingatkan masyarakat untuk pilih Gus Ipul pada Pilgub Jatim 2018, melalui lagu wajib 'Kabeh Sedulur'. 

Mereka juga antusias menyambut kedatangan Gus Ipul melalui yel-yel dan lagu yang dipersiapkan oleh masing-masing group patrol. Gus Ipul dianggap sebagai calon Gubernur Jatim yang peduli terhadap kesenian termasuk patrol, ungkap salah satu group patrol dalam yel-yel nya. 

DewanSyuro DPC PKB H. Nasikhuddin menjelaskan, kesenian patrol ini sinergi dengan program paslon Gubernur Jatim 2018 Gus Ipul - Puti yakni peduli dengan kesenian di Jawa Timur. Festival musik patrol kali ini bertema 'Road To Jatim Sedulur'. 

KesenianPatrol tidak hanya disukai oleh kalangan muda saja tetapi juga semua elemen masyarakat, selain keunikannya juga nilai keseniannya. Calon Gubernur Jawa Timur Nomer urut 2 Gus Ipul hadir pada acara Festival Musik Patrol tersebut. 

KehadiranGus Ipul disambut kegembiraan para peserta patrol dan juga masyarakat yang ikut menyaksikan acara tahunan itu. Lagu wajib pada festival musik patrol 2018 ini adalah "Kabeh Sedulur". Lagu tersebut juga dinyanyikan oleh Gus Ipul sebelum menyampaikan sambutannya. 

MenurutGus Ipul lyrik lagu Kabeh Sedulur mempunyai misi untuk bersama-sama dalam membangun Jawa Timur agar masyarakat Jawa Timur bertambah makmur. Dengan melibatkan semua elemen yang beragam tetapi harus bisa maju bersama-sama dalam membangun Jawa Timur, ujarnya. 

Diakhirsambutannya Cagub Jatim nomer urut 2 itu juga memperkenalkan rilis lagu mbak Puti bersama Wali Band. "Lagu ini sangat menarik, untuk lebih lengkapnya bisa didownload di youtube," pungkas Gus Ipul.(coi/stj).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Maraknya isu teror dibeberapa daerah terutama setelah ledakan bom di kota Surabaya dan kabupaten Sidoarjo masih menuai banyak kutukan. Pengeboman tersebut adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan. 

Para kiai, aparatur Negara dan masyarakat pada umumnya mengutuk pelaku teror. Apa yang dilakukan oleh teroris bukanlah ajaran agama. 

Salah satu kiai muda Gus Izza Sadewa putera dari kiai Imron Jamil Jombang Jawa Timur menjelaskan, dari sudut apapun, tindakan teror tidak dapat dibenarkan.

"Jangankan dari sudut pandang Ahlit Thoriqoh, dari sudut pandang manusia biasa saja tindakan teror tersebut sudah menyimpang jauh dari agama," tutur Gus Izza Sadewa saat mengisi ceramah di kecamatan Wonoayu kabupaten Sidoarjo, Jumat (01/06). 

Gus Izza menambahkan bahwa mereka para pelaku teror adalah orang-orang yang ilmu agamanya sedikit dan semangat jihadnya besar. Selain itu mereka yang semangat belajar agama tetapi salah dalam memilih ustadz atau kiai.

"Mestinya dalang dari pengeboman itu tidak pantas disebut ustadz. Dan yang menganggap dalang pengeboman itu ustadz, adalah orang-orang 'Geblek' (bodoh) saja," kata Gus Izza sambil tertawa. 

Dan yang lebih berbahaya dari teroris, lanjut Gus Izza Sadewa adalah pendidikan yang salah. Karena pada dasarnya terorisme merupakan tindakan dari sebuah keyakinan pada ideologi atau faham tertentu yang diajarkan dari sebuah pendidikan.

"Solusinya adalah pendidikan pesantren NU, yang dapat meminimalisir faham-faham radikal tersebut," tegasnya. 

Pesantren NU sudah jelas NKRI Harga Mati. Tanpa pesantren para orang tua siswa akan kesulitan dalam mengontrol pergaulan anak-anaknya, pungkas Gus Izza. (stj/coi).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Ribuan warga di kawasan Wonocolo Selatan, Taman, Kabupaten Sidoarjo, mendekati lokasi rusunawa yang menjadi tempat meledaknya benda diduga bom, Minggu 13 Mei 2018 malam.

"Mereka penghuni rusunawa yang sebelumnya berlarian menjauhi lokasi, tapi kemudian ingin melihat lagi dari dekat," ujar salah seorang warga, Sulaiman, ketika ditemui di lokasi.

Pantauan di sekitar lokasi, meski sudah dihalangi menggunakan garis polisi dari jarak sekitar 100 meter dari titik kejadian, warga tak mempedulikannya dan membuat petugas kerap mengimbau untuk menjauh. "Silakan Pak, Bu, jangan mendekat. Di sini lalu lintas kendaraan petugas dan jalur evakuasi. Ayo minggir-minggir," ucap seorang aparat keamanan.

Tidak hanya kepolisian, petugas juga melibatkan unsur TNI, keamanan dari Pemkab Sidoarjo, serta komunitas pemuda setempat. Fadil, salah seorang warga lainnya, mengaku ingin menyaksikan dari dekat, akan tetapi diakuinya masih ada perasaan takut dan memilih melihat dari jauh "Infonya masih ada yang aktif di dalam, makanya saya tidak mau mendekat. Orang-orang tetap nekat, padahal sudah disuruh menjauh," ucapnya.

Ledakan yang diduga bom itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di Rusunawa Blok B lantai 5 Kelurahan Wonocolo atau dekat dengan perbatasan kota Surabaya, yaitu sekitar 9-10 kilometer arah barat lokasi ledakan di tiga lokasi gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi. Informasi yang dihimpun, diduga seorang pria penghuni kamar rusunawa di lantai 5 meninggal dunia, kemudian tiga orang yang merupakan istri dan dua anaknya dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, serta sejumlah pejabat Pemkab Sidoarjo masih berada di lokasi. Ledakan bersumber dari bom rakitan di salah satu kamar rusunawa yang ditinggali oleh sebuah keluarga dan korban inisial MD dari pihak suami sedangkan untuk anaknya dibawa ke Rumah sakit. Informasi juga didapat didalam kamar tersebut masih ada ransel milik korban. Ledakan tersebut diduga adalah bom rakitan milik salah satu penghuni rusun yang tiba-tiba meledak.(stj).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Belum tuntas peristiwa bom di tiga gereja di Surabaya, ledakan bom dikabarkan kembali terjadi di Sidoarjo. Ledakan Bom tersebut sekitar pukul 21.15 WIB.

Sebuah ledakan dilaporkan terjadi di Rusunawa Wonocolo di Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Faishol anggota GP. Ansor setempat membenarkan kejadian tersebut pada Minggu 13 Mei 2018 malam.

"Baru saja terjadi, ledakan di salah satu rumah Rusun di lantai atas, ladakannya tidak keras sih," ujar Faishol warga Kecamatan Taman yang juga salah satu anggota GP. Ansor kecamatan Taman Sidoarjo saat dikonfirmasi lintasjatim.

Lokasi ledakan diketahui berada di Rusunawa Wonocolo Sepanjang Sidoarjo tepatnya di Blok B lantai 5. Diduga ledakan itu merupakan ledakan bom rakitan yang dibuat oleh penghuni rusun.

"Mereka penghuni rusun, satu keluarga sudah tergeletak di dalam kamar semua bersimbah darah," papar Faishol.

Ledakan tersebut hanya merusak rumah keluarga itu saja tidak merusak yang lain, tapi warga penghuni rusun dievakuasi.

Terkait peristiwa tersebut pihak kepolisian termasuk Banser NU terlihat siaga ditempat kejadian. Selain di Wonocolo, kecamatan Taman, pantauan lintasjatim, GP. Ansor dan Banser juga siaga dibeberapa titik tempat ibadah, seperti di kecamatan Krian. (stj/coi).

Lintasjatim.com, Surabaya - Ketua DKC Garda Bangsa Sidoarjo Muhammad Roziq mengungkapkan duka citanya yang mendalam atas korban teror Bom di Surabaya. Roziq juga mengutuk tindakan teroris yang memakan 13 korban jiwa tersebut.

"Kami bersama pengurus DKC Garda Bangsa Sidoarjo tidak mengira, sekejih itu," ujar lirih terharu Roziq di kantor DKC Garda Bangsa Sidoarjo setelah melihat berita di televisi kejadian teror di Surabaya, Ahad 13 Mei 2018 malam.

Kepada Lintasjatim.com, selama ini, kata Roziq kondusivitas Surabaya sangat terjaga. Diawali dari peristiwa di Mako Brimob Depok, Jakarta, merembet sampai Surabaya dan Sidoarjo terdengar lagi melalui media ledakan Bom terjadi di Rusunawa Wonocolo Kecamatan Taman Sidoarjo. Penga

matan Roziq pelaku teror tersebut tergila-gila agama, sehingga memaknai jihad dengan kekerasan. Padahal Islam yang diajarkan Rasulullah SAW adalah Islam rahmatan lil 'alamin, ujar Pria asal Kecamatan Jabon Sidoarjo itu. (stj/coi).

Lintasjatim.com, Surabaya - Tiga Gereja di Surabaya, yakni Gereja Pantekosta, Gereja GKI dan Gereja Santa Maria Tak Bercela sudah menelan korban 11 meninggal dan 40 korban lainnya dirawat di 8 Rumah Sakit.

"Kejadian biadab tersebut tidak bisa ditolerir lagi," ujar Amir Aslichin ketua DKW Garda Bangsa Jatim, Minggu 13 Mei 2018 dalam realase resminya.

DKW Garda Bangsa Jatim menyatakan sikap duka cita yang mendalam atas korban teror Bom tersebut. Selain itu DKW Garda Bangsa Jatim juga mengutuk keras tindakan teror yang mengoyak kerukunan umat beragama itu.

Selain itu sekretaris DKW Garda Bangsa Jatim, Ibnu Firdaous menambahkan pihaknya akan terus mendukung POLRI untuk usut tuntas dan tangkap dalang teror yang terjadi di Surabaya. 

"Kami juga menghimbau kepada seluruh kader Garda Bangsa Jawa Timur untuk tetap waspada dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menyikapi isu teror tersebut," pungkas Ibnu. (stj/coi).

Lintasjatim.com, Surabaya - Ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Maria Tak Tercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.

Pantauan lintasjatim, ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018 pagi. Informasi dari kepolisian hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 10 orang tewas dalam tiga serangan teroris tersebut. Selain itu, 41 orang mengalami luka dan tengah dirawat di rumah sakit.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pelaku pemgeboman di tiga gereja di Surabaya merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid atau (JAT).

Kelompok tersebut merupakan pendukung utama ISIS yang ada di Indonesia.

Tito menjelaskan JAT ini didirikan dan dipimpin oleh Aman Abdurrahman yang sekarang ditahan di Mako Brimob. Kemudian kelompok yang satu keluarga ini terkait dengan sel JAD yang ada di Surabaya. Ini adalah ketuanya Dita ini, ujar Tito di RS Bhayangkara Surabaya, Jalan Ahmad Yani, sore tadi. (stj/coi).

Lintasjatim.com, Mojokerto - Pendidikan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kemajuan sebuah Negara. Oleh karena itu pendidikan menjadi tanggungjawab bersama warga negara. Hal ini disampaikan oleh Yuyun Nailufar ketua PAC IPPNU Wonoayu saat Raker, Sabtu-Ahad 05-06 Mei 2018, di Trawas Kabupaten Mojokerto.

Menurut Yuyun, ada beberapa faktor yang dapat menunjang keberhasilan suatu pendidikan diantaranya faktor lingkungan, keluarga dan lembaga sekolah.

Hari Pendidikan Nasional yang diperingati pada 02 Mei 2018 beberapa waktu lalu misalnya, memberikan refleksi baru dalam upaya memajukan pendidikan. Peringatan Hardiknas tersebut menggambil tema 'Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan'.

Sebagai organisasi yang berbasis keterpelajaran, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kecamatan Wonoayu kabupaten Sidoarjo mengambil peran dari salah satu faktor penunjang keberhasilan pendidikan yaitu lingkungan dan lembaga sekolah.

Peran IPNU-IPPNU diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang disusun pada Rapat Kerja (Raker) IPNU-IPPNU Wonoayu, Sabtu-Minggu, 05-06 Mei 2018.

Aktif, kreatif, inovatif menjadi tema raker yang diikuti oleh seluruh pengurus PAC IPNU-IPPNU Wonoayu itu.

Raker tersebut bertujuan menyusun program kerja selama satu tahun kedepan, dengan menimbang isu daerah, urgensi pelajar dan kearifan lokal dalam bentuk kegiatan.

Peningkatan skill pelajar NU dan kreativitas menjadi titik fokus Raker PAC IPNU-IPPNU Wonoayu tersebut. "Jadi, kita harus bisa aktif, kreatif dan inovatif dalam berorganisasi. Karena periodesasi PAC IPNU-IPPNU hanya dua tahun," tutur Yuyun ketua PAC IPPNU Wonoayu.

IPNU-IPPNU Wonoayu berharap bisa memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan karena menurut Yuyun IPNU-IPPNU berbasis keterpelajaran. Nilai-nilai keterpelajaran harus dijunjung tinggi dalam menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, sebagaimana tema Hardiknas 02 Mei 2018.

Yuyun menambahkan, melalui keaktifan di organisasi, kader IPNU-IPPNU dapat belajar banyak hal. Disamping itu kreatifitas dan inovasi kader IPNU-IPPNU menjadi tuntutan untuk tetap membawa eksistensi organisasi.

Sementara itu, Alma Arif ketua PAC IPNU Wonoayu menambahkan sebagai kader yang basis masanya besar, kader IPNU-IPPNU harus berprestasi.

"Minimal hasil dari proses belajar dan kreativitas kader IPNU-IPPNU adalah prestasi," ujarnya.

Prestasi personal maupun organisasi akan dapat membawa marwah organisasi menjadi lebih baik, pungkasnya. (coi/stj).

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

Siapa calon Gubernur Jatim Favoritmu?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:
5652320
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
5110
7183
18934
5498957
101771
239723
5652320
Your IP: 54.198.96.198
2018-08-14 14:03