Choirudin

Choirudin


Downloade eller læse Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930

Læs bogen hent Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 epub på dansk






File Name: Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930
Total Downloads: 848
Formats: djvu | pdf | epub | kindle
Rated: 8.3/10 (91 votes)



DOWNLOAD Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930



































































Get Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 azw Gemeinsame Geschichte? Slaine / Hc04. Tara Stochastic World av Stepanov, Sergey S. Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 kf8 downloade downloade Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 in PDF købe Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 PDF downloade gratis Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 PDF downloade Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 kf8 downloade downloade Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 Inte ett ord om kärlek : äktenskap och politik i Norden ca. 1850-1930 pdf downloade
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

lintasjatim.com, Surabaya - Sunan Ampel Student from Bojonegoro (SASB) baru saja dilantik oleh Dr. H. Moh. Samsul Huda, M.Fil.I, Wakil Rektor I UIN Sunan Ampel Surabaya.

"Kalian waktunya melakukan riset yang kolaboratif dan empiris, penelitian tentang kearifan lokal pulau jawa dan tentang kitab kuning sekarang mendunia berkat itu, sayangnya orang-orang luar yang melakukannya" ujar pria yang biasa disapa Pak Huda pada Kamis 16 November 2017, usai dilantik.

Habibur Rahman selaku Ketua Umum SASB juga mengajak pengurus baru untuk lebih progresif dalam merespon situasi zaman sekarang, menghadapi era digitalisasi dan mudahnya komunikasi. Acara pelantikan ini dikemas dengan Sarasehan dan Pentas Seni dengan mengusung tema: Revitalisasi Jiwa Moderat dan Kekeluargaan dalam Berorganisasi.

Pada sarasehan tersebut Dihan Syahri F, S.Pd.I, M.Pd seorang motivator dan founding father SASB menyampaikan peran media di kalangan masyarakat daerah masih sangat minim.

"Sebagai mahasiswa paling tidak kita mengenalkan kepada masyarakat biar melek isu-isu global hari ini yang menjadi tranding topik" kata Dihan.

"Saya bermedia maka saya ada," tambahnya.

Shalawat Banjari Al-Hidayah, musik Akustik SASB dan penampilan Teater Mblendes mengiringi Seminar tang diikuti lintas organisasi se UIN Sunan Ampel Surabaya.

lintasjatim.com, Sidoarjo - IPNU-IPPNU sebagai banom NU di kalangan pelajar sudah barang tentu berkewajiban memahami apa yang dimaksud Aswaja secara mendalam. Pada kesempatan ini PAC IPNU-IPPNU Tarik mendelegasikan kader-kader mahasiswanya untuk mengikuti Dauroh Kampus II yang di selenggarakan oleh ASWAJA NU Center PWNU Jatim.

Acara itu di laksanakan selama satu hari pada Sabtu, 04 November 2017 di Aula PWNU Jatim dengan khataman buku Khazanah Aswaja yang diterbitkan oleh Aswaja Center. Dalam acara ini sedikitnya 100 Mahasiswa-Mahasiswi kader NU dari berbagai macam perguruan tinggi se Jatim yang mengikuti Dauroh. Materi dalam Dauroh ini meliputi seputar aswaja, mengapa harus aswaja, mengapa harus bermazhab, membahas landasan amaliah NU, tasawwuf, aliran-aliran di luar aswaja dan pemaparan sejarah panjang berdirinya Organisasi Islam terbesar NU, materi-materi yang disampaikan oleh beberapa Tim Aswaja NU Center PWNU Jatim yakni KH. Abdurrahman Navis, Lc., M.H.I., Faris Khoirul Anam Lc., M.H.I., M. Ma’ruf Khozin dan Ahmad Muntaha AM.

Kesan Spesial dialami delegasi PAC IPPNU Tarik, yakni Rekanita Windi Tyas Sekretaris II PAC IPPNU Tarik Sidoarjo, menjadi salah satu peserta terbaik dan mendapatkan Cinderamata dari Panitia Dauroh Aswaja Kampus II.

