Rencana Pembangunan Monumen BungTomo Capai 61 M

Rencana Pembangunan Monumen BungTomo Capai 61 M

29 - Oct - 2011 | 13:24 | kategori:Daerah

Surabaya (Lintasjatim.com) – Surabaya yang berada di pulau Jawa bagian timur sangat dikenal sebagai Kota Pahlawan. Atas dasar pertempuran gagah berani Arek Suroboyo melawan tentara Sekutu selama 100 hari berturut-turut yang berujung tewasnya jenderal Malaby memotivasi PT Prima Anytime Sejahtera (PAS) selaku penyelenggara akan menggelar acara Festival Kota Pahlawan 2011 untuk memperingati hari Pahlawan, pada 10 November mendatang.
Semangat patrionisme dan nasionalisme tokoh pejuang asal Suroboyo, Bung Tomo diwujudkan dalam satu rangkaian acara yang dipersembahkan kepada masyarakat Surabaya. “Acara FestivalHari Pahlawan digelar selama November 2011 ini akan dihadirkan Gerald Jalan Perjuangan TNI dan Rakyat. Selain itu, acara dilanjut dengan Pesta PKL Dan hiburan Rakyat Jelata,” tandas Dodik Kurniawan, Board of Director PT Prima Anytime Sejahtera (PAS) selaku penyelenggara Festival Kota Pahlawan 2011, Jumat (28/10/2011) di salah satu ruangan Hotel Majapahit.
Kemeriahan festival hari pahlawan semakin kental nuansa arek suroboyo karena ada juga acara Mlaku-mlaku nang Toenjoengan yang dipusatkan di pertigaan Jalan Genteng Besar sampai Jalan Kenari. “Disitu warga Surabaya mendapat hiburan dari artis ibukota yang dikemas dalam pesta rakyat. Dan yang sangat khas dalam festival ini adalah hadirnya Lomba Pidato Bung Tomo XIII dengan naskah asli dan bebas,” kata Dodik.
Di kegiatan tasyakuran, hadir pula tokoh Yokohama pers Surabaya, Prof Sam Abede Pareno. Sebagai senior pers, Beliau menyataka bahwa Bung Tomo, awalnya adalah seorang insan pers sejati yang harus diteladani jurnalis saat ini. “Jurnalis saat ini harus seperti Bung Tomo yang bebas dan bertanggung jawab. Jangan hanya mengejar rating dan oplag saja. Pers harus mencerdaskan bangsa,” ujar Sam Abede Pareno.
Di luar acara festival, untuk mengenang perjuangan Bung Tomo, dapat diwujudkan dalam bentuk patung dan monumen Bung Tomo sebagai salah satu ikon kota Surabaya. Abdul karim selaku panitia penyelenggara merespon positif usul pembangunan monumen Bung Tomo tersebut.
“Kita akan bangun Monumen itu di salah satu titik bersejarah di Kota Surabaya saat terjadi perang kemerdekaan 10 November 1945. Seperti dipojok bangunan cagar budaya tepatnya di Jl Tunjungan 100,” tandas Cak Karim, panggilan Zainal Karim.
Pertimbangan memilih lokasi di daerah Tunjungan karena tempat itu dikarenakan erat sekali nilai historisnya. Rencana peletakan batu pertama monumen yang ditaksirkan akan menghabiskan dana Rp 61 Milliar akan dilakukan pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November mendatang. Galih

HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Daerah | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar