Petronas Targetkan Produksi Minyak Hingga 20.000 bph Dari Bukit Tua

Lintasjatim.com, Gresik - Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah, baik itu sumber daya alam yang berada di daratan maupun di lautan. Salah satu sumber daya alam yang dimaksud yaitu minyak bumi dan gas alam. Saat ini, Indonesia memiliki 7 provinsi penghasil minyak bumi terbesar salah satunya Provinsi Jawa Timur yang banyak ditemukan sumber minyak dan gas bumi. Hal ini terbukti kegiatan bisnis migas di negara ini terus mengalami peningkatan tiap tahunnya, diperkirakan jumlah minyak bumi yang di keruk dari dalam perut bumi di berbagai wilayah Indonesia mencapai 915.798 barel/hari.

Dari kenyataan tersebut diatas banyak sumber minyak bumi dan gas alam di wilayah Indonesia yang memerlukan penanganan yang lebih seriusdan diperlukan banyak pihak yang ikut untuk memproduksi sumber-sumberminyak dan gas bumi yang ada, bisa dari pemerintah Republik Indonesia sendiri juga,danjuga masih diperlukan Teknologi Negara Asing dengan Penanaman Modal dan Sumber Daya Teknologinya.

Dari sekian negara asing yang turut berkecimpung untuk memberdayakan hasil bumi Negara Indonesia , yaitu negara jiran kita Malaysia, dengan membawa bendera kompaninya dengan nama Petronas yang merupakan cikal bakal Perusahaan Kerajaan Malaysia yang mendapat hak atas seluruh sumber dan gas di Kerajaan Malaysia tersebut, sejak 17 Agustus Empat Puluh Tiga tahun silam, oleh Tengku Razaleigh Hamzah.

Adapun awal gerak dari eksplorasi dari Petronas di wilayah Indonesia yaitu memanfaatkan sumber minyak dan gas bumi yang ada bukanlah dari hasil eksplorasi dan pengambilan hasil minyak dan gas bumi secara langsung, tetapi memanfaatkan celah rejeki yang ditinggalkan oleh Gulf, salah satu perusahaan yang mengksplorasi dan memproduksi minyak dan gas bumi, dan sumur minyak tersebut ditinggalkan karena estimasi dari mereka yang tidak memungkinkan menghasilkan keuntungan dari hasil minyak dan gas bumi di wilayah Jawa Timur, sejak tahun 1998. 

Akan tetapi alih tugas dari kompani untuk memproduksi minyak tersebut jatuh ke tangan Petronas, yang memiliki kelebihan tersendiri dalam manajemen dan proses produksi untuk  pengolahan minyak beserta gas alam, menjadi nilai beda dari sekian banyak perusahaan-perusahaan asing di negara Indonesia yang telah mencoba menggali untung di bumi Pertiwi ini.

Ladang Minyak dan gas bumi (migas) Bukit Tua Wilayah Kerja (WK) Ketapang yang berada di Pantai Utara Pulau Madura Jawa Timur menjadi bukti komitmen PETRONAS (Petroliam Nasional Berhad), perusahaan migas asal negeri jiran Malaysia, yang berinvestasi di sektor hulu migas di Indonesia. WK Ketapang resmi dijadikan kontrak produksi PSC (Production Sharing Contract) dengan Pemerintah Republik Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus  Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pada 11 Juni 1998.

Bertitik tolak dari Memorandum of Understanding (MOU) yang telah disepakati dengan Pemerintah Indonesia, segala aktifitas dan progresifitas usaha Petronas menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu dengan dibuka lima kilang minyak atau sumur yang sudah berproduksi, yaitu sumur dari Lapangan Bukit Tua, yaitu: Sumur Bukit Tua Selatan, Sumur Jenggolo, Sumur Payang, Sumur Teram dan Sumur Bukit Panjang, nama-nama sumber minyak dan gas alam dari Lapangan atau okupasi wilayah dari Lapangan Bukit Tua, kelima sumur tersebut sudah bisa menghasilkan minyak dan gas bumi. 