Ketua PAC IPNU Tarik Rekan Boy Ardiansyah mengatakan kepada awak Media NU Tarik ‘‘Dengan mengikuti Dauroh ini diharapkan kader-kader IPNU-IPPNU kedepannya benar-benar memahami akidah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah secara kaffah dan kedepannya lebih bersemangat mensosialisasikan aswaja kepada pelajar NU di Kecamatan Tarik khususnya’’ Tutup pria yang biasa disapa Boy.

lintasjatim.com, Surabaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-3 Komisariat Al-Fatih PMII Cabang Surabaya Selatan menggelar beberapa kegiatan diantaranya adalah Sarasehan yang dihadiri oleh Prof. Akh. Muzzaki, M.Ag, Grad.Dip. SEA. M.Phil, Ph.D. Sarasehan tersebut mengambil tema “Membangun Kepekaan Sosial Berbasis Filsafat dan Sosiologi."

Kepekaan sosial menjadi sangat penting di era saat ini atau istilah kerennya adalah 'Zaman Now.' Apalagi kepekaan tersebut berbasis filsafat dan sosiologi, keduanya erat kaitannya untuk dimiliki kader 'Zaman Now.' Tema Sarasehan Milad Komisariat Al-Fatih yang digagas oleh Faqih Hamdani selaku ketua Komisarat merupakan implementasi dari apa yang diharapkan oleh ketua umum (ketum) PC PMII Cabang Surabaya Selatan Jauhar Fikri. Beberapa waktu yang lalu pada peringatan Hari Santri 2017 Jauhar Fikri menyampaikan bahwa langkah kongkrit PMII harus bisa dirasakan masyarakat.

Baca: Peringati Hari Santri, Ketum Jauhar Fikri "Langkah Kongkrit PMII Harus Bisa Dirasakan Masyarakat "Tidak terasa tahun ini Komisariat Al-Fatih genap berumur tiga tahun sejak didirikan. Hal ini patut di syukuri sahabat-sahabati semua karena selama itulah Al-Fatih berkiprah di Surabaya Selatan," Ujar Faqih Hamdani, ketua komisariat Al-Fatih.

Dalam sambutannya ia juga menjelaskan asal mula nama Al-fatih. Al-Fatih diambil dari salah satu pejuang Islam yaitu Sultan Mehmed Al-Fatih, yang terkenal dengan aksinya yang mampu menakhlukkan Konstatinopel. Harapannya agar kader-kader PMII terutama Komisariat Al-Fatih PMII Surabaya Selatan dapat mencontoh semangat dari Sultan Al-Fatih.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Prof. Akh. Muzzaki,M.Ag, Grad.Dip. SEA. M.Phil, Ph.D, Kamis 02 November 2017, di gedung SAC lantai tiga, UIN Sunan Ampel Surabaya. Selain sarasehan Milad Al-Fatih menggelar karantina intelektual, berbagai macam lomba dan rekor bendera PMII terbesar se Indonesia. Rangkaian Milad dimulai sejak 1 sampai 5 November 2017.

"Ini suatu bentuk syukur dari pengurus komisariat Al-Fatih. Karena komisariat Al-Fatih telah berkibar selama 3th dengan melewati berbagai halangan rintangan yang tidak mudah," tutur Faqih Handani.

Melalui rangkaian Milad itu, ia berharap kedepan komisariat Al-Fatih bisa meneruskan perjuangan serta amanah sebagai mahasiswa yang berperan aktif untuk masyarakat, mendidik kader-kader bangsa serta membentuk pribadi muslim yang Ulul Albab, bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur berilmu, terampil, cerdas, dan siap mengamalkan ilmu pengetahuannya dengan penuh tanggung jawab, harap Faqih Hamdani.

lintasjatim.com - Pajak merupakan sumber pendapatan Negara yang sangat penting bagi penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan nasional. Sehingga pemerintah menempatkan kewajiban perpajakan sebagai salah satu perwujudan kewajiban kenegaraan yang merupakan sarana dalam pembiayaan Negara dalam pembangunan Nasional guna tercapainya tujuan Negara. Penting dan strategisnya peran serta sektor perpajakan dalam penyelenggaraan pemerintah dapat dilihat pada Anggaran Belanja Negara (APBN) dan Rancangan APBN setiap Tahun yang disampaikan pemerintah, yaitu terjadinya peningkatan presentase sumbangan pajak dari tahun ke tahun.

Peran pajak belum menjawab atau memenuhi kebutuhan rakyat, misalnya infrastruktur jalan, banyak sekali ditemui jalan rusak dan belum diperbaiki, difasilitasi jembatan yang masih kurang, akibatnya distribusi barang menjadi terhambat dan menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Dari segi pendidikan pun dirasa kurang, dana pendidikan telah dialokasikan sebesar 20% dari APBN, dan terjadi kenaikan setiap tahun. Tetapi dampaknya dirasa belum begitu mengena, karena bantuan operasional sekolah (BOS), memberikan nominal yang sangat kecil kepada masyarakat kurang mampu, begitu pun tunjangan yang diberikan kepada guru bantu atau guru tidak tetap, minim sekali.

Dana bantuan operasional lebih ditujukan kepada rehabilitasi sarana secara fisik, tetapi harus di akui tunjangan profesi guru cukup menambah tingkat kesejahteraan para guru. Pajak yang besar pastinya akan menambah kualitas pendidikan di Indonesia.

Dari segi pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan dengan program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) dengan total dana 7,3 Triliun, memang sangat membantu rakyat miskin, yang selama ini merasa anti pasti untuk berobat ke rumah sakit. Namun pelayanan tersebut masih kurang, lembaga kesehatan swasta biasanya bisa memberikan pelayanan dengan baik. Ini berarti, masih dibutuhkan dana lebih besar untuk memberikan kenyamanan kesehatan bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dari segi pertahanan dan keamanan, peralatan militer Indonesia sudah ketinggalan zaman, tidak heran sering kita simak dalam berita kecelakaan darat, laut dan udara. Hal tersebut dikarenakan alat yang digunakan sudah tidak layak pakai.

Di Tulis Oleh : Nama :Muhammad Alma Arif,

Prodi :Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

lintasjatim.com, Denpasar - Masyarakat saat ini butuh sosok pemimpin muda yang tangguh, politisi yang bersih dari orde baru, tetapi mampu memberikan harapan baru. Hal itu disampaikan oleh mahasiswa Bali saat menemui Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Hotel Golden Tulip Bay View Bali, Selasa 31 Oktober 2017.

Aktifis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) serta Anak Muda Indonesia (AMI) itu sengaja menemui Cak Imin untuk mendiskusikan persoalan bangsa. Selain itu, mereka berharap agar Cak Imin dapat ikut membangun sumber daya kepemudaan di Bali.

“Pemuda itu harus ikut terlibat dalam agenda pembangunan masyarakat. Pemuda harus ikut mengawal kebijakaan pembangunan agar memihak kepada yang lemah,” tegas Cak Imin yang juga mantan Ketua Umum PB PMII itu.

Selain itu, Cak Imin mengajak pemuda dan mahasiswa agar tidak terjebak isu pribumi-non pribumi. Menurutnya, isu itu sudah tidak relevan untuk terus menerus dibicarakan.

“Isu pribumi pada dasarnya dipicu oleh kesenjangan ekonomi. Oleh karena itu kami setuju jika pemerintah mengambil langkah kebijakan ekonomi inklusif. Perusahaan besar harus terlibat dalam penguatan ekonomi menengah,” ungkapnya.

“Tanah air akan selamat jika masalah kerakyatan semacam itu bisa diatasi. Dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin kita bisa maju bersama,” pungkasnya, sebelum membuka acara Bimbingan Teknis Fraksi PKB se-Jatim di Uluwatu Bali.

lintasjatim.com, Sidoarjo - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Wonoayu menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), pada Sabtu 28 Oktober 2017, di Gedung Yayasan Yatim Piatu Desa Ketimang Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

Makesta merupakan pendidikan kader IPNU IPPNU yang dilaksanakan mulai dari tingkatan ranting. Tujuan dilaksanakannya Makesta sebagai pintu pertama untuk menjadi anggota IPNU atau IPPNU. Hal itu diatur dalam PD-PRT IPNU dan IPPNU, bahwa sarat menjadi anggota IPNU atau IPPNU harus mengikuti Makesta.

"Bahkan sebelum Diklatama, harus mengikuti Makesta karena telah diatur dalam PD-PRT IPNU-IPPNU," tutur Alma Arif.

Makesta menjadi proses pengkaderan secara formal bagi IPNU IPPNU. Oleh karena itu PAC IPNU-IPPNUBWonoayu melaksanakan Makesta yang diikuti oleh kader IPNU IPPNU sejak usia 13 tahun. Makesta Zona I yang dilaksanakan oleh IPNU IPPNU Wonoayu diikuti oleh 30 peserta.

Moch Alma Arif ketua PAC IPNU Wonoayu menjelaskan "PAC mengadakan Makesta Zona ini dengan tema Bersinergi Mengukuhkan Islam Nusantara Untuk Mengembangkan IPNU IPPNU di Masyarakat," kata ketua PAC IPNU Wonoayu setelah opening Makesta.

Jadi lanjutan Alma Arif, menjadi kader IPNU IPPNU hendaknya senantiasa menebar islam Nusantara di masyarakat sekitar karena itu sudah sesuai dengan tujuan kami menjadi kader paling dasar di NU.

Alma Arif juga menjelaskan mengembangkan IPNU IPPNU di masyarakat sekitar sangat penting, karena sebagai wadah bagi para pelajar dalam mewujudkan pelajar yang berakhlaqul karimah.

"Manfaat mengikuti makesta zona tidak lain adalah pembekalan sebelum terjun kemasyarakat karena tanpa ada pembekalan pasti tidak ada arahan seperti kita pergi kemana tanpa adanya uang saku," pungkasnya.

lintasjatim.com, Surabaya - Miftahul Jannatin pemuda asal Ngingas Waru Sidoarjo menjadi yang terbaik pada penghargaan pemuda pelopor se Jawa Timur bidang inovasi teknologi tahun 2017. Penghargaan itu diberikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam rangka hari sumpah pemuda ke-89, di Surabaya pada hari Sabtu 28 Oktober 2017.

Jannatin mendapat penghargaan atas temuan produknya yaitu NONIKIT, alat pendeteksi keamanan kosmetik. Produk tersebut ia ciptakan dari kegiatan perkuliahan sebagai mahasiswa S1 dan S2 Kimia Bidang Analisis Unair. Hal itu menjadi kado terindah dihari sumpah pemuda.

"Perasaan saya bangga tentunya, karena bisa menjadi salah satu perwakilan dan icon pemuda dalam kepeloporan khususnya bidang inovasi teknologi," tutur Jannatin yang juga pelajar IPPNU Ngingas Waru Sidoarjo itu.

Inovasi yang dilakukan Jannatin awalnya dari berita di TV mengenai kosmetik berbahaya yang marak dijual bebas, namun masyarakat yang cenderung enggan untuk aware terhadap keamanan kosmetik yang mereka gunakan apalagi harus pergi ke laboratorium untuk mengetahui tingkat keamanan kosmetiknya. Dari hal itu muncul ide membuat alat deteksi yang murah cepat praktis dan akurat.

Ia berharap prestasi yang diraihnya menjadi inspirasi untuk para pemuda agar dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku pendidikan untuk dapat bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat, terlebih arus informasi keilmuan maupun non keilmuan saat ini sangat mudah diakses dan unlimited, ujarnya.

Berikut prestasi yang juga pernah diraih Jannatin: 1) Juara I Pekan Ilmiah Mahasiswa Unair 2014 Bidang Kewirausahaan. 2) Juara II Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2015 Bidang Kewirausahaan. 3) Tiga besar Santripreneur 2016. 4) Delagasi Student Exchange Research Internship Indonesia (Unair) - Universiti Teknologi Malaysia (UTM) 2017. 5) Delegasi UNAIR di Asian Young Sociopreneur Singapore.

"Alat deteksi kosmetik berbahaya (NONIKIT) ini mengandung hidrokuinon yang murah, mudah digunakan, praktis, cepat dan akurat," pungkas Jannatin kepada lintasjatim.com.  (Choi/Stj).

lintasjatim.com, Sidoarjo - Salah satu aspek penting dalam persiapan Gubernur, Bupati dan Walikota adalah pembentukan kelembagaan pengawas pemilu. Mengacu kepada UU Nomor 15 Tahun 2011 Bab II pasal 2 tentang Asas Penyelenggaraan Pemilu menjelaskan bahwa penyelenggara Pemilu berpedoman pada asas mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas. Jika tidak maka Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu berhak memberikan sangsi.

