Ibbnu Azzar Firdaus Paparkan Perjuangan Santri Hingga Gus Dur Mendirikan PKB

Lintasjatim.com, Sidoarjo - Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh DPW PKB Jatim itu juga mengupas sejarah perjuangan para kyai dan santri Nahdlatul Ulama (NU) dalam merebut kemerdekaan RI dengan Resolusi Jihad NU yang dikenal dengan Hari Santri Nasional, dan Syiasah NU melalui KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

IBBNU sapaan akrab Caleg DPRD Provinsi Jatim Dapil 2 Kabupaten Sidoarjo itu menjelaskan, perjuangan para kyai NU dan para santri dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah tidak mudah hanya dengan mengandalkan senjata, tetapi juga "Syiasah" atau politik, tuturnya.

"Salah satu dari cara untuk mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia saat itu adalah Syiasah," tambahnya.

Baca juga: Rasionalitas Menurun, DPW PKB Jatim Gugah Kesadaran Politik Milenial Melalui Dialog

Hadrotus Syaikh Hasyim Asy'ari bersama para kyai NU lainnya bersama-sama membentuk Nahdlatut Tujjar, Taswirul Afkar, Nahdlatul Wathan hingga lahirnya Nahdlatul Ulama (NU).

Belum selesai sampai pada lahirnya NU di tahun 1926 Masehi, NU kembali diuji dua bulan setelah Bung Karno memproklamirkan teks proklamasi. Pasukan Belanda dan Sekutunya tidak mau melepaskan begitu saja kemerdekaan Indonesia. Mereka akan membombardir Surabaya yang pada waktu itu terdapat kantor NU.

Mendengar ultimatum itu para kyai NU tidak tinggal diam. Melalui resolusi Jihad 22 Oktober 1945 Para kyai dan santri membetuk barisan Laskar Hizbullah untuk melawan penjajah dan akhirnya menang dalam pertempuran 10 November 1945 yang disebut dengan Hari Pahlawan dan 22 Oktober sebagai hari santri.

Ibbnu menjelaskan, fakta sejarah ini telah lama hilang dari permukaan bumi karena politik dan penguasa saat itu yakni orde baru tidak ingin para kyai NU dan santri berada didepan dalam menentukan arah bangsa Indonesia.

Barulah di era presiden ke-4 RI (Gus Dur), kaum sarungan takni para kyai dan santri mendapatkan tempat untuk dimintai pertimbangan, diajak musyawarah dalam melanjutkan azaz dasar yang telah dirumuskan oleh para syuhada yakni Pancasila.

Oleh karena itu, dalam Dialog Interaktif tersebut Ibbnu Azzar Firdaus mengutip pesan Ketua DPW PKB Jatim yang juga cucu dari KH. Bisri Syansuri pendiri NU agar generasi milenial tidak ogah terhadap politik. Karena generasi millenial inilah yang nantinya akan menjadi penerus masa depan bangsa ini. "Masa depan suatu bangsa, salah satunya ditentukan melalui proses politik," ujarnya.

Kaum millenial harus peduli politik, harus tau detail prosesnya, harus faham betul tujuannya. Bahwa berpolitik itu salah satu jalan untuk menuju terwujudnya masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

"cita-cita itulah yang mendasari kami untuk terus menyampaikan kepada kaum millenial yang terkenal dengan idealismenya itu untuk bergerak melawan segala bentuk politik transaksional," pungkas Ibbnu. (Chr/stj).

Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

10856778
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
9320
11986
35639
10623094
220897
515611
10856778
Your IP: 3.227.233.78
2019-10-15 20:04