Untuk mengalirkan semua hasil produksi yang dihasilkan oleh Petronas, dibangun pipa dasar laut sepanjang 110 Km dari Pusat Pengendali Penerimaan Hasil Gas dari Kilang di daratan Onshore Receiving Facilities (ORF), yang mempunyai daya tampung sebesar 70 Milion Standar cubic Feet per Day (mmsfd), di kawasan Industri Maspion, di Kecamatan Manyar Gresik terhubung  dengan RIG off shore (lepas pantai) di Pantai Utara Pulau Madura.

Selain itu Petronas juga menggunakan unit FPSO (floating production storage and offloading) yaitu unit terapung yang digunakan untuk mengambil minyak di lepas pantai (off shore) sekaligus memprosesnya menjadi minyak jadi dan langsung disalurkan ke Pertamina, itu sebagian dari Produksi Minyak Bumi, adapun untuk produksi gas Alam dialirkan dan disalurkan ke PJU (Petrogas Jatim Utama) Gresik.

Hasil Produksi dari Petronas memberi hasil yang memuaskan di WK Ketapang sejak Tahun 2015 dihasilkan dari Minyak Bumi. Awal produksi dari fasilitas ORF yang dikembangkan dilakukan sejak 4 November 2015. Dengan hasil sebesar 15 ribu barell per hari (bph). Juga masih ada kemungkinan dari target pengeboran dari sumur lain, dengan estimasi sebesar 4000 bph.

“Untuk saat ini, Petronas berharap produksi minyak dapat digenjot hingga hasil optimum 20.000 bph sedangkan produksi gas sekitar 30 mmsfd dengan nilai optimum 50 mmsfd,” kata Manager Corporate Affair and Administration PC Muriah, andiono setiawan, (Rabu (29/9/2017).

Menurutnya, gas yang diproduksi dari Lapangan Bukit Tua akan dialirkan ke PT Perusahaaan Listrik Negara (PLN) untuk mendukung penyediaan listrik di wilayah Jawa Timur (Jatim) melalui Petrogas Jatim Utama (PJU). PJU adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS/K3S), Petronas juga taat dengan aturan Tanggung Jawab Sosial (TJS) Perusahaan. Petronas menjalin kemitraan dengan Institusi Akademis di Madura, yaitu Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk membantu memberi jejak peta sosial budaya di masyarakat Madura umumnya, yaitu tiga Kabupaten sekaligus yang berhubungan dengan wilayah kerja pengeboran minyak dan gas bumi di wilayah Madura, yaitu Kbupaten Bangkalan, Kabupaten sampang dan Kabupaten sumenep. Program TJS yang dituju mencapai 13 Kecamatan dengan 29 Desa dibawahnya, dari data yang diperoleh seperti angka pengangguran yang tidak mempunyai ketereampilan, putus sekolah, akses kesehatan yang minim, ketiadaan pengadaan air bersih, serta bencana alam seperti banjir pada saat musim hujan dan kekeringan yang melanda di daerah Madura pada saat musim kemarau, juga dukungan nelayan yang kurang.

Salah satu bentuk kepedulian Petronas di bidang sosial, yaitu program Operasional TJS sejak tahun 2014 yaitu Layanan kesehatan Sosial, melalui Program Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), sedangkan bentuk kepedulian di dalam pendidikan adalah memberi pelatihan keterampilan lanjutan kepada guru, memberikan buku sebagai obyek baca siswa di perpustakaan, juga pemberian pembayaran uang sekolah, seragam, tas, sepatu dan peralatan belajar lainnya bagi siswa didik sekolah di Wilayah di tiga Kabupaten di Madura yang tersebut di atas, juga di Wilayah Kabupaten Gresik. 

Untuk itu Petronas membuat program yang berkesinambungan melalui program pelatihan kewirausahaan bagi anak muda yang disebut Program Ksatria, sedangkan jatah bagi pemberdayaan perempuan, disebut dengan program Srikandi. Banyak hal yang dilakukan oleh Petronas untuk mengembangkan industri minyak gas dan juga menunjukkan kepedulian sosial tanpa harus memikirkan ego profitabilitas di dunia Industri. (setyo/st)

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

3723440
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
8035
9944
35957
3540221
192669
3723440
Your IP: 54.161.108.158
2017-11-22 18:16