Hal ini disampaikan oleh Ainul Yaqin, Bidang hukum dan HAM Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sidoarjo dalam realase Ansor menyikapi rekruitmen Panwascam di Sidoarjo, Kamis malam 26 Oktober 2017. Menurut Ainul Yaqin dari tiga oknum anggota Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Sidoarjo sekarang ini disinyalir ditunggangi oleh salah satu kepentingan politik tertentu.

"Kepentingan politik inilah yang akan berimbas terhadap netralitas dan keterbukaan dalam menentukan/memilih calon anggota Paniitia Pengawas Kecamatan (Panwascam)," kata Ainul Yaqin.

Masih kata Ainul Yaqin, hal ini jika tidak diindahkan oleh panwaskab maka tidak hanya mencoreng nama baik Pengawas Pemilu, namun juga menciderai kepercayaan publik, karena sebagai penyelenggara proses kontestasi politik, intergritas, independensi, dan professionalitas menjadi pra-syarat mutlak yang harus dimiliki.

Pengawas Pemilu merupakan pintu gerbang yang akan menjadi penentu kesuksesan Pemilu. Kesalahan dan kegagalan dalam memilah dan memilih calon pengawas Pemilu, akan menjadi titik awal bagi kegagalan dalam pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu.

Oleh karena itu PC. GP Ansor Sidoarjo mendesak kepada Panwaskab Sidoarjo untuk menjaga netralitas dan terbuka dalam menentukan dan memilih anggota Panwascam serta melepas semua kepentingan politik demi membawa nama baik panwaskab dan terselenggaranya Pemilu yang jujur adil dan aman, pungkas Ainul Yaqin. (coy/stj)

lintasjatim.com, Surabaya - Pengurus Komisariat PMII Surabaya Selatan akan menggelar Resepsi peringatan Hari Santri Nasional (HSN) bersama warga Jemur Wonosari. Kegiatan ini dilaksanakan di sepanjang Gang 3 Jl. Pabrik Kulit Jemur Wonosari Surabaya, Malam nanti Kamis 26 Oktober 2017.

Mirza Farih ketua PMII Tarbiyah Cabang Surabaya Selatan sebelumnya telah menggelar beberapa kegiatan bersama warga, antara lain safari TPQ dan Pondok Pesantren, belajar bersama santri TPQ se Wonocolo, serta kerja bakti bersama warga jemurwonosari.

“Malam ini merupakan puncak acara resepsi peringatan hari santri nasional, kita rayakan bersama warga sekitar,” tutur Mirza Farih.

Rangkaian acara malam puncak peringatan hari santri nasional akan diawali dengan perform kader PMII Cabang Surabaya Selatan, istogotsah dan doa bersama untuk Bangsa. Panitia juga mengundang muballigh untuk memberikan mauidhoh hasanah.

“Acara nanti bakal menarik, selain performance dari kader kader PMII juga Istigotsah dan Doa bersama untuk Bangsa serta Orasi Keagamaan oleh KH. Roin Al mansuri,” tandas Mirza.

Sementara itu ketua umum PMII Cabang Surabaya Selatan Jauhar Fikri menegaskan kegiatan ini merupakan langkah konkrit dalam mewujudkan Gerakan Tiga Kaki bagi PMII yang telah disampaikan Prof. Akh. Muzakki (Dekan FEBI & FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya). Dalam Acara Temu Kangen Keluarga Besar PMII Surabaya Selatan yang digelar Akhir Maret, 2 tahun yang lalu Di Gedung SAC Lt. 3 UINSA.

"Langkah kita harus kongkrit baik di lingkungan kampus maupun dimasyarakat," tegas Jauhar Fikri atau yang akrab dipanggil Saleho kepada lintasjatim.com.

lintasjatim.com - Kerugian besar diakhirat bagi orang-orang yang diterangkan dalam hadits berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ : إِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ ِلأَنْ يُقَالَ جَرِيْءٌ, فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأََ اْلقُرْآنَ فَأُُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ اْلقُرْآنَ, قَالَ:كَذَبْتَ, وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌٌ ، فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ وَاَعْطَاهُ مِنْ اَصْْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: مَاتَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيْهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيْهَا لَكَ, قَالَ: كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيْلَ, ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ. رواه مسلم (1905) وغيره

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’

Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.’

Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’

Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka." Naudzubillahi min dzaalik.

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

3723326
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
7921
9944
35843
3540221
192555
3723326
Your IP: 54.161.108.158
2017-11-22 18:07