lintasjatim.com

lintasjatim.com


Download link: Download or read Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook

Read Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook online download e-book






File Name: Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook
Total Downloads: 724
Formats: djvu | pdf | epub | kindle
Rated: 7.2/10 (12 votes)



DOWNLOAD Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook



































































Buy Stephenson Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook ebook download Download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook PDF Download Buy Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook android Ebook Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook txt download Love Me Or Hate Me Lil Wayne Five Different Types Of Love The Anointing That Works Neal Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook pdf download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook Epub Download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook pdf download List of Books IX‐X ... Chemistry Books for Students: ... General Science for Classes IX and X. Punjab Textbook Board, Lahore. 2. Ababio, Osei Yaw. 7/27/2016 · "Ababio" Chemistry Textbook - Osei Yaw Ababio - Education (2) - Nairaland. Nairaland Forum / Nairaland / General / Education / "Ababio" Chemistry Textbook ... THE INTERNATIONAL SCHOOL UNIVERSITY OF IBADAN ... A Comprehensive History textbook on Africa and the Wider ... New School Chemistry Osei Yaw Ababio Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook txt download Osei Yaw Ababio Chemistry Textbook download 6/3/2016 · Good High School Chemistry Books ... new school chemistry by Osei yaw Ababio. ... Another AMAZING textbook is Chemistry: ...
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Pada hari ini Ahad 14 Oktober 2018, bertempat di Aula Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo bersama PC IPPNU Kabupaten Sidoarjo mengadakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Perempuan kepada Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tadi dihadiri oleh pelajar putri dari beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Mokhamad Iskak Anggota KPU dari Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat menyampaikan kepada peserta bahwa perempuan memiliki peran penting dalam suksenya penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu).

Selain memiliki hak suara saat Pemilu nanti, perempuan juga memiliki hak untuk berkecimpung di dunia politik.

Lebih jauh Iskak juga menjelaskan batapa pentingnya keberadaan perempuan dalam politik agar bisa membawa aspirasi perempuan di level penyelengara pemerintahan.

Selain itu agar perempuan juga bisa menjadi pemilih yang cerdas dan bijak dalam menentukan pilihanya. "Tujuan sosialisasi ini untuk mengoptimalkan partisipasi perempuan dalam Pemilu 2019 nanti," ujar Iskak di aula LP.Maarif NU Sidoarjo.

Pada kesempatan itu juga Hikmatul Hidayah ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Sidoarjo menghimbau kepada peserta sosialisasi untuk dapat memastikan diri apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum terdaftar.

Sosialisasi Pendidikan Pemilih Perempuan ini Hikmah berharap kepada kader-kader IPPNU untuk menjadi agen dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya partisipasi dan hak suara dalam Pemilu 2019 mendatang kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

Dari sosialisasi tersebut memberikan pemahaman bahwa pendidikan pemilih merupakan elemen penting dalam demokrasi.

Pemilih yang rasional menjadi ukuran kualitas demokrasi di suatu Negara. Indikasinya pemilih dalam menentukan pilihan politik tidak lagi berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek seperti uang dan kompensasi politik yang bersifat individual. 

Justru pilihan politik diberikan kepada partai politik atau kandidat yang memiliki kompetensi dan integritas untuk mengelola pemerintahan. Karena tujuan akhir dari demokrasi adalah kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat (stj/coi).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Napak Tilas yang dilakukan oleh ribuan Ansor-Banser Sidoarjo dari GOR menuju Ponpes Al Hamdaniyah disambut oleh pengasuh Pondok Pesantren.

Pengasuh Ponpes Al Hamdaniyah menjelaskan bahwa Napak Tilas ini tidak hanya disaksikan oleh kader Ansor-Banser yang ada disini saja tetapi juga disaksikan oleh para Masyayikh pendiri ponpes Al Hamdaniyah dan pendiri NU KH.Hasyim Asyarie. "in tansurullaha yansurkum", ujarnya.

"Perjuangan Ansor-Banser ini tidak hanya diikuti oleh kader-kader yang terlihat disini saja, tetapi juga diiringi oleh para Masyayikh dan pejuang di ponpes Al Hamdaniyah ini," ungkap salah satu pengasuh pondok pesantren.

Perlu diketahui bahwa pada pertemuan 10 November 1945 lalu, ponpes Al Hamdaniyah merupakan salah satu markas tempat menyusun strategi para kyai dan santri sebelum menuju Medan perang di Surabaya.(stj/Coi).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Selain Apel Kesiagaan menjelang puncak HSN 2018, Ansor-Banser juga Digembleng di Ponpes Al Hamdaniyah oleh KH. Dhofir Dahroni.

Gemblengan kekebalan tersebut dilakukan untuk membela diri manakala dibutuhkan. "Bukan untuk adu kekuatan," tutur ketua PC GP.Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin.

Sebelum Penggemblengan oleh KH. Dhofir Dahroni, Riza mengatakan bahwa dirinya sangat terharu dan bangga melihat kadernya baik Ansor maupun Banser. Tak terasa Rizza pun meneteskan air matanya dihadapan ribuan kader Ansor-Banser.

"Inilah kyai, kader-kader Ansor dan Banser pasukan njenengan yang siap mengawal dan juga membela njenengan. Mereka ini datang kesini dengan jalan kaki dari GOR tanpa bayaran, bahkan dengan semangatnya mereka keluarkan biaya sendiri. Semua itu kami yakin untuk khidmat kepada kyai," tutur Rizza dalam sambutannya.

Masih kata Rizza, "Mereka datang kesini bukan karena longgarnya waktu, dan juga bukan tidak adanya problem baik secara ekonomi maupun yang lainnya. Kita bisa lihat dari sekian banyak kader Ansor-Banser, ada yang seragamnya puyeh ada yang masih bagus. Dan mereka tanpa memandang itu semua. Mereka datang kesini karena semangat perjuangan para kyai dan para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati sebagai Hari Santri Nasional ini," papar Riza sembari meneteskan air matanya.

Terkait rangkaian acara HSN 2018 PC GP.Ansor Sidoarjo telah menyusun agenda kegiatan diantaranya Apel Kesiagaan Ansor-Banser dilanjutkan dengan Jalan Kaki Napak Tilas dari GOR Sidoarjo ke Pondok Pesantren Al Hamdaniyah Siwalan Pandji Buduran Sidoarjo dengan jarak tempuh sekitar 4 kilo meter.

Menurut Rizza, Ponpes Al Hamdaniyah merupakan tempat Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) menimba ilmu atau mondok. Oleh karenanya Napak Tilas ke tempat 'mondoknya' Hadrotus Syaikh Hasyim Asy'arie itu sangat tepat sebelum acara puncak HSN 2018 nanti.(stj/Coi).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 yang akan digelar di GOR Sidoarjo pada Ahad 21 Oktober 2018 nanti, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sidoarjo melaksanakan Apel Kesiagaan Ansor dan Banser untuk suksesnya Puncak HSN 2018.

Ribuan Ansor dan Banser Sidoarjo mengikuti Apel bersama Polresta Sidoarjo, hadir pula membuka Apel Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Achmad Syaifuddin.

"Apel ini dalam rangka mensukseskan acara Istighosah Kubro PWNU Jawa Timur sebagai Puncak HSN 2018 yang akan dilaksanakan di GOR Sidoarjo," tutur H. Rizza Ali Faizin ketua PC GP.Ansor Sidoarjo.

Dibuka oleh Wabup Sidoarjo, Apel Kesiagaan tersebut berjalan khidmat. Cak Nur sapaan akrab Wabup Sidoarjo mengapresiasi acara ini sebagai bentuk kesiagaan menjelang Istighosah Kubro sebagai puncak HSN 2018 yang diperkirakan akan diikuti lebih dari satu juta warga Nahdliyyin. 

KombespolHimawan Bayu Aji Kapolresta Sidoarjo memimpin Apel tersebut. Pengalaman istighosah kubro tahun 2017 lalu, kerjasama pengamanan istighosah kubro di GOR Sidoarjo nanti sangat diperlukan karena banyaknya peserta yang akan hadir dari berbagai penjuru Jawa Timur.

Sinergitas Polresta Sidoarjo dan Forkopimda, PC. GP. Ansor Sidoarjo menganugerahi Kombespol Himawan Bayu Aji dan H. Nur Achmad Syaifuddin sebagai anggota Banser Kehormatan.

Usai Apel di GOR Sidoarjo Ansor-Banser berjalan kaki menuju Ponpes Al Hamdaniyah Siwalan Pandji Buduran Sidoarjo.(stj/Coi).

Lintasjatim.com, Surabaya - Tekanan politik orde baru terhadap NU banyak menyisahkan cerita pahit bagi para kyai dan santri. Pengawasan ekstra ketat oleh Orde Baru kepada jam'iyah-jam'iyah NU membuat kyai merasa risih seolah menjadi tahanan luar di negeri yang diperjuangkannya ini.

Sejarah perjuangan para kyai dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia seperti peristiwa 22 Oktober atau Resolusi Jihad NU, pertempuran 10 November 1945, sengaja dihilangkan dari permukaan publik di era orde baru.

Hingga pada akhirnya KH. Abdurrahman Wahid bersama para kyai NU bertekat untuk mendirikan partai politik agar warga NU dapat berperan langsung dalam menentukan arah politik Negeri ini.

