Warga Sumberejo, Wonoayu Tidak Menghendaki Adanya SMP IT NF, Berikut Hasil Klarifikasinya

04 Aug 2017
540 times

Kronologi Penolakan Pendirian SMP IT Nurul Fikri di Desa Sumberejo, Kec. Wonoayu, Sidoarjo.

Bismillaahirrahmaanirrahiim

1. Pihak yayasan at thoyyibah atau warga menyebutnya SMP Islam Terpadu Nurul Fikri (SMP IT NF) masuk ke Sumberejo melalui salah satu warga Sumberejo untuk membeli tanah yang akan dibuat SMP IT NF.

2. Pihak SMP IT berhasil merayu kades Sumberejo dan mantan sekdes Sumberejo (hari ini di staf kec. Wonoayu) untuk mendapatkan tanah di RT. 03 Sumberejo.

3. Kades dan mantan Sekdes MoU dengan SMP IT NF menyetujui tentang dibangunnya SMP IT dengan iming - iming anak-anak Sumberejo gratis sekolah di SMP IT nantinya.

4. Tanah yang dibeli SMP IT NF tersebut berada di RT. 03, tapi berbatasan dengan RT. 05 dan RT. 06 Desa Sumberejo.

5. Mendengar akan dibangun sekolahan yang berlabel IT, warga spontan keberatan.

6. Warga akhirnya mengadakan musyawarah dirumah Nur Khozin salah satu tokoh masyarakat Sumberejo. 07 Juni 2017.

7. Hasil musyawarah 27 warga yang hadir, semuanya bertanda tangan menolak SMP IT NF. Hasil musyawarah diketahui oleh kades.

8. Hasil musyawarah dan tanda tangan warga, diserahkan kades, untuk mengetahui bahwasanya warga menolak.

9. Pihak SMP IT NF terus berusaha bagaimana caranya agar tetap bisa mendirikan SMP IT NF di Sumberejo dengan mendatangi Nur Khozin tokoh masyarakat Sumberejo.

10. Nur Khozin mempertahankan keinginan warga alias menolak berdirinya SMP IT NF.

11. Merasa dirayu terus oleh pihak SMP IT NF, warga akhirnya membuat spanduk bertuliskan Ansor, Banser, Pagarnusa dan Warga menolak berdirinya lembaga yang tidak sefaham dan seaqidah dengan NU, Dipertengahan ramadan 2017.

12. Ketua Ansor kaget, lalu mengklarifikasi ke warga mengenai spanduk yg sudah terpampang itu.

13. Hasil klarifikasi ternyata itu murni warga. Warga memasang tulisan tersebut karena kultur warga desa Sumberejo adalah Nahdliyyin.

11. Masih terus berupayah pihak SMP IT NF berniat menggalang simpati masyarakat dengan mengadakan halal bihalal di RT. 03. yang dibiayai full dari SMP IT NF. Tidak tanggung2 SMP IT masuk melalui mantan sekdes yang juga terlibat MoU dengan pihak SMP IT NF.

12. Mengetahui hal itu, warga kembali ramai yang akhirnya berkoordinasi dengan pihak keamanan.

13. Dikhawatirkan warga ricuh, pihak keamanan akhirnya meminta kepada SMP IT NF untuk tidak menggelar acara itu.

14. 18 Juli 2017, Kades menyelenggarakan musyawarah dengan Warga, pihak SMP IT NF, mengundang kapolsek, MUI Wonoayu. Kades juga mengundang MWCNU, Ansor, Banser, Pagarnusa Wonoayu, dengan tujuan mendengarkan aspirasi warga.

15. Meski sempat dirayu oleh pihak SMP IT NF, hasil musyawarah warga tetap menolak pendirian SMP IT NF karena kedepan akan melahirkan dampak sosial dimasyarakat, yang kedua tidak sesuai dengan kearifan lokal masyarakat, yang kesemuanya adalah nahdliyyin.

16. Hasil kesepakatan bahwa SMP IT NF tidak didirikan di Sumberejo ditanda tangani warga, kades, pihak nurul fikri. Dan disaksikan oleh Kapolsek, MUI, Wonoayu, MWCNU, Ansor, Banser, Pagarnusa yang diundang oleh kades pada acara itu.

17. Pada forum musyawarah tersebut MWCNU, Ansor, Banser, Pagarnusa, memang diundang oleh Kades untuk menyaksikan aspirasi warga Sumberejo.

 

Rate this item
(2 votes)

1 comment

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

3733022
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
7164
10453
45539
3540221
202251
3733022
Your IP: 54.225.36.143
2017-11-23 16:49