Pahit dan Getirnya Politik NU Hingga Lahirnya PKB

Lintasjatim.com, Surabaya - Tekanan politik orde baru terhadap NU banyak menyisahkan cerita pahit bagi para kyai dan santri. Pengawasan ekstra ketat oleh Orde Baru kepada jam'iyah-jam'iyah NU membuat kyai merasa risih seolah menjadi tahanan luar di negeri yang diperjuangkannya ini.

Sejarah perjuangan para kyai dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia seperti peristiwa 22 Oktober atau Resolusi Jihad NU, pertempuran 10 November 1945, sengaja dihilangkan dari permukaan publik di era orde baru.

Hingga pada akhirnya KH. Abdurrahman Wahid bersama para kyai NU bertekat untuk mendirikan partai politik agar warga NU dapat berperan langsung dalam menentukan arah politik Negeri ini.

Walhallsil, lahirlah PKB 1998 diketuai oleh KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan menjadi peserta plemilu 1999 dan berhasil mewujudkan Presiden dari Nahdlatul Ulama yakni Gus Dur sebagai presiden ke-4 RI.

Baca pula: Cak Imin Serahkan Bendera PKB dan JOIN Kepada KH.Ma'ruf Amin Cawapres 2019

Dari sejarah bangsa Indonesia itulah hari ini NU menghadapi tantangan dibabak baru, dimana kelompok yang dulu menginginkan tegaknya Khilafah di Indonesia memaksa NU untuk bertarung didalam politik negeri ini.

Selain di media sosial, pertarungan ideologi ditarik oleh kelompok pengusung Khilafah menjadi pertarungan politik memperebutkan jabatan politik di negeri ini. Jika berhasil, mereka akan dengan mudah mengubah sistem negara kesatuan republik Indonesia ini dengan misi mereka yakni khilafah. (chr/stj).

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

6649009
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
345
5844
6189
6509049
60568
240713
6649009
Your IP: 54.163.42.154
2018-12-10 01:10