Walhallsil, lahirlah PKB 1998 diketuai oleh KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan menjadi peserta plemilu 1999 dan berhasil mewujudkan Presiden dari Nahdlatul Ulama yakni Gus Dur sebagai presiden ke-4 RI.

Baca pula: Cak Imin Serahkan Bendera PKB dan JOIN Kepada KH.Ma'ruf Amin Cawapres 2019

Dari sejarah bangsa Indonesia itulah hari ini NU menghadapi tantangan dibabak baru, dimana kelompok yang dulu menginginkan tegaknya Khilafah di Indonesia memaksa NU untuk bertarung didalam politik negeri ini.

Selain di media sosial, pertarungan ideologi ditarik oleh kelompok pengusung Khilafah menjadi pertarungan politik memperebutkan jabatan politik di negeri ini. Jika berhasil, mereka akan dengan mudah mengubah sistem negara kesatuan republik Indonesia ini dengan misi mereka yakni khilafah. (chr/stj).

Lintasjatim.com, Surabaya - Sebelum sambutan KH.Ma'ruf Amin, Cak Imin Ketum DPP PKB terlebih dahulu menyerahkan bendera JOIN (Jokowi-Ma'ruf Amin) dan bendera PKB kepada KH.Ma'ruf Amin secara simbolis.

Penyerahan bendera tersebut sebagai simbol bahwa PKB seluruh kader PKB maupun NU telah kembali kepada asalnya yakni mengembalikan sepenuhnya kepada kyai sebagai pemegang penuh otoritas langkah politik kaum Nahdliyyin sebagaimana tujuan utama PKB didirikan.

Baca Juga: Ribuan Caleg PKB Istighosah Doakan Korban Gempa di Palu Sulawesi Tengah

"Sudah saatnya kader NU kembali untuk mendukung KH. Ma'ruf Amin dan sudah saatnya kader NU yang masih berada di partai selain PKB, kembali kepada NU dengan bersama-sama mendukung KH.Ma'ruf Amin sebagai Cawapres 2019. Arruju' ilarruju' tsummarruju'," ujar Cak Imin.

Cak Imin menceritakan bahwa KH.Ma'ruf Amin merupakan salah satu Dewan Syuro DPP PKB pertama sejak PKB didirikan. Pahit dan getir perjalanan PKB saat mengalami krisis KH.Ma'ruf Amin juga pernah merasakannya.

Pertarungan Politik di era Orde baru NU selalu kalah sehingga posisi kyai selalu berada di nomor tiga setelah para penguasa. Saat itu NU tidak lagi mempunyai peran yang signifikan dalam menentukan arah bangsa, banyak dari kyai NU didzalimi. Hingga lahirnya PKB oleh Gus Dur, barulah para santri dan kyai benar-benar diakui oleh bangsa ini seperti lahirnya Hari Santri Nasional, dan lain sebagainya. (Chr/Stj).

Lintasjatim.com, Surabaya - Diawali dengan menyanyikan Mars Syubbanul Wathon, hingga lagu daerah berjudul Olle-Ollang. Sesekali juga terdengar pekik dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres Nomor urut 01.

Acara launching Caleg PKB tersebut diikuti oleh masing-masing Pendukung Caleg mulai dari pemilih milenial, ibu-ibu, para kyai dan santri.

Baca Pula: Launching Caleg PKB Se Jatim Usung Tema "PKB 1 Kan IndONEsia"

Sebelum acara inti dimulai, mereka terlebih dulu melakukan istighasah mendoakan masyarakat Sulawesi Tengah yang sedang berduka akibat musibah gempa dan tsunami.

Sebelum kehadiran KH.Ma'ruf Amin Cawapres yang diusung oleh PKB cak Imin terlebih dahulu memberikan orasi politik kepada para kader PKB.

Orasi cak Imin tersebut menambah semangat bagi kader PKB dalam memenangkan pemilu 2019.

Sesaat sebelum usai orasi, KH.Ma'ruf Amin hadir di gedung DBL Surabaya disambut meriah oleh kader NU dan PKB.

Mengingat KH.Ma'ruf Amin merupakan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama maka seluruh kader NU dan PKB bertekat bulat untuk memenangkan KH.Ma'ruf Amin sebagai Cawapres yang mendampingi Jokowi pada pilpres 2019 nanti. (Chr/Stj).

Lintasjatim.com, Surabaya - DPW PKB Jawa Timur menggelar Launching Calon Legislatif (Caleg) PKB asal Jawa Timur di DBL Arena, Surabaya, Sabtu 29 September 2018.

Acara tersebut dihadiri oleh ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Cawapres pasangan Jokowi yakni KH.Ma'ruf Amin.

