Gus Ipul Ajak Para Jurnalis Nobar Film 'Dilan 1990' di Grand City XX1

Lintasjatim.com, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak puluhan jurnalis media televisi, cetak dan online di Surabaya nonton bareng (nobar) film 'Dilan 1990' di Grand City XXI Surabaya, Jumat (9/2/2018) malam. 

Gus Ipul meyakini jurnalis dan pers nasional akan tetap memainkan peran penting dalam banyak sisi kehidupan. Oleh sebab itu, jurnalis diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam mendidik masyarakat.

Dikatakan Gus Ipul, perkembangan teknologi informasi sudah demikian pesat sehingga membawa banyak konsekuensi. Salah satunya, setiap kejadian bisa setiap saat dan dalam waktu cepat sampai ke masyarakat tanpa bisa dibendung.

Kehidupan modern saat ini, katanya, oleh beberapa orang secara sepihak diterjemahkan secara permissif. Segala sesuatu, lanjut Gus Ipul, bisa diproduksi lalu dinikmati dengan cepat. Beberapa hal, katanya, malah sudah tersaji di hadapan masyarakat secara instan. 

Sering, kata Gus Ipul, faktor kecepatan  menyebabkan diabaikannya aspek akurasi dan asas kebenaran. Berita yang tidak akurat ini akan memberi dampak negatif masyarakat dalam mempersepsi dan menyikapi suatu persoalan.

Untuk mengantisipasi hal ini, Gus Ipul berharap, agar para jurnalis bisa tetap teguh memegang kode etik jurnalistik dalam menunaikan tugas. "Saya tetap yakin pers akan memainkan peran penting dalam pendidikan masyarakat, khususnya dalam berdemokrasi," katanya.

Selain mengemban fungsi sebagai ujung tombak tetap terjaganya etika berdemokrasi, ujar Gus Ipul, pers nasional juga bertugas menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Produk jurnalistik yang buruk akan menjadi sandungan bagi tegaknya persatuan.

Terlebih, katanya, alat-alat telekomunikasi dan komunikasi telah memudahkan semua orang bisa medapatkan akses yang sama terhadap sebuah berita. "Beberapa di antaranya malah sampai ke masyarakat dalam bentuk hoax. Ini sangat mengancam kerukunan masyarakat," tegasnya. 

Apapun itu, katanya, Pers Indonesia telah menunjukkan peran yang sangat penting. Pers, katanya, telah menyediakan ruang gagasan pemikiran kebangsaan. Pers, lanjutnya, juga telah memperkuat ruang demokrasi. "Kini pers memberi warna demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," katanya.

Ia mengingatkan agar pers tetap mengabdi pada bangsa dan negara, memperjuangkan kepentingan nasional. "Tentu harus memiliki tanggung jawab untuk membumikan Pancasila demi hadirnya tatanan masyarakat yang berkebudayaan Indonesia," pungkasnya.*

Source : beritajatim.com

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan portal berita yang menyajikan berbagai informasi aktual seputar peristiwa atau kegiatan yang ada di Jawa Timur.

6036992
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
6747
9525
32146
5854521
234151
252292
6036992
Your IP: 54.80.58.121
2018-09-26 15:32