LPPM Nganjuk Bersama Hj. Aisyah Lilia Agustina Adakan Seminar Wirausaha

Dra. Hj. Aisyah Lilia Agustina, M.Si., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil III. Dalam forum itu juga hadir Dr. H. Ridwan, M.Pd.I, Rektor Intitut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro Nganjuk sekaligus ketua Tanfidz MWC NU Kecamatan Wilangan. Dra. Hj. Aisyah Lilia Agustina, M.Si., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil III. Dalam forum itu juga hadir Dr. H. Ridwan, M.Pd.I, Rektor Intitut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro Nganjuk sekaligus ketua Tanfidz MWC NU Kecamatan Wilangan.

Lintasjatim.com, Nganjuk – Lembaga Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat (LPPM) Anugerah Sejahtera Kabupaten Nganjuk mengadakan seminar kewirausahaan, Rabu (04/9/2017). Seminar dengan tema “sukses beternak kambing domba” ini diikuti oleh 50 orang yang terdiri dari 14 kelompok ternak kambing dan 2 kelompok ternak ikan se-Kecamatan Sawahan, Nganjuk.

Acara yang berlangsung di wisata Petung Ulung, Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan tersebut difasilitasi oleh reses II yang dihadiri oleh Dra. Hj. Aisyah Lilia Agustina, M.Si., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil III. Dalam forum itu juga hadir Dr. H. Ridwan, M.Pd.I, Rektor Intitut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro Nganjuk sekaligus ketua Tanfidz MWC NU Kecamatan Wilangan.

Dalam kunjungannya, aktifis Partai PKB yang biasa dipanggil Mbak Icha tersebut mengungkapkan pentingnya pendampingan terhadap kelompok-kelompok yang ada. Menurutnya, pembentukan kelompok itu mudah, yang sulit adalah merawat kelompok yang sudah terbentuk. Salah satu cara merawat yaitu dengan memberikan dampingan dan support baik dari segi keilmuan, jaringan maupun pendanaan.

“Membuat kelompok itu perlu tetapi pendampingan juga jauh lebih perlu. Apa gunanya membuat sesuatu tetapi tidak bisa merawat dengan baik. Perlu adanya pendampingan kelompok terutama yang menekuni di bidang peternakan.” Jelas Mbak Icha saat memberikan sambutan.

Ia mengingatkan bahwa salah satu usaha yang prospek adalah di bidang peternakan. Saat ini banyak orang terfokus pada usaha yang memanfaatkan teknlogi apalagi internet. Sehingga hal ini menyebabkan sedikitnya peminat ternak, padahal kebutuhan konsumsi daging setiap tahunnya bertambah.

“Sedikitnya peminat ternak ini menjadi peluang tersendiri bagi kelompok-kelompok atau usaha perorangan. Karena jumlah penduduk setiap tahun pasti bertambah dan tentu jumlah daging yang dibutuhkan juga makin bertambah.” Tandasnya.

Dikesempatan yang sama, Moh. Zakaria, Direktur LPPM Anugerah Sejahtera mengatakan, seminar tersebut bertujuan untuk membekali para kelompok ternak tentang beternak kambing domba secara baik dan benar. “Setidaknya setelah seminar ini para anggota kelompok bisa menambah pengetahuan bagaimana cara ternak kambing domba untuk penggemukan yang akhirnya bisa membantu perekonomian masyarakat” ungkapnya.

Selanjutnya, Zakaria berkomitment untuk mendampingi kelompok dalam pengembangan perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Sawahan, Nganjuk. “Sebenarnya banyak potensi yang dimiliki oleh warga tetapi mereka tidak tahu bagaimana mengelolanya. Sehingga hal ini diperlukan pendampingan agar potensi yang ada bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan bersama.” Ujarnya.

Dalam pelatihan kali ini LPPM Anugerah Sejahtera mendatangkan Soekarno sebagai narasumber tunggal. Pria berusia 29 tahun tersebut sudah 4 tahun menekuni usaha penggemukan kambing jenis domba. Keuntungan yang didapat setiap bulannya cukup menggiurkan, sekitar Rp.4 juta per bulan.

Pria yang biasa dipanggil Bung Karno ini menjelaskan, usaha penggemukan kambing jenis domba sangat menguntungkan. Selain pemeliharaannya yang sangat mudah juga harga jual yang relatif stabil. “Harga naik turun dalam perdagangan itu wajar, tapi selama 4 tahun ini harga jual kambing domba relatif stabil. Hampir tidak ada pengaruhnya antara hari biasa dengan hari raya kurban” Ungkap Soekarno saat menyampaikan materi.

Ia menambahkan, kambing domba yang siap jual nantinya untuk keperluan konsumsi dan ekspor. Hal inilah yang membuat harga stabil.

Bung Karno membeberkan rahasia agar irit pada pakan ternak yaitu dengan membuat pakan fregmentasi. Pakan ini dibuat sendiri dengan campuran berbagai bahan yang mengandung banyak vitamin dan protein yang dibutuhkan oleh kambing. Melalui fregmentasi kambing cukup diberi pakan 1kg per ekor dalam waktu sehari semalam atau sekitar Rp.2700. Dari sini bisa dilihat bahwa jumlah pakan tidak perlu banyak, cukup diberi sedikit tetapi mengandung banyak protein. [st]

Rate this item
(0 votes)

35 comments

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Lintas Jatim merupakan salah satu portal berita di Jawa Timur yang menjadi rujukan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia. Informasi ter-Update serta penyajian yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

3723550
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
All days
8145
9944
36067
3540221
192779
3723550
Your IP: 54.161.108.158
2017-11-22 18:24