Bersama ribuan Caleg PKB Se Jatim, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPWPKB Jatim, Fauzan Fuadi mengatakan, acara tersebut mengangkat tema "PKB Satukan Indonesia.

Menurutnya, kegiatan ini sengaja digelar sebagai sarana konsolidasi dan silaturrahim seluruh caleg dari Dapil Jawa Timur, baik untuk DPRD tingkat kota Kabupaten provinsi hingga DPR RI.

“Acara ini adalah sarana konsolidasi kader, para Caleg PKB dengan Ketua Umum kami, Cak Imin, dan calon Wakil Presiden yang kami usung, Kiai Ma’ruf Amin,” kata Fauzan. (Stj/Chr).

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Program Inovasi Desa (PID) yang digagas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dimaksudkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana desa baik sebagai pembangunan infrastruktur maupun pengembangan ekonomi.

"PID hadir sebagai langkah untuk mendorong peningkatan kualitas ekonomi, kesehatan dan pelayanan masyarakat dengan memberikan referensi dan inovasi pembangunan desa," ujar Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Sidoarjo Deyisnil, Senin 24 September 2018 di usai memfasilitasi Musyawarah Antar Desa (MAD) PID Kecamatan Wonoayu.

Dalam acara yang dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan, Kepala Desa, BPD dan TPID Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo tersebut Deyis mengatakan, selain Inovasi di bidang Ekonomi, PID juga untuk inovasi bidang Kesehatan yakni pelayanan Balita penyandang Gizi Buruk atau Stunting.

"Jadi harapan kami PID ini selain kita mampu menyediakan pelayanan teknis inovasi desa, juga mewujudkan inovasi di bidang Kesehatan baik secara pelayanan maupun pemenuhan kebutuhan pada Stunting," ujarnya.

Sementara itu melalui PID ini Arif Hidayatulloh TA Kabupaten Sidoarjo juga menyampaikan bahwa pengertian inovasi bukan berkutat pada produk unggulan saja tetapi bagaimana dengan potensi produk unggulan masyarakat desa tersebut dapat diakomodir dengan berbagai inovasi baik pemasarannya, produksinya maupun manajemennya, itu yang terpenting dari PID ini, ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal itu, kemudian disiapkan penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD). Keberadaan P2KTD juga untuk meningkatnya kualitas pelayanan pada Posyandu, meningkatkan kualitas pelayanan pada PAUD, dan lain sebagainya.

"Penyedia P2KTD dalam PID merupakan lembaga profesional yang menyediakan jasa keahlian teknis tertentu di bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur desa, dan juga kesehatan desa," tambah Arif Hidayatulloh.

P2KTD, lanjutnya, bersifat mendukung pendampingan teknis yang dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten dan tenaga Pendamping Profesional Desa. Awal munculnya PID adalah untuk menjaga kualitas pemanfaatan DD agar tetap konsisten dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan sosial dasar, termasuk mendukung produktivitas ekonomi masyarakat desa dan kesehatan desa.

Dari MAD 1 PID Wonoayu tersebut ditetapkan Tim Pelaksanaan Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo sepeeti Syaiful Anas, Wiwin, Lina, Dyah dan beberapa pengurus lainnya yang di SK oleh Camat Wonoayu untuk satu tahun anggaran. (stj).

Lintasjatim.com, Sidoarjo -Melihat fenomena lembaga tahfidz atau sekolah yang memiliki program tahfidz yang jumlahnya kian berkembang, Matan Sidoarjo, Blawong Putra Delta dan Ikatan Alumni Madrasatul Qur'an Putra Delta gelar seminar tahfidz di SDTQ an-Nafi'iyah Tulangan Sidoarjo (23/09/2018).

Seminar yang menghadirkan Dr. KH. Khusnul Hakim, MA (Pengasuh Pesantren Lingkar Studi al-Qur'an Jakarta) dan KH. Deden Makhyaruddin, M.A (Ketua Indonesia Muroja'ah Foundation) dengan mengangkat tema "Menumbuhkan Tradisi Tahfidz Ulama Terdahulu Dalam Perspektif Manajemen Pendidikan".

Acara ini di hadiri tak kurang 200 guru tahfidz dan stakeholder lembaga pendidikan tahfidz di Sidoarjo, juga ada beberapa peserta yang berasal dari luar Sidoarjo.

Syaifuddin selaku ketua panitia saat di wawancara mengatakan "tujuan seminar tahfidz ini agar peserta mendapatkan ilmu dan kemudian mengaplikasikan di lembaganya, bukan hanya fokus pada kemampuan menghapal, namun juga mewarisi sistem nilai dari para penghapal al-Qur'an." (stj).

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

6197318
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
4523
9037
13560
6042812
118710
275767
6197318
Your IP: 54.161.77.30
2018-10-15